Pages

Memaparkan catatan dengan label Sayyidina Ali. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Sayyidina Ali. Papar semua catatan

Isnin, 28 April 2014

BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT

RENUNGAN MALAM INI ......
Allah swt berfirman :
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” ( Ar Ruum 41 ).
Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“ ( Dalam ayat tersebut ) Allah menjelaskan bahwa perbuatan SYIRIK dan MAKSIAT adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta ” . [Fathul Qadir: 5/475]
=======================================
Salah satu perbuatan SYIRIK yang dilakukan oleh sebagian Umat Islam adalah BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT.......
Dari Ali bin Abi Thalib Kwh : Rasulullah Saw,bersabda : “ Berfirman Allah Ta’Ala “ :
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU,barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU “
Ali bin Abi Thalib ra. menyampaikan sebuah hadits qudsi yang diperoleh oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.,Allah swt berfirman :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku,berarti dia tidak mengenal-Ku,barang siapa tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku,Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”
Ibadah adalah salah satu bentuk PENGABDIAN KEPADA ALLAH SWT dan Berdasarkan Hadist tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa barang siapa yang tidak mengenal Allah swt berarti tidak Mengabdi ( Beribadah ) kepada Allah Swt alias SYIRIK.

Rabu, 16 April 2014

Kitab TEBERUBUT " MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "

ILMU akan bermamfaat jika di amalkan dan Dasar Pemahaman ILMU HAKEKAT untuk di praktekkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah :
" MEMANDANG YANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU "
SATU yang dimaksud adalah ........ Setiap Manusia memiliki RUH yang berasal dari NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Hadist Rasulullah Saw :
Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA.
Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :
Sayyidina Abu bakar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya.
Sayydina Umar RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya.
Sayyidina USTMAN RA :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya.
Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya.
Maka....
Jika mengatakan KAFIR pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan MENGKAFIRKAN NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN..........
Jika mengatakan SESAT pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM pada seseorang maka sama dengan MENYATAKAN SESAT PADA NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN.........
Jika BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll pada seseorang baik MUSLIM maupun NON MUSLIM maka sama dengan BERMUSUHAN , BENCI , FITNAH, Dll kepada NUR MUHAMMAD yang terbit dari NURULLAH yang terbit dari DZAT MAHA MUTLAK ALLAH yang HIDUP dan MENGHIDUPKAN........
Itu sebabnya TIDAK ADA PERDEBATAN tentang SALAH dan BENAR karena sudah tergantikan dengan KETENTUAN dan KEHENDAK ALLAH SWT..............., hadist Qudsi , Berkata Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah Saw bersabda : Allah Swt berfirman :
Tanda pengenalan hamba-hamba-Ku di hatinya terhadap-Ku ialah dengan menyangka baik terhadap qadar-Ku, tiadalah dikeluh-kesahkannya hukum-hukum-Ku, tiadalah dirasakannya lambat kurnia-Ku dan senantiasa malu berbuat maksiat.” [HR. Dailami]

Rabu, 26 Mac 2014

Nabi Muhammad SAW Terbukti Pelindung Golongan Kristian

Media massa pada hari ini terutamanya yang berpangkalan di Barat, sama ada secara sengaja ataupun disebabkan kedangkalan minda, seringkali menggambarkan agama Islam dalam pelbagai cara yang negatif. Mereka menyogok masyarakat awam dengan pandangan yang salah bahawa gologngan Muslim mesti memerangi komuniti non-Muslim dan Nabi Muhammad (s.a.w) menyebarkan Islam dengan menggunakan pedang. Hal ini semakin melarat selepas serangan ke atas New York dan Washington pada tahun 2011 yang kini dikenali sebagai ‘9/11’. Tetapi sejarah dunia membuktikan bahawa hubungan komuniti Muslim dan Kristian pada masa lalu cukup dekat dan Nabi Muhammad (s.a.w) merupakan contoh terbaik sebagai pelindung non-Muslim semasa zaman baginda.

Hakikat ini disokong oleh seorang sejarawan terkemuka bernama De lacey O’Leary. Dalam bukunya yang berjudul “Islam at The Cross Road”, beliau menyatakan,

“Namun sejarah membuktikan bahawa lagenda Muslim fanatik yang menyebar di seluruh dunia dan memaksakan Islam menggunakan pedang ke atas bangsa-bangsa yang ditawan merupakan satu daripada mitos yang paling tidak masuk akal yang sering diulang-ulang oleh sejarawan.”

Sekiranya para non-Muslim berani membuka minda dan membaca isi Al-Quran, mereka akan dapati bahawa terdapat banyak ayat Al-Quran yang menentang keganasan. Antaranya termasuklah:

Dan perangilah kerana (menegakkan dan mempertahankan) agama Allah akan orang-orang yang memerangi kamu, dan janganlah kamu menceroboh (dengan memulakan peperangan); kerana sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang menceroboh. (Surah Al-Baqarah, ayat 190)

Tidak ada paksaan dalam agama (Islam), kerana sesungguhnya telah nyata kebenaran (Islam) dari kesesatan (kufur). Oleh itu, sesiapa yang tidak percayakan Taghut, dan ia pula beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) yang teguh yang tidak akan putus. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. (Surah Al-Baqarah, ayat 256)

Secara dasarnya, Islam tidak mengajar berperang kecuali dalam keadaan untuk mempertahankan diri. Sekalipun terlibat dalam peperangan, Islam melarang umatnya daripada melampaui batas.

.. Dalam pada itu, jika mereka membiarkan kamu (dengan tidak mengancam atau mengganggu), serta mereka tidak memerangi kamu dan mereka menawarkan perdamaian kepada kamu, maka Allah tidak menjadikan bagi kamu sesuatu jalan (yang membolehkan kamu memerangi atau menawan) mereka. (Surah An-Nisaa, ayat 90)

Nabi Muhammad (s.a.w) juga pernah memberi perlindungan kepada golongan Kristian pada masa lalu. Gambar di bawah ini merupakan sebahagian buktinya:





Pada tahun 628M, satu Piagam Perlindungan yang ditulis oleh Ali bin Abu Talib dan ditandatangani sendiri oleh Rasulullah (s.a.w) telah diberikan kepada biara St. Catherine di Bukit Sinai. Sumber gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/File:The_Patent_of_Mohammed.jpg

Kandungan catatannya merangkumi semua aspek hak asasi kemanusiaan termasuklah perlindungan untuk golongan Kristian, kebebasan beribadah dan bergerak, kebebasan untuk mereka memilih hakim sendiri, memiliki dan menyimpan harta, pengecualiaan daripada perkhidmatan ketenteraan, dan hak pelindungan semasa perang. 


Berikut merupakan terjemahan kandungan Piagam tersebut:

"Ini adalah mesej daripada Muhammad ibn Abdullah, sebagai perjanjian dengan orang-orang yang mengamalkan agama Kristian, sama ada jauh ataupun dekat, kita bersama dengan mereka.

Sesungguhnya saya, hamba-hamba, pembantu, dan pengikut saya mempertahankan mereka, kerana orang-orang Kristian juga adalah warganegara saya. Dan demi Allah! Saya bertahan terhadap apa-apa yang mengganggu mereka.

Tiada paksaan yang diberikan ke atas mereka.

Tidak ada hakim-hakim mereka yang akan dipecat daripada pekerjaan mereka dan tidak ada juga rahib mereka yang dibuang dari tempat ibadat mereka.

Tidak ada sesiapa yang akan memusnahkan rumah ibadat mereka, merosakkan, atau membawa apa-apa dari rumah ibadat mereka ke rumah-rumah orang Islam.

Sesiapa yang mengingkari perintah ini walaupun satu, dia akan merosakkan perjanjian Allah dan menderhaka kepada Rasul-Nya. Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan saya mempunyai piagam yang selamat terhadap apa yang mereka benci.

Tiada sesiapa yang akan memaksa mereka untuk melakukan perjalanan atau memaksa mereka untuk berperang.

Orang-orang Islam berjuang untuk mereka.

Jika seorang wanita Kristian berkahwin dengan seorang Muslim, dan dilakukan tanpa kemahuan beliau. Dia tidak akan dihalang daripada melawat gereja untuk berdoa.

Gereja-gereja mereka perlu dihormati. Mereka tidak boleh dihalang daripada memperbaiki diri mereka mahupun kesucian janjinya.

Tiada satu negarapun (Islam) akan melanggar perjanjian ini sehingga ke hari terakhir (akhir dunia)."

Jumaat, 21 Mac 2014

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )


Belajar MELEPAS PEMAHAMAN DAN KEYAKINAN SYAREAT......

ILMU SYAREAT dalam kehidupan sehari - hari menjadi TEMPATNYA SEGALA BENTUK PERBEDAAN terutama SUKU, AGAMA, RAS dan ADAT ISTIADAT ( SARA ) dan juga TEMPAT PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM............sehingga BERDASARKAN ILMU SYAREAT SANGAT MUSTAHIL DAN TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI GOLONGAN DALAM ISLAM BISA BERSATU.........

Namun.............. 

" DASAR " Mengamalkan ILMU HAKEKAT dalam kehidupan sehari-hari adalah " MEMANDANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU ..." 

Dengan " DASAR " itu maka tidak ada lagi PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM DAN TIDAK ADA PERBEDAAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ADAT ISTIADAT ( SARA )..........Karena pada dasarnya semua adalah SATU........sebagaimana yang dimaksud oleh Rasulullah Saw :

" Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA "

Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :

Sayyidina Abu bakar RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya "

Sayydina Umar
 RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya "

Sayyidina USTMAN RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya "

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya "

Jadi apapun perbuatan yang di lakukan seseorang kepada orang lain maka perbuatannya itu sama saja ditujukan kepada Allah swt..........

Sabtu, 8 Mac 2014

Abu Huraira R.A :Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu


Abu Huraira R.A :

" Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmu:Pertama Ialah Ilmu yg Aku Di Anjurkan Untuk Menyebarluaskan(Mengajarkan) kepada Sekalian Manusia.Dan Yg Kedua Ialah Ilmu yg Aku Tidak Di Perintahkan Untuk Menyebarluaskan(mengajarkan)kepada Manusia.Maka Apabila Ilmu Ini Aku Sebarluaskan Niscaya Engkau Sekalian Akan Memotong Leherku. “ (HR.Thabrani)

Dan lagi berkata Saidina Ali bin abi Thalib Ra :
“ Ya Tuhanku, mutiara sesuatu ilmu itu jikalau aku nyatakan dengan berterus terang nescaya akan dikatakan orang kepada aku : Engkau(Ali) adalah orang yang menyembah berhala. Dan sesungguhnya ada orang-orang Islam yang menghalalkan darahku. Mereka itu melihat perbuatan yg paling jahat yg mereka lakukan itu sebagai Perbuatan baik.”