Pages

Memaparkan catatan dengan label guru. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label guru. Papar semua catatan

Rabu, 25 April 2018

Pengalaman itu bersumber langsung dari SANG MAHA GURU

SANG MAHA GURU

Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.

Saudara-saudariku seiman.

Tidak setiap praktek bisa diteorikan, namun setiap teori bisa dipraktekkan.

Mengapa?

Karena tidak semua praktek itu masuk akal (atau umum), bahkan sering ajaib dan aneh-aneh (atau khusus), sehingga sulit untuk diteorikan.

Sementara teori adalah hal-hal yang telah baku dari kesepakatan beragam praktek yang masuk akal (atau umum), sehingga teori mudah dipraktekkan.

Dan praktek sering kita sebut sebagai pengalaman, sementara teori sering kita sebut sebagai pelajaran.

Maka sering kita dengar kalimat, "Pengalaman harus dijadikan pelajaran", dan tidak pernah kita dengar kalimat, "Pelajaran harus dijadikan pengalaman".

Dan pengalaman yang sifatnya khusus sering diajarkan para Guru secara langsung kepada muridnya tanpa bumbu-bumbu teori (atau mereka mengajarkannya dengan praktek langsung), karena memang pengalaman yang sifatnya khusus itu sering berbenturan dengan teori-teori yang baku, sehingga pengalaman yang khusus itu pun sulit untuk dijadikan teori yang baru (karena dianggap tidak umum atau tidak masuk akal).

Contoh: MESIN WAKTU, atau mesin yang dapat membawa kita ketempat dan kewaktu yang lain.

Sepintas MESIN WAKTU ini memang sesuatu yang tidak masuk akal, namun Kakek saya dengan media pohon pisang dan Guru saya dengan media sajadah mampu pindah ketempat dan kewaktu yang lain, bahkan Nabi saya dengan media hewan mampu mengelilingi bumi dan langit bahkan sampai bertemu Tuhan.

Dan memang sampai kapan pun MESIN WAKTU ini hanya akan menjadi wacana yang tidak bisa diteorikan sehingga tidak bisa dipraktekkan secara umum, dan walaupun ada teorinya namun yang menteorikan bukan orang-orang yang pernah mengalami perpindahan tempat dan waktu tersebut, sehingga teorinya selalu salah dan selamanya MESIN WAKTU ini hanya menjadi wacana.

Dan inilah contoh pengalaman (atau praktek) yang tidak bisa diteorikan, karena sifatnya khusus, sehingga yang bisa mempraktekkannya-pun hanya orang-orang khusus.

Saudaraku.

Pengalaman sesungguhnya merupakan salah satu dari beragam jenis PETUNJUK.

Dan jika kita ikuti petunjuk itu, atau pengalaman itu kita jadikan pelajaran dengan penuh keyakinan, niscaya banyak kebaikan dan keajaiban yang akan kita dapatkan.

Sebab pengalaman itu bersumber langsung dari SANG MAHA GURU.

Sementara teori masih bersumber dengan perantara seorang Guru.

Dan SANG MAHA GURU tidak pernah salah, bahkan sekali mengajarkan tidak butuh banyak teori alias langsung jadi.

Sebab SANG MAHA GURU adalah Sang Maha dari segala Maha, atau Sang Pemilik KUN FA YAKUN, yang telah memberikan salah satu petunjuk-Nya kepada kita berupa pengalaman.

Sehingga orang yang selalu mengambil pelajaran dari pengalamannya, maka dialah orang yang selalu belajar dengan SANG MAHA GURU.

Dan dia pula-lah Si Murid Sejati SANG MAHA GURU, yang akhirnya akan selalu pasrah total menyerahkan dirinya kepada SANG MAHA GURU dengan menjadikan SANG MAHA GURU-nya sebagai Tuhan sesembahan-nya (seperti yang telah dilakukan Rosulullah Muhammad Shollallahu 'Alaihi Wa Sallam kepada SANG MAHA GURU-nya yaitu ALLAH).

Saudaraku.

Belajar dari Pengalaman, sama saja belajar dengan TUHAN, yang kita sebut sebagai SANG MAHA GURU.

Semoga saudara semua paham.

Aamiin.

Terimakasih.

Wassalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh.

Selasa, 11 April 2017

Carilah sahabat atau guru yang mengeluarkan dirimu daripada kelalaian terhadap ALLAH

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Carilah sahabat atau guru yang mengeluarkan dirimu daripada kelalaian terhadap ALLAH, bukannya yang membuatkanmu keletihan (akan hal2 dunia).

Orang yang menunjukkanmu amal sedangkan tidak menunjukkanmu ingat pada ALLAH adalah mereka yang meletihkanmu.

Orang yang menunjukkan jalan ke Dunia adalah orang yang menipumu dan orang yang menunjukkanmu pada jalan ALLAH adalah orang yang memberi nasihat padamu.

Isnin, 20 Mac 2017

Janganlah kalian "terhijab" dengan guru dan perguruan

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 💓

Duhai para Salik,

Janganlah kalian "terhijab" dengan guru dan perguruan. Kerana semuanya harus didasari dengan obsesi NUR MUHAMMAD yang tiada berbelah bagi.

Kelak, andai kalian sudah berada dalam titik musyahadah itu, pastikan "ada" bersama MUHAMMAD.

Jika benar "ada MUHAMMAD", pastikan kalian tidak terluput ingatan dalam mentakzimkan guru dan sanad perguruan, walaupun sesaat. 

Jika benar begitu, jangan lupa untuk kekal dalam "Rabitah NUR ALA NUR"; antara kalian dengan guru dan sanad, dan juga antara kalian dengan semua ahbab dan jemaah, bahkan kepada semua umat Nabi Muhammad SAW.

Jika benar begitu, maka teruskan gerak kerja dakwah "NUR ala NUR" ini, walau dalam apa bidang sekalipun. Tidak lagi terikat dengan sistem dan adat, tetapi mengikat dengan Cinta (pada Rasulullah SAW) dan Adab (pada Guru), sehingga benar-benar dianugerahkan JIWA FAQIR  (pada Allah SWT).

Semoga kalian dapat memegang tangan Nabi Muhammad SAW dan kucupan Baginda Nabi SAW menerpa di dahi kalian.

Kalau pada saat itu, diri ini tiada bersama-sama, mohon dibisikkan pada Baginda Nabi SAW untuk mencari ku. Mudah-mudahan diri ku terselamat dengan asbab barakah kalian jua, yang menyambung dengan syafaat Baginda SAW.

Fahamilah, perjalanan ini adalah untuk dianugerahkan. Bukan untuk kita mencapai apa-apa.

Tenanglah, dalam segala perkara. Samada putih atau hitam. Samada gelap atau cahaya.

Pastikan anak-anak kalian dididik untuk menjadi auliya Allah SWT. Tiada lain.

Diri kalian adalah obor yg menyinari jiwa rohani umat manusia, yang Muslim maupun selainnya.

Allah SWT berkati segala mujahadah yg kalian lakukan. Asalkan JUJUR kepada-Nya dan Solawat yg tidak kunjung putus; maka kalian pasti akan mendapatkan hasilnya.

Selalu ziarah maqam auliya, supaya dapat limpahan NUR daripada keberkatan yang ada pada mereka.

Jangan putus asa utk mencantas dahan iblis dalam  hati kalian iaitu "rasa mulia diri". Nescaya kalian pasti akan diselamatkan drpd sebarang kegelinciran dan tipu daya, samada yg nyata disedari atau yg tersembunyi tanpa disedari.

Jangan impikan utk dikenali. Melainkan Allah SWT yang menjadikan kalian tersohor. Bergerak dalam gerak Allah dan tadbirNya.

Ingatlah bahawa hidup kalian adalah tidak lain, melainkan hanya utk menyatakan WUJUD-NYA, TADBIR-NYA & MUTLAK PEMILIKAN-NYA terhadap segala-galanya.

Al-Fatihah.

Wallahu A'lam.

Isnin, 9 Januari 2017

GURU YANG BERSANAD

GURU YANG BERSANAD
Ilmu bersanad

Kata Syeikh Muhammad Fuad Kamaludin Al-Maliki

"Talaqqi adalah sunnah. Dan pada hari ini, talaqqi telah mula tidak diamalkan."

"Ilmu diambil dari guru ke guru."

"Antara beza ilmu Islam dengan ilmu orang kafir ialah talaqqi. Bukan melalui kajian dan penyelidikan."

"Talaqqi adalah warisan. Pada hari ini, cara ini telah diubah oleh orang-orang yang mengagungkan orang Barat."

"Para Sahabat mengambil ilmu dari lidah RasuluLlah ﷺ, diambil dari Jibril alaihissallam dan diambil dari Allah Azza Wa Jalla."

"Pembacaan dan penyelidikan adalah cabang dari talaqqi."

"Apa itu talaqqi? Ambil ilmu dari guru yang ada sanadnya terus sampai kepada Nabi ﷺ."

"Kata ulama, sesungguhnya ilmu itu datang dengan cara bertalaqqi."

"Kata ulama juga, kalau nak faham agama, kena ada guru yang boleh membimbing dan membetulkan kesalahan kita."

Yang ini paling membuatkan hati al-faqir terkesan. "Kalaulah Al-Qur'an (mushaf) boleh membimbing kita, kitab hadis boleh membimbing kita, maka RasuluLlah ﷺ tidak akan risau dengan kematian para ulama. Kerana ilmu diambil dari ulama. Bukan dari kitab. Kitab hanya wasilah sahaja."

Kata Sheikh Muhammad Fuad al-Maliki lagi; "Ramai orang jadi sesat sebab dia tiada guru. Cara hendak tahu seseorang itu sesat, tengok dari segi keilmuan dia. Orang yang sesat tidak mahu belajar, menjauhkan diri dari ilmu. Kalau tidak sesat pada hari ini, maka satu hari nanti, dia pasti akan sesat kerana meninggalkan majlis ilmu.

Golongan yang kedua pula ialah, mengambil ilmu tetapi tidak secara sunnah, tanpa talaqqi dan bimbingan seorang guru, tarbiyyah dari seorang sheikh, maka mereka ini akan mengelirukan umat. Kata ulama juga, barangsiapa yang belajar tanpa Sheikh (seorang guru), maka syaitan akan menjadi Sheikhnya (gurunya)."

"Cuba berikan saya nama ulama yang mana dia menjadi ulama tanpa bimbingan dari ulama yang mengajarnya. Boleh atau tidak seorang doktor menjadi doktor tanpa dibimbing oleh seorang doktor yang menjadi guru yang mengajarkannya?

INGAT: Ulama' itu pewaris Nabi ﷺ, BUKANNYA pewaris Facebook, Whatsapp, Youtube, atau Website.!

Kredit to:
Lebai Kampung

Ahad, 13 November 2016

Rasulullah guru contoh

Rasulullah guru contoh

TIDAK semua manusia mampu memilih pekerjaan sebagai seorang guru. Tugas seorang guru sangat besar dan mulia di sisi Allah SWT.

Guru bukan sahaja mengajar dan mendidik anak muridnya akan tetapi perlu menunjukkan contoh, sikap serta tingkah laku terbaik dalam setiap aspek kehidupannya.

Rasulullah SAW pula adalah contoh guru terbaik yang pernah wujud dalam sejarah kehidupan manusia.

Banyak teladan yang Rasulullah SAW tonjolkan dan menjadi contoh kepada kita untuk diamalkan dalam kehidupan manusia hingga ke akhir hayat.

Sahabat-sahabat Rasulullah SAW amat menghargai segala pengorbanan serta tunjuk ajar yang disampaikan baginda.

Seorang murid Nabi SAW iaitu Muawiyah bin Hakam pernah menceritakan keperibadian baginda melalui hadis berikut :

“Aku tidak pernah melihat guru sebelum dan sesudah baginda yang lebih baik daripada baginda. Demi Allah, baginda tidak mengherdik, memukul ataupun mencelaku...” (Hadis Riwayat Muslim)

Hadis ini jelas menunjukkan kepada kita tentang sifat dan kemuliaan yang dimiliki oleh Rasulullah SAW sebagai seorang guru.

Baginda tidak menggunakan kekerasan seperti memukul, mengherdik dan mencela dalam mendidik murid-muridnya yang melakukan kesalahan tetapi memilih kaedah kasih sayang dalam menyampaikan ilmu.

Walaupun begitu, Rasulullah SAW tetap bersifat tegas dalam hal yang benar. Sebagai seorang pendidik, baginda juga sering mendoakan kejayaan anak-anak muridnya.

Seorang guru harus sentiasa mendoakan yang terbaik untuk anak-anak muridnya agar berjaya di dunia mahupun di akhirat. Doa seorang guru yang menyampaikan ilmu amat berkat dan makbul di sisi Allah SWT.

NUR SYAHIRAH ROSE DIN
Nilai,Negeri Sembilan

Khamis, 22 September 2016

Bicara Guru

Bicara Guru

Siapa yang datang kepadaku untuk mencari kelebihan, ia hanya akan membuang masa. Carilah Guru yang lain kerana padaku tiada apa-apa kelebihan.

Siapa yang datang kepadaku kerana ALLAH, In Sya Allah, dengan amalan dan latihan yang diberikan, perasaan cinta, rindu, asyik, takut pada Allah akan memancar pada jiwanya.

Cinta pada ibadah, khusyuk, kasih sayang pada manusia dan cinta pada agama adalah natijah dari pendidikan ini.

Di sini kami melihat tiada keutamaan membincangkan tentang karamah, kasyaf, ilham, firasat, mimpi, wali-wali ghaib, syeikh-syeikh yang hebat, perubatan, persoalan imam Mahadi dan dunia mistik yang lain.

Di sini kami melihat agenda membangunkan ummah, keimanan, kasih sayang, kefahaman, amal, mujahadah, dakwah, jihad adalah lebih besar dan utama untuk dibincangkan.

Dalam pendidikan ini, ukuran natijah kerohanian bukannya dilihat dari segi apa yang ia dapat dari alam ghaib seperti bisikan, mimpi yang hebat, karamah, firasat yang hebat, kelebihan perubatan atau persilatan.

Tetapi, ukuran kehebatan kerohaniannya yang sebenar ialah keimanan, ketaqwaan, tercabutnya mazmumah, ubudiyyah, perlaksanaan syariah, akhlak, ibadah, cinta Allah, rasul, akhirat, warak, khusyuk dalam ibadah, ketenangan menghadapi musibah, mencintai dakwah dan jihad.

Pendidikan ini untuk mereka yang mencari kefakiran diri dengan meninggalkan pakaian kesombongan dan keduniaan.

Juga untuk mereka yang mahu menghilangkan wujud diri untuk melihat wujud Diri-Nya (ALLAH).

Al Habib Syed Padzil Barakbah

Ahad, 29 Mac 2015

TAWAJUH yang dilakukan oleh GURU kepada muridnya

PERJALANAN SPIRITUAL mereka yang belajar dan mendalami ILMU MA'RIFATTULLAH pasti tercatat di dalam ALQURAN atau HADIST sebagai BUKTI bahwa perjalanan spiritual yang dijalaninya sudah benar di jalan yang benar.

Salah satu contohnya adalah TAWAJUH yang dilakukan oleh GURU kepada muridnya dari majelis TAREKAT tertentu

TAWAJUH itu adalah salah satu METODE PEMBUKA ILMU MA'RIFATTULLAH untuk MENGENAL DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI dan dari MENGENAL DIRI INI BISA MENGENAL ALLAH SWT...

TAWAJUH itu METODE PEMBUKTIAN SECARA LANGSUNG tentang adanya PENYAKSIAN sebagaimana yang dimaksud dalam SYAHADAT yaitu SIAPA YANG BERSAKSI , APA YANG DI SAKSIKAN DAN APA BUKTI ( WUJUD ) YANG DI SAKSIKAN.yang secara teoritis keilmuan di uraikan didalam KITAB TEBERUBUT pada Metode Gambar No. 6 dan No. 7

PENYAKSIAN dalam TAWAJUH ini juga untuk mengingatkan bahwa benar setiap manusia telah BERSAKSI sebagaimana yang diisyaratkan dalam Al Quran surat Al A’raf 172 :
“ Dan ( Ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak – anak adam dari sulbi mereka dan ALLAH MENGAMBIL KESAKSIAN TERHADAP JIWA MEREKA ( seraya berfirman ) : “ Bukankah AKU ini TUHANmu ? “ mereka menjawab “ “ Betul ( Engkau Tuhan kami ) , Kami menjadi saksi “. ( Kami lakukan yang demikian itu ) agar dihari kiamat kamu tidak mengatakan : “ Sesungguhnya kami ( Bani Adam ) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini ( Keesaan Tuhan )



Salah satu contohnya adalah TAWAJUH yang dilakukan oleh GURU kepada muridnya dari majelis TAREKAT tertentu dan TAWAJUH yang paling sederhana adalah dengan cara MENUTUP RAPAT - RAPAT KEDUA MATA....untuk membuktikan ADANYA YANG HIDUP pada diri tiap manusia dan bukan untuk MELIHAT TUHAN.

Dan......saat mata tertutup, awalnya terlihat GELAP GULITA.....lalu tiba - tiba atau perlahan akan melihat CAHAYA BERWARNA - WARNI YANG SANGAT BANYAK DAN SANGAT INDAH LUAR BIASA yang pasti akan membuat Takjub....., padahal mata sedang tertutup.

....Timbul pertanyaan :
" APA YANG KAMU LIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" SIAPA YANG MELIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" BISA MELIHAT KARENA HIDUP , SIAPA YANG HIDUP ?? padahal matamu tertutup seprti orang mati.

( Silahkan baca penjelasannya di KITAB TEBERUBUT )


Hal inilah yang disebut PENYAKSIAN yang terkandung dalam kalimat SYAHADAT.....dan tercantum dalam ALQURAN dan HADIST, yaitu :

Surat An Nuur 24 ayat 35 :
"Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat) , yang di dalamnya ada pelita besar (misbah). Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".

Hadits Nabi Muhammad Saw :
“ Kemudian Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh Cahaya berwarna-warni yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam Jannah, yang Cahayanya seperti Cahaya Mutiara ” (HR Bukhari)


CAHAYA - CAHAYA YANG MENAKJUBKAN ITU BUKAN TUHAN TAPI PINTU GERBANG UNTUK MASUK KEDALAM RAHASIANYA.

Jumaat, 1 Ogos 2014

KEPATUHAN DAN KESETIAAN KEPADA GURU(MURSYID) SALAH SATU DISIPLIN


KEPATUHAN DAN KESETIAAN KEPADA GURU(MURSYID) SALAH SATU DISIPLIN

Seorang yg ingin menjadi benar,patuh dan setia kpd guru selama tidak berada dalam kemungkaran dan dosa adalah satu keperluan.

Mengagungkan(menghormati)guru mursyid dengan cara mentaati perintahnya dalam soal kebaikan adalah salah satu syarat kepada ikhwan mendapatkan ilmu yang berkat dan mamfaat sebagai petunjuk menjadi orang benar.

Justeru mencari keredhaan guru adalah salah satu keperluan utama,maka murid yang bijaksana mengambil sikap menjauhi percakapan, perlakuan dan perbuatan yang menjadikan gurunya keciwa baik semasa majlis pembelajaran ilmu atau diluar majlis pengajaran gurunya.

Sayyidina Ali kr. Yang diberi gelaran oleh Rasulullah s.a.w."Babul ilmu"(pintu ilmu)patuh kepada guru dengan sangat luar biasa.Sayyidina Ali kr.pernah berkata:

"AKU ADALAH HAMBA ORANG YANG MENGAJARKU(WALAUPUN)SATU HURUF;JIKA DIA MAHU,DIA BOLEH MENJUALKU;JIKA DIA MAHU,DIA BOLEH MENJADIKANKU HAMBA;JIKA DIA MAHU DIA BOLEH MEMBEBASKANKU".
(Syeikh Zarnuji,Hamisy Syarah Ta'imul Muta'allim:Al-Hadayah:16).

Dalam sebuah sya'ir Sayyidina Ali kr:

Terjemahan:
"Aku melihat hak yang paling tinggi adalah haknya guru.
Dan hak yang paling wajib untuk menjaganya bagi setiap orang Islam.
Sesungguhnya telah nyata agar diberi hadiah kepadanya satu kemuliaan,
Kerana mengajar satu huruf sebanyak seribu dirham".
(Al-hidayah ms:16-17).

INI adalah senandung Sayyidina Ali kr.yang mengajar agar seseorang menghormati dan mentaati dan berbakti kpd guru sepenuhnya selama gurunya tidak menyuruh perkara yang di larang agama.Jika perkara yang dilarang agama di suruhnya maka wajiblah tidak melaksanakan yang diperintahnya.

Guru mursyid sebenarnya adalah jalan(thoriq)yang menghubungkan seseorang(penuntut@salik)kepada Allah SWT.Andaikata jika ada guru yang jelas mengkhianati muridnya dalam perkara harta benda dan pengajarannya atau suruhannya dan mempunyai kedudukan sebagai jalan(Thoriq)yang menghubong muridnya kepada Syaitan atau Neraka maka guru itu sudah tidak layak lagi menjadi guru maka perintahnya tidak perlu ditaati oleh sang murid malah lebih baik meninggalkannya untuk keselamatan agama dan moral dan daripada ancaman murka Allah dan azab Neraka.

Wabillahi taufiq walhifayah.
Wallahu'alam.