Pages

Memaparkan catatan dengan label Sayyidina Abu Bakar. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Sayyidina Abu Bakar. Papar semua catatan

Ahad, 29 Mac 2015



FASA BERTEMU DAN BERKUMPUL DENGAN ORANG - ORANG YANG SATU PEMAHAMAN ILMU ....ada juga FASA BERTEMU DENGAN ORANG YANG BERBEDA PEMAHAMAN ILMU karena adanya PERBEDAAN SANAD ILMU...

Sanad ILMU ini BERSAMBUNG sampai kepada NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW melalui para sahabatnya yang diantaranya adalah :

Abu Bakar Ash-Sidiq Ra
Ustman Bin Affan Ra
Umar Bin Khatab


Untuk diketahui , ILMU yang disampaikan di dalam KITAB TEBERUBUT ber Sanad ILMU dari Ali bin Abi Thalib Ra

Telah menceritakan kepada kami Abu Husain Muhammad bin Ahmad bin Tamim Al Qanthari yang berkata telah menceritakan kepada kami Husain bin Fahm yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Dharisy yang berkata telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far Al Faidiy yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari Al ‘Amasy dari Mujahid dari Ibnu Abbas RA yang berkata 

Rasulullah SAW bersabda :
" Aku adalah kota ilmu dan Ali adalah pintunya dan siapa yang hendak memasuki kota itu hendaklah melalui pintunya” 
[Mustadrak As Shahihain Al Hakim no 4638 dishahihkan oleh Al Hakim dan Ibnu Ma’in]

FASA ini melatih diri agar bisa menerima perbedaan dalam hal KEYAKINAN dan PEMAHAMAN agar tidak menjadi MERASA YANG PALING BENAR.....

Selasa, 6 Mei 2014

“Sunnah Nabi yang manakah lagi yang ayah belum amal?”

Satu hari tu, di zaman kubur Nabi masih merah tanahnya, bertanyalah Abu Bakar Ra kepada anaknya merangkap isteri nabi iaitu Aisyah R.aha. akan soalan:
“Sunnah Nabi yang manakah lagi yang ayah belum amal?”
Perghh, dahsyat, soalan tahap tinggi macam ni memang sesuai sekali di tanya oleh orang macam Abu Bakar Ra, lantas Aiyah terpaksa termenung panjang fikir dalam dalam akan apa Sunnah Nabi yang ayah dia belum amal, susah jugak nak jawab soalan camni, sebab Abu Bakar dah ikut semua Sunnah Nabi, sekarang nak check, kot kot ada sunnah yang tertinggal…
Maka Aisyah r.aha bagitahu ada satu sahaja sunnah Nabi yang ayah belum amal iaitu, Nabi sebelum subuh, akan bagi makan pada satu orang tua yahudi buta dihujung kampong…
Maka bertolaklah Abu Bakar RA ke hujung kampung dengan niat nak ikut semua sunnah Nabi Muhammad SAW, waktu bagi makan, orang tua yahudi buta, lebih kurang cerita:
“Anak ni siapa?”
Jawab Abu Bakar: “orang sama” sebab Abu Bakar takut jika orang tu tahu orang lain yang suap makanan nanti panjang cerita pulak, tapi orang tua tu dah tahu rupanya, lalu jawab:
“kau bukan orang yang sama”
Pelik bagi Abu Bakar, camna pakcik ni tahu aku bukan orang yang sama?, lalu Abu bakar RA tanya pakcik tu camne pakcik boleh tahu aku ni bokan orang yang sama? 
Lalu menjawablah soalan akan pakcik tu dengan satu jawapan yang buat Abu Bakar RA menangis..
Kata pakcik tua yahudi buta tu:
“Orang dulu, dihancurkan dulu makanan sebelum suap, ni kau suap seketul macam tu, dah tentu engkau bukan orang yang sama..”
Menangisnya Abu Bakar kerena belum berjaya ikut Sunnah nabi 100%, dan mengakulah Abu bakar bahawa beliau adalah khalifah islam yang baru, orang yang suap makanan kat Pakcik dulu tu adalah Nabi Muhammad SAW…
Menangislah pulak pakcik tu terkejut dengar jawapan Abu bakar RA lalu terbongkarlah segala cerita yang mana menurut pakcik tu waktu orang dulu sedang suap makanan, beliau selalu caci Nabi Muhammad sebagai gila dan sesat lalu menasihati ‘orang dulu’ supaya jangan ikut Nabi Muhammad SAW padahal orang yang di caci itulah yang menyuapnya makanan sampai pakcik tu kenyang dan sampai orang dulu tu wafat..
Maka di waktu dan ketika itu juga, terus pakcik Yahudi buta tu mengucap dua kalimah syahadah dan terus masuk Islam

Rabu, 16 April 2014

Kitab TEBERUBUT " MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "

ILMU akan bermamfaat jika di amalkan dan Dasar Pemahaman ILMU HAKEKAT untuk di praktekkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah :
" MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "
SATU yang dimaksud adalah ........ Setiap Manusia memiliki RUH yang berasal dari NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Hadist Rasulullah Saw :
Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA.
Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :
Sayyidina Abu bakar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya.
Sayydina Umar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya.
Sayyidina USTMAN RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya.
Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya.
Maka....
Jika mengatakan KAFIR pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan MENGKAFIRKAN NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Jika mengatakan SESAT pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM pada seseorang maka sama dengan MENYATAKAN SESAT PADA NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN.........
Jika BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll kepada NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN........
Itu sebabnya TIDAK ADA PERDEBATAN tentang SALAH dan BENAR karena sudah tergantikan dengan KETENTUAN dan KEHENDAK ALLAH SWT..............., hadist Qudsi , Berkata Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda : Allah Swt berfirman :
Tanda pengenalan hamba-hamba-Ku di hatinya terhadap-Ku ialah dengan menyangka baik terhadap qadar-Ku, tiadalah dikeluh-kesahkannya hukum-hukum-Ku, tiadalah dirasakannya lambat kurnia-Ku dan senantiasa malu berbuat maksiat.” [HR. Dailami]

Jumaat, 21 Mac 2014

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )


Belajar MELEPAS PEMAHAMAN DAN KEYAKINAN SYAREAT......

ILMU SYAREAT dalam kehidupan sehari - hari menjadi TEMPATNYA SEGALA BENTUK PERBEDAAN terutama SUKU, AGAMA, RAS dan ADAT ISTIADAT ( SARA ) dan juga TEMPAT PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM............sehingga BERDASARKAN ILMU SYAREAT SANGAT MUSTAHIL DAN TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI GOLONGAN DALAM ISLAM BISA BERSATU.........

Namun.............. 

" DASAR " Mengamalkan ILMU HAKEKAT dalam kehidupan sehari-hari adalah " MEMANDANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU ..." 

Dengan " DASAR " itu maka tidak ada lagi PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM DAN TIDAK ADA PERBEDAAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ADAT ISTIADAT ( SARA )..........Karena pada dasarnya semua adalah SATU........sebagaimana yang dimaksud oleh Rasulullah Saw :

" Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA "

Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :

Sayyidina Abu bakar RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya "

Sayydina Umar
 RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya "

Sayyidina USTMAN RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya "

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya "

Jadi apapun perbuatan yang di lakukan seseorang kepada orang lain maka perbuatannya itu sama saja ditujukan kepada Allah swt..........