Pages

Ahad, 2 Februari 2014

Mana Lebih Afdhol Bagi Seorang Wanita, Solat Di Rumah atau Solat Di Masjid?


Mana Lebih Afdhol Bagi Seorang Wanita, Solat Di Rumah atau Solat Di Masjid?


Pada dasarnya, seorang wanita itu afdholnya melakukan solat di rumahnya, dan lebih afdhol lagi solat itu dilakukan di dalam bilik rumah yang tidak terlihat oleh siapapun. Dalam musnad-nya, Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits dari Ummu Humaid, isteri dari Abu Humaid Al-Sa’idy:



“Bahwasanya ia (Ummau Humaid) datang kepada Nabi dan berkata: ya rasulullah, sesungguhnya saya sangat menyukai solat bersamamu (di masjid). Nabi menjawab: “Aku sudah tahu jika kamu suka solat denganku, namun solatmu di rumahmu (ruangan khusus) lebih baik daripada solatmu di kamarmu, dan solatmu di kamarmu lebih baik daripda solat di rumahmu, dan solatmu di rumahmu lebih baik daripada solatmu di masjid kaummu, dan solatmu di masjid kaummu lebih baik daripada solat di masjidku.” Lalu dia (Ummu Humaid) diperintahkan untuk membuat masjid di tempat yang paling tersorok dalam rumahnya dan yang paling gelap, setelah itu dia solat di sana hingga dia menemui Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Imam Ahmad no. 26550)



Dan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita (masa kini), nescaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka.” (HR Muslim no. 445)



Sheikh Abdul Adzim Abadi mengatakan ketika menjelaskan hadits ini:



Alasan kenapa solat wanita lebih baik di rumahnya dibanding di masjid adalah terjaga dari fitnah. Dan ini dikuatkan lagi dengan apa yang telah terjadi pada wanita-wanita yang berpakaian tidak sopan, terbuka (Tabarruj) dan memamerkan perhiasan, dan juga seperti apa yang dikatakan oleh ‘Aisyah” (‘Aun Al-Ma’bud 2/193)



Untuk itu seorang wanita haruslah berhati-hati dalam hal di mana dia harus melaksanakan solatnya, terlebih lagi jika tempat umum. Dan seboleh mungkin untuk mencari tempat solat yang tidak terlihat oleh para lelaki. Dan kalau kebetulan telah masuk waktu solat namun ia tidak menemukan tempat yang sesuai kecuali tempat itu, maka dibolehkan.



Kalau dalam perihal solat yang sememangnya satu ibadah, syariat sangat menjaga hal ini, apalagi kalau perkara yang di luar solat, maka jauh lebih utama untuk lebih menjaganya.



Dari hujah-hujah diatas, jelaslah pada dasarnya wanita tidak digalakkan masuk masjid kecuali ada keperluan untuk dia berbuat demikian. Apabila ada keperluan seperti ingin mengikuti halaqoh Al-Quran atau juga yang lainnya, maka seorang wanita wajib menjaga dirinya dengan berpakaian yang syar’i. yaitu menutup auratnya, yakni seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangannya, kerana ini adalah yang disepakati oleh ulama.



Kalau ada wanita yang menyelisih perkara ini, ertinya ia membuka aurat dan kemudian memasuki masjid, maka ia telah menyelisih Al-Quran dan Sunnah dan ia telah bermaksiat kepada Allah ta’ala karena melanggar perintahnya. Apalagi ramai dari wanita (biasanya) menghiasi dirinya dengan berbagai wangian yang sudah tentu ianya mengundang laknatnya malaikat.



Dalam musnadnya, Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits bahawa “siapa wanita yang berjalan dengan memakai wangian (yang kuat dan menyengat) depan suatu kaum lalu mereka mencium bau wangi itu, maka ia adalah seorang pezina”. Dan orang yang berzina dilaknat oleh Allah swt , termasuk juga orang yang bermaksiat, ia juga dijauhkan dari rahmat Allah ta’ala sampai ia taubat dan kembali.



Untuk itu, wajib bagi seorang wanita khususnya wanita untuk menutup auratnya, dan berpakaian pakaian yang sesuai syariah sebagaimana yang telah disebutkan diatas untuk tidak memakai wangian yang menyengat, berkata-kata dengan suara lantang, ketawa yang terus menerus dan perkara lainnya, jika memang ia ingin masuk masjid.



Wallahu a’lam

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.