Pages

Memaparkan catatan dengan label teberubut. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label teberubut. Papar semua catatan

Isnin, 5 Januari 2015

PERJALANAN SPIRITUAL mereka yang belajar dan mendalami ILMU MA'RIFATTULLAH

PERJALANAN SPIRITUAL mereka yang belajar dan mendalami ILMU MA'RIFATTULLAH pasti tercatat di dalam ALQURAN atau HADIST sebagai BUKTI bahwa perjalanan spiritual yang dijalaninya sudah benar di jalan yang benar.

Salah satu contohnya adalah TAWAJUH yang dilakukan oleh GURU kepada muridnya dari majelis TAREKAT tertentu dan TAWAJUH yang paling sederhana adalah dengan cara MENUTUP RAPAT - RAPAT KEDUA MATA....untuk membuktikan ADANYA YANG HIDUP pada diri tiap manusia dan bukan untuk MELIHAT TUHAN.

Dan......saat mata tertutup, awalnya terlihat GELAP GULITA.....lalu tiba - tiba atau perlahan akan melihat CAHAYA BERWARNA - WARNI YANG SANGAT BANYAK DAN SANGAT INDAH LUAR BIASA yang pasti akan membuat Takjub....., padahal mata sedang tertutup.

Lalu....Timbul pertanyaan :
" APA YANG KAMU LIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" SIAPA YANG MELIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" BISA MELIHAT KARENA HIDUP , SIAPA YANG HIDUP ?? padahal matamu tertutup seprti orang mati.
( Silahkan baca penjelasannya di KITAB TEBERUBUT )


Hal inilah yang disebut PENYAKSIAN yang terkandung dalam kalimat SYAHADAT.....dan tercantum dalam ALQURAN dan HADIST, yaitu :

Surat An Nuur 24 ayat 35 :
"Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat) , yang di dalamnya ada pelita besar (misbah). Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".

Hadits Nabi Muhammad Saw :
“ Kemudian Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh Cahaya berwarna-warni yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam Jannah, yang Cahayanya seperti Cahaya Mutiara ” (HR Bukhari)


CAHAYA - CAHAYA YANG MENAKJUBKAN ITU BUKAN TUHAN TAPI PINTU GERBANG UNTUK MASUK KEDALAM RAHASIANYA.

Ahad, 4 Januari 2015

PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.


Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

PEMAHAMAN ILMU SYAREAT berpedoman pada apa yang TERTULIS di ALQURAN dan HADIST sehingga terjadi banyak penafsiran yang terkadang saling bertentangan seperti adanya PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.
Sedangkan ......Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya.....

Jika JIWAnya menginginkan merayakan MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW maka dia akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang TIDAK MERAYAKANNYA ......begitu juga sebaliknya jika JIWAnya TIDAK INGIN MERAYAKANNYA maka dia tidak akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang MERAYAKANNYA....

Allah swt berfirman dalam surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata :
" Saya datang kepada Rasulullah saw dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau.


Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah saw, menjauhlah wahai Wabishah ! "
Saya berkata :
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka beliau pun bersabda:
" Mendekatlah wahai Wabishah, mendekatlah wahai Wabishah."


Saya mendekat ke arahnya sehingga lututku menyentuh lutut beliau, kemudian beliau bersabda :
" Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."

Saya berkata :
" Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."


Maka beliau pun bersabda :
" Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."


Saya berkata, " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah petunjuk dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa " (Musnad Ahmad, no.180001)

Selasa, 3 Jun 2014

Mintalah FATWA ( Petunjuk ) dari JIWA mu

MENGENAL DIRI itu sangat berpengaruh terhadap KEYAKINAN dan KETAQWAAN seorang Muslim.
KEYAKINAN pada ILMU HAKEKAT duduknya pada NYAWA atau JIWA karena JIWA YANG SUCI menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN sebagaimana Firman Allah swt :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.." ( ASY SYAMS 8-10 )
"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata, "Saya datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau. Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, menjauhlah wahai Wabishah ! "

Saya berkata : 
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka Rasulullah saw pun bersabda : 
" Mendekatlah wahai Wabishah "

Saya mendekat ke arah Beliau sehingga lututku menyentuh lutut Beliau, kemudian beliau bersabda :
"Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."
Saya berkata : " Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."
Maka beliau pun bersabda : " Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."
Saya berkata : " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah FATWA ( Petunjuk ) dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu Fatwa (membenarkan)." (Musnad Ahmad, no.180001)
Lalu...., Bagaimana bisa meminta FATWA pada JIWA jika TIDAK MENGENAL DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI ??

Ahad, 18 Mei 2014

Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu

Mereka yang duduk pada ILMU SYAREAT KEYAKINANNYA berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS

Sedangkan ...
Mereka yang duduk pada ILMU HAKEKAT KEYAKINANNYA tidak lagi berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS tetapi berpedoman pada DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI yang menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN LANGSUNG DARI ALLAH SWT.


Firman Allah swt dalam Alquran surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

Itu sebabnya Rasulullah Saw bersabda :
Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tenteram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada, walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)

Namun sayangnya sebagian umat islam hanya sebatas PAHAM ILMU HAKEKAT namun KEYAKINANNYA masih berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS.......maka KEYAKINAN seperti ini belum duduk pada KEYAKINAN ILMU HAKEKAT.

Dan ......Seseorang yang menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN TIDAK HARUS BERAGAMA ISLAM...., maka kenalilah DIRI SEBENAR -BENARNYA DIRI.

Ahad, 4 Mei 2014

BERSERAH DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA adalah HAKEKAT ISLAM


BERSERAH DIRI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA adalah HAKEKAT ISLAM
ALQURAN itu diturunkan untuk sekalian seluruh umat manusia dan untuk orang yang mau BERFIKIR.......namun seringkali ditemukan Firman Allah swt di dalam Alquran di TAFSIRKAN hanya untuk UMAT ISLAM saja dan tidak menyentuh untuk seluruh umat manusia.......

TAFSIR ALQURAN yang menyentuh umat manusia dan untuk orang yang mau BERFIKIR adalah TAFSIR YANG SEBENAR - BENARNYA atau HAKEKAT......., 

Misalnya :
Surat Ali Imran 19 :
“ Innaddina Indallahil Islam, ” yang artinya : " Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. "
Tafsir secara umum yang di ketahui dan dipahami oleh Umat Islam adalah :
" SESUNGGUHNYA AGAMA YANG DIREDHOI DISISI ALLAH HANYA AGAMA ISLAM "

Padahal kata " YANG DIREDHOI " adalah kata TAMBAHAN dari penafsirnya......itu sebabnya TAFSIR ALQURAN VERSI DEPARTEMEN AGAMA ( DEPAG ) seringkali berbeda dengan TAFSIR ALQURAN DARI VERSI LAINNYA .

Dan jika di TAFSIRKAN secara HAKEKAT atau YANG SEBENAR - BENARNYA dan dapat menyentuh keseluruhan umat manusia adalah :
HAKEKAT AGAMA = KETA'ATAN / KEPATUHAN .
HAKEKAT ISLAM = BERSERAH DIRI.

maka Tafsir Surat Ali Imran 19 secara HAKEKATmenjadi :
" SESUNGGUHNYA KETA'ATAN / KEPATUHAN DISISI ALLAH HANYALAH BERSERAH DIRI "

Maka Wasiat Nabi Ibrahim As kepada anak - anaknya berlaku juga untuk semua Umat Manusia :
" Wahai anak-anakku ! Sesungguhnya allah telah memilih agama ( Keta'atan / Kepatuhan ) ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan BERSERAH DIRI ( ISLAM ) "

Maka benarlah bahwa Alquran diturunkan untuk seluruh umat manusia :
Firman Allah swt :
" Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan BERSERAH DIRI (Islam)".
( Ali Imran : 102)

Dan BERSERAH DIRI itu hanya bisa di capai jika MENGENAL KEPADA SIAPA KITA BERSERAH DIRI...............itu sebabnya :
" AWAL BERAGAMA ADALAH MENGENAL TUHAN YANG MAHA ESA "

Isnin, 28 April 2014

BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT

RENUNGAN MALAM INI ......
Allah swt berfirman :
“ Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia,supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,agar mereka kembali (ke jalan yang benar) ” ( Ar Ruum 41 ).
Imam asy-Syaukaani ketika menafsirkan ayat di atas berkata:
“ ( Dalam ayat tersebut ) Allah menjelaskan bahwa perbuatan SYIRIK dan MAKSIAT adalah sebab timbulnya (berbagai) kerusakan di alam semesta ” . [Fathul Qadir: 5/475]
=======================================
Salah satu perbuatan SYIRIK yang dilakukan oleh sebagian Umat Islam adalah BERIBADAH TANPA MENGENAL ALLAH SWT.......
Dari Ali bin Abi Thalib Kwh : Rasulullah Saw,bersabda : “ Berfirman Allah Ta’Ala “ :
“ Barang siapa berharap kepada selain AKU berarti tidak mengenalKU,barang siapa tidak menegenal-KU berarti tidak mengabdi kepada KU,barang siapa tidak mengabdi kepada KU maka berarti menjadi wajiblah kemurkaanKU,barang siapa takut kepada selain KU,halal baginya pembalasanKU “
Ali bin Abi Thalib ra. menyampaikan sebuah hadits qudsi yang diperoleh oleh Baginda Rasulullah Muhammad saw.,Allah swt berfirman :
“Barangsiapa berharap kepada selain-Ku,berarti dia tidak mengenal-Ku,barang siapa tidak mengenal Ku, berarti tidak mengabdi kepada-Ku,Barangsiapa tidak mengabdi kepada-Ku, berarti telah melukai-Ku. Karena itu, dia yang Mengagungkan selain-Ku sebenarnya telah melukai dirinya sendiri.”
Ibadah adalah salah satu bentuk PENGABDIAN KEPADA ALLAH SWT dan Berdasarkan Hadist tersebut diatas menjadi sangat jelas bahwa barang siapa yang tidak mengenal Allah swt berarti tidak Mengabdi ( Beribadah ) kepada Allah Swt alias SYIRIK.

Rabu, 9 April 2014

Kitab TEBERUBUT - Apa yang menjadi PENGHALANG anda sehingga TIDAK BISA MENERIMA KEBENARAN ILMU MA'RIFATTULLAH


Pertanyaannya :
Apa yang menjadi PENGHALANG anda sehingga TIDAK BISA MENERIMA KEBENARAN ILMU MA'RIFATTULLAH......??
Selain karena BELUM MENDAPAT HIDAYAH ALLAH SWT dan BELUM ADA KETERANGAN ( ILMUNYA ) YANG SAMPAI PADANYA, hal lain yang menjadi PENGHALANG seseorang TIDAK BISA MENERIMA KEBENARAN ILMU MA'RIFATTULLAH adalah karena " FANATIK PADA ILMU SYAREAT dan atau HARUS SEMPURNA DAHULU ILMU SYAREATNYA ".
FANATIK PADA ILMU SYAREAT memang akan menjadi DINDING PENGHALANG YANG PALING BESAR , PALING TINGGI DAN PALING TEBAL bagi seseorang untuk bisa menerima kebenaran ILMU MA'RIFATTULLAH khususnya untuk PEMAHAMAN YANG MENDALAM dan PEMAHAMAN YANG RAHASIA dan DIRAHASIAKAN.
Fanatik pada Ilmu Syareat itu adalah sikap yang segala sesuatunya harus ada dalil Alquran dan Hadist SAHIH yang TERTULIS.......jika tidak ada dalilnya maka BID'AH dan BID'AH itu SESAT ......( titik tidak pakai koma )
Sebagai Contoh :
Tidak ada satupun dalil di dalam ALQURAN yang menyebut tentang NUR MUHAMMAD dan semua hadist tentang NUR MUHAMMAD sudah dinyatakan PALSU yang diantaranya adalah :
Rasulullah Saw :
" Yang pertama dijadikan Allah ialah nur Nabi engkau wahai Jabir". Diriwayatkan oleh 'Abd al-Razzaq dengan sanadnya dari Jabir bin 'Abd Allah dengan lafaz : Katanya: Aku berkata : Wahai Rasulullah,Kedua orang tua hamba menjadi tebusan, beritahu kepada hamba tentang perkara terawal yang dijadikan Allah sebelum segala sesuatu. Jawab Baginda : Wahai jabir, sesungguhnya Allah jadikan sebelum segala sesuatu nur Nabi engkau dari Nur-Nya ".
Diriwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, " Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan? Rasulullah menjawab : " Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."
Padahal.......
PEMAHAMAN NUR MUHAMMAD adalah KUNCI PEMBUKA yang UTAMA agar bisa memahami Pemahaman tentang MENGENAL DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI dan PEMAHAMAN KALIMAT ALLAH yang menjadi PEMAHAMAN DASAR ILMU MA'RIFATTULLAH yang harus di ketahui dan di pahami karena hukumnya FARDHU AIN bagi setiap muslim yang sudah dewasa dan berakal sehat.
Jadi......Jika seseorang bisa menerima kebenaran tentang Pemahaman NUR MUHAMMAD maka dia telah MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT.......
Lalu bagaimana jika HARUS SEMPURNA DAHULU ILMU SYAREATNYA baru kemudian belajar dan menerima ILMU MA'RIFATTULLAH ......??
Untuk diketahui Nabi Muhammad Rasulullah saw menyempurnakan SYAREAT membutuhkan waktu 22 tahun lebih............

Ahad, 23 Mac 2014

Kitab TEBERUBUT - SHOLAT adalah salah satu IBADAH DALAM ILMU SYAREAT

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

( Silahkan baca status sebelumnya, sebelumnya, sebelumnya lagi, sebelumnya lagi....truuuuuus baca status sebelumnya lagi supaya NYAMBUNG, supaya PAHAM dan gak komen seperli orang LINGLUNG..)

SHOLAT adalah salah satu IBADAH DALAM ILMU SYAREAT yang wajib di dirikan oleh setiap umat islam ......

Mendirikan SHOLAT dalam ILMU SYAREAT itu karena KEWAJIBAN, karena TAKUT DOSA dan BERHARAP PAHALA serta karena TAKUT NERAKA dan BERHARAP SORGA..........( Hukumnya SYIRIK ).......Itu sebabnya 72 golongan dalam Islam yang ada di ILMU SYAREAT dijamin masuk NERAKA oleh RASULULLAH SAW.

Namun .......

SHOLAT dalam ILMU HAKEKAT itu di dirikan karena ALLAH SWT semata yang didirikan dengan ke IHKLAS an, Ke TA'AT an dan untuk MENGINGATNYA yang terbungkus dalam TAUHID yang berlandaskan ILMU MA'RIFATTULLAH.

Jumaat, 21 Mac 2014

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )


Belajar MELEPAS PEMAHAMAN DAN KEYAKINAN SYAREAT......

ILMU SYAREAT dalam kehidupan sehari - hari menjadi TEMPATNYA SEGALA BENTUK PERBEDAAN terutama SUKU, AGAMA, RAS dan ADAT ISTIADAT ( SARA ) dan juga TEMPAT PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM............sehingga BERDASARKAN ILMU SYAREAT SANGAT MUSTAHIL DAN TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI GOLONGAN DALAM ISLAM BISA BERSATU.........

Namun.............. 

" DASAR " Mengamalkan ILMU HAKEKAT dalam kehidupan sehari-hari adalah " MEMANDANG SATU ADA PADA YANG BANYAK DAN MEMANDANG YANG BANYAK ADA PADA YANG SATU ..." 

Dengan " DASAR " itu maka tidak ada lagi PERBEDAAN GOLONGAN DALAM ISLAM DAN TIDAK ADA PERBEDAAN SUKU, AGAMA, RAS DAN ADAT ISTIADAT ( SARA )..........Karena pada dasarnya semua adalah SATU........sebagaimana yang dimaksud oleh Rasulullah Saw :

" Barang siapa melihat kepada sesuatu dan tidak dilihatnya ALLAH didalam sesuatu itu maka penglihatannya itu BATHIL yaitu SIA-SIA "

Yang selanjutnya di perkuat lagi oleh para sahabat :

Sayyidina Abu bakar RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat Allah sebelumnya "

Sayydina Umar
 RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan kulihat ALLAH sesudahnya "

Sayyidina USTMAN RA :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan ALLAH besertanya "

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu :
" Tidak aku lihat sesuatu melainkan aku lihat ALLAH didalamnya "

Jadi apapun perbuatan yang di lakukan seseorang kepada orang lain maka perbuatannya itu sama saja ditujukan kepada Allah swt..........

Khamis, 20 Mac 2014

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

Ketika anda bisa menerima kebenaran adanya MUHAMMAD dan IBLIS / SETAN pada diri sendiri ....maka pada saat itulah anda telah MELEPAS PEMAHAMAN SYAREAT ............

Dan ketika anda MEYAKINI KEBENARAN adanya MUHAMMAD dan IBLIS / SETAN pada diri sendiri ....maka pada saat itulah anda telah MELEPAS KEYAKINAN SYAREAT ............

Dan ketika anda telah mampu BERDIALOG dengan MUHAMMAD yang ada pada diri sendiri dan mengikutinya........maka pada saat itulah anda telah duduk di ILMU HAKEKAT yang TETAP UTUH JASAD KETIKA MATI..........

Kesemuanya hanya bisa di capai dengan JIWA YANG SUCI ........

Firman Allah Swt,Al Quran ASY SYAMS 8-10 :

" Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

Dan hanya dengan JIWA YANG SUCI saja bisa mencapai JIWA YANG TENANG.....

firman Allah swt dalam alquran surat Al FAJR 27-30 ,Yaitu :

" Hai JIWA yang tenang,kembalilah kepada Tuhanmu dengan HATI yang PUAS lagi di RIDHOI NYA,maka masuklah kedalam Jama'ah hamba-hamba KU dan masuklah kedalam SURGAKU."

Dan IBADAH DALAM ILMU SYAREAT itu adalah SHOLAT, PUASA di bulan RAMADHAN, ZAKAT dan NAIK HAJI yang kesemuanya BUKAN IBADAH UNTUK MENSUCIKAN JIWA..............itu sebabnya banyak yang SHOLAT TETAPI MENDAPAT CELAKA........