Pages

Memaparkan catatan dengan label selawat nabi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label selawat nabi. Papar semua catatan

Selasa, 11 April 2017

Inilah selawat atau salam kepada Allah.

LATAR BELAKANG ATTA'HIYYAAT

Mengapa Kita Baca Dalam Solat Kita?

ATTA'HIYYAAT adalah doa yang sangat penting; kita mengulanginya di dalam solat harian kita. Apabila saya mendapat tahu akan kepentingan ini, amat tersentuh hati saya.

ATTA'HIYYAAT sebenarnya adalah sebahagian daripada perbualan antara Pencipta kita Allah SWT dan yang kita kasihi Nabi Muhammad SAW semasa perjalanan Isra' Mi’raj.

Ketika Nabi Muhammad SAW bertemu Allah SWT, dia tidak berkata 'Assalamualaikum'.

Apakah yang seseorang akan berkata apabila dia bertemu Allah?

Kita tidak boleh mengucapkan selamat sejahtera kerana semua sumber kesejahteraan adalah dari Dia.

Jadi Nabi Muhammad SAW berkata:
"Attahiyyaatul Mubaaraka TusSolawaatut toyibaatulillah" (Segala pujian, segala doa dan ibadah hanyalah untuk Allah)
Inilah selawat atau salam kepada Allah.

Allah jawab:
"Assalamu Alaika Ayyuhannabiyyu 'Warahmatullahi Wabarokaatuh"
(Salam sejahtera ke atas kamu, Wahai Nabi dan Allah memberi rahmat dan keberkatan).
Inilah selawat atau salam kepada Nabi.

Untuk ini, Nabi Muhammad SAW menjawab:
"Assalamu 'Alaina Wa'ala'Ibadillahis So'lihin"
(Selamat sejahtera kepada kami dan kepada semua hamba yang baik kepada Allah)

Nota * Nabi Muhammad SAW mengata "kami" dalam jawapan ... (dan pada semua hamba yang baik kepada Allah)

Dan mendengar perbualan ini antara Allah dan Rasul-Nya, para malaikat berkata:
"Ash'had'u'an La ilahaillallah Wa Ash'hadu Anna Muhammadun Abd'uhu Wa Rasuuluh"
(Aku bersaksi bahawa tiada siapa yang berhak disembah melainkan Allah Dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya).

SubhanAllah!
Saya kini memahami kepentingan perbualan ini dalam doa harian kita dan bagaimana Solat telah ditetapkan kepada kita.

Wallahua'lam...
Terima kasih keranaa sudi membaca...

Jangan lupa untuk 'SHARE' semoga orang lain pun tahu..
Insha Allah...

Ahad, 26 Mac 2017

SHALAWAT ADALAH PENGHANTAR MA’RIFAT DAN IBADAH YANG PASTI DITERIMA

*SHALAWAT ADALAH PENGHANTAR MA’RIFAT DAN IBADAH YANG PASTI DITERIMA*

Seorang murid pernah bertanya kepada *Syaikh Ali Jum’ah*, Mufti Mesir:

“Syaikh, dalam buku Anda tertulis bahwa membaca shalawat adalah satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah. Apakah benar demikian? Mohon penjelasannya.”

*Syaikh Ali Jum’ah* menjawab:

“Ya benar, saya menulis demikian. Bershalawat Nabi adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah. Jika kamu bersedekah, dan kamu ingin dipuji, maka sedekahmu sia-sia. Begitu pula jika kamu shalat karena ingin diperhatikan manusia, shalatmu tanpa pahala. Tapi jika kamu bershalawat, walaupun kamu riya, kamu tetap akan mendapatkan pahala, karena shalawat berhubungan dengan Nabi Allah yang agung, yaitu Nabi Muhammad Saw.”

Shalawat, Satu-satunya Ibadah yang Pasti Diterima

Dalam kitab *al-Fawaid al-Mukhtarah, Syaikh Abdul Wahab asy-Sya’roni* meriwayatkan bahwa *Abul Mawahib Imam asy-Syadzili* berkata:

رَأَيْتُ سَيِّدَ الْعَالَمِيْنَ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلاَةُ اللهِ عَشْرًا لِمَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مَرَّةً وَاحِدَةً هَلْ ذَلِكَ لِمَنْ حَاضَرَ الْقَلْبَ؟ قَالَ لاَ، بَلْ هُوَ لِكُلِّ مُصَلٍّ عَلَيَّ وَلَوْ غَافِلاً

“Aku pernah bermimpi bertemu Baginda *Nabi Muhammad SAW*. Aku bertanya,

“Ada hadits yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?”

*Nabi SAW.*menjawab,

“Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca.”

Allah Swt. memerintahkan para malaikatNya untuk senantiasa memohonkan doa kebaikan dan ampunan bagi orang tersebut (yang membaca shalawat).

Terlebih jika ia membaca dengan hati yang hadir, pasti pahalanya sangat besar, hanya Allah yang mengetahuinya. Bahkan, ada sebuah keterangan apabila kita berdoa tidak dimulai dengan memuja Allah Swt., tanpa membaca shalawat, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.

عن فَصَالَةَ بن عُبَيدْ رضى الله عنهما قَالَ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَدْعُوْ فِىْ صَلاَتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَجَّلَ هَذَا. ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ اِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُوْ بَعْدُ بِمَا شَاءَ، رواه ابو داود والترمذى وقال حديث صحيح.

*Baginda Nabi SAW* mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah SWT dan tanpa membaca shalawat, *Nabi SAW* bersabda,

_“Orang ini terburu-buru.”_

Kemudian *Nabi SAW* mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati,

“Jika diantara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah Swt., membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki.”
*(HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)*

Apalagi jika bertepatan dengan hari Jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat di dalamnya. Karena *Nabi SAW* bersabda dalam sebuah hadits:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ اَفْضَلِ اَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَاَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيْهِ فَاِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ رواه ابو داود.

“Hari yang paling mulia adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat di hari itu, karena shalawat kalian dihaturkan kepadaku.”

Ulama sepakat bahwa shalawat pasti diterima, karena dalam rangka memuliakan *Rasulullah SAW* Ada penyair yang berkata:

أَدِمِ الصَّلاَةَ عَلَى مُحَمَّدٍ  #  فَقَبُوْلُهَا حَتْمًا بِغَيْرِ تَرَدُّدٍ
أَعْمَالُنَا بَيْنَ الْقَبُوْلِ وَرَدِّهَا # اِلاَّ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

“Senantiasalah membaca shalawat, sebab shalawat pasti diterima. Adapun amal yang lain mungkin saja diterima atau ditolak, kecuali shalawat pasti diterima.”

_*Shalawat Penghantar Ma’rifat*_

واعلموا أن العلماء إتفقوا على وجوب الصلة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم , ثم اختلفوا في تعيين الواجب فعند مالك تجب الصلوة والسلام في العمر مرة وعند الشافعي تجب في التشهد الأخير من كل فرض, وعند غيرهما تجب في كل مجلس مرة وقيل تجب عند ذكره وقيل بجب الإكثار منها من غير تقييد بعدد, وبالجملة فالصلاة على النبي أمرها عظيم وفضلها جسيم. وهي أفضل الطاعات وأجل القربات حتى قال بعض ال عارفين إنها توصل إلى الله تعالى من غير شيخ لأن الشيخ والسند فيها صاحبها ولاأنها تعرض عليه ويصلي على المصلي بخلاف غيرها من الأذكار فلا بد فبها من الشيخ الارف و لا دخلها الشيطان ولم ينتفع صاحبها بها.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya para ulama telah sepakat atas diwajibkannya membaca shalawat dan salam untuk *Baginda Nabi Muhammad SAW*.

Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai kapan kewajiban ini harus dilakukan. Menurut *Imam Malik*, cukup satu kali dalam seumur hidup. Menurut *Imam Syafi’i*, wajib dibaca pada waktu tasyahud akhir dalam setiap shalat fardhu.

Menurut ulama lainnya, wajib dibaca satu kali dalam setiap majelis. Ada juga ulama yang berpendapat wajib membaca shalawat setiap kali mendengar nama *Nabi SAW* disebut.

Dan ada juga yang mengatakan untuk memperbanyak shalawat tanpa dibatasi bilangan tertentu. Secara umum, membaca shalawat kepada Nabi Saw. merupakan hal yang sangat agung dan keutamaannya sangat banyak.”

“Membaca shalawat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya. Sampai-sampai sebagian kaum ‘arifin mengatakan:

“Sesungguhnya shalawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat billah meskipun tanpa guru spiritual (mursyid). Karena guru dan sanadnya langsung melalui *Nabi SAW*.”

Ingat, setiap shalawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan kepada *Nabi SAW*. dan beliau *Nabi SAW* membalasnya dengan doa serupa. Hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir (selain shalawat) yang harus melalui guru spiritual (mursyid), yang sudah mencapai maqam ma’rifat. Jika tidak demikian maka akan dimasuki setan dan pengamalnya tidak akan mendapat manfaat apapun.”
*(Hasiyah ash-Shawi ‘ala al-Jalalain juz 3 hlm. 287).*

*Abdurrahman bin Samrah* meriwayatkan sebuah hadits yang dituturkan oleh *Sa’id bin al-Musayyab*, bahwa *Nabi SAW* bersabda,

“Kulihat seorang dari umatku berjalan di atas shirath, kadang merangkak-rangkak dan kadang bergelantung. Kemudian datanglah shalawat (yang diucapkannya dahulu ketika hidup di dunia) lalu membangunkannya hingga dapat berdiri dan berjalan dengan kakinya, lalu ia diselamatkan oleh shalawatnya.”
*(HR. Abu Musa al-Madini dalam at-Targhib wa at-Tarhib, hadits hasan jiddan)*.

*Wasiat-Nasehat Para Ulama tentang Shalawat*

*Imam Abul Hasan asy-Syadzilli* pernah berkata,

“Di akhir zaman tidak ada amalan yang lebih baik daripada bershalawat kepada *Rasulullah SAW*.”

*Imam Ibnu Hajar al-Asqalani* menyatakan,

“Tidak tertolak shalawat atas *Nabi SAW*.”

*Al-Hafidz asy-Syaraji* berkata,

“Semua dzikir tidak diterima kecuali dengan khusyuk dan hadir hatinya kecuali shalawat, maka akan diterima meskipun tanpa khusyuk dan hadirnya hati. Karena itu *Abul Hasan al-Bakri* berpesan: “Seharusnya tiap hari seseorang jangan kurang membaca shalawat dari 500 kali.”

*Syaikh Abdul Qadir al-Jailani* pernah berwasiat,

“Dengan membaca shalawat, seorang hamba dapat meraih keridhaan Allah Swt., memperoleh kebahagiaan dan restu Allah Swt., berkah-berkah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati dan diampuni dosa-dosa besarnya.”

Adapun *Syaikh Ibn Athaillah as-Sakandari* berkata,

“Siapa yang (merasa) tidak memiliki amalan shalat dan puasa yang banyak untuk menghadap Allah di hari kiamat, maka hendaknya ia perbanyak membaca shalawat serta salam kepada *Nabi Muhammad SAW*.”

*Al-Quthb al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad* menyebutkan bahwasanya para ulama berkata,

“Satu shalawat dari Allah cukup untuk seorang hamba, dunia dan akhirat.”

*As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki* pernah berpesan,

“Jangan tinggalkan membaca shalawat kepada *Rasulullah SAW*. Karena bacaan shalawat itu merupakan kunci segala kebaikan dan pintu segala keutamaan untuk agama, dunia dan akhirat.”

*Al-Habib Umar bin Hafidz* mengatakan,

“Sesungguhnya apabila engkau melakukan ketaatan kepada Allah seumur hidupmu, bahkan Allah berikan di atas umurmu adalah umurnya seluruh manusia untuk digunakan dalam ketaatan kepadaNya, maka sesungguhnya lebih hebat satu shalawat dari Allah Swt.”

Sabtu, 11 Mac 2017

Hari yang paling mulia bagi kamu semua ialah hari Jumaat

Daripada Abu Aus bin Aus RA bahawa Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya di antara hari yang paling mulia bagi kamu semua ialah hari Jumaat, oleh yang demikian hendaklah kamu semua memperbanyakkan membaca selawat kepadaku pada hari itu, kerana sesungguhnya ucapan selawat kamu semua akan ditunjukkan kepadaku (pada hari kiamat nanti).


Huraian Hadith:

Hari Jumaat merupakan hari yang paling digalakkan kepada kita supaya memperbanyakkan beramal, kerana itu penuh dengan keberkatan dan kebaikan seperti yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW.

Untuk mengerjakan amal kebajikan janganlah ditangguh-tangguh dan mengira masa, kerana setiap amal yang baik akan dibalas dengan ganjaran pahala.

Orang yang paling banyak berselawat kepada Rasulullah SAW akan mendapat syafaat Baginda pada hari akhirat nanti dan paling hampir dengan Baginda.

(Hadis Riwayat Abu Daud dengan isnad yang sahih)

Ahad, 8 Januari 2017

Allah Ta’ala menciptakan dari kalimat (shalawat) itu satu malaikat yang mempunyai dua sayap

Nabi saw., bersabda :
Barang siapa membaca shalawat untuk ku karena memuliakanku, maka Allah Ta’ala menciptakan dari kalimat (shalawat) itu satu malaikat yang mempunyai dua sayap, yang satu di timur dan satunya lagi di barat. Sedangkan kedua kakinya di bawah bumi sedangkan lehernya memanjang sampai ke Arary.

Allah Ta’ala berfirman kepadanya :”Bacalah shalawat untuk hamba-Ku, sebagaimana dia telah membaca shalawat untuk Nabi-Ku.
Maka Malaikat pun membaca shalawat untuknya sampai Hari Kiamat.”

Allah SWT memberi salam kepada setiap orang yang memberi salam kepada Nabi saw., sebagaimana beliau bersabda : “Saya berjumpa Jibril, maka dia berkata : ‘Sesungguhnya saya memberi kabar gembira kepadamu bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman:

‘Barangsiapa memberi salam kepadamu, maka Aku memberi salam kepadanya dan barang siapa membaca shalawat untukmu, maka Aku membaca shalawat untuknya’.”

Khamis, 10 November 2016

KISAH Terharu Antara si Banyak Hutang dan Selawat Nabi SAW

KISAH Terharu Antara si Banyak Hutang dan Selawat Nabi SAW

kisah ini dari penggalan pidato Syeikh Husna Syarif, salah seorang ulama besar di Mesir.

Sebuah kisah tentang seseorang yang terbelit hutang piutang, yang hidup dalam tumpukan hutang ditengah kubangan kemiskinan.

Seorang lelaki yang dulunya kaya raya lalu jatuh bangkrut, sehingga mempunyai hutang yang besar.

setiap harinya, rumahnya penuh orang yang menagih hutang, hingga pada suatu hari ia pergi ketempat salah seorang saudagar kaya.

Sudah bukan cerita baru, kedatangannya untuk meminjam uang pula. Ia meminjam uang sebanyak 500 dinar.

Sangat terkenalnya orang ini banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya, kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini ?.

Minggu depan tuan... jawabnya singkat.
Pada akhirnya ia pulang dengan 500 dinar digenggamannya.

Jumlah segitu ia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang dan dari 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.

Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun telah tiba.

Saudagar itupun mendatangi rumah si miskin itu dan mengatakan " Tempo hutang anda telah tiba ".

Si miskin dengan suara lirih menjawab : Demi Allah saya sedang tak punya apa-apa.Saudagar merasa geram kepada si miskin dan mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim.

Setibanya di pengadilan, si hakim bertanya : mengapa anda tidak membayar hutang anda ?.

Lagi-lagi si miskin menjawab : Demi Allah saya tak punya apa-apa tuan.

Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia melunasi hutangnya.

Kemudian si miskin bangkit dan berkata : wahai tuan hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja.

Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, baru kemudian saya akan kembali untuk dipenjara.

Hakim menyahuti si miskin dengan mengatakan : bagaimana mungkin, apa jaminanmu bakal kembali besok, sementara aku telah memvonismu hukuman penjara ?

Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya.
" Rasulullah jaminanku, wahai tuan hakim, bersaksilah untukku jika besok aku tidak datang maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah"

Si hakim tersentak diam dan tersentuh hatinya, ia sadar betapa agungnya Rasulullah....

Kemudian si hakim menunda hukuman penjara untuknya hingga esok.
Sesampainya di rumah, si miskin menghabarkan kondisinya kepada isterinya bahwa esok akan dipenjara.

Lalu isterinya bertanya : Wahai suamiku lantas apa mengapa sekarang engkau bebas ?. "

Aku menaruh nama Rasulullah sebagai jaminanku, begitu jawab suaminya. Mata istrinyapun berkaca-kaca dan air matanya menetes sembari berkata pada suaminya :

"Selama Rasulullah masih menjadi jaminan bagimu maka mari kita bershalawat."

Dan merekapun bershalawat kepada Rasulullah dgn rasa cinta yg dalam.

Sampai akhirnya mereka tertidur, dalam tidurnya mereka mimpi melihat Rasulullah SAW, Rasulullah memanggil si miskin itu :

"Hai fulan jika besok telah terbit fajar maka pergilah ke tempat ulama fulan dan sampaikan kepadanya bahwa aku menitipkan salam untuknya dan suruh ia menyelesaikan hutang piutangmu. Jika ulama itu tidak percaya sampaikan 2 bukti ini."

Kemudian si miskin itu bertanya : "Apakah 2 bukti itu wahai Rasulullah?."

Rasul menjawab : "Katakan padanya bahwa dimalam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 x dan dimalam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya.
Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya."

Seketika si miskin terbangun dan pada pagi harinya ia pergi menuju si ulama fulan dan berjumpa dengannya.

Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan apa yang ia lihat dalam mimpinya. "Wahai tuan ulama, Rasulullah telah menitipkan salam untuk anda dan meminta anda agar menyelesaikan hutang piutangku."

Sang ulama bertanya : "Apa bukti dari kebenaran mimpimu itu tentang yang anda sampaikan ?."

Si miskin itu menyampaikan kedua bukti sebagaimana yang dikatakan Rasulallah SAW dalam mimpinya.

"Di malam pertama anda telah bershalawat kepada Rasulullah sebanyak 1000 x dan dimalam terakhir anda telah ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca.

Rasulullah mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat anda telah diterima oleh Rasulallah".

Mendengar hal itu spontan ulama itu menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah SAW.

Ulama tersebut memberi uang 500 dinar dari baitul mal (untuk melunasi hutang si miskin) dan 2500 dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.

Tidak berapa lama kemudian si miskin bergegas pergi ke hakim untuk menyelesaikan perkaranya.

Sesampainya ditempat hakim, tiba-tiba si hakim bergerak kearah si miskin seolah ia rindu ingin melihatnya dan memanggilnya seraya berucap :

"Kemarilah, berkat anda aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Rasulullah telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk lunasi hutang2 anda".

Belum sampai selesai dia bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang yang datang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap :

"Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah. Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat Rasulullah akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutang anda lunas".

Subhanallah, kisah ini adalah sekelumit bukti betapa Rasulullah SAW selalu memperhatikan urusan umatnya.

Shalawat dan cinta kepada Nabi bisa menghilangkan kegundahan dan keresahan bahkan bencana.

Berselawat lah engkau kepada Manusia Termulia Baginda Besar Nabiyuna Muhammad SAW.

Shollu Alan Nabi

Subhanallah....
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا وحبيبنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم