Jumaat, 23 Jun 2017

Tahniah kepada Dato' Wira Syed Padzil Syed Ahmad Barakbah

Tahniah kepada Dato' Wira Syed Padzil Syed Ahmad Barakbah
atas perlantikan sebagai Dato' Wira Keutamaan Diraja

Ahad, 18 Jun 2017

Taman Amaniah Selayang




AKU = DIRI SEBENAR

AKU = DIRI SEBENAR

Kecerdasan dan kearifan membawa kepada keahlian, ahli segala bidang. Keahlian mendatangkan pengakuan dari orang orang dari alam sekelilingnya padanya. DIA sanggup menundukkan masa kerana DIA telah pandai menundukkan alamnya sendiri. DIA pandai membaikkan orang kerana DIA telah pandai membaikkan badan diri sendiri. DIA anti penjajahan kerana bukankah DIA selama ini terkongkong dan terkurung ?

DIA SUCI kerana berasal dari YANG MAHA-SUCI. DIA BENAR kerana berasal dari YANG MAHA-BENAR. DIA lain dari yang lain kerana KEISTIMEWAANNYA terletak PADA DIRINYA bukan pada orangnya.

DIA BUKAN TUHAN kerana yang dikatakan Tuahan itu Maha Bear dan bukan pula anak Tuhan walaupun dari Tuhan datangnya. RUHKU Firman Allah ketika meniupkannya. DIA juga bukan Nabi atau Rasul kerana tidak ada lagi Nabi sesudah Nabi Muhammmad SAW.

Terhadap Allah adalah DIA HAMBA yang tidak bererti kerana DIA TIDAK ADA BERSAMANYA. Akan tetapi terhadap orang lain tiak peduli siapa, DIA akan membuktikan akan kebenarannya.

Itulah dia AKU yang telah menjadi MANUSIA BARU. Aku telah mengadakan Pengakuan dan seterusnya Aku senantiasa mengadakan Pengakuan terhadapNYA Tuhan Yang Aku Sembah dan sementara itu Aku telah mendapat Pengakuan pula melalui orang orang yang mendatangiku.

BBM

Sabtu, 17 Jun 2017

Apa yg membuatkan Allah reda?

بسم الله الرحمن الرحيم..
السلام عليكم ورحمة الله..

Jangan berbangga dgn solat, puasa dan zikir yg banyak kerana semua itu belum tentu membuatkan Allah reda.

Justeru, apa yg membuatkan Allah reda?

Nabi Musa AS, "Wahai Allah, aku telah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yg membuatkan Engkau reda?"

Allah SWT, "Solat? Solatmu itu utk dirimu sendiri, kerana dgn mengerjakan solat, engkau terpelihara drp perbuatan keji dan munkar."

"Zikir? Zikirmu itu hanya utk dirumu sendiri, membuatkan hatimu menjadi tenang."

"Puasa? Puasamu itu utk dirimu sendiri, melatih dirimu utk memerangi hawa nafsumu sendiri."

Nabi Musa AS, "Lalu ibadahku yg manakah yg membuatkan Engkau reda ya Allah?"

*Allah SWT, "Sedekah, infaq, zakat dan perbuatan baikmu. Itulah yg membuatkan Aku reda, kerana ketika engkau membahagiakan orang yg sedang susah, Aku hadir di sampingnya. Dan Aku akan menggantikannya dgn ganjaran 700 kali ganda." Surah Al-Baqarah ayat 261 hingga 262*.

Apabila kamu sibuk dgn ibadah yg lazim dan berbangga dgkamu*, maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukannya Allah.

*Tetapi, apabila kamu berbuat baik dan berkorban utk orang lain, maka itu tandanya kau mencintai Allah dan tentu Allah reda kerananya.*

Buatlah perkara yg Allah reda maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dgn membuatkan hidupmu lapang dan bahagia.

Kitab Mukasyafatul Qulub,  karya Imam Al-Ghazali.

Rabu, 14 Jun 2017

Rihul Ahmar

"S T R O K E"

Pada satu ketika dimana Nabi Allah Sulaiman a.s duduk di singgahsananya,
Maka datang satu Angin yang cukup besar, maka bertanya Nabi Allah
Sulaiman siapakah engkau......?

Maka dijawab oleh Angin tersebut : akulah Angin Rihul Ahmar....dan Aku bila memasuki rongga anak Adam, maka lumpuh, keluar darah dari rongga, dan apabila aku memasuki otak anak Adam, maka menjadi gilalah anak Adam.....

Maka diperintahkan oleh Nabi Sulaiman a.s supaya membakar angin
tersebut,maka berkatalah Rihul Ahmar kepada Nabi Sulaiman a.s bahwa: Aku kekal sampai hari Kiamat tiba,tiada sesiapa yang dapat membinasakan Aku melainkan Allah... Lalu Rihul Ahmar pun menghilang.

Diriwayatkan cucu Nabi Muhammad SAW terkena Rihul Ahmar
sehingga keluar darah dari rongga hidungnya.

Maka datang Malaikat Jibril kepada Nabi SAW dan bertanya Nabi kepada Jibril.

Maka menghilang sebentar, lalu Malaikat Jibril kembali mengajari akan do'a Rihul Ahmar kepada Nabi SAW kemudian
dibaca do'a tersebut kepada cucu nya dan dengan sekejap cucu Rasulullah sembuh serta merta.

Lalu bersabda Nabi saw bahwa barang siapa membaca do'a stroke/do'a Rihul Ahmar.....walau sekali dalam seumur hidupnya, maka akan dijauhkan dari penyakit ANGIN AHMAR atau STROKE.

Do'a menjauhkan terhindar dari angin ahmar dan penyakit kronik :

اللهم إني أعوذبك من الريح الأحمر والدم الأسود والداء الأكبر

Allahumma inni a'uzubika minarrihil ahmar, waddamil aswad, waddail akbar....
Artinya :
Ya Allah Tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Selasa, 13 Jun 2017

Mengenal Diri Sendiri Dalam Islam

Manusia hidup didunia tentunya memiliki identitas dan mengetahui siapa dirinya. Hampir tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki identitas dan tidak mengetahui siapa dirinya.

Meskipun demikian, jarang sekali diantara manusia yang benar-benar mengerti dan mengenal siapa dirinya sebenarnya dan untuk tujuan apa ia hidup didunia, apakah hanya sebatas untuk makan, minum, tidur, atau mencari uang saja.

Mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahui apa pentingnya mengenal diri sendiri atau mengetahui jati diri kita dihadapan allah SWT pada hakikatnya.

Mengenal diri sendiri adalah salah satu hal yang diperintahkan Allah SWT kepada umatnya. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait mengenal diri sendiri dalam Islam.

Pentingnya Mengenal Diri Sendiri

Semua manusia yang ada didunia ini tentu mengetahui siapa namanya, dimana ia tinggal dan dari kota mana ia berasal, dimana ia dilahirkan dan lain sebagainya, tetapi tidak banyak yang memikirkan siapa dirinya yang sesungguhnya dan apa tujuannya hidup didunia dan apa yang dilakukan setelah nanti ia tiada.

Kebanyakan manusia saat ini tidaklah begitu mengenal jati dirinya yang sebenarnya, padahal Rasul sendiri mengingatkan bahwa mengenal diri sendiri adalah langkah pertama dalam mengenal Allah SWT sebagai Tuhan seluruh alam (baca kisah teladan Nabi Muhammad SAW dan keutamaan cinta kepada Rasulullah bagi umat muslim). Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ رَبَّهُ فَسَدَ جَسَدَهُ

“Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya, dan barangsiapa yang mengenal Tuhannya maka binasalah (fana) dirinya.

Dari Hadits tersebut kita bisa mengetahui bahwa mengenal diri sendiri sangatlah penting bagi manusia karena dengan mengenal dirinya sendiri sebagai manusia ciptaan Allah SWT, ia dapat mengenal Tuhannya atau penciptanya tersebut yakni Allah SWT. (baca manfaat beriman kepada Allah SWT)

Jati Diri Manusia

Sebelum mengenal dirinya dengan baik seorang manusia khususnya muslim perlu mengetahu unsur-unsur yang menyusun dirinya, dari apakah ia dibentuk dan apa saja yang ada pada dirinya.

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dua jenis unsur yakni unsur fisik atau jasmani dan unsur ruhani yakni jiwa atau ruh. (baca juga kecantikan wanita dalam islam)

Jasmani atau Fisik

Unsur Jasmani atau fisik adalah tubuh dimana jiwa seorang manusia hidup. Dengan fisiknyalah manusia melakukan segala aktifitasnya di dunia dan ia dikenali juga dari bentuk fisik dan rupanya.

Allah SWT sendiri telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk dan lebih baik dibandingkan dengan makhluk lainnya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS At Tin : 4)

Allah menciptakan manusia lengkap dengan jasadnya agar seorang manusia bisa dikatakan sebagai manusia karena tubuh atau raga tersebut adalah tempat dimana jiwa akan tinggal.

Sementara setelah seseorang mati dan jiwanya meninggalkan tubuh maka jasadnya tidak lagi berguna bagi dirinya.

Ruhani atau Jiwa

Manusia tidak disebut manusia jika ia tidak memiliki jiwa sehingga raga tanpa jiwa tidaklah berarti. Dengan demikian jiwa seorang manusia adalah sesuatu yang diciptakan Allah SWT untuk mendiami raga dan jiwalah yang mengendalikan hati dan pikiran seseorang. 

Allah SWT meniupkan ruh saat seorang manusia masih berada dalam kandungan ibunya sebagaimana disebutkan dalam firman berikut ini

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS Al Hijr : 29)

Cara Mengenal Diri Sendiri

Setelah mengetahu pentingnya mengenal diri sendiri maka seorang muslim selayaknya mentadaburi atau mendalami cara mengenal diri sendiri dalam rangka mengenal Allah SWT dan mengetahui tujuan hidupnya.

Adapun cara mengenal diri sendiri dalam islam bisa dilakukan dengan cara berikut ini

Mengamati diri sendiri

Seorang manusia hendaknya memperhatikan dirinya sendiri dan merenungi tujuan hidupnya dan mengetahui untuk apa ia diciptakan.

Dengan mengamati dirinya sendiri seorang manusia bisa merasakan bahwa dalam dirinya ada jiwa yang bernaung dan tubuh adalah tempat dimana jiwa tersebut tinggal.

Selayaknya seorang muslim juga bisa memanfaatkan segala anggota tubuhnya untuk melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT.

Mengetahui hakikat penciptaannya
Manusia diciptakan dengan suatu tujuan dan hakikat tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman Allah berikut ini

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)”
(QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Bersyukur kepada Allah SWT

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT seorang manusia dapat mengenali dirinya dengan baik dan mengenal Allah SWT. Seseorang yang mensyukuri nikmat Allah tentunya akan senantiasa menyadari bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa dan segala yang ia miliki adalah milik Allah SWT.

Perintah untuk mensyukuri nikmat Allah tersebut dijelaskan dalam ayat Alqur’an berikut

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim : 7)

4. Mengetahui peran dan kedudukannya

Allah SWT menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Dengan demikian, seorang manusia yang mengenal dirinya senantiasa mengingat peran dan kedudukannya dimuka bumi sebagai khalifah atau pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri.

Dengan mengingat perannya sebagai khalifah maka ia bisa memperlakukan orang lain dan alam sekitarnya dengan baik dan menjaga segala sesuatu sesuai dengan hakikatnya.

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.

Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Qs Al Baqarah : 30)

Manusia terutama muslim yang baik tentunya senantiasa berusaha untuk mengenal dirinya sendiri dan mengenal Tuhannya yakni Allah SWT. Semoga Bermanfaat.

Mengenal diri sendiri sebagai kunci mengenal Allah

Mengenal diri sendiri sebagai kunci mengenal Allah

Sebagaimana yang diketahui,bahawa ajaran Ahwal (suatu perolehan dengan kurnia) dan maqamat (suatu perolehan dengan usaha) yang semuanya itu ditujukan untuk memperbaiki akhlak.

Sedang tujuan perbaiki akhlak adalah untuk membersihkan qalbu yang berarti mengosongkan dari sifat sifat yang tercela (TAKHALLI) kemudian mengisinya dengan sifat sifat yang terpuji (TAHALLI) yang selanjutnya beroleh kenyataan Tuhan (TAJALLI).

Dengan demikian maka dapatlah difahamkan bahawa jalan untuk mengenal ALLAH ,tidak dapat ditempuh dengan sekaligus,tetapi adalah sesuai dengan peribadi masing masing iaitu harus ditempuh secara bertingkat tingkat.

Pada tingkat untuk memasuki Ilmu Hakekat dan Ilmu Ma’rifat,berarti memasuki suatu jalan pengetahuan yang bertujuan untuk mengenal sesuatu itu dengan cara bersungguh sungguh,bahawa siapakah manusia itu,siapakah yang menjadikannya dan siapakah yang menciptakan sekalian itu.

Ilmu Tasawwuf meringkaskan jalan pengetahuan ini dengan berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang bermaksud ”Barang siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya.”

MENGENAL DIRI SENDIRI
Langkah pertama untuk mengenal diri sendiri ialah dengan mengetahui bahawa diri itu tersusun dari bentuk-bentuk lahir (yang disebut badan atau jasad) dan bentuk-bentuk bathin (yang disebut qalbu atau jiwa).

Yang dimaksudkan dengan Qalbu itu bukanlah yang berupa segumpal daging yang berada disebelah kiri badan di bawah susu (yang dikatakan jantung).

Tetapi dialah Roh suci dan berpengaruh di dalam tubuh dan dialah yang mengatur jasmani dan segenap anggota badan. Dialah Hakikat Insan Allah (yang dinamakan diri yang sebenarnya diri). Dialah yang bertanggung jawab dan dialah yang dipuji atau diseksa oleh Allah SWT.

Untuk meneliti dan mengenal diri sendiri itu, maka jasad dapat dimisalkan sebagai suatu kerajaan. Dan roh sebagai Rajanya yang berkuasa dan dialah yang mengatur jasmani. Jasmani adalah sebagai suatu Kerajaan dalam bentuk Alamuasyahadah atau Alam Nyata.

Seluruh badan jasmani akan hancur binasa setelah mati, tetapi hakikat Roh dan jiwa tidak akan mati, ia tetap tinggal dalam Ilmu Allah. Dan Rohani / Jiwa adalah sebagai Raja dalam bentuk Alam Ghaib, maksudnya bahawa Roh / Jiwa itu adalah ghaib, keadaannya tidak terpisah-pisah, tidak terbatas oleh waktu dan ruang, tidak tentu tempatnya dalam sesuatu bahagian tubuh, oleh kerana itu maka setiap manusia adalah merupakan pemerintah di atas kerajaan kecil didalam dirinya sendiri.

Sungguh benar sekali istilah yang menyebutkan bahawa ”Manusia itu adalah mikromos” atau dunia kecil dalam dirinya sendiri.

Sebahagian orang berpendapat bahawa hakekat Qalbu atau Roh itu dapat dicapai dengan cara memejamkan kedua matanya serta melupakan segala yang ada di sekitarnya, kecuali peribadinya.

Dengan cara begitu akan dapat juga kilauan dari alam abadi kepada peribadinya (dalam mengenal dirinya). Tetapi bagaimanapun juga segala pertanyaan yang mendalam tentang hakikat Roh yang sesungguhnya, adalah tidak diizinkan oleh Allah Yang Maha Esa.

Didalam Quran Allah berfirman: ”Mereka itu bertanya kepada Engkau Muhammad, tentang Roh, katakanlah bahawa Roh itu urusan Tuhanku, tidak kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit saja”.
(S. Isra 85) .

Apabila seseorang bertafakur atas dirinya sendiri, maka ia akan dapat mengetahui bahawa dirinya itu pada masa dahulunya, ”tidaknya pernah ada”.

Firman Allah: ”Tidaklah manusia itu ingat bahawa kami menjadikannya dahulunya sedang ia belum ada suatu apapun”.

Kemudian manusia itu akan mengetahui bahawa ia sebenarnya dijadikan dari setitis air (mani) yang tidak mempunyai akal sedikitpun, tidak mempunyai pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, kepala dan sebagainya.

Dari sinilah manusia akan mengetahui dengan terang dan nyata, bahawa tingkat kesempurnaan yang ia dapat capai bukanlah ia yang membuatnya, kerana sehelai rambut pun manusia itu tidak akan sanggup membuatnya.

Dengan jalan memikirkan hal tersebut diatas maka manusia itu dapat menemukan dirinya di dalam kejadian yang sangat kecil bila dibandingkan dengan Kekuasaan dan Kasih-Sayangnya Tuhan yang menjadikannya.

Dan apabila manusia itu berfikir jauh maka ternyata didalam kehidupan ia memerlukan berbagai macam keperluan seperti makanan, pakaian, perumahan dan sebagainya ,yang kesemuanya itu telah tersedia lengkap didalam muka bumi ini.

Disini manusia akan menjadi sedar akan sifat Rahman dan Rahimnya Allah yang begitu besar dan luasnya. Demikianlah alam dunia yang diciptakan Allah penuh dengan keajaiban keajaiban.

Rangka jasad adalah bukti Kekuasaan dan KebijaksanaanNya dan penuh pula dengan berbagai-bagai alat kelengkapan yang dibuatNya sebagai tanda Kasih Sayang-Nya, pada keperluan hidup manusia, maka oleh kerana itu manusia akan mengetahui bahawa Allah itu ”ADA”. Oleh kerana itu benar-benar bahawa dengan penelitian dan pengenalan diri sendiri akan menjadi kunci bagi pengenalan Allah.

MENGENAL ALLAH

Bahagian yang penting dalam mengenal ALLAH, datangnya dari perbuatan perbuatan kita bagi mempelajari dan meneliti serta memikirkan diri sendiri, yang memberikan kepada kita kekuatan, kepandaian dan mencintai ciptaanNya.

Sifat sifat manusia, bukan hanya menjadi gambaran dari sifat sifat ALLAH, tetapi juga ragam adanya jiwa manusia membawa keinsafan kepada pengertian adanya ALLAH.

Maksudnya bahawa kedua duanya iaitu ALLAH dan ROH adalah ghaib, tidak terpisah, tidak terbilang, tidak berupa, tidak berbentuk, tidak berwarna dan tidak berukuran.

Manusia mendapat kesukaran dalam menerima gambaran tersebut, Tetapi kesukaran kesukaran itu sememangnya dirasakan oleh fikiran kita setiap masa seperti perasaan marah,sakit ,gembira dan cinta.

Hal ini merupakan faham fikiran dan tidak dapat diketahui oleh otak kerana disebebkan oleh bentuk-dan ukurannya. Seperti halnya, telinga tidak dapat mengenal warna, mata tidak dapat mengenal suara dan begitu pula dalam mengertikan kenyataan kenyataan pokok yakni Tuhan dan Roh, Kita sendiri hanya dapat sampai pada batas batas yang dapat dicapai oleh akal fikiran dan selebihnya akal fikiran kita tidak sanggup lagi memikirkannya sebegitu jauh.

Betapapun juga ,kita dapat melihat bahawa ALLAH itulah yang mengatur alam semesta dan Dia adalah tidak mengenal ruang dan waktu, tidak mengenal bentuk dan ukuran, yang memerintah segenap perkara demikian keadaannya.

Sebagaimana yang telah dihuraikan,, ”ROH” tidak mempunyai tempat tertentu dalam sesuatu bahagian badan, tidak terpisah pisah,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi ia memerintah “JASAD”.

Demekianlah ALLAH, tidak mengenal ruang dan masa,tidak mengenal bentuk dan ukuran tetapi DIA memerintah Alam Semesta. Itulah Tuhan Yang Esa,Maha Kuasa,Maha Besar dan Maha Agung.