Malam ini ada baiknya kita merenungi sejenak masalah Tawakkal, karena ternyata masih ada yang berpikiran bahwa Tawakkal merupakan sikap pasrah diri tanpa melakukan usaha sama sekali, padahal justru ber-Tawakkal itu seharusnya didahului dengan ber-ikhtiar atau ber-usaha semaksimal mungkin.
"Kepada-Nya lah dikembalikan semua urusan-urusan, maka sembahlah Dia dan ber-Tawakkal-lah kepada-Nya”. [Hud 123].
Kita sadar bahwa Allah selalu punya rencana yang indah bagi kita, namun tidak jarang bertentangan dengan harapan, dan adalah sebuah ciri khas MANUSIA YANG BER-IMAN untuk meyakini bahwa semua yang terjadi pasti yang terbaik baginya.
"Jika kamu BER-IMAN kepada Allah, maka ber-Tawakkallah kepada-Nya saja”. [Yunus 84].
"Hanya kepada Allah hendaknya kamu ber-Tawakkal jika kamu benar-benar orang yang BER-IMAN". [Al-Maaidah 23].
Pada hakekatnya Tawakkal adalah penyandaran diri kepada-Nya guna meraih berbagai kemaslahatan, kita hanya perlu ber-upaya maksimal untuk kemudian apapun hasilnya kita sandarkan kepada-Nya.
“Barang siapa yang ber-Tawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya”. [Ath-Thalaaq 3].
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
“Sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Quran kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar Pengetahuan Kami, menjadi Petunjuk dan Rahmat bagi orang-orang yang ber-Iman”. [Al-A'raaf 52].
Sungguh beruntung orang-orang yang menjadikan Al-Quran sebagai Pedoman & Petunjuknya didalam mengarungi perjalanan panjang di-Kehidupan Dunia ini.
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang ber-Tawakkal kepada-Nya". [Ali-Imran 159].
Semoga renungan ini bermanfaat bagi yang membacanya agar mampu menjadi Manusia yang ber-Tawakkal kepada-Nya. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].
Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.