Pages

Memaparkan catatan dengan label nikmat. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label nikmat. Papar semua catatan

Selasa, 15 Ogos 2017

KISAH SEBIJI TEMBIKAI

Seorang lelaki soleh pulang ke rumah dengan membawa sebiji tembikai (ada orang panggil timun Cina ) . Dia membeli buah itu dari sebuah pasar. Isterinya membelah tembikai itu dan merasanya: "tawar". Lalu isterinya terus-terusan merungut.

Melihat isterinya yg merungut itu, suami berkata: "Saya membeli tembikai itu dari pasar"

Isteri: "Saya tau"

Suami: "Pada pendapat awak, semasa saya membeli tembikai tadi, saya nak yang manis atau yang tawar?"

Isteri: " Tentulah yang manis"

Suami:" Ketika penjual sedang menjual tadi, agaknya mereka nak menjual yang manis atau yang tawar?"

Isteri: "Tentulah mereka ingin menjual yg manis"

Suami terus lagi bertanya: " Ketika peraih (org tengah) ingin menjual kepada penjual di pasar, mereka agaknya ingin menjual yang manis atau yang tawar?"

Isteri: "Mesti yang manis"

Si suami diam sejenak...

Kemudian dia menyambung." Ketika pekebun menanam tembikainya, adakah dia mahu tembikai yang tumbuh nanti manis atau tawar?"

Isteri: " Tentu yang manis, pastinya."

Suami:" Ketika awak membelah buah ini tadi, awak inginkan yang manis atau yang tawar?"

Isteri: "Mesti saya ingin yang manis. Kenapa dengan semua soalan ini?" soal isteri.

Orang soleh itu tersenyum pada isterinya. Lalu dia berkata:

"Ketika semua orang inginkan buah yang manis, sebaliknya pula yang berlaku. Buah tembikai itu tawar rasanya!"

Isteri orang soleh itu terdiam.

Marahkan siapa?

'Jadi ketika awak marah tentang rasa tembikai yang tawar, awak sebenarnya marahkan siapa? Bukankah semua orang inginkan buah yang manis. Tetapi kuasa Allah memutuskan buah itu tawar rasanya, Jadi awak marahkan siapa? Marahkan saya yg membeli, atau penjual yang menjual atau awak yang membelah atau pekebun yg menanam? Atau Allah yang menentukan rasa tawar?"

Adab ketika makan: Janganlah kita mengecam, mengutuk makanan walaupun makanan itu tidak sedap. Kalau kita tak suka, kita tinggalkan sahaja.

Pengajarannya: Kita perlu faham bahawa rezeki kita dapat yang manis atau tawar, sedap atau tidak, semuanya ditentukan Allah. Jika kita mengecamnya, ramai orang akan terasa hati. Mungkin emak atau isteri yang memasak terasa hati. atau mungkin ayah yang membeli terasa hati. Dan lebih-lebih lagi tanpa kita sedar, kita seolah-olah "mengecam" Allah yg mengurniakan rezeki itu kepada kita.

Jika kita tidak bersyukur dengan yang sedikit, mana mungkin kita akan bersyukur dengan yang banyak.

" PEDOMAN "HANYA KERANA SEBIJI TEMBIKAI, KITA MERUNGUT KEPADA ALLAH TA'ALA""

Khamis, 19 Mei 2016

Kisah ikan mencari air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berkelah di tepi sungai. Si ayah kemudian mengambil bekal air dan meminumnya.

"Segar betul air ni..", si ayah berkata kepada anaknya.

“Air ini ciptaan Allah yang luar biasa, ia boleh menghilangkan dahaga dan menambahkan tenaga. Air adalah sumber kehidupan makhluk yg hidup di muka bumi ini, tanpa air semua makhluk hidup akan mati.”

Pada saat yang sama, seekor ikan mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ia menjadi gelisah dan ingin tahu apakah yang dikatakan air itu, yang kedengarannya segar, ciptaan Allah yang luar biasa, dapat menghilangkan dahaga dan menambah tenaga, dan sumber kehidupan makhluk hidup, serta tanpa air semua makhluk hidup akan mati.

Ikan itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hei, tahukah kamu di manakah air ? Aku telah mendengar perbualan manusia yang luar biasa tentang air.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui di mana air itu, si ikan semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air dan bertemu dengan temannya Si Katak.

Si Ikan bertanyakan hal yg sama kepada Si Katak, “Katak, tahukah kamu di manakah air ?”

Katak pun tertawa dan menjawab , “Tak usah gelisah temanku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu tidak menyedari kehadirannya. Memang benar, air itu luar biasa, sumber kehidupan dan tanpa air kita akan mati. Tetapi untuk mengetahuinya mari ikut aku..", Si katak melompat ke atas daun teratai diikuti oleh ikan.

"Hap...hap...hap aku disini tidak boleh bernafas..", kata ikan, dan ikan pun melompat kembali ke dalam air sungai. Akhirnya ikan tersebut memahami apa itu air, dan air itu memang luar biasa dan sumber kpd kehidupannya.

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan, mencari ke sana ke mari tentang kehidupan dan kebahagiaan, walhal dia sedang menjalaninya dan menyelaminya, bahkan kebahagiaan sedang mengelilinginya sehingga dia sendiri tidak menyedarinya.

Nikmat Allah itu seperti air di sekeliling ikan, sangat banyak meliputi kehidupan kita, sehingga kita terkadang tak sedar bahawa semuanya adalah nikmatNya. Kita mengeluh mendapat musibah, padahal kita tidak pernah bersyukur atas nikmat yang tak terhingga.

Kita merasakan nikmat sihat bila kita sakit,

Kita merasakan nikmat kaya, setelah kita jatuh miskin,

Kita merasakan nikmat kasih sayang setelah orang yg dekat dgn kita tiada,

Seperti ikan merasakan nikmat air ketika dia di daratan.

Firman Allah : “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nkmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
( Ibrahim, ayat 34)

Selasa, 4 November 2014

KALAM SAIYYIDINA UMAR AL-KHATTAB

KALAM SAIYYIDINA UMAR AL-KHATTAB

“Nikmat Yang Paling Berharga Selepas Nikmat Iman Dan Islam, Adalah Memiliki SAHABAT Yang Soleh. Jika Kamu Mendapati Kewujudan Kasih Sayang Antara Kamu Dengannya, Maka Peganglah Ia Bersungguh-Sungguh.”—

*Kenalilah SAHABAT anda....ketika bersendirian DIAlah penghibur anda....Takkan mungkin SAHABAT anda meninggalkan anda ketika anda bersendirian dalam KUBUR ketika semua ahli keluarga anda meninggalkan anda kerana anda dan dia adalah sepasang merpati sejoli,sentiasa bersama sehidup semati...

Jumaat, 4 April 2014

TENTERAM & TERSENYUM DIKALA MENGHADAPI UJIAN.


TENTERAM & TERSENYUM DIKALA MENGHADAPI UJIAN.

Seseorang yang ber-Iman selalu punya cara tersendiri untuk menata Hatinya dikala menghadapi berbagai ujian-Nya yang kadang datang bagai siang & malam.

"Apakah Manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan 'kami telah ber-Iman' sedang mereka tidak di-uji lagi?". [Al-Ankabuut 2].

"Kami coba mereka dengan Nikmat yang baik-baik dan Bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran". [Al-A'raaf 168].

Begitulah Hati orang ber-Iman yang selalu tenteram & tersenyum karena ia mampu memahami & meyakini semua Firman-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

"Al-Quran ini adalah Pedoman bagi Manusia, Petunjuk dan Rahmat bagi kaum yang meyakini". [Al-Jaatsiyah 20].

Fisiknya mungkin lelah, pikirannya mungkin penat, tapi tidak dengan hatinya yang senantiasa yakin bahwa semua ujian pastilah akan sebatas kesanggupannya.

Allah ber-Firman : 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". [Al-Baqarah 286].

“Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar kesanggupannya". [Al-An’aam 152].

“Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya". [Al-Mu’minun 62].

Berbagai ujian, kesedihan maupun kegembiraan akan selalu datang silih berganti, namun seseorang yang ber-Iman akan selalu tenteram & tersenyum dalam menghadapi situasi & kondisi seperti apapun.

Allah ber-Firman:

"Orang-orang ber-Iman dan Hati mereka menjadi tenteram dengan Mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan Mengingat Allah-lah Hati menjadi tenteram". [Ar-Ra'd 28].

"Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Sabar-lah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu". [Ali-Imran 200].

"Maka ber-Sabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar". [Ar-Ruum 60].

Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

"Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran kepadamu dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan Ketaatan kepada-Nya". [Az-Zumar 2].

Semoga kita semua mampu untuk senantiasa tenteram & tersenyum didalam menghadapi segala bentuk ujian-Nya. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].

TEGAR & SABAR MENGHADAPI UJIAN.


TEGAR & SABAR MENGHADAPI UJIAN.

Al-Quran menjelaskan bahwa didalam Kehidupan ini akan datang cobaan silih berganti sebagai ujian bagi orang-orang yang ber-Iman.

Allah ber-Firman:

“Apakah Manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah ber-Iman”, sedang mereka tidak di-uji lagi?”. [Al-Ankabuut 2].

“Kami akan menguji dengan Kebaikan dan Keburukan”. [Al-Anbiyaa 35].

"Kami coba mereka dengan Nikmat yang baik-baik dan Bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran". [Al-A'raaf 168].

Oleh sebab itu senantiasalah tegar & sabar ketika menghadapi berbagai permasalahan atau kesulitan.

•| SEBATAS KESANGGUPAN

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. [Al-Baqarah 286].

•| LEMAH & BERSEDIH

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang ber-Iman”. [Ali-Imran 139].

•| KEMUDAHAN

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. [Al-Insyirah 5-6].

•| SEMUA YANG TERBAIK

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. [Al-Baqarah 216].

•| JALAN KELUAR

“Barangsiapa yang ber-Taqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. [Ath-Thaalaaq 2].

•| TAWAKKAL

“Kepunyaan Allah-lah apa yang gaib dilangit dan dibumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan semua urusan, maka sembahlah Dia dan ber-Tawakkal-lah kepada-Nya”. [Hud 123].

•| SABAR

“Ber-Sabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah”. [Luqman 17].

Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya.

"Al-Quran ini adalah Pedoman bagi Manusia, Petunjuk dan Rahmat bagi kaum yang meyakini". [Al-Jaatsiyah 20]. 

Semoga kita semua mampu untuk senantiasa tegar & sabar ketika menghadapi semua Ketetapan-Nya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

MARI BER-SYUKUR.


MARI BER-SYUKUR.

Marilah kita saling mengingatkan untuk senantiasa mensyukuri segala Nikmat-Nya, agar kita tidak termasuk orang-orang yang Dzalim apalagi yang Kufur Nikmat.

Allah ber-Firman: 

"Allah telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung Nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya Manusia itu sangat Dzalim lagi sangat mengingkari [Kufur Nikmat]". [Ibrahim 34].

"Mereka mengingkari Nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka bersenang-senang dalam kekafiran. Kelak mereka akan mengetahui akibat perbuatannya". [Al-Ankabuut 66].

Betapa berlimpah & tak terhingganya Nikmat Allah sehingga kita tidak akan mampu untuk menghitungnya.

“Jika kamu menghitung-hitung Nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”. [An-Nahl 18].

"Jika kamu menghitung Nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya". [Ibrahim 34].

Namun meskipun kita telah menerima Nikmat-Nya secara berlimpah, terkadang atau bahkan seringkali kebanyakan dari kita terlupa atau lalai untuk mensyukurinya.

"Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai Karunia yang dilimpahkan atas Manusia, akan tetapi kebanyakan Manusia tidak ber-syukur". [Al-Mu'min 61].

Pada dasarnya cara ber-syukur yang benar adalah: 

•| SYUKUR DENGAN HATI. 
Mengakui bahwa semua Nikmat datangnya dari Allah berdasar Ketetapan-Nya.

•| SYUKUR DENGAN LISAN. 
Mengucap rasa syukur Alhamdulillah atas segala Nikmat-Nya.

•| SYUKUR DENGAN AKSI. 
Meningkatkan Amal Ibadah & Amal Shaleh sebagai wujud dari rasa ber-syukur yang sebenarnya.

Allah ber-Firman:

"Apa saja Nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya". [An Nahl 53].

Oleh sebab itu syukurilah segala Nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, niscaya kitapun akan mendapat balasan serta tambahan Nikmat.

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya jika kamu ber-Syukur, pasti Kami akan menambah Nikmat kepadamu". [Ibrahim 7].

"Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang ber-Syukur". [Ali-Imran 145].

Semoga kita semua tidaklah termasuk golongan orang-orang yang ingkar akan segala Nikmat-Nya. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].