Pages

Memaparkan catatan dengan label hadith qudsi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label hadith qudsi. Papar semua catatan

Sabtu, 28 Mac 2015

Pada dasarnya pemeluk Agama Islam terdiri dari dua golongan

BELAJAR PEMAHAMAN DASAR

Hadist Qudsi, Dari Ali bin Abi Thalib r.a : Rasulullah Saw,bersabda : Allah Swt berfirman :

“ Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU, barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU, barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU, barang siapa takut kepada selain KU, halal baginya pembalasanKU “

Ali bin Abi Thalib ra. : Rasulullah saw bersabda : ,Allah swt berfirman :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku, berarti dia tidak mengenal-Ku, barang siapa tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku, Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”

Berdasarkan kedua hadist Qudsi tersebut diatas maka mana yang benar dari pernyataan ini :
1. Mendirikan IBADAH SHOLAT dan atau BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT terlebih dahulu baru kemudian MENGENAL ALLAH SWT ....?

Atau.....

2. MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu baru kemudian mendirikan IBADAH SHOLAT dan atau BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT.....?

Silahkan dijawab dengan JUJUR dari HATI atau dari JIWA anda sendiri........

Pada dasarnya pemeluk Agama Islam terdiri dari dua golongan ,yaitu :

1. ISLAM INDALLAH ( Islam disisi Allah swt ) , yaitu :
Mereka yang Masuk di dalam Islam secara keseluruhan dengan memahami dan mengamalkan ILMU SYAREAT, ILMU TAREKAT, ILMU HAKEKAT dan benar-benar mengerti akan Allah dengan didasari ILMU MA’RIFATTULLAH, sehingga mereka dikatakan Islam di sisi Allah.

Surat Al Baqarah 208 : 
" Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Dan ISLAM INDALLAH inilah yang dimaksud dalam Firman Allah swt dalam Surat Ali Imran 19 :

“ Innaddina Indallahil Islam, ” yang artinya : " Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. "

2. ISLAM INDANNAS ( Islam disisi Manusia ), yaitu :
a. Mereka yang semenjak terlahir kedunia ini sudah di dalam keadaan beragama Islam karena Nenek Moyangnya, Datuknya, Kakek Neneknya, Mama Bapaknya semua beragama Islam Padahal tidak mengerti dan mengenal akan Allah Swt. Mereka ini dikatakan Islam di sisi Manusia (Islam Keturunan).

b. Seseorang yang sebelumnya beragama lain atau belum beragama kemudian masuk kedalam agama islam atau biasa disebut MU’ALAF.

Kedua Golongan ini sama - sama memiliki kewajiban FARDHU AIN untuk mengenal Allah swt....

Sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw :
“ Ya Rasulullah…..Amalan apakah yang lebih utama ? “
Raslullah Saw menjawab : “ Ilmu mengeal Allah ‘ Azza wa jalla…”
Sahabat bertanya kembali : “ Amalan Apa yang Baginda Kehendaki ?
Rasulullah Saw menjawab : “ Ilmu mengenal ALLAH yang bertasbih kepadaNYA segala sesuatu 
Sahabat berkata lagi : “ Kami menanyakan tentang amal tetapi Baginda menjawab tentang ilmu “

Maka Rasulullah Saw menjawab :
“ Bahwasannya sedikit amal adalah bermamfaat bila disertai dengan ilmu mengenal Allah dan bahwasannya banyaknya amal tidaklah bermamfaat bila tidak disertai ilmu mengenal Allah “ 
( HR.Ibnu Birr dari Anas R.a )

Berdasarkan hadist tersebut maka sangat jelas bahwa “ barang siapa tidak mengenal ALLAH , maka AMAL IBADAHNYA menjadii TIDAK BERMAMFAAT atau SIA – SIA

Saat masih " KECIL " dan berfikir seperti anak kecil atau tidak dewasa maka wajib diajarkan SYAREAT ISLAM terutama soal ibadahnya, inilah yang biasa dilakukan umat islam saat ini yaitu :

" Mendirikan IBADAH SHOLAT dan atau BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT terlebih dahulu baru kemudian MENGENAL ALLAH SWT ( kalau tidak keburu wafat ) "
Namun saat sudah dewasa dan berakal sehat maka WAJIB FARDHU AIN baginya untuk belajar dan memahami ILMU MA'RIFATTULLAH, inilah yang dilupakan oleh sebagian umat islam saat ini, yaitu :

" MENGENAL ALLAH SWT terlebih dahulu baru kemudian mendirikan IBADAH SHOLAT dan atau BERZIKIR KEPADA ALLAH SWT "

Apa yang ingin disampaikan di sini adalah salah satu bentuk HIDAYAH ALLAH SWT bagi hambanya untuk MENGENAL ALLAH SWT sebagai TUHANNYA .....

Namun......., Sebagian orang MENOLAK HIDAYAH ini dan sebagian lainnya MENERIMA HIDAYAH ini.

Jumaat, 2 Januari 2015

Matikanlah dirimu sebelum mati kamu

Allah SWT berfirman dalam Hadist Qudsi :
“ MAUTU ANTAL KABLAL MAUTU” artinya Matikanlah dirimu sebelum mati kamu (mati sebenarnya).
Mematikan diri adalah sebagai berikut :
“LAA QADIRUN, WALA MURIDUN, WALA ‘ALIMUN, WALA HAYYUN, WALA SAMI’UN, WALA BASIRUN, WALA MUTAKALLIMUN.
Artinya :
- Tidak ada berkuasa ;
- Tidak ada berkehendak ;
- Tidak ada kita tahu ;
- Tidak ada kita hidup ;
- Tidak mendengar ;
- Tidak melihat ;
- Tidak berkata-kata.
Kesemuanya itu hanya Allah, tetapi setelah Fananya seluruh diri/tubuh kita didalam “UHU DIAH ALLAH dengan Ilmu Allah yang Qadim.

Rabu, 4 Jun 2014

Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang



Muqadimah

Syahadat merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang, yang akan menentukan perjalanan kehidupannya. Syahadat mampu merubah orientasi duniawi menjadi orientasi ukhrawi yang secara langsung atau tidak dapat merubah tujuan dan perjalanan hidup seseorang. Rasulullah saw pun mengubah kondisi masyarakat Arab dari kehidupan jahiliyah menuju kehidupan Islami dengan syahadat.

Syahadat membawa perubahan mendasar dalam jiwa setiap insan. Syahadat merubah kondisi masyarakat dari akarnya yang paling bawah; yaitu dari sisi relung hatinya yang paling dalam. Ketika hati telah berubah, maka segala gerak-gerik, tingkah laku, pola pikir, kejiwaan dan segala tindak tanduk akan berubah pula. Namun semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di hari akhir. Allah SWT menggambarkan keadaan seluruh manusia di hari akhir nanti. Setiap orang akan berhadapn dengan saksi-saksi mereka atas setiap perbuatan yang telah dilakukannya. Allah SWT berfirman dalam Q.S. An-nisa : 41

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu ) sebagai umatmu (Q.S. An-Nisa : 41)

Ayat ini menggambarkan bagaimana keadaan manusia di akhirat kelak. Allah SWT tidak akan merugikan hamba-Nya yang mengerjakan kebaikan walaupun sedikit, tapi akan diberinya pahala yang berlipat ganda atas kebaikannya itu. Allah SWT juga menggambarkan keadaan manusia nanti kalau mereka berhadapan dengan saksi-saksi mereka. Saksi meraka adalah Nabi-nabi mereka. Setiap umat akan berhadapan dengan saksi mereka. Pada waktu itulah dapat diketahui siapa yang sebenarnya pengikut Nabi dan siapa yang hanya pengakuannya saja yang mengikuti Nabi, tapi amal perbuatannya mendurhakai Nabi. Maka siapa yang telah disaksikan oleh Nabinya bahwa dia sungguh-sungguh telah mengikuti ajaran Rasul maka orang itu termasuk orang yang beruntung. Jika Nabinya berlepas diri dari mereka karena amal perbuatannya dan kepercayaannya tidak sesuai dengan yang diajarkan Rasul, maka meraka termasuk orang yang merugi. Nabi Muhammad saw, akan menjadi saksi bagi umat Islam nanti dan bagi seluruh manusia. Firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah: 143

وكذلك جعلناكم أمة وسطا لتكونوا شهداء على الناس ويكون الرسول عليكم شهيدا

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu (Q.S. Al-Baqarah: 143)

Nabi Muhammad saw mencucurkan air mata ketika mendengarkan ayat ini dibacakan oleh sahabat kepadanya. Beliau memikirkan bagaimana hebatnya suasana pada hari akhirat, beliau akan melihat dengan jelas pengikut-pengikut beliau yang setia dan benar dan pengikut yang pura-pura dan palsu, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi Muhammad saw:

عن ابن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اقرأ على قلت : يا رسول الله أقرأ عليك ? وعليك أنزل ? قال : نعم إني أحب أن أسمعه من غيري فقرأت سورة النساء حتى أتيت إلى هذه الآية : فكيف إذا جئنا من كل أمة بشهيد الخ فقال : حسبك الآية فإذا عيناه تذرفان

Dari Ibnu Mas'ud dia berkata: "Rasulullah saw telah berkata kepada saya : "Tolong, bacakan kepada saya Alquran itu. Lalu saya menjawab: "Ya Rasulullah, akukah yang akan membacakan kepada engkau, padahal dia diturunkan kepada engkau?" Rasulullah berkata : "Betul, tapi saya ingin mendengarkannya dibaca oleh orang lain" Maka aku bacalah surat An Nisa' Ketika aku sampai membaca, ayat 41 ini maka beliau bersabda : "Sekarang cukuplah sebegitu saja". dan air matanya bercucuran keluar"
(H.R. Bukhari dan Muslim)



Terdapat beberapa urgensi kalimat syahadat, antara lain yaitu:

1. Pintu masuk ke dalam Islam ( اَلْمَدْخَلُ إَلَى اْلإِسْلاَمِ )

Pada fitrahnya, manusia telah mengakui keesaan Allah SWT. Namun sejak manusia dilahirkan dari sulbi orang tua mereka datang setan-setan pada mereka untuk menyesatkan mereka dari mengesakan Allah SWT. Dalam Q.S. Al-Araaf: 172, Allah SWT berfirman

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?, mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan) (Q.S. Al-Araaf: 172)

Dalam ayat tersebut diterangkan suatu janji yang dibuat pada waktu manusia dikeluarkan dari sulbi orang tua mereka, turunan demi turunan, yakni hal janji Allah menciptakan manusia atas dasar fitrah. Allah SWT memerintahkan roh mereka untuk menyaksikan susunan kejadian diri mereka yang membuktikan keesan-Nya, keajaiban proses penciptaan dari setetes air mani hingga menjadi manusia bertubuh sempurna dan mempunyai daya tanggap indra, dengan urat nadi dan sistem saraf yang mengagumkan dan sebagainya.

Dengan ayat ini Allah SWT bermaksud untuk menjelaskan kepada manusia, bahwa hakikat kejadian manusia itu didasari atas kepercayaan kepada Allah Yang Maha Esa. Sejak manusia dilahirkan dari sulbi orang tua mereka, ia sudah menyaksikan tanda-tanda keesaan Allah SWT pada kejadian mereka sendiri. Rasulullah saw bersabda:

ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه كما تنتج البهيمة جمعاء هل تحسون فيها من جذعاء

Tak seorang pun yang dilahirkan kecuali menurut fitrah; kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana halnya haiwan melahirkan anaknya yang sempurna telinganya. Adakah kamu ketahui ada cacat pada anak haiwan itu?
(H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Rasulullah saw dalam hadist Qudsi:

يقول الله تعالى: إني خلقت عبادي حنفاء فجاءتهم الشياطين فاختالتهم عن دينهم وحرمت عليها ما أحللت لهم

Berfirman Allah Taala, Sesungguhnya Aku ciptakan hamba-Ku cenderung (ke agama tauhid). Kemudian datang mereka setan-setan dan memalingkan mereka dari agama (tauhid) mereka, maka haramlah atas mereka segala sesuatu yang telah Kuhalalkan bagi mereka.
(H.R. Bukhari dari Iyad bin Himar)

Penolakan terhadap ajaran tauhid yang dibawa Nabi sebenarnya perbuatan yang berlawanan dengan fitrah manusia dan dengan suara hati nurani mereka. Oleh karena itu tidaklah benar manusia pada hari kiamat nanti mengajukan alasan bahwa mereka alpa tak pernah diingatkan untuk mengesakan Allah SWT. Fitrah mereka sendiri dan ajaran-ajaran Nabi-nabi senantiasa mengingatkan mereka untuk mengesakan Allah dan menuruti seruan Rasul serta menjauhi diri dari syirik, yakni melalui pelafazan dua kalimat Syahadat.

Pada hakikatnya, syahadat merupakan pemisah seseorang dari kekafiran menuju iman. Artinya dengan sekedar mengucapkan syahadat, seseorang telah dapat dikatakan sebagai seorang Muslim. Demikian pula sebaliknya, tanpa mengucapkan syahadat, seseorang belum dapat dikatakan sebagai seorang muslim.
Allah SWT berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Ilah (yang Haq) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu (Q.S. Muhammad: 19)

Apabila engkau telah yakin dan mengetahui pahala yang akan diperoleh orang-orang beriman, serta azab yang akan diperoleh orang-orang kafir di akhirat nanti, maka hendaklah berpegang teguh kepada agama Allah yang mendatangkan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti. Dan mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosa engkau dan dosa-dosa orang-orang yang beriman; hendaklah selalu berdoa dan berdzikir kepada-Nya dan janganlah sekali-kali memberi kesempatan kepada syaitan untuk melaksanakan maksud buruknya kepadamu.

2. Intisari ajaran Islam  ( خُلاَصَةُ تَعَالِيْمِ اْلإِسْلاَمِ )

Syahadat mencakup dua hal;
(1) Konsep La ilaha ilallah; merealisasikan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah, baik yang dilakukan secara pribadi maupun secara bersamaan (berjamaah). Dari sini akan melahirkan keikhlasan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya; Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku
(Q.S. Al-Anbiya: 25)

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan dengan pasti, bahwa setiap Rasul yang diutus-Nya sebelum Muhammad saw adalah orang-orang yang telah diberi-Nya wahyu yang mengajarkan bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT. Oleh sebab itu menjadi kewajiban bag manusia untuk menyembah Allah semata. Dan tidak ada sesuatu dalil pun, baik dalil aqli maupun dalil naqli yang disampaikan oleh semua Rasul-rasul Allah, yang membenarkan kepercayaan selain kepercayaan tauhid kepada Allah SWT.

(2) Konsep Muhammad adalah utusan Allah, mengantarkan pada makna bahwa konsep ini menjadi konsep yang mengharuskan kita untuk mengikuti tatacara penyembahan kepada Allah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Atau dengan kata lain sering disebut dengan ittiba. Firman Allah SWT:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan agama itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui
(Q.S. Al-Jaatsiyah: 18)

Peraturan yang termuat dalam wahyu yang harus diikuti, tidak boleh mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahuinya. Syariat yang dibawa oleh para Rasul terdahulu dan syariat yang dibawa Nabi Muhammad saw pada asasnya dan hakikatnya sama, berasaskan tauhid, membimbing manusia ke jalan yang benar, mewujudkan kemaslahatan dalam masyarakat, menyuruh berbuat baik dan mencegah berbuat mungkar. Jika terdapat perbedaan itu bukan masalah pokok, hanya dalam pelaksanaan ibadah dah cara-caranya. Hal itu disesuaikan dengan keadaan, tempat dan waktu.

3. Konsep dasar reformasi total ( أَسَاسُ اْلاِنْقِلاَبِ )

Syahadat merupakan dasar perubahan total, baik pribadi maupun masyarakat. Syahadat layaknya cahaya yang sangat terang, sehingga dapat mengeluarkan umat manusia dari kehidupan yang gelap gulita (jahiliyah). Allah berfirman:

أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan (Q.S. Al-Anaam : 122)

Syahadat dapat merubah kondisi suatu masyarakat, bangsa dan Negara secara menyeluruh, dengan sentuhan yang sangat dalam iaitu dari dalam tiap diri insan. Jika seseorang dapat berubah, maka ia akan menjadi perubah yang akan merubah masyarakatnya. Allah berfirman:

إِن اللهَّ لا يغُيَرِّ ماَ بقِوَمْ حتََّى يغُيَرِّوُا ماَ بأِنَفُْسهِمِْ

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah kondisi suatu kaum, hingga mereka mau merubah diri mereka sendiri (Q.S. Ar-Raad: 11)


4. Hakikat dakwah para Rasul (حَقِيْقَةُ دَعْوَةِ الرُّسُلِ)

Pada hakekatnya dakwah Rasulullah saw adalah dakwah untuk menegakkan dua hal; yaitu mentauhidkan Allah dan menggunakan kaedah Rasulullah saw dalam merealisasikan ibadah kepada Allah SWT.

5. Keutamaan yang besar ( فَضَائِلُ عَظِيْمَةٍ )

Syahadat memiliki keutamaan yang besar, diantaranya ialah sebagaimana digambarkan dalam hadist berikut:

عَن عبُاَدةَ بْن الصاَّمِت أنَهَّ قاَل سمَعِْت رَسوُل اللهَّ صلََّى اللهَّ علَيَهْ وَسلَمَّ يقَوُل مَن شهَدِ أَن لا إلِهَ إِلا اللهَّ وأََن مُحمَدَّاً رَسوُل اللهَّ حرَمَّ اللهَّ علَيَهْ الناَّرَ

Dari Ubadah bin al-Shamit, aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Barang siapa yang bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkan neraka baginya (H.R. Muslim)

Ahad, 18 Mei 2014

PENDAPAT YANG MENGATAKAN ALLAH TIDAK BERZAT, ALLAH TIDAK BERSIFAT, ALLAH TIDAK BERNAMA, ALLAH TIDAK BERPEBUATAN

PENDAPAT YANG MENGATAKAN ALLAH TIDAK BERZAT, ALLAH TIDAK BERSIFAT, ALLAH TIDAK BERNAMA, ALLAH TIDAK BERPEBUATAN...

FIRMAN ALLAH :-
28.Surah Al-Qaşaş (Verse 88)

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ


Dan janganlah engkau menyembah tuhan yang lain bersama-sama Allah. Tiada Tuhan melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu akan binasa melainkan Zat Allah. BagiNyalah kuasa memutuskan segala hukum, dan kepadaNyalah kamu semua dikembalikan (untuk dihitung amal masing-masing dan menerima balasan).

2.Surah Al-Baqarah (Verse 127)

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّاۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ


Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama Nabi Ismail meninggikan binaan asas-asas (tapak) Baitullah (Kaabah) itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: "Wahai Tuhan kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui;

MENDENGAR DAN MENGETAHUI ADALAH SIFAT ALLAH....

1.Surah Al-Fātiĥah (Verse 1)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 198)

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْۚ فَإِذَا أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ


Tidaklah menjadi salah, kamu mencari limpah kurnia dari Tuhan kamu (dengan meneruskan perniagaan ketika mengerjakan Haji). Kemudian apabila kamu bertolak turun dari padang Arafah (menuju ke Muzdalifah) maka sebutlah nama Allah (dengan doa,"talbiah" dan tasbih) di tempat Masy'ar Al-Haraam (di Muzdalifah), dan ingatlah kepada Allah dengan menyebutnya sebagaimana Ia telah memberikan petunjuk hidayah kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu adalah dari golongan orang-orang yang salah jalan ibadatnya.


39.Surah Az-Zumar (Verse 45)

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ


Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata (di dalam doa dan sebagainya), segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembira.

27.Surah An-Naml (Verse 88)

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ


Dan engkau melihat gunung-ganang, engkau menyangkanya tetap membeku, padahal ia bergerak cepat seperti bergeraknya awan; (demikianlah) perbuatan Allah yang telah membuat tiap - tiap sesuatu dengan serapi-rapi dan sebaik-baiknya; sesungguhnya Ia Amat mendalam PengetahuanNya akan apa yang kamu lakukan.

LAGI FIRMAN ALLAH

57.Surah Al-Ĥadīd (Verse 3)

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ


Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang Zahir serta Yang Batin; dan Dia lah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Ddalam firman Allah seperti diatas Allah telah memberitahu bahawa Allahlah segala-galanya. Yang awal, yang akhir, yang zahir dan yang batin kesemuanya ialah Allah..

Untuk meringkaskannya, yang awal iaitu zat Allah, yang akhir iaitu asma' Allah, yang zahir iaitu afa'al Allah dan yang batin iaitu sifat Allah...

Kalau disusun mengikut susunan ialah kenyataan zat Allah iaiatu Dialah yang Awal, kenyataan sifat Allah Dialah yang batin, kenyataan asma' Allah Dialah yang akhir, kenyataan afa'al Allah Dialah yang zahir...

“Aku ini perbendaharaan tersembunyi,kemudian Aku ingin dikenal,kemudian Aku menciptakan makhluk-Ku, dengan Allah-lah mereka mengenal Aku…”.
(Hadits Qudsi)


APABILA KESEMUANYA ALLAH, TIDAK ADA LAGI SELAIN DARI ALLAH....
LAA ILAHA ILLALLAH - TIADA ADA HANYA ALLAH - TIADA SESUATU YANG ADA HANYA ALLAH, TIADA MENYERUPAI ALLAH DENGAN SEGALA SESUATU, ALLAH SAHAJA YANG BERSIFAT ADA, KITA DAN SELAIN DARI ALLAH TIDAK MEMPUNYAI SIFAT ADA SENDIRI.

ADANYA DIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH SEBENARNYA SEDANG MENYATAKAN ADA ALLAH, ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH ADALAH SEBAGAI TANDA DAN AYAT-AYAT YANG SEDANG MENERANGKAN ADA ALLAH, BUKAN MENUNJUKKAN ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH

FIRMAN ALLAH 51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 20)

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ


Dan pada bumi ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan dan kekuasaan Allah) bagi orang-orang (yang mahu mencapai pengetahuan) yang yakin,

51.Surah Adh-Dhāriyāt (Verse 21)

وَفِي أَنفُسِكُمْۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ


Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)?

Badan diri kita dan keseluruh isi alam adalah kenyataan zat, sifat, asmak dan afa'al Allah..

MASAALAH YANG TIMBUL
APABILA KITA BERPEGANG DAN SEDANG MERASAI ADA DIRI KITA DAN ADA SELAIN DARI ALLAH, ADALAH ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH ( TIDAK MERASAKAN ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH SEBAGAI TANDA YANG SEDANG MENUNJUKKAN ATAU SEDANG MENERANGKAN TENTANG ADA ALLAH).

MAKA ADA YANG SEDANG DIRASAI ADALAH ADA DIRI SENDIRI, BUKAN SEDANG MENERANGKAN TENTANG ADA ALLAH, SIFAT YANG SEDANG DIRASAI ADALAH SIFAT DIRI SENDIRI, BUKAN SIFAT YANG SEDANG MENERANGKAN TENTANG SIFAT ALLAH, NAMA YANG SEDANG DIRASAI ADALAH NAMA DIRI SENDIRI BUKAN DIRASAI SEBAGAI NAMA YANG SEDANG MENERANGKAN TENTANG NAMA ALLAH, PERBUATAN YANG SEDANG DIRASAI DAN DIHADAPI ADALAH PERBUATAN DIRI SENDIRI DAN BUKAN PERBUATAN YANG SEDANG MENERANGKAN TRNTANG PERBUATAN ALLAH...

MAKA AKAN SENTIASA HADZIR DIDALAM RASA DAN PERASAAN SENDIRI, YANG ADA, YANG BERSIFAT, YANG BERNAMA DAN YANG BERPEBUATAN ADALAH DIRI KITA SENDIRI, APABILA SEDANG MERASAKAN ADA DIRI SENDIRI, DIDALAM MASA YANG SAMA TIDAK AKAN MERASA ADA ALLAH KERANA SIFAT ADA ITU ESA, (TIDAK BERBILANG-BILANG)..

APABILA HENDAK MENGHURAIKAN TENTANG ADA DAN KEADAAN ALLAH DALAM KEADAAN SEDANG MERASAKAN ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH (SECARA TIDAK DISEDARI AKAN TIMBUL DIDALAM RASA DAN PERASAAN SENDIRI UNTUK MEMBANDINGKAN ALLAH DENGAN ADA DIRI SENDIRI..

KITA TAHU TIDAK ADA SESUATU YANG SEBANDING DENGAN ALLAH, OLEH KERANA KITA SEDANG MERASAKN ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH, SECARA TIDAK DISEDARI AKAN TIMBUL PERBANDINGAN DIANTARA ALLAH DENGAN RASA ADA DIRI KITA SENDIRI..

KITA TAHU YANG ALLAH TIDAK BOLEH DISEKUTUKAN DENGAN DIRI SENDIRI DAN DENGAN SELAIN DARI ALLAH...

OLEH KERANA SEDANG MERASAKAN ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH, SECARA RIDAK DISEDARI MITA AKAN MENGATAKAN ALLAH TIDAK BERZAT KERANA KITA SEDANG MEMBANDINGKAN ALLAH DENGAN DIRI KITA YANG SEDANG DIRASAI ADA, ZAT YANG SEDANG DIRASAI ADALAH SEDANG DIRASAI SEBAGAI ZAT DIRI SENDIRI MAKA SECARA TIDAK LANGSUNG KITA AKAN MENGATAKAN ADA ALLAH ITU TIDAK BERZAT KERANA KITA SEDANG MERASAKAN ZAT YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH ZAT DIRI SENDIRI BUKAN SEDANG MERASAI ZAT YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH ZAT ALLAH...

JIKA SEDANG MERASAI DAN MENGAKUI ZAT YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH ZAT ALLAH (KERANA YANG WAJIB ADA HANYALAH ALLAH, DIRI KITA DAN SELAIN DARI ALLAH SEBENARNYA BERSIFAT DENGAN SIFAT ASALNYA IAITU TIDAK ADA,) KITA AKAN BERKATA ALLAH YANG BERZAT, DIRI KITA DAN SELAIN DARI ALLAH YANG TIDAK BERZAT..

JIKA SEDANG MERASAI DAN MENGAKUI ZAT YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH ZAT DIRI KITA DAN ZAT SELAIN DARI ALLAH, (BERDASARKAN KEPADA ILMU PENGETAHUAN YANG MENGATAKAN ALLAH TIDAK BOLEH DISEKUTUKAN DENGAN MAKHLOKNYA) SECARA TIDAK DISEDARI KITA AKAN MENGHURAIKAN ALLAH TIDAK BERZAT, ALLAH TIDAK BERSIFAT, ALLAH TIDAK BERNAMA, DAN ALLAH TIDAK BERAFA'AL KERANA KITA SEDANG MERASAKAN ZAT, SIFAT, ASMA' DAN AFA'AL ALLAH SEBAGAI ZAT, SIFAT, ASMA' DAN AFA' AL DIRI KITA SENDIRI DAN ZAT, SIFAT, ASMA' DAN AFA'AL SELAIN DARI ALLAH...

DIDALAM ILMU PENGETAHUAN TELAH MENERANGKAN ALLAH TIDAK MENYAMAI DENGAN MAKHLOK (;ALLAH TIDAK BOLEH DISEKUTUKAN DENGAN MAKHLOKNYA),

KITA TAHU ADA ITU ADALAH SIFAT YANG WAJIB BAGI ALLAH, TETAPI KERANA SEDANG MERASA ADA DIRI SENDIRI (TIDAK MERASA YANG ADA HANYA ALLAH IAITU ADA YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH TANDA YANG SEDANG MENYATAKAN ADA ALLAH TETAPI SEDANG MERASAI ADA DIRI SENDIRI DAN RASA ADA SELAIN DARI ALLAH),

OLEH KERANA ALLAH TIDAK MENYAMAI DENGAN MAKHLOK, DAN ADA ALLAH TELAH DAN SEDANG DIRASAI SEBAGAI ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH, SECARA TIDAK DISEDARI KITA AKAN MENGHURAIKAN TENTANG ALLAH BERKAITAN HAL DAN KEADAAN YANG TIDAK ADA...(ALLAH TIDAK BERZAT, ALLAH TIDAK BERSIFAT, ALLAH TIDAK BERNAMA DAN ALLAH RIDAK BERAFA'AL,,)

SEBENARNYA YANG TIADA (BERZAT, BERSIFAT, BERASMA' DAN BERAFA'AL ADALAH SELAIN DARI ALLAH)...

OLEH KERANA SEDANG MERASAI DIRI SENDIRI DAN SELAIN DARI ALLAH YANG BERZAT, BERSIFAT, BERASMA' DAN BERAFA'AL, MAKA SECARA TIDAK DISEDARI KITA AKAN MENYATAKAN HAL YANG BERLAWANAN DENGAN APA YANG SEDANG DIRASAI SENDIRI... SEBAGAI ALLAH (ALLAH ITU LAISA KAMISLIHI SYAIK...)

JIKA SEDANG MERASAI YANG BERZAT, BERSIFAT, BERASMA' DAN BERAFA'AL ADALAH ALLAH, SECARA AUTOMATIK DIRI SENDIRI DAN SELAIN DARI ALLAH TIADA BERZAT, TIDAK BERSIFAT, TIDAK BERASMA' DAN TIDAK BERAFA'AL..

SEBENAR YANG BERSIFAT TIADA ITU SIAPA ? ADAKAH MAKHLOK ATAU ALLAH?
YANG BERSIFAT ADA ITU SIAPA?, ADAKAH ALLAH ATAU MAKHLOK?

BAGAIMANAKAH CARA YANG HENDAK DILAKUKAN SUPAYA MENDAPAT HIDAYAH DAN PETUNJUK DARI ALLAH AGAR DAPAT MERASAKAN ADA ALLAH DISETIAP DETIK DAN MASA... ?
APABILA SEDAH DAPAT MERASAKAN ADA ALLAH, TIDAK LAGI AKAN HADZIR RASA ADA DIRI SENDIRI DAN RASA ADA SELAIN DARI ALLAH...

SEPERTI SEKARANG INI KITA SEDANG MERASAI ADA DIRI SENDIRI KITA TIDAK PERNAH DAPAT MERASAKAN ADA ALLAH, KITA CUMA TAHU ALLAH ADA, TETAPI TIDAK MERASAI ADA ALLAH KERANA SEDANG MERASAI ADA DIRI SENDIRI...

KITA HANYA TAHU YANG ALLAH ITU BERSIFAT DENGAN SIFAT ADA, TETAPI KITA TIDAK MERASAI ADA ALLAH KERANA SEDANG MERASAI ADA DIRI SENDIRI (SEBENARNYA ADA ALLAH YANG SEDANG DIANGGAP DAN DIRASAI SEBAGAI ADA DIRI SENDIRI)...

BAGAIMANAKAH KITA SEMUA HENDAK KEMBALI KEJALAM TAUHID SUPAYA TIDAK SEKUTUKAN ADA ALLAH DENGAN RASA ADA DIRI SENDIRI???

YANG LEBIH MENYEDIHKAN KITA SAMPAI MENGHURAIKAN TENTANG ALLAH SESUATU YANG TIADA KERANA SEDANG MERASAI ADA DIRI SENDIRI DAN ADA SELAIN DARI ALLAH..

SEMUGA KITA SEMUA AKAN DIBUKAKAN HIDAYAH DAN PETUNJUK OLEH ALLAH UNTUK KEMBALI BERTAUHID KEPADA ALLAH.... AMIN

Isnin, 28 April 2014

BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT

RENUNGAN MALAM INI ......
Allah swt berfirman :
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” ( Ar Ruum 41 ).
Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“ ( Dalam ayat tersebut ) Allah menjelaskan bahwa perbuatan SYIRIK dan MAKSIAT adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta ” . [Fathul Qadir: 5/475]
=======================================
Salah satu perbuatan SYIRIK yang dilakukan oleh sebagian Umat Islam adalah BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT.......
Dari Ali bin Abi Thalib Kwh : Rasulullah Saw,bersabda : “ Berfirman Allah Ta’Ala “ :
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU,barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU “
Ali bin Abi Thalib ra. menyampaikan sebuah hadits qudsi yang diperoleh oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.,Allah swt berfirman :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku,berarti dia tidak mengenal-Ku,barang siapa tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku,Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”
Ibadah adalah salah satu bentuk PENGABDIAN KEPADA ALLAH SWT dan Berdasarkan Hadist tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa barang siapa yang tidak mengenal Allah swt berarti tidak Mengabdi ( Beribadah ) kepada Allah Swt alias SYIRIK.

Rabu, 16 April 2014

Kitab TEBERUBUT " MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "

ILMU akan bermamfaat jika di amalkan dan Dasar Pemahaman ILMU HAKEKAT untuk di praktekkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah :
" MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "
SATU yang dimaksud adalah ........ Setiap Manusia memiliki RUH yang berasal dari NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Hadist Rasulullah Saw :
Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA.
Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :
Sayyidina Abu bakar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya.
Sayydina Umar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya.
Sayyidina USTMAN RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya.
Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya.
Maka....
Jika mengatakan KAFIR pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan MENGKAFIRKAN NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Jika mengatakan SESAT pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM pada seseorang maka sama dengan MENYATAKAN SESAT PADA NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN.........
Jika BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll kepada NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN........
Itu sebabnya TIDAK ADA PERDEBATAN tentang SALAH dan BENAR karena sudah tergantikan dengan KETENTUAN dan KEHENDAK ALLAH SWT..............., hadist Qudsi , Berkata Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda : Allah Swt berfirman :
Tanda pengenalan hamba-hamba-Ku di hatinya terhadap-Ku ialah dengan menyangka baik terhadap qadar-Ku, tiadalah dikeluh-kesahkannya hukum-hukum-Ku, tiadalah dirasakannya lambat kurnia-Ku dan senantiasa malu berbuat maksiat.” [HR. Dailami]

Sabtu, 5 April 2014

11 Ciri-Ciri Neraka Jahanam


11 Ciri-Ciri Neraka Jahanam

[ Orang Islam Wajib Mengetahui !!! ]

Dari Hadith Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak tahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu:

1. Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat

2. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah

3. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung

4. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah

5. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik

6. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak

7. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum

8. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular

9. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandungi lautan racun yang hitam pekat.

10. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai

11. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat

Ya Allah, ampuni dan rahmati kami , jadikanlah kami hamba-hamba Mu yang beriman, kami berlindung kepada Mu dari siksa kubur, dari siksa neraka dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al masih dajjal. Aamiin..