Rabu, 22 Februari 2017

Rahasia Alif, Keheningan Menuju Kesempurnaan Ilahi

Rahasia Alif, Keheningan Menuju Kesempurnaan Ilahi

Ilmu huruf ('ilm al-huruf), huruf Alif  yang tertulis terisolasi/terpisah mendakan bahwa hal itu tidak dapat ditulis terhubung dengan surat berikutnya. Huruf alif yang demikian itu melambangkan transenden, esensi wajar tanpa pengecualian. Tekanan ke bawah huruf alif melambangkan manifestasi universal mulai dari bagian tertinggi menjadi yang terendah.

Syaikh ad-Dabbagh yang disebut-sebut sebagai ummi, dia buta huruf seperti rasul. Tetapi sebenarnya dia tidak benar-benar buta huruf, dalam kasus ummi menyiratkan bahwa dirinya tidak menerima pendidikan agama formal. Dan dengan cara inspirasi dirinya mengatakan beberapa hal yang luar biasa, salah satu kisah yang diceritakan Syaikh ad-Dabbagh terdengar agak aneh.

Di beberapa negara non-Arab mereka melatih burung diatas pintu rumah, dan jika pencuri masuk, maka burung  itu berkata: "Mereka telah mencuri" (saraqu) dan mereka mengucapkan 'Q' seperti huruf alif. Burung itu tidak akan berhenti berbicara bahkan ketika menghadapi ancaman dibunuh sekalipun, dan akan berhenti apabila diberi makanan. Kisah Syaikh menunjukkan maksud berbicara kebenaran dan hal yang baik dapat diajarkan, meskipun secara fisik terkucil dari manusia, tetapi dengan latihan maka ucapannya mengeluarkan kebenaran.

Kisah Dibalik Rahasia Alif

Huruf alif merupakan yang pertama dan memiliki elemen api. Karena bentuknya alif menyerupai angka 1, melambangkan diri Allah serta kesatuan-Nya. Dengan demikian, surat yang melampirkan huruf ini memiliki nilai pola dasar dari keseluruhan alfabet, juga dikaitkan dengan kisah Adam. Setidaknya ada tiga posisi utama dalam doa Islam diantaranya:
Berdiri, seperti huruf Alif
Berlutut, seperti huruf Dal
Sujud, seperti huruf Mim.

Ketiga huruf ini telah menciptakan nama Adm, dimana menurut Ibn Sufi 'Athaillah Abbas (1309) bahwa huruf Alif berasal dari Ulfa, karena menyatukan dan sesuai (ta'lif) dengan huruf lainnya. Tetapi dalam beberapa hal, huruf alif dikaitkan dengan Setan, karena dirinya tidak tunduk kepada Allah.

huruf alif, rahasia alif

Sementara dalam karya Henri Corbin terjemahan Perancis "Les Orient des Lumieres" yang diambil dari buku Rajab Borsi, menjelaskan tentang rahasia Alif. Pengetahuan yang terkandung didalamnya, huruf Alif berdiri pada asal pengetahuan dan ilmu esoteris yang mendalam. Karena pesan yang terkandung dimulai dengan huruf alif, dan alif awalnya dimulai dengan titik. Menurut spesialis ilmu huruf, Alif dimanifestasikan menjadi absolute, zahir yang tersembunyi (batin).

Di sisi lain dari buku "The Orient of Lights", Rajab Borsi menyatakan bahwa semua surat/huruf berasal dari cahaya Alif. Setiap huruf subsisten dengan cara yang amat rahasia, dan alif itu sendiri adalah rahasia firman-Nya. Alif terlihat sebagai simbol dari akal, huruf pertama yang diciptakan dari semua derajat semesta. Ketika manusia mengenal rahasia Alif, maka dia telah mencapai tingkat ketulusan batin (siddiqun), dan mencapai peringkat lebih tinggi diantara orang-orang terdekat (muqarrabun).

Sebagian besar meditasi dari para sufi mengenai huruf abjad diarahkan pada huruf alif. Huruf yang ramping, garis vertikal sering digunakan sebagai pembanding pada yang dicintai. Garis lurus dapat diartikan secara mistis, alif dinyatakan bernilai angka satu, terisolasi dan menjadi kesempurnaan ilahi.
Syaikh Harits Al-Muhasibi menjelaskan, ketika Allah menciptakan huruf maka Dia memerintahkan mereka agar semua huruf itu berbentuk seperti Alif, tetapi hanya Alif tetap tegak lurus sementara yang lainnya berubah.

Setiap manusia adalah ontologis kata ilahi, salah satu renungan Syaikh Ibn al-'Arabi mengatakan, dirinya mengangkat kepala dan melihat bahwa memang itu (alif) ada dalam segala hal. Alif adalah prinsip yang mendasari semua huruf dan surat, terletak tersembunyi, yang terkandung dalam nama dan berbentuk graphical. Alif adalah huruf yang diam sementara huruf lain berbicara. Alif yang mengartikulasikan surat, tapi surat-surat lain tidak mengartikulasikan Alif tersebut. Surat-surat diatur oleh huruf Alif dan Alif selalu menyertai mereka, tanpa disadari.

Menurut Syaikh Ibn al-'Arabi, Alif melambangkan keheningan, karena itu sifatnya 'diam'. Terlepas dari keheningan, keajaiban ilahi terwujud pada Musa.
Jika Anda tetap diam, semuanya akan dipandu oleh-Nya dan jika Anda berbicara, segalanya akan tersesat. Lampaui dan Anda akan menemukannya. Itulah sebabnya para Sufi berhenti menulis tentang alif dan mereka akan tetap diam.

Referensi

The Revelations Mekah, Le Livre du Mim. du Waw et du Nun, by Ibn Al-'Arabi
Les Orients des Lumieres, by Rajab Borsi
Al-Ibriz, by Ad-Dabbagh

Gravitasi Selamatkan Alam Semesta Setelah Big Bang

Gravitasi Selamatkan Alam Semesta Setelah Big Bang

Tim fisikawan dari Eropa bulan ini mengeluarkan pernyataan mengejutkan, mereka menjelaskan mengapa alam semesta tidak runtuh setelah Big Bang. Para ilmuwa menyarankan bahwa hasil analisa partikel Higgs selama ekspansi telah mempercepat alam semesta awal (inflasi) menyebabkan ketidakstabilan dan keruntuhan.

Tim ilmuwan yang tergabung merupakan sekelompok pisikawan dari Imperial College London, Universitas Kopenhagen dan Helsinki. Penelitian ini didanai oleh Science and Technology Facilities Council yang bekerjasama bersama dengan Villum Foundation Denmark, dan Academy of Finland.

Hasil studi ini diterbitkan dalam jurnal Physical Review Letters, dimana tim ilmuwan menggambarkan bagaimana kelengkungan ruang-waktu berlaku pada gravitasi, memberikan stabilitas yang diperlukan bagi alam semesta untuk mempertahankan perkembangannya di periode awal.

Alam Semesta Tak Runtuh Karena Gravitasi

Studi ini dikerjakan dengan menggunakan partikel Higgs, fasilitas CERN yang dibuka sejak tahun 2012 untuk meneliti massa semua partikel. Ilmuwan yang terlibat meneliti interaksi antara partikel Higgs dan gravitasi dengan mempertimbangkan bagaimana semua ini berbeda dengan energi.

Tim ilmuwan mencoba menganalisis penyebab dan mengapa hal ini tidak terjadi di alam semesta. Berdasarkan pada teori fisika modern seharusnya mampu menjelaskan asal-usul alam semesta yang sampai saat ini belum terpecahkan.

Galactic Hearts of Glass, gravitasi alam semesta

Mereka menjelaskan bahwa bahkan interaksi kecil dianggap sudah cukup untuk menstabilkan alam semesta dan mempertahankan keruntuhan. .

Menurut Profesor Arttu Rajantie dari Imperial College London, model Standar fisika partikel yang digunakan untuk menjelaskan partikel elementer dan interaksi, sejauh ini tidak memberikan jawaban 'mengapa alam semesta tidak runtuh setelah Big Bang?'.

Penelitian parameter yang tidak diketahui terakhir kali menggunakan model standar fisika partikel, analisa interaksi antara partikel Higgs dan gravitasi.

Kedua parameter tidak terukur dalam eksperimen akselerator partikel, tetapi memiliki efek besar pada ketidakstabilan Higgs selama inflasi. Bahkan nilai yang diperoleh relatif kecil, cukup untuk menjelaskan kelangsungan hidup alam semesta tanpa model standar fisika baru.

Tim ilmuwan berencana melanjutkan penelitian ini menggunakan pengamatan kosmologis untuk melihat interaksi secara lebih rinci, dan menjelaskan efek apa saja yang akan terjadi pada perkembangan alam semesta awal.

Dalam hal ini, mereka akan menggunakan data yang berhasil dihimpun, berharap misi Badan Antariksa Eropa akan mengukur latar belakang radiasi gelombang mikro dan gelombang gravitasi.

Profesor Rajantie menegaskan bahwa analisa ini bertujuan untuk mengukur interaksi antara gravitasi dan medan Higgs menggunakan data kosmologis.

Jika mereka mampu melakukan semua rencana itu, dunia fisika akan mendapatkan titik akhir yang sampai saat ini belum diketahui dalam Model Standar fisika partikel, serta lebih dekat dengan jawaban teka-teki tentang bagaimana kehidupan terbentuk.

Referensi

Gravity may have saved the universe after the Big Bang, say researchers, 18 November 2014, by Imperial College London. Galactic Hearts of Glass (Artist Concept), image courtesy of JPL/NASA.
Journal Ref: Spacetime Curvature and the Higgs Stability During Inflation. Physical Review Letters, 2014; 113 (21) DOI: 10.1103/PhysRevLett.113.211102

Selasa, 21 Februari 2017

Dr Zakir Abdul Karim Naik telah menimbulkan pelbagai reaksi dalam negara

KUALA LUMPUR: BERITA kunjungan penceramah agama tersohor dari India, Dr Zakir Abdul Karim Naik, telah menimbulkan pelbagai reaksi dalam negara, dan lebih hangat dalam masa beberapa hari ini.

Sebahagian daripada masyarakat Malaysia amat ternanti-nanti akan kedatangannya malah ingin mengikuti majlis ceramah yang mengasah ketajaman pemikiran, khususnya tentang pemahaman dan penilaian berlandaskan perspektif agama Islam.

Namun, dalam masa yang sama, sebahagian lagi masyarakat menganggapnya sebagai ‘ancaman’, kerana kepetahannya berdebat dilihat ‘boleh mencetuskan perbalahan dan ketegangan agama’.

Selepas berjaya menarik perhatian dengan kemunculan di Terengganu pada Ahad, Dr Zakir menjadi topik hangat apabila Ketua Polis Negara Tan Sri Khalid Abu Bakar membuat keputusan agar ceramahnya di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM) tidak diteruskan atas sebab ketenteraman awam dan sensitiviti agama di Malaysia.

Penceramah yang melepasi usia setengah abad itu dijadual menyampaikan ceramah berjudul ‘Similarities Between Hinduism and Islam’ (Persamaan Antara Hindu and Islam). Isu Dr Zakir kini menjadi perbualan hangat di Malaysia, tetapi sejauh manakah kita mengenali beliau?

Berikut senarai 8 fakta ringkas tentang penceramah tersebut:

1. Dr Zakir Adbul Karim merupakan seorang ulama, penceramah dan pendakwah dari India yang sering menyampai ceramah mengenai Islam dan perbandingan agama di seluruh dunia. Beliau dilahirkan pada 18 Oktober, 1965 di Mumbai.

2. Dr Zakir merupakan seorang doktor perubatan yang memperoleh ijazah Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Mumbai. Pada tahun 1991, beliau mula bekerja dalam bidang dakwah, dan mengasaskan Islamic Research Foundation (IRF) .

3. Dr Zakir merupakan seorang yang popular dalam membuat penilaian kritis dan memberi jawapan strategik kepada soalan-soalan yang mencabar yang diajukan oleh penonton selepas ceramahnya.

4. Menerusi ceramahnya, beliau menjelaskan sudut pandangan serta membetulkan pandangan salah terhadap ajaran Islam, dengan menggunakan al-Quran, hadis dan input relatif daripada kitab-kitab agama lain sebagai tambahan, bersama fakta saintifik.

5. Menurut laman blog The Islamic Research Foundation (IRF), dalam tempoh 20 tahun (sehingga tahun 2014) Dr Zakir telah mengadakan lebih 2,000 sesi ceramah di seluruh dunia.

Antaranya ialah Amerika Syarikat, Kanada, United Kingdom, Itali, Perancis, Arab Saudi, Australia, New Zealand, Afrika Selatan, Botswana, Nigeria, Ghana, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Hong Kong, China, Mauritius, Sri Lanka dan Maldives.

6. Pada bulan Mac 2012, sesi ceramah beliau di Kishanganj, Bihar, dihadiri lebih daripada sejuta orang, dan menjadi salah satu perhimpunan terbesar di dunia bagi ceramah agama yang hanya dikendalikan oleh seorang penceramah.

7. Pada tahun 2012, Dr Zakir pernah mengadakan ceramah di Malaysia. Ceramah beliau berlangsung di Johor Bahru, Universiti Teknologi MARA, Kuantan dan Pusat Dagangan Dunia Putra di Kuala Lumpur.

8. Dr Zakir pernah menerima pelbagai anugerah dari pemimpin-pemimpin di seluruh dunia. Pada tahun 2013, Yang di-Pertuan Agong, Tuanku Abdul Halim Mu’adzam Shah menyampaikan Anugerah Tokoh Maal Hijrah Peringkat Kebangsaan kepada Dr Zakir dalam Majlis Perhimpunan Sambutan Maal Hijrah Peringkat Kebangsaan Tahun 1435H/2013M di Putrajaya.

Sabtu, 18 Februari 2017

Khutbah Rasulullah SAW tentang Dajjal

Khutbah Rasulullah SAW tentang Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal.

Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal.

Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir.

Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin.

Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati.

Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas.

Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.”

Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”

“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua.

Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula.

Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?”

Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”

Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh.

Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.

“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat.

Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi.

Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka.

Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat.

Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.

Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis.

Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”

Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama.

Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”

Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”

Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?”

Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh.

Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”

Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal.

Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita. Wallahu A'lam.

MEMAHAMKAN ERTI QADHA & QADHAR

MEMAHAMKAN ERTI QADHA & QADHAR

Para ilmuwan, sering berbeda pendapat di dalam memberi definasi sebenar akan maksud perkataan Qadha Qadhar.

Ini kerana kedua-dua perkataan ini mempunyai maksud yang hampir sama dan saling menjelaskan.

Dalam ilmu Nahwu (tatabahasa) Arab,  perkataan Qadha Qadhar itu adalah satu perkataan yang tidak terpisah dan saling kait mengait di antara satu dengan lainnya.

Apabila ianya disebut secara bersendirian, Qadha atau Qadhar, ia masih membawa maksud yang serupa tetapi jika ia disebut secara bersama (Qadha Qadhar) ia membawa maksud yang berbeda.

Ibarat perkataan Kaca Cermin atau Cermin Kaca. Jika perkataan itu dipisahkan, maka kaca dan cermin masih merujuk kepada maksud yang serupa tetapi bila disatukan sebutannya, ia merujuk kepada maksud yang lain.

Perkataan Qadha Qadar juga tergolong dalam pengertian ilmu 'Nahwu' sebegini.

MAKSUD

Jika dipisahkan, Qadha itu maknanya TETAP (Ketetapan)

Qadar itu maknanya TENTU (Ketentuan).

Tetapi jika Qadha Qadhar itu disatukan, maka ia membawa maksud TAKDIR.


DALIL

QADHA : TETAP

(Jibril) berkata, demikianlah telah berfirman Tuhanmu hal itu, bagiKu sangatlah mudah, dan kami hendak jadikan ia bukti bagi manusia dan dari kami dan (penciptaannya) adalah perkara yang telah DITETAPKAN 

He said, "Thus [it will be]; your Lord says, 'It is easy for Me, and We will make him a sign to the people and a mercy from Us. And it is a matter [already] decreed.'  (al-quran 19:21)


QADHAR : TENTU

Sesungguhnya Kami menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan KETENTUAN
Indeed, all things We created with predestination  (al-quran 54:49)

APA YANG DIKATAKAN TETAP?

Qadha itu Tetap.

Apa yang tetap?

Allah itu menetapkan setiap sesuatu itu berlaku dalam hukum FayakunNya. Bila Allah 'KUN' (Jadi) segala sesuatu, maka Fayakun (Terjadilah) segala sesuatu itu mengikut undang-undangNya. Undang2 inilah yang dikatakan Sunatullah.

Makanya setiap segala sesuatu yang berlaku itu adalah keteTETAPan atau Qadha Allah yang telah mengikut Sunnahtullah (Peraturan) Allah.

Peraturan atau Undang2 ini adalah undang2 yang TETAP dan tidak akan berubah yang telah diFayakunkan Allah di Loh Mahfuz.

KE-TETAP-AN yang tidak berubah ini dikenali juga dengan nama TAKDIR MUBRAM (Takdir yang tidak boleh berubah)

Contoh Sunatullah (undang2/hukum/peraturan) ini ialah Mati. Setiap sesuatu yang hidup pasti akan Mati. Mati inilah yang dikatakan keTETAPan atau QADHA Allah yang telah diFayakunNya mengikut KehendakNya sendiri.

Contoh lain seperti; api sifatnya panas, jasad sifatnya binasa, angin tidak bisa dilihat, matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat, hanya wanita yang bisa melahirkan, mata untuk melihat dan banyak lagi.

APA YANG DIKATAKAN TENTU?

QADHAR pula bermaksud TENTU.

Apa yang tentu?

Allah menentukan bahawa setiap yang TETAP itu adalah tertakluk kepada keTENTUan-Nya atau Qadar-Nya berdasarkan HUKUM SEBAB dan AKIBAT dan di atas KEHENDAK NYA sendiri, seperti yang telah diFayakunkan dalam Loh Mahfuz.

KE-TENTU-AN yang berdasarkan Hukum Sebab dan Akibat ini dikenali juga dengan nama TAKDIR MUALAAQ (Takdir yang boleh berubah)

Contoh:

Orang bunuh diri dalam api kebakaran.

Jika seseorang ingin membunuh diri dan dia masuk ke dalam rumah yang terbakar, kemudian dia mati, maka apakah ini dikatakan takdir Allah? Jika ini dikatakan takdir Allah, apakah ini bermakna Allah itu kejam?

Jika seseorang itu mati terbakar dalam kebakaran, apakah takdir Allah yang membunuh mereka?

Jika kita miskin, apakah takdir Allah yang memiskinkan kita? Jika kita bercerai dengan isteri atau suami, apakah dituduh Allah yang menceraikan kita?

Jika seseorang itu dilahirkan dalam agama selain Islam, apakah itu kehendak mereka? Jika Allah itu yang melakukannya, apakah itu menunjukkan bahawa Allah itu zalim?

Allah itu Maha Pengasih lagi Penyanyang kepada seluruh makhluk yang dijadikanNya, tidak kira bangsa dan agama! Itulah KE-TETAP-AN Nya (Qadha).

Allah tidak memusnahkan makhluk, tetapi Allah telah mencipta KEMUSNAHAN mengikut HUKUM SEBAB dan AKIBAT yang telah 'ditulis' di dalam Loh Mahfuz. Hukum Sebab dan Akibat inilah KE-TENTU-AN NYA (Qadhar).

Jika Allah itu hanya redha kepada penganut agama Islam, kenapa Allah menjadikan penganut agama lain? Apakah ada 'Allah' lain yang menjadikan mereka? Inilah KE-TETAP-AN Allah!

Penganut Agama lain mengenal Tuhan dengan menggunakan pertimbangan rohani dan jasmani yang berbeza. Inilah KE-TENTU-AN Allah. 

Berbalik kepada contoh orang yang membunuh diri di dalam kebakaran. Maka yang bagaimana dikatakan Qadha Qadar Allah?


Qadha Allah ialah Mati.

Maksudnya, Allah telah TETAP kan bahawa setiap makhluk atau setiap segala sesuatu yang hidup akan mati. Mati inilah Qadha atau Tetap yang tidak berubah yang telah diFayakunkan Allah!

Mati TETAP akan berlaku sejak dari zaman Adam hingga sekarang dan setiap orang akan menghadapinya dan setiap makhluk tidak akan terlepas mati !

Qadar Nya?

Mati itu TETAP tetapi belum TENTU bila waktunya akan berlaku !

Waktu bila dan di mana berlakunya mati itu telah Allah TENTUkan di Loh Mahfuz berdasarkan kepada HUKUM SEBAB dan AKIBAT.

Bermakna setiap kematian pasti TETAP akan berlaku tetapi waktu berlakunya kematian itu telah diTENTUkan mengikut HUKUM SEBAB dan AKIBAT.

Contoh:

Orang itu membunuh diri dan mati dalam kebakaran.

Dimana QadhaNya? (KetetapanNya) ialah :

1. Setiap makhluk akan Mati

2. Manusia ada akal

3. Api sifatnya panas dan membakar

4. Jasad sifatnya binasa

Empat perkara di atas TETAP akan berlaku dan tidak boleh diubah (Takdir Mubram).

Namun....

KeTENTUan tentang bila akan berlakunya kematian, tentang bila api akan membakar, tentang bila jasad akan binasa dan tentang bila akal akan berfikir adalah mengikut HUKUM SEBAB dan AKIBAT.

Apa Hukum Sebab dan Akibat Yang Menyebabkan Orang itu Mati?

1.     SEBAB orang itu tidak berfikir menggunakan waras akalnya, maka dia ingin membunuh diri di dalam api kebakaran.Kenapa orang itu tidak befikir?

Mungkin dia stress. Mungkin dia sakit. Mungkin dia banyak hutang. Mungkin dia ingin mencuba ilmu kebalnya. Mungkin dia dipaksa atau banyak lagi sebab.

2.     SEBAB orang itu stress, AKIBATnya, dia tidak dapat berfikir menggunakan akal yang waras.

3.     SEBAB dia tidak menggunakan akal yang waras, AKIBATnya dia buat keputusan masuk ke dalam api.

4.     SEBAB dia masuk ke dalam api, AKIBATnya, jasadnya binasa terbakar.

5.     SEBAB jasadnya binasa terbakar, AKIBATnya dia mati !

6.     Mati itu Qadha dan Sebab Akibat kematiannya itulah Qadhar !

Maka yang manakah dikatakan TAKDIR Tuhan ?

Qadha dan Qadar itulah TAKDIR Tuhan !

Takdir itu adalah mengikut 'KehendakNya' sendiri seperti yang tertulis di Loh Mahfuz.

Api itu tidak akan membakar dan jasad itu tidak akan binasa jika Dia menginginkan begitu.

Orang itu tidak akan membunuh diri jika DIA  berkehendakkan begitu.

Jasad makhluk tidak akan binasa jika DIA berkehendakkan begitu.

Api tidak akan membakar jika DIA berkehendakan begitu.

Orang itu boleh saja berfikir samada dia ingin menggunakan akalnya atau tidak jika DIA berkehendakan begitu.

Contohnya, Nabi Ibrahim tidak terbakar dan jasadnya tidak binasa meskipun dicampak ke dalam api kerana DIA berkehendakkan begitu !


KESIMPULAN

Tuhan itu Maha MENETAPKAN segala sesuatu yang langsung tidak boleh diubah oleh makhluk walau apa cara sekalipun.

Tuhan itu Maha MENENTUKAN kejadian segala sesuatu dan boleh berubah mengikut Hukum Sebab dan Akibat dan KehendakNya Sendiri !

Inilah TAKDIR Tuhan !

Hadiah Berharga untuk Orang Tua yang Telah Tiada

🍁Hadiah Berharga untuk Orang Tua yang Telah Tiada🍁

🌾Sahabat, sungguh jasa orang tua kita begitu besar terhadap kita. Sudah seharusnya bagi kita untuk berbakti dan berbuat baik kepada mereka baik ketika mereka masih hidup maupun ketika mereka telah tiada.

💦Lalu bagaimana caranya kita berbakti kepada orang tua yang telah tiada? Di antara yang bisa kita lakukan adalah bersedekah atas nama mereka.

🍂Dari Ibnu Abbas radliallahu anhuma, bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya.

Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebunku yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku." (HR. Bukhari)

🌴Dari Abu Hurairah Radliallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّ أَبِـيْ مَاتَ وَتَـرَكَ مَالًا، وَلَـمْ يُـوْصِ، فَهَلْ يُـكَـفّـِرُ عَنْـهُ أَنْ أَتـَصَدَّقَ عَنْـهُ؟ قَالَ: نَـعَمْ.

🌿"Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan meninggalkan harta, tetapi ia tidak berwasiat. Apakah Allah akan menghapuskan kesalahannya karena sedekahku atas namanya?" Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab, "Ya." (HR. Muslim)

🎁Masya Allah, sungguh ini akan menjadi hadiah yang sangat berharga untuk mereka. Tatkala amal sholeh mereka terputus sedang mereka sangat-sangat membutuhkan tambahan amal sholeh, maka kita sebagai seorang anak yang berbakti bisa membantunya dengan bersedekah/infak/wakaf atas namanya.

✅Sahabat, mari perbanyak dan rutinkan sedekah atas nama mereka sebagai wujud bakti kita kepada mereka. Semoga Allah ta'ala mengampuni dan merahmati orang tua-orang tua kita. aamiin

Rabu, 15 Februari 2017

SYARIAT TARIKAT HAKIKAT DAN MAKRIFAT

SYARIAT TARIKAT HAKIKAT DAN MAKRIFAT

Ini hanyalah deskripsi yang hanya dapat di pahami secara konteks bukan dari apa yang tertulis.pemahaman secara teks akan menimbulkan perdebatan,hanya melalui perasaanlah ini dapat di pahami.

Bagi yang belum memahami semoga ini tidak menimbulkan pemahaman yang keliru karena ungkapan ungkapan ini hanya dapat dimengerti oleh mereka yang telah mempelajari serta memahami...

Syariat itu Zahir
Tarikat  itu Batin
Hakikat itu Akhir
Makrifat itu Awal

Syariat itu Fi'il
Tarikat  itu Asma
Hakikat itu Sifat
Makrifat itu zat

Syariat itu dengan Lidah
Tarikat  itu dengan Hati
Hakikat itu dengan Nyawa
Makrifat itu dengan sir / rahasia

Syariat itu Syuhud
Tarikat  itu Nur
Hakikat itu Ilmu
Makrifat itu Ujud

Syariat itu Islam
Tarikat  itu Iman
Hakikat itu Tauhid
Makrifat itu Pengakuan Lahir dan batin

Syariat itu Tubuh
Tarikat  itu Nyawa
Hakikat itu Rahsia
Makrifat itu Tuhan

Syariat itu Ilmu Usuluddin
Tarikat  itu Ilmu Tasaawuf
Hakikat itu Ilmu Tauhid
Makrifat itu Ilmu Usul Muftahul Ghuyyub

Syariat itu Kulit Daging Urat Tulang
Tarikat  itu Api Angin Air Tanah
Hakikat itu Ujud Ilmu Nur Syuhud
Makrifat itu Zat Sifat Asma Fi'il

Syariat itu Awam
Tarikat  itu Khas
Hakikat itu Khas ul khas
Makrifat itu Khawas

Syariat itu Ilmu yakin
Tarikat  itu Ainul yakin
Hakikat itu Haqqul yakin
Makrifat itu Akmal yakin

Syariat itu Alam Isal
Tarikat  itu Alam Roh
Hakikat itu Alam malakut
Makrifat itu Alam Kudus

Syariat itu Buih
Tarikat  itu Ombak
Hakikat itu Laut
Makrifat itu Air

Bagi yang pernah mempelajari tasawwuf mungkin dapat mengerti dan memahami,dan ini hanyalah sekedar pengertian yang sangat mendasar, dan dalam ilmu tasauf atau tarikat pemahaman akan lebih terperinci, yang ingin mempelajari lebih mendalam dapat menghubungi penulis atau dari guru-guru tarikat yang terpercaya.

MARTABAT HATI

RAHASIA HATI ORANG MUKMIN

MARTABAT HATI

Hati adalah jauhar lathif (permata halus) yang tunggal dan bersifat Nurani. Ia diciptakan Allah Taala dengan suatu sebab Yaitu karena adanya ruh dan diciptakan juga hawa nafsu. Ia terletak di antara ruh dan nafsu.

Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw:
"Allah menciptakan hati (al-qulub) 4,000 tahun lebih dahlu daripada jasad. Setelah itu , Dia meletakkan di tempat yang dekat dengan Nya. Sementara itu arwah diciptakan oleh Allah swt 70,000 tahun lebih dahulu daripada hati. Setelah itu. Ia letakkan di taman kelembutan Nya (raudah al uns). Sebelumnya Allah swt telah terlebih dahulu menciptkan Sirr (rahsia) daripada ruh dan menempatkan Sirr tersebut di taman keintiman (raudah al wisl).”

Allah swt juga telah menjelaskan dalam firman Nya:

"Telah ku ciptakan seorang malaikat di dalam tubuh setiap anak keturunan Adam. Di dalam malaikat itu ada Sadr. Di dalam Sadr itu ada Qalb. Di dalam Qalb itu ada Fu’ad. Di dalam Fu’ad itu ada Syagf. Di dalam Syagf itu ada Lubb. Di dalam Lubb itu ada Sirr. Dan dalam Sirr itu ada Aku”

Juga, FirmanNya yang ditujukan kepada Nabi Daud as:

"Wahai, Daud!, kosongkan untuk Ku sebuah rumah, agar boleh Aku tinggal di dalamnya!”.

Mendengar perintah tersebut, Nabi Daud as tidak memahaminya  lalu bertanya kepada Allah swt: " Bagaimana caranya, wahai Tuhanku!”. Lantas Allah swt berfirman: " Kosongkan hatimu hanya untuk Ku”

Mengikut Syeikh Abdul Razzaq al Qusyasi mengatakan bahawa:
Qalb adalah sutu jauhar Nurani. Ia menjadi perantara antara Ruh Haiwani dengan jasad. Jika mendapat limpahan kurnia dan anugerah Allah, dengan makrifat kepada Nya, Maka Ruh Haiwani tersebut akan digantikan menjadi Ruh Insani.

Hal ini telah diisyaratkan dalam firman Nya berbunyi:

"Telah Ku tiupkan Ruh Ku ke dalam dirinya”.

Dengan demikian nafsu Amarrah dan nafsu lawammah akan segera berubah menjadi nafs Mutma’innah dengan kembalinya Ruh Natiqah iaitu kembali kepada akal yang pertama (Al aql al awwal)

Menurut Imam Ali rda :
Qalbu mempunyai 5 nama yang berlainan:-

Pertama disebut Sadr, kerana ia merupakan tempat terbitnya cahaya Islam.

Hal ini sebagaimana firman Allah swt:

"Adakah sama dengan mereka yang dibukakan Sdrnya kepada Islam”

Kedua disebut Qalb, kerana merupakan tempat terbitnya keimanan.

Sebagaimana firman Allah swt:

"Mereka itulah yang di dalam kalbunya ada keimanan”

Ketiga disebut dengan Fu’ad, kerana ia merupakan tempat terbitnya makrifat.

Sebagaimana firman Allah swt berbunyi:

"Fu’ad tidak akan pernah mendustai apa-apa yang dilihatnya”

Keempat disebut Lubb, kerana ia merupakan termpat terbitnya tauhid.

Sebagaimana Allah swt berfirman:

"Sesungguhnya hal tersebut menjadi bukti kepada orang-orang yang berakal”

Kelima disebut Syagf, kerana ia merupakan tempat terbitnya rasa saling menyayangi dan mencintai sesama makhluk.

Sebagaimana firman Allah swt:

"Sungguh Ia (Zulaikha) telah dikuasai oleh rasa cinta yang membara”
Selain itu, hati pun disebut dengan nama Habbah al qulub, kerana ia merupakan terbitnya cahaya.

Sebagaimana diterangkan Allah swt dalam hadis qudsi berbunyi:

"Tiada yang sanggup menampung Ku, baik di bumi mahupun di langit Ku.Hanya hati hamab Ku yang Mukmin yang dapat menampung Ku”

Ia juga dinamai Surah al qulub, kerana ia merupakan tempat penamapakan Allah swt yang maujud dalam rupa ruh Nabi Muhammad saw.

Hal ini sebagaimana firmanNya di dalam hadis qudsi:

"Sungguh telah Kami mulaiakan anak keturunan Adam. Dan Kami telah menamapakkan Diri di dalamnya”

Saidina Ali r.a telah menerangkan lagi bahawa:
Qalbu orang mukmin sangatlah lembut sehingga dialah dipilih oleh Sirr untuk menajdi kediaman Nya. Dipilihnya qalbu orang mukmin kerana ia mempunayi cahaya qalbu yang lembut dan halus seperti kelembutan benang yang dimasukkan ke dalam lubang jarum.

Beliau juga menegaskan lagi:
Bahawa Allah swt mempunyai ‘tempat’ di bumi, iaitu di qalbu (hati) orang-orang mukmin, karena itu, Dia sangat mengasihi qalbu yang paling bersih, paling kukuh dan paling suci. Yakni hati yang teguh dalam berpegang pada agama, yang suci di dalam keyakinan dan yang bijaksana dalam menghadapi segala persoalan.

Hal ini semakin kukuh dengan peristiwa cerita Nabi saw:
Di mana pada suatu ketika, para sahabat beliau bertanya kepada Nabi Muhammad saw; " Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang terbaik?. Nabi saw menjawab, " Setiap mukmin yang hatinya sentiasa suci dan terpelihara dengan dipenuhi dengan taqwa, tidak mengkhianat, tidak durhaka, tidak mendendam, tidak dihuni sifat penipu dan tidak pula pendengki”,

Setelah itu, beliau kembali menegaskan dengan sabdanya:

"Hati itu lebih utama daripada kaabah dan syurga”

Kerana alasan beliau kaabah itu dibangun oleh Nabi Ibrahim as, diperuntukkan sebagai bauy Allah (rumah Allah), sedangkan hati adalah khazanah Allah (perbendaharaan Allah). Di Kaabah terdapat hajar al aswad (batu hitam) sedangkan pada hati terdapat hajar al abad (batu abadi) dengan Sirr sebagai pusat keinginannya. Selain itu pada qalbu atau hati ini terdapat tempat tauhid dan segala rahsia.

HATI BERBOLAK BALIK

Telah dijelaskan di atas bahawa Qalbu atau hati terletak di antara Ruh dan Nafsu. Bila seseorang cenderung mengikuti nafsu, maka hatinya pun cenderung akan patuh kepadanya.

Namun sebaliknya, jika ia cenederung mematuhi ruh, maka hatinya pun akan mengikutinya pula.

Itulah sebabnya , hati dinamakan dengan qalbu kerana ia boleh berbalik-balik antara kecenderungan ruh dan nafsu

Sebagaimana Sabda Rasulullah saw:

" Hati anak Adam itu seperti bulu burung yang ditiup angin. Dalam sehari ia boleh bolak balik sebanyak tujuh (7) kali”

"Perumpamaan qalbu itu seumpama bulu burung yang terhampar di padang luas yang dibolak balikkan oleh angin ke depan dan ke belakang”

Yang dimaksudkan dengan ‘Bulu’ adalah Ruhul Quddus. Yang dimaksudkan dengan ‘Qalbu’ adalah tempat terbitnya cahaya, syuhud (penyaksian) dan wajd (kelazatan cinta).

Yang dimaksudkan dengan ‘terhampar’ adalah menanti belaian kasih, iaitu laksana sedang berdiri di pintu kekuasaan Allah.

Yang dimaksukan dengan ‘padang yang luas’ adalah Wahdaniyyah Allah.

Yang dimaksudkan dengan ‘berbolak balik’ adalah semua tajalli yang berupa penampakan sifat, asma dan afaalNya.

Manakala yang dimaksudkan dengan ‘angin’ adalah  pertolongan dari nafs ar Rahman

MEMPUNYAI BANYAK MATA DAN AMAT LUAS

Dalam hal ini, Syekh Ibrahim bin Adham berkata: ” bahawa qalbu orang-orang yang sudah makrifat pada Allah Taala mempunyai banyak mata, sehingga boleh melihat sesuatu yang tiada dilihat oleh yang lain.  Pada qalbu mereka ada beberapa sayap sehingga boleh terbang menghadap ke hadrat Rabb al Alamin dan menikmati keindahan dan kenikmatan syurga serta boleh meminum air samudera kebijakan.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw  yang menjelaskan bahawa hati orang-orang yang telah makrifat pada Allah taala akan mampu melingkupi semesta alam.

”Pada hati orang-orang yang telah makrifat kepada Allah terdapat beberapa lisan. Dengannya, ia memohon dan mengadu kepada Tuahannya secara rahsia, sehingga para melaikat pencatat amal (Kiram Katibin) pun tidak mengetahui apa yang diucapkannya”

Hadis lain pula berbunyi:

”Pada qalbu orang-orang yang makrifat kepada Allah terdapat beberapa sayap, yang dengannya ia terbang menghadap ke Hadrat Tuahnnya”

Selain itu, ada juga sabda Nabi saw yang menyatakan bahawa setelah ia terbang menghadap Tuahnnya, ia bersenang-senang di taman yang amat suci sambil menikmati berbagai kenikamatan dan meminum air kebijakanaan.

Sabda Nabi saw berbunyi:

” Di dalam tubuh manusia itu  keberadaannya hanya diketahui oleh Allah semata”

Tatkala Nabi Musa as sedang khusuk beribadah, ia bertanya kepada Allah , ”Ya Tuhanku. Di manakah Engkau ’bersemayam’”.

Mendengar itu, Allah terus berfirman:

”sesuungguhnya Aku telah menciptakan pada hati setiap mukmin sebuah tempat yang teramat luas. Dan ku ciptakan pula pada hati setiap orang kafir suatu tempat yang teramat sempit.

Tidakkah engkau ketahui, wahai Musa!. Bila seorang mukmin sedang bertafakkur, maka di dalam hatinya ada Syurga, Neraka, Arsy Kursi, Loh, Qalam serta tujuh lapis langit dan 7 lapis bumi serta isinya. Semuanya itu tertampung di dalama hatinya”.

Berkaitan dengan hal ini juga Sabda Nabi saw nenjelaskana bahawa:

” Pada hati orang mukmin, terdapat pelita yang terang bederang yang merupakan cahaya Allah. Sedangakan hati orang kafir sangatlah teramat hitam dan gelap”

Dinamakan qalbu al alim iaitu hati Insan kamil yang mendapat limpahan kurnia dari Allah Taala dengan pertolongannya.

Jelasnya, Insan kamil ini, ia berada di antara alam Uluwwi (alam yang tinggi dan alam salafi (alam yang rendah) atau berada antara Allah dan semesta aalam.

Oleh karena itu, hati orang mukmin terdapat tirai pemisah antara Allah Taala selaku khaliq dengan makhlukNya. Ini jelas kerana qalbu orang yang mukmin itu mempunyai dua muka.

Satu muka yang berada pada bahagian jasad yang nyata dan muka yang kedua yang berada pada muka inti zat yang elok.

Dengan demikian, dari muka yang kedua ini ia akan memperolehi cahaya dan isyarat dari Sang Maha Penguasa yang akan membuatnya tenggelam dalam lautan Penyaksian (Bahr al Musyahadah).

Pada saat  ia tenggelam dalam lautan penyaksian, munculah prasangkannya bahawa ”Sesungguhnya Tuhan hanya Allah”. Yang pada akhirnya akan memunculkan perkataan ”Aku adalah Dia” (Ana Huwa) yang keluar dari lidahnya dengan penuh rasa cinta, Dalam hal inilah menyebabkan lenyap dan tenggelam dalam Ahadaiyyah (Kesatuan). Oleh itu, tidaklah aneh jika mereka terlanjur mengeluarkan bahawa ”Dia adalah Aku”(Huwa Ana)

Hal ini senada dengan firman Allah Taala yang meceritakan tentang perkataan Nabi Nuh as :
”Dan bagi mereka yang memasuki rumah ku”.

Rumah yang dimaksudkan di sini adalah qalbu, kerana ia merupakan tempat pelenyapan pada Allah pada maqam Fana fi allah dan abadi bersama Nya Baqa bi Allah.

Allah berfirman :

”Allah sumber cahaya yang menerangi langit dan bumi. Perumpamaan cahayanNya, bagaikan obor yang berpelita di dalamnya. Pelita itu berada di dalam relung kaca. Relung kaca itu bagaikan cahaya bintang bergemerlapaan yang dinyalakan dengan minyak zaitun penuh berkat”

Perumpamaan hati orang beriman (Sadr al mukmin) adalah seumpama obor (misykah). Perumpamaan hati yang mukmin (Qalb al mukmin) adalah umpama pelita (misbah).

Perumpamaan makrifat orang mukmin (Makrifat al mukmin) adalah umpama cahaya pelita dan pelitanya itu sendiri yang berderang bagaikan bintang yang gilang gemilang. Dan minyak zaitunlah yang membantu menyalakan pelita makrifat itu.

Yang dimaksudkan dengan obor adalah badan. Yang dimaksudkan dengan pelita (misbah) adalah ruh pohon kayu yang dinyalakan dari cahaya. Yang dimaksukan dengan kaca (Zujajah) adalah hati.

Yang dimaksudkan dengan gelas yang dipersamakan dengan bintang yang gilang gemilang (kaukah durriy) adalah nafs. Yang dimaksudkan dengan minyak zaitun (Zaitunah) adalah nafs yang telah selesai dinyalakan dengan cahaya yang suci serta fikiran yang terang

HAKIKAT BISMILLAH

HAKIKAT BISMILLAH
Dalam suatu hadis Nabi SAW bersabda:

"Dalam kandungan setiap kitab-kitab Allah yang diturunkan,semuanya ada didalam Al-Quran.Dalam seluruh kandungan Al-Quran ada didalam Al-Fatihah,dan semua yang ada didalam kandungan Al-Fatihah ada didalam Bismillahirrahmanirrahiim"

Bahkan dalam hadis lain dikatakan Bismillahirrahmanirrahiimbahwa setiap yang ada didalam kandungan Bismillahirrahmanirrahiim ada di dalam huruf Baa',dan setiap yang terkandung didalam huruf Baa'berada didalam titik yang berada di dalam huruf Baa'.

Sebagian para Arifin menegaskan, "Dalam perspektif orang yang ma’rifat kepada Allah, Bismillaahirrahmaanirrahim itu kedudukannya sama dengan "kun” dari Allah”.

Perlu diketahui bahwa pembahasan mengenai Bismillahirrahmaanirrahiim banyak ditinjau dari berbagai segi, baik dari segi gramatikal (Nahwu dan sharaf) ataupun segi bahasa (etimologis), disamping tinjuan dari materi huruf, bentuk, karakteristik, kedudukan, susunannya serta keistemewaanya atas huruf-huruf lainnya yang ada dalam Surat Pembuka Al-Qur’an, kristalisasi dan spesifikasi huruf-huruf yang ada dalam huruf Baa’, manfaat dan rahasianya.

Tujuan kami bukan mengupas semua itu, tetapi lebih pada esensi atau hakikat makna terdalam yang relevan dengan segala hal di sisi Allah swt, Pembahasannya akan saling berkelin dan satu sama lainnya, karena seluruh tujuannya adalah Ma’rifat kepada Allah swt.

Kami memang berada di gerbangNya, dan setiap ada limpahan baru di dalam jiwa maka ar-Ruhul Amin turun di dalam kalbunya kertas. Ketahuilah bahwa Titik yang berada dibawah huruf Baa’ adalah awal mula setiap surat dan Kitab Allah Ta’ala.

Sebab huruf itu sendiri tersusun darititik, dan sudah semestinya setiap Surat ada huruf yang menjadi awalnya, sedangkan setiap huruf itu ada titik yang menjadi awalnya huruf.

Karena itu menjadi keniscayaan bahwa titik itu sendiri adalah awal dan pada setiap surat dan Kitab Allah Ta’ala.

Kerangka hubungan antara huruf Baa’ dengan Tititknya secara komprehensfih akan dijeaskan berikut nanti. Bahwa Baa’ dalam setiap surat itu sendiri sebagai keharusan adanya dalam Basmalah bagi setiap surat, bahkan di dalam surat Al-Baqarah.

Huruf Baa’ itu sendiri mengawali ayat dalam surat tersebut. Karena itu dalam konteks inilah setiap surat dalam Al-Qur’an mesti diawali dengan Baa’ sebagaimana dalam hadits di atas, bahwa seluruh kandungan Al-Qur’an itu ada dalam surah Al-Fatihah, tersimpul lagi di dalam Basmalah, dan tersimpul lagi dalam Huruf Baa’, akhirnya pada titik.

Hal yang sama , Allah SWT dengan seluruh yang ada secara paripurna sama sekali tidak terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Titik sendiri merupakan syarat-syarat dzat Allah Ta’ala yang tersembunyi dibalik khasanahnya ketika dalam penampakkan-Nya terhadap mahlukNya.

Amboi, titik itu tidak tampak dan tidak Layak lagi bagi anda untuk dibaca selamanya mengingat kediaman dan kesuciannya dari segala batasan, dari satu makhraj ke makhraj lainya.

Sebab ia adalah jiwa dari seluruh huruf yang keluar dari seluruh tempat keluarnya huruf. Maka,camkanlah, dengan adanya batin dari Ghaibnya sifat Ahadiyah.

Misalnya anda membaca titik menurut persekutuan, seperti huruf Taa’ dengan dua tik, lalu Anda menambah satu titik lagi menjadi huruf Tsaa’, maka yang Anda baca tidak lain kecuali Titik itu sendiri.

Sebab Taa’ bertitik dua, dan Tsaa’ bertitik tiga tidak terbaca,karena bentuknya satu, yang tidak terbaca kecuali titiknya belaka.

Seandainya Anda membaca di dalam diri titik itu niscaya bentuk masing-masing berbeda dengan lainnya. Karena itu dengan titik itulah masing-masing dibedakan, sehingga setiap huruf sebenarnya tidak terbaca kecuali titiknya saja. Hal yang sama dalam perspektif makhluk, bahwa makhluk itu tidak dikenal kecuali Allah.

Bahwa Anda mengenal-Nya dari makhluk sesungguhnya Anda mengenal-Nya dari Allah swt. Hanya saja Titik pada sebagian huruf lebih jelas satu sama lainnya, sehingga sebagian menambah yang lainnya untuk menyempurnakannya, seperti dalam huruf-huruf yang bertitik, kelengkapannya pada ttik tersebut.

Ada sebagian yang tampak pada kenyataannya seperti huruf Alif dan huruf-huruf tanpa Titik. Karena huruf tersebut juga tersusun dari titik-titik. Oleh sebab itulah, Alif lebih mulia dibanding Baa’, karena Titiknya justru menampakkan diri dalam wujudnya, sementara dalam Baa’ itu sendiri tidak tampak (Titik berdiri sendiri).

Titik di dalam huruf Baa’ tidak akan tampak, kecuali dalam rangka kelengkapannya menurut perspektif penyatuan.

Karena Titik suatu huruf Merupakan kesempurnaan huruf itu sendiri dan dengan sendirinya menyatu dengan huruf tersebut.

Sementara penyatuan itu sendiri mengindikasikan adanya faktor lain, yaitu faktor yang memisahkan antara huruf dengan titiknya.

Huruf Alif itu sendiri posisinya menempati posisi tunggal dengan sendirinya dalam setiap huruf.

Misalnya Anda bisa mengatakan bahwa Baa’ itu adalah Alif yang di datarkan Sedang Jiim, misalnya, adalah Alif dibengkokkan’ dua ujungnya. Daal adalah Alif yang yang ditekuk tengahnya.

Sedangkan Alif dalam kedudukan titik, sebagai penyusun struktur setiap huruf ibarat Masing-masing huruf tersusun dari Titik.

Sementara Titik bagi setiap huruf ibarat Neucleus yang terhamparan. Huruf itu sendiri seperti tubuh yang terstruktur.

Kedudukan Alif dengan kerangkanya seperti kedudukan Titik. Lalu huruf-huruf itu tersusun dari Alif sebagimana kita sebutkan, bahwa Baa’ adalah Alif yang terdatarkan.

Demikian pula Hakikat Muhammadiyyah merupakan inti dimana seluruh jagad raya ini diciptakan dari Hakikat Muhammadiyah itu.

Sebagaimana hadits riwayat Jabir, yang intinya Allah swt. menciptakan Ruh Nabi saw dari Dzat-Nya, dan menciptakan seluruh alam dari Ruh Muhammad saw.

Sedangkan Muhammad saw. adalah Sifat Dzahirnya Allah dalam makhluk melalui Nama-Nya dengan wahana penampakan Ilahiyah.

Anda masih ingat ketika Nabi saw. diisra’kan dengan jasadnya ke Arasy yang merupakan Singgasana Ar-Rahman.

Sedangkan huruf Alif, —walaupun huruf-huruf lain yang tanpa titik sepadan dengannya, dan Alif merupakan manifestasi Titik yang tampak di dalamnya dengan substansinya — Alif memiliki nilai tambah dibanding yang lain.

Sebab yang tertera setelah Titik tidak lain kecuali berada satu derajat. Karena dua Titik manakala disusun dua bentuk alif, maka Alif menjadi sesuatu yang memanjang. Karena dimensi itu terdiri dari tiga: Panjang, Lebar dan Kedalaman.

Sedangkan huruf-huruf lainnya menyatu di dalam Alif,seperti huruf Jiim. Pada kepala huruf Jiim ada yang memanjang, lalu pada pangkal juga memanjang, tengahnya juga memanjang.

Pada huruf Kaaf misalnya, ujungnya memanjang, tengahnya juga memanjang namun pada pangkalnya yang pertama lebar.

Masing-masing ada tiga dimensi. Setiap huruf selain Alif memiliki dua atau tiga jangkauan yang membentang. Sementara Alif sendiri lebih mendekati titik.

Sedangkan titik , tidak punya bentangan. Hubungan Alif diantara huruf-huruf yang Tidak bertitik, ibarat hubungan antara Nabi Muhammad saw, dengan para Nabi dan para pewarisnya yang paripurna. Karenanya Alif mendahului semua huruf.

Diantara huruf-huruf itu ada yang punya Titik di atasnya, ada pula yang punya Titik dibawahnya,Yang pertama (titik di atas) menempatip osisi "Aku tidak melihat sesuatu sebelumnya) kecuali melihat Allah di sana”.

Diantara huruf itu ada yang mempunyai Titik di tengah, seperti Titik putih dalam lobang Huruf Mim dan Wawu serta sejenisnya, maka posisinya pada tahap, ”Aku tidak melihat sesuatu kecuali Allah didalamnya.”

Karenanya titik itu berlobang, sebab dalam lobang itu tampak sesuatu selain titik itu sendiri Lingkaran kepada kepala Miim menempati tahap, "Aku tidak melihat sesuatu” sementara Titik putih menemptai "Kecuali aku melihat Allah di dalamnya.”

Alif menempati posisi "Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu sesungguhnya mereka itu berbaiat kepada Alllah.” Kalimat "sesungguhnya” menempati posisi arti "Tidak”, dengan uraian "Sesungguhnya orang-orang berbaiat” kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu, kecuali berbaiat kepada Allah.”

Dimaklumi bahwa Nabi Muhammad saw. dibaiat, lalu dia bersyahadat kepada bersyahadat kepada Allah pada dirinya sendiri, sesungguhnya tidaklah dia itu berbaiat kecuali berbaiat kepada Allah.

Artinya, kamu sebenarnya tidak berbaiat kepada Muhammad saw. tetapi hakikat-nya berbaiat kepada Allah swt. Itulah arti sebenarnya dari Khilafah

Menurut Ibnu Araby dalam Kitab Tafsir Tasawufnya, "Tafsirul Qur’anil Karim” menegaskan, bahwa dengan (menyebut) Asma Allah, berarti Asma-asma Allah Ta’ala diproyeksikan yang menunjukkan keistimewaan-nya, yang berada di atas Sifat-sifat dan Dzat Allah Ta’ala.

Sedangkan wujud Asma itu sendiri menunjukkan arah-Nya, sementara kenyataan Asma itu menunjukkan Ketunggalan-Nya.

Allah itu sendiri merupakan Nama bagi Dzat (Ismu Dzat) Ketuhanan. dari segi Kemutlakan Nama itu sendiri. Bukan dari konotasi atau pengertian penyifatan bagi Sifat-sifat-Nya, begitu pula bukan bagi pengertian "Tidak membuat penyifatan”.

"Ar- Rahman” adalah predikat yang melimpah terhadap wujud dan keparipurnaan secara universal. menurut relevansi hikmah. dan relevan dengan penerimaan di permulaan pertama

"Ar-Rahiim” adalah yang melimpah bagi keparipurnaan maknawi yang ditentukan bagi manusia jika dilihat dari segi pangkal akhirnya. Karena itu sering. disebutkan, "Wahai Yang Muha Rahman bagi Dunia dan akhirat, dan Maha Rahim bagi akhirat”.

Artinya, adalah proyeksi kemanusiaan yang sempuma, dan rahmat menyeluruh, baik secara umum maupun khusus, yang merupakan manifestasi dari Dzat Ilahi.

Dalam konteks, inilah Nabi Muhammad saw. Bersabda, "Aku diberi anugerah globalitas Kalam, dan aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (menuju) paripurna akhlak”.

Karena. kalimat-kalimat merupakan hakikat-hakilkat wujud dan kenyataannya. Sebagaimana Isa as, disebut sebagai Kalimah dari Allah, sedangkan keparipurnaan akhlak adalah predikat dan keistimewaannya.

Predikat itulah yang menjadi sumber perbuatan-perbuatan yang terkristal dalam jagad kemanusiaan. Memahaminya sangat halus.

Di sanalah para Nabi – alaihimus salam – meletakkan huruf-huruf hijaiyah dengan menggunakan tirai struktur wujud.

Kenyataan ini bisa djtemukan dalam periode! Isa as, periode Amirul Mukminin Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah, dan sebagian masa sahabat, yang secara keseluruhan menunjukkan kenyataan tersebut.

Disebutkan, bahwa Wujud ini muncul dari huruf Baa’ dari Basmalah. Karena Baa’ tersebut mengiringi huruf Alif yang tersembunyi, yang sesungguhnya adalah Dzat Allah.

Disini ada indikasi terhadap akal pertama, yang merupakan makhluk awal dari Ciptaan Allah, yang disebutkan melalui firman-Nya, "Aku tidak menciptakan makhluk yang lebih Kucintai dan lebih Kumuliakan ketimbang dirimu, dan denganmu Aku memberi. denganmu Aku mengambil, denganmu Aku memberi pahala dan denganmu Aku menyiksa”. (Al-hadits).

Huruf-huruf yang terucapkan dalam Basmalah ada 18 huruf. Sedangkan yang tertera dalam tulisan berjumlah 19 huruf. Apabila kalimat-kalimat menjadi terpisah. maka jumlah huruf yang terpisah menjadi 22.

Delapan belas huruf mengisyaratkan adanya alam-alam yang dikonotasikannya dengan jumlahnya. 18 ribu alam. Karena huruf Alif merupakan hitungan sempurna yang memuat seluruh struktur jumlah.

Alif merupakan induk dari seluruh strata yang tidak lagi ada hitungan setelah Alif. Karena itu dimengerti sebagai induk dari segala induk alam yang disebut sebagai Alam Jabarut, Alam Malakut, Arasy, Kursi, Tujuh Langit., dan empat anasir, serta tiga kelahiran yang masing masing terpisah dalam bagian-bagian tersendiri.

Sedangkan makna sembilan belas, menunjukkan penyertaan Alam Kemanusiaan. Walau pun masuk kategori alam hewani, namun alam insani itu menurut konotasi kemuliaan dan universalitasnya atas seluruh alam dalam bingkai wujud, toh ada alam lain yang memiliki ragam jenis yang prinsip. Ia mempunyai bukti seperti posisi Jibril diantara para Malaikat.

Tiga Alif yang tersembunyi yang merupakan pelengkap terhadap dua puluh dua huruf ketika dipisah-pisah, merupakan perunjuk pada Alam Ilahi Yang Haq, menurut pengertian Dzat. Sifat dan Af ‘aal.

Yaitu tiga Alam ketika dipisah-pisah, dan Satu Alam ketika dinilai dari hakikatnya.
Sementara tiga huruf yang tertulis menunjukkan adanya manifestasi alam-alam tersebut pada tempat penampilannya yang bersifat agung dan manusiawi.

Dan dalam rangka menutupi Alam Ilahi, ketika Rasulullah saw, ditanya soal Alif yang melekat pada Baa’, "dari mana hilangnya Alif itu?” Maka Rasulullah saw, menjawab, "Dicuri oleh Syetan”.

Diharuskannya memanjangkan huruf Baa’nya Bismillah pada penulisan, sebagai ganti dari Alifnya, menunjukkan penyembunyian Ketuhanannya predikat Ketuhanan dalam gambaran Rahmat yang tersebar.

Sedangkan penampakannya dalam potret manusia, tak akan bisa dikenal kecuali oleh ahlinya. Karenanya, dalam hadist disebutkan, "Manusia diciptakan menurut gambaran Nya”.

Dzat sendiri tersembunyikan oleh Sifat, dan Sifat tersembunyikan oleh Af’aal. Af’aal tersembunyikan oleh jagad-jagad dan makhluk.

Oleh sebab itu, siapa pun yang meraih Tajallinya Af’aal Allah dengan sirnanya tirai jagad raya, maka ia akan tawakkal. Sedangkan siapa yang meraih Tajallinya Sifat dengan sirnanya tirai Af’aal, ia akan Ridha dan Pasrah.

Dan siapa yang meraih Tajallinya Dzat dengan terbukanya tirai Sifat, ia akan fana dalam kesatuan. Maka ia pun akan meraih Penyatuan Mutlak. Ia berbuat, tapi tidak berbuat. Ia membaca tapi tidak membaca "Bismillahirrahmaanirrahiim”.

Tauhidnya af’aal mendahului tauhidnya Sifat, dan ia berada di atas Tauhidnya Dzat. Dalam trilogi inilah Nabi saw, bermunajat dalam sujudnya, "Tuhan, Aku berlindung dengan ampunanmu dari siksaMu, Aku berlindung dengan RidhaMu dari amarah dendamMu, Aku berlindung denganMu dari diri Mu”

Cara latehan amat penting

Cara latehan amat penting bagi memajukn lagi perjlnnmu ddlm I.p.ini, latehan demi latehan hingga lancar akn pergerakkn tangan dn kaki bagitulh seterusnya,

Kebanyakkn kita kurang melakukn latehan memperlincahkn pergerakkn kaki, hanya bergerak tangn sahaja.

Sebenarnya ddlm latehan hari2 pergerakn kaki perlu dilakukn sehingga menjadi lebeh lincah dn perlu tumpu pd rasa2 dihujung2 jari jngn bergerak tanpa rasa2 tadi,

Klu tdk ada rasa2 itu dinamakn gerak kosong tanpa isi2, kerna disebalik rasa terkandung akn rahsianya,ditekankn lagi itu rasa2 tdk boleh dilupakn atau ditinggalkn,

Jngn ashik lazat dg gerak sehingga lupa jln unt  kmbali hingga lupa diri akn hilang keperibadian yg dinamakn kemasokkn, ini tdk dikehendaki ddlm I.p.ini.

Pak Habib Syed Padzil Barakbah