Pages

Memaparkan catatan dengan label surah Luqman. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label surah Luqman. Papar semua catatan

Isnin, 6 Februari 2017

Nasihat Luqman kepada puteranya

Nasihat Luqman kepada puteranya

01 – Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau ingin selamat, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah.

02 – Orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang yang insaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari Allah juga.

03 – Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada Allah, maka dia tawadduk kepada Allah, dia akan lebih dekat kepada Allah dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepadaNya.

04 – Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

05 – Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

06 – Dan Berharaplah selalu kepada Allah tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakaiNya. Takutlah kepada Allah dengan sebenar benar takut ( takwa ), tentulah engkau akan terlepas dari sifat berputus asa dari rahmat Allah.

07 – Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rusak akhlaknya akan sentiasa banyak melamun hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih
mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

08 – Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi dari semua itu, yaitu manakala engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

09 – Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

10 – Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

11 – Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau menghadiri majlis perkawinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab hal itu akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

12 – Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu alangkah lebih baik apabila diberikan kepada binatang sekalipun.

13 – Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14 – Makanlah makananmu bersama sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari
mereka.

15 – Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih
ingin terus menambahkannya.

16 – Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu
dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

17 – Selalulah baik tuturkata dan halus budibahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang yang berharga.

18 – Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

19 – Jadikanlah dirimu dalam segala tingkah laku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

20 – Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan olah dunia kerana engkau diciptakan Allah bukanlah untuk
dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

21 – Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

22 – Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah
engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah menyia-nyiakan hartamu.

23 – Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, siapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandung racun, dan siapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

24 – Hai anakku; bergaullah rapat dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya karena sesungguhnya hati akan tentram mendengarkan nasihatnya, sehingga hati ini akan hidup dengan cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya sebagaimana tanah subur yang disirami air hujan.

25 – Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau berteman dengan orang yang bermuka dua, karena kelak akan membinasakan dirimu.

Sejarah luqman boleh di baca didalam alquran

Surah luqman
Ayat 12 hingga ayat 19

Sabtu, 28 Mac 2015

Barang siapa MENGENAL DIRINYA maka bisa MENGENAL TUHANNYA

Imam Al Ghazali menyampaikan sebuah hadist :
" Barang siapa MENGENAL DIRINYA maka bisa MENGENAL TUHANNYA "
Dalam ILMU SYAREAT , Hadist yang disampaikan oleh Imam Al Ghazali tersebut diatas telah DINYATAKAN PALSU walaupun seluruh PEJALAN SPIRITUAL baik MUSLIM maupun NON MUSLIM telah MEMBUKTIKAN KEBENARANNNYA.
Hadist tersebut diatas adalah ringkasan dari Firman Allah swt dalam Alquran surat Az Zariyat 20 - 21, yaitu :
Ayat 20 : " Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang ( yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,
Ayat 21 : " Dan juga pada DIRI KAMU SENDIRI, Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu) ?
Ayat yang ke 21 inilah yang menjadi dasar MENGENAL DIRI atau MENGENAL DIRI SEBENAR BENARNYA DIRI yang menjadi KUNCI PEMBUKA PERTAMA dalam belajar ILMU MA'RIFATTULLAH yang didalam KITAB TEBERUBUT di jabarkan melalui RAHASIA KALIMAT TAUHID LA ILAHA ILLALLAH
Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
“ Demi yang diriku ditangannya (kekuasaannya), jika sekiranya langit dan bumi beserta isinya dan apa-apa yang ada di antaranya dan apa-apa yang ada di bawahnya diletakkan disatu tempat pada timbangan dan kalimah La Ilaha Illallah disebelah yang lainnya, maka tempat kalimah (La Ilaha Illallah) itulah yang lebih berat ”. (Riwayat Al-Imam At-Thabrani)

Dan bisa juga dijabarkan melalui RAHASIA KALIMAT ALLAH ...
Alquran surat Luqman 27,Allah swt berfirman :
“ Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta .ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya,niscaya tidak akan habis –habisnya dituliskan KALIMAT ALLAH ,sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha bijaksana ‘
atau.....Melalui penjabaran RAHASIA TITIK BA pada kalimat BASMALLAH yang disampaikan oleh para ULAMABILLAH....
Rasulullah saw bersabda :
“ Sesungguhnya ada sebagian ilmu yang diibaratkan permata yang terpendam,tidak dapat mengetahuinya kecuali Ulama Billah,apabila mereka mengungkapkan ilmu tersebut,tidak seorangpun yang membantahnya KECUALI ORANG-ORANG YANG TIDAK PAHAM TENTANG ALLAH “ ( HR Tirmidzi RA )

Ahad, 28 September 2014

BERTAUHID LAH DENGAN SEBENAR-BENAR BUKAN SEKADAR KATA-KATA.

BERTAUHID LAH DENGAN SEBENAR-BENAR BUKAN SEKADAR KATA-KATA.

29.Surah Al-`Ankabūt (Verse 61)

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ


Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, dan yang memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya)?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Maka bagaimana mereka tergamak dipalingkan (oleh hawa nafsunya daripada mengakui keesaan Allah dan mematuhi perintahNya)?


31.Surah Luqmān (Verse 25)

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ


Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Ucapkanlah (wahai Muhammad):
"Alhamdulillah"
(sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang 
demikian - tidak mengingkari Allah), bahkan kebanyakan mereka tidak 
mengetahui (hakikat tauhid dan pengertian syirik).


31.Surah Luqmān (Verse 26)

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ


Allah jua yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi; sesungguhnya Allah Dia lah jua yang Maha Kaya, lagi sentiasa Terpuji.

31.Surah Luqmān (Verse 27)

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِن بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


Dan sekiranya segala pohon yang ada di bumi menjadi pena, dan segala lautan (menjadi tinta), dengan dibantu kepadanya tujuh lautan lagi sesudah itu, nescaya tidak akan habis Kalimah-kalimah Allah itu ditulis. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

31.Surah Luqmān (Verse 30)

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ


Bersifatnya Allah dengan penuh kekuasaan dan luas ilmu pengetahuan itu kerana bahawasanya Allah Dia lah sahaja Tuhan Yang Sebenar-benarnya, dan bahawa segala yang mereka sembah selain dari Allah adalah palsu belaka. Dan (ingatlah) sesungguhnya Allah Dia lah Yang Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Besar (kekuasaanNya).

43.Surah Az-Zukhruf (Verse 9)

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ


Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu:" Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Yang menciptakannya ialah Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengetahui".

43.Surah Az-Zukhruf (Verse 86)

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ


Dan segala yang mereka sembah yang lain dari Allah, tidak mempunyai sebarang kuasa untuk memberikan syafaat pertolongan, kecuali sesiapa yang memberi penerangan mengakui kebenaran dengan mentauhidkan Allah, Tuhan Yang Sebenar-benarnya secara mereka mengetahuiNya dengan yakin (bukan dengan kata-kata orang; maka merekalah yang mungkin diizinkan memberi dan mendapat syafaat itu).

43.Surah Az-Zukhruf (Verse 87)

وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ


Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka: 
"Siapakah yang menciptakan mereka?" Sudah tentu mereka akan menjawab: 
"Allah!". (Jika demikian) maka bagaimana mereka rela dipesongkan (dari menyembah dan mengesakanNya)?


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 88)

وَقِيلِهِ يَا رَبِّ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُونَ


Dan (Dia lah Tuhan yang Mengetahui rayuan Nabi Muhammad) yang berkata: Wahai TuhanKu! Sesungguhnya mereka ini adalah satu kaum yang tidak mahu beriman (maka terserahlah kepadaMu untuk mengadilinya)!"


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 89)

فَاصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَامٌۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ


(Tuhan menjawab rayuannya dengan berfirman): "Jika demikian, maka janganlah engkau (wahai Muhammad) hiraukan mereka, dan katakanlah: ` Selamat tinggalah! ' Kemudian mereka akan mengetahui kelak (akibat keingkarannya)! "

3.Surah 'Āli `Imrān (Verse 19)

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ


Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dan orang-orang yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai ugama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya.

3.Surah 'Āli `Imrān (Verse 20)

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَواۖ وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ


Oleh sebab itu jika mereka berhujah (menyangkal dan) membantahmu (Wahai Muhammad), maka katakanlah: "Aku telah berserah diriku kepada Allah dan demikian juga orang-orang yang mengikutku". Dan bertanyalah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang yang diberi Kitab, dan orang-orang yang "Ummi" "Sudahkah kamu mematuhi dan menurut (ugama Islam yang aku bawa itu)?" Kemudian jika mereka memeluk Islam, maka sebenarnya mereka telah memperoleh petunjuk; dan jika mereka berpaling (tidak mahu menerima Islam), maka sesungguhnya kewajipanmu hanyalah menyampaikan. Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat (tingkah laku) sekalian hambaNya.

Selasa, 6 Mei 2014

KITA SEMUA TELAH MENGENAL ALLAH


KITA SEMUA TELAH MENGENAL ALLAH

29.Surah Al-`Ankabūt (Verse 61)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, dan yang memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya)?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Maka bagaimana mereka tergamak dipalingkan (oleh hawa nafsunya daripada mengakui keesaan Allah dan mematuhi perintahNya)?


29.Surah Al-`Ankabūt (Verse 63)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِن بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Alhamdulillah" (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian), bahkan kebanyakan mereka tidak memahami (hakikat tauhid dan 
pengertian syirik).


31.Surah Luqmān (Verse 25)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۚ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan sesungguhnya jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Ucapkanlah (wahai Muhammad): "Alhamdulillah" (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian - tidak mengingkari Allah), bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat tauhid dan pengertian syirik).


39.Surah Az-Zumar (Verse 38)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُم مَّا تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: "Siapakah yang mencipta langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah". Katakanlah (kepada mereka): "Kalau demikian, bagaimana fikiran kamu tentang yang kamu sembah yang lain dari Allah itu? Jika Allah hendak menimpakan daku dengan sesuatu bahaya, dapatkah mereka mengelakkan atau menghapuskan bahayaNya itu; atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, dapatkah mereka menahan rahmatNya itu?" Katakanlah lagi: "Cukuplah bagiku: Allah (yang menolong dan memeliharaku); kepadaNyalah hendaknya berserah orang-orang yang mahu berserah diri".


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 9)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu:" Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Yang menciptakannya ialah Allah Yang Maha Kuasa, lagi Maha Mengetahui".


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 87)
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ اللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

Dan demi sesungguhnya! Jika engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka?" Sudah tentu mereka akan menjawab: "Allah!". (Jika demikian) maka bagaimana mereka rela dipesongkan (dari menyembah dan engesakanNya)?

67.Surah Al-Mulk (Verse 29)
قُلْ هُوَ الرَّحْمَٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَاۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Tegaskan (wahai Muhammad, kepada mereka): "Allah, Dia lah Yang Maha Pemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang kepadaNya kami berserah diri; oleh itu kamu akan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata".

Berdasarkan kepada firman-firman Allah seperti diatas, kita semua telahpun mengenali Allah...

Jika kita tanya kepada diri kita sendiri, siapakah yang menjadikan kita dan segala perbuatan yang sedang kita berbuat sekarang ini, Nescaya diri kita sendiri akan menjawab "ALLAH"

Cuba lah sendiri bertanya sendiri kepada diri kita yang didalam badan kita, apakah jawapan yang akan kita perdapatkan darinya. Saya Pasti sudah tentu kita akan mendapati jawapan "ALLAH" darinya kerana Allah tidak menipu kita...

Cuba pula kita bertanya kepada sesiapa sahaja diluar dari badan diri kita sendiri, siapakah yang menjadikan kamu dan segala perbuatan kamu, Sudah pasti mereka akan menjawab "Tuhan atau Allah", jika mereka menipu dengan menjawab selain dari "Tuhan atau Allah" melalui mulut mereka tetapi jauh didalam sudut hati mereka, mereka akan menjawab " Tuhan atau Allah"..

Saya berkata demikian kerana Allah tidak pernah menipu kita didalam firmannya...

Sebenarnya bukan kita tidak mengenali Allah tetapi sebenarnya kita lupa, kita tidak mengingati Allah, kita sudah pun tahu, Allah yang sedang menjadikan kita, Allah yang sedang menjadikan segala perbuatan kita, tetapi kita tidak pernah ingat, kita tidak pernah membawa pengenalan kita itu didalam setiap detik kehidupan kita... 

Sebenarnya bukan kita tidak mengenali Allah tetapi kita lalai untuk mengingati Allah. Kelalaian kita untuk ingat kepada Allah disetiap turun naiknya pernafasan kita, disetiap detik kehidupan harian kita yang menyebabkan kita dikatakan tidak mengenali Allah...

Jadi sejak dari saat ini marilah kita semua kembali ingat kepada Allah, jika kita tidak mampu ingat kepada Allah secara spontan

Selalulah berlatih atau berpraktikal melalui cara dibawah...

Selalulah ingat kepada keberadaan diri kita dan soallah pada diri yang kita sedar itu siapakah yang menjadikan keberadaan ini dan apa yang keberadaan diri itu sedang berbuat.... Jawablah Allah diatas setiap pertanyaan kepada kesedaran Diri itu...

Saya ulangi sekali lagi mencoretkan firman Allah yang bermaksud "Tegaskan - "Allah, Dia lah Yang Maha Pemurah, yang kami beriman kepadaNya, dan yang kepadaNya kami berserah diri; oleh itu kamu akan mengetahui kelak siapakah yang berada dalam kesesatan yang 
nyata".

Hasil penerangan dari firman Allah seperti diatas sebenarnya setiap badan diri dari manusia telahpun diperkenalkan kepada Allah dan telahpun mengenali Allah

Kita cuba lihat pula kepada firman Allah seperti dibawah:-
37.Surah Aş-Şāffāt (Verse 96)
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

"Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"

13.Surah Ar-Ra`d (Verse 16)
قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّاۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Bertanyalah (wahai Muhammad): "Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi?" 

Jawablah: "Allah". 

Bertanyalah lagi: "Kalau demikian, patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri, dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya?" 

Bertanyalah lagi: "Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik? 

Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang? 

Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi Allah itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka?" 

Katakanlah: "Allah jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa".

39.Surah Az-Zumar (Verse 62)
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanya.

Firman Allah 

34.Surah Saba' (Verse 24)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۖ قُلِ اللَّهُۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Bertanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu): "Siapakah yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?" Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah; dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami ahli tauhid atau golongan kamu ahli syirik - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan): keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata ".

Untuk membolehkan kita yang selama ini didalam kelalaian, kembali mengingati kepada Allah, hendaklah kita selalu mengajukan soalan "Siapakah yang (.... Sifat, asma' dan Afa'al Allah).. Tentukan diri kita menjawab "ALLAH"

Berpraktikallah dengannya sehingga timbul ingat kepada Allah itu tanpa memerlukan kita menyoal diri kita...

Sehingga apabila bangun saja dari tidur sampai tidur kembali sentiasa ingat kepada Allah.. Tidak ada lagi ruang walau sedetik pun lupa kepada Allah...