Pages

Memaparkan catatan dengan label ingkar. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label ingkar. Papar semua catatan

Khamis, 19 Mei 2016

Kisah ikan mencari air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berkelah di tepi sungai. Si ayah kemudian mengambil bekal air dan meminumnya.

"Segar betul air ni..", si ayah berkata kepada anaknya.

“Air ini ciptaan Allah yang luar biasa, ia boleh menghilangkan dahaga dan menambahkan tenaga. Air adalah sumber kehidupan makhluk yg hidup di muka bumi ini, tanpa air semua makhluk hidup akan mati.”

Pada saat yang sama, seekor ikan mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ia menjadi gelisah dan ingin tahu apakah yang dikatakan air itu, yang kedengarannya segar, ciptaan Allah yang luar biasa, dapat menghilangkan dahaga dan menambah tenaga, dan sumber kehidupan makhluk hidup, serta tanpa air semua makhluk hidup akan mati.

Ikan itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hei, tahukah kamu di manakah air ? Aku telah mendengar perbualan manusia yang luar biasa tentang air.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui di mana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air dan bertemu dengan temannya Si Katak.

Si Ikan bertanyakan hal yg sama kepada Si Katak, “Katak, tahukah kamu di manakah air ?”

Katak pun tertawa dan menjawab , “Tak usah gelisah temanku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu tidak menyedari kehadirannya. Memang benar, air itu luar biasa, sumber kehidupan dan tanpa air kita akan mati. Tetapi untuk mengetahuinya mari ikut aku..", Si katak melompat ke atas daun teratai diikuti oleh ikan.

"Hap...hap...hap aku disini tidak boleh bernafas..", kata ikan, dan ikan pun melompat kembali ke dalam air sungai. Akhirnya ikan tersebut memahami apa itu air, dan air itu memang luar biasa dan sumber kpd kehidupannya.

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan, mencari ke sana ke mari tentang kehidupan dan kebahagiaan, walhal dia sedang menjalaninya dan menyelaminya, bahkan kebahagiaan sedang mengelilinginya sehingga dia sendiri tidak menyedarinya.

Nikmat Allah itu seperti air di sekeliling ikan, sangat banyak meliputi kehidupan kita, sehingga kita terkadang tak sedar bahawa semuanya adalah nikmatNya. Kita mengeluh mendapat musibah, padahal kita tidak pernah bersyukur atas nikmat yang tak terhingga.

Kita merasakan nikmat sihat bila kita sakit,

Kita merasakan nikmat kaya, setelah kita jatuh miskin,

Kita merasakan nikmat kasih sayang setelah orang yg dekat dgn kita tiada,

Seperti ikan merasakan nikmat air ketika dia di daratan.

Firman Allah : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nkmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
( Ibrahim, ayat 34)

Jumaat, 4 April 2014

MARI BER-SYUKUR.


MARI BER-SYUKUR.

Marilah kita saling mengingatkan untuk senantiasa mensyukuri segala Nikmat-Nya, agar kita tidak termasuk orang-orang yang Dzalim apalagi yang Kufur Nikmat.

Allah ber-Firman: 

"Allah telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung Nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya Manusia itu sangat Dzalim lagi sangat mengingkari [Kufur Nikmat]". [Ibrahim 34].

"Mereka mengingkari Nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka bersenang-senang dalam kekafiran. Kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatannya". [Al-Ankabuut 66].

Betapa berlimpah & tak terhingganya Nikmat Allah sehingga kita tidak akan mampu untuk menghitungnya.

“Jika kamu menghitung-hitung Nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”. [An-Nahl 18].

"Jika kamu menghitung Nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya". [Ibrahim 34].

Namun meskipun kita telah menerima Nikmat-Nya secara berlimpah, terkadang atau bahkan seringkali kebanyakan dari kita terlupa atau lalai untuk mensyukurinya.

"Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai Karunia yang dilimpahkan atas Manusia, akan tetapi kebanyakan Manusia tidak ber-syukur". [Al-Mu'min 61].

Pada dasarnya cara ber-syukur yang benar adalah: 

•| SYUKUR DENGAN HATI. 
Mengakui bahwa semua Nikmat datangnya dari Allah berdasar Ketetapan-Nya.

•| SYUKUR DENGAN LISAN. 
Mengucap rasa syukur Alhamdulillah atas segala Nikmat-Nya.

•| SYUKUR DENGAN AKSI. 
Meningkatkan Amal Ibadah & Amal Shaleh sebagai wujud dari rasa ber-syukur yang sebenarnya.

Allah ber-Firman:

"Apa saja Nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya". [An Nahl 53].

Oleh sebab itu syukurilah segala Nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, niscaya kitapun akan mendapat balasan serta tambahan Nikmat.

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya jika kamu ber-Syukur, pasti Kami akan menambah Nikmat kepadamu". [Ibrahim 7].

"Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang ber-Syukur". [Ali-Imran 145].

Semoga kita semua tidaklah termasuk golongan orang-orang yang ingkar akan segala Nikmat-Nya. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].