Pages

Memaparkan catatan dengan label taqwa. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label taqwa. Papar semua catatan

Rabu, 5 Oktober 2016

Puasa menahan hawa nafsu menuju Takwa.

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

1. Syetan, Dunia, Hawa dan Nafsu tempat masuknya melalui Panca Indera.

Syetan masuk melalui Pendengaran.

"Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa Setan-Setan itu turun? Mereka turun kepada setiap pendusta yg banyak dosa, mereka Menghadapkan PENDENGARAN (kepada Setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta."(Qs.26:221-223)

Dunia, Hawa dan Nafsu datang melalui pintu indera lainnya.

"Di jadikan terasa indah dalam Indrawi manusia cinta terhadap apa yang di inginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yg bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup Dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yg baik."(Qs.3:14)

"....Janganlah kedua Matamu berpaling dari mereka karena mengharap perhiasan kehidupan Dunia, dan janganlah engkau mengikuti orang yg Hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti Hawa Nafsunya dan keadaannya sudah melewati batas."(Qs.18:28)

"Dan janganlah engkau Tujukan pandangan Matamu kepada kenikmatan yg telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, bunga kehidupan Dunia. Agar Kami uji mereka dgn itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal."(Qs.20:131)

"Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikannya dgn itu, tetapi dia (melalui Panca indera) cenderung kepada Dunia dan mengikuti Hawa nafsunya,....(Qs.7:176)

2. Agama (Addin) tempatnya di Akal.

"Sesungguhnya Agama bagi orang yang ber-akal."(Al Hadits)

"Katakanlah; marilah aku bacakan apa yg diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dgn apapun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yg memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, janganlah kamu mendekati perbuatan yg keji, baik yg terlihat ataupun yg tersembunyi, janganlah kamu membunuh yg diharamkan Allah kecuali dgn alasan yg benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu menggunakan Akal."(Qs.6:151)

"Dan jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yg menurunkan air dari langit lalu dgn itu dihidupkannya bumi yg sudah mati? Pasti mereka akan menjawab; Allah. Katakanlah; segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak menggunakan Akal.(Qs.29:63)

3. Islam tempatnya di Dada (Shudur).

"Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah, Dia akan membukakan Dada (Shudur) nya untuk Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya sesat, Dia jadikan Dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia mendaki ke langit....(Qs.6:125)

".....orang-orang yang dibukakan Dada (Shudur) nya oleh Allah untuk Islam, dia mendapat Cahaya dari Tuhannya...."(Qs.39:22)

4. Iman tempatnya di Hati (Qolbu).

"....Orang-orang yg mengatakan dgn mulut mereka; kami telah beriman. Padahal Qolbu (Hati) nya belum beriman...."(Qs.5:41)

"Sesungguhnya orang-orang yg beriman adalah mereka apabila diingatkan kepada Allah, gemetar Qolbu (Hati) nya...."(Qs.8:2)

"Orang-orang yg beriman dan Qolbu mereka menjadi tentram dgn mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah Qolbu menjadi tenteram."(Qs.13:28)

"....Orang-orang yg tidak beriman kepada Akhirat, Qolbu mereka mengingkari, dan mereka adalah orang yg sombong."(Qs.16:22)

"Dialah yg telah menurunkan ketenangan ke dalam Qolbu orang-orang beriman untuk menambah keimanan atas keimanan mereka...."(Qs.48:4)

"Orang-orang Arab Badui berkata; kami telah beriman. Katakanlah; kamu belum beriman, tetapi katakanlah; kami telah tunduk, karena Iman belum masuk ke dalam Qolbu (Hati) mu....(Qs.49:14)

5. Ihsan tempatnya di Fuad (Mata Hati).

"Fuad (Hati) nya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.(Qs.53:11)

....Ihsan adalah beribadahlah kamu seakan-akan Melihat Allah.....(HR. Muslim)

6. Takwa tempatnya di Lubb (Akal Hati).

"....Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Takwa. Dan ber-Takwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai Lubb! (Qs.2:197)

"....maka ber-Takwa-lah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai Lubb, agar kamu beruntung.(Qs.5:100)

"....Maka ber-Takwa-lah kepada Allah wahai orang-orang yang mempunyai Lubb! Orang-orang yang beriman. Sungguh, Allah menurunkan peringatan kepadamu.(Qs.65:10)

".....Sungguh, yang paling Mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang Paling ber-Takwa.....(Qs.49:13)

Khamis, 23 April 2015

PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya

PEMAHAMAN ILMU SYAREAT berpedoman pada apa yang TERTULIS di ALQURAN dan HADIST sehingga terjadi banyak penafsiran yang terkadang saling bertentangan seperti adanya PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.

Sedangkan ......Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya.....

Jika JIWAnya menginginkan merayakan MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW maka dia akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang TIDAK MERAYAKANNYA ......begitu juga sebaliknya jika JIWAnya TIDAK INGIN MERAYAKANNYA maka dia tidak akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang MERAYAKANNYA....

Allah swt berfirman dalam surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata :
" Saya datang kepada Rasulullah saw dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau.

Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah saw, menjauhlah wahai Wabishah ! "
Saya berkata :
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka beliau pun bersabda:
" Mendekatlah wahai Wabishah, mendekatlah wahai Wabishah."

Saya mendekat ke arahnya sehingga lututku menyentuh lutut beliau, kemudian beliau bersabda :
" Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."
Saya berkata :
" Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."

Maka beliau pun bersabda :
" Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."

Saya berkata, " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah petunjuk dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa " (Musnad Ahmad, no.180001)

Ahad, 4 Januari 2015

PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.


Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

PEMAHAMAN ILMU SYAREAT berpedoman pada apa yang TERTULIS di ALQURAN dan HADIST sehingga terjadi banyak penafsiran yang terkadang saling bertentangan seperti adanya PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.
Sedangkan ......Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya.....

Jika JIWAnya menginginkan merayakan MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW maka dia akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang TIDAK MERAYAKANNYA ......begitu juga sebaliknya jika JIWAnya TIDAK INGIN MERAYAKANNYA maka dia tidak akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang MERAYAKANNYA....

Allah swt berfirman dalam surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata :
" Saya datang kepada Rasulullah saw dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau.


Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah saw, menjauhlah wahai Wabishah ! "
Saya berkata :
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka beliau pun bersabda:
" Mendekatlah wahai Wabishah, mendekatlah wahai Wabishah."


Saya mendekat ke arahnya sehingga lututku menyentuh lutut beliau, kemudian beliau bersabda :
" Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."

Saya berkata :
" Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."


Maka beliau pun bersabda :
" Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."


Saya berkata, " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah petunjuk dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa " (Musnad Ahmad, no.180001)

Selasa, 3 Jun 2014

Mintalah FATWA ( Petunjuk ) dari JIWA mu

MENGENAL DIRI itu sangat berpengaruh terhadap KEYAKINAN dan KETAQWAAN seorang Muslim.
KEYAKINAN pada ILMU HAKEKAT duduknya pada NYAWA atau JIWA karena JIWA YANG SUCI menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN sebagaimana Firman Allah swt :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.." ( ASY SYAMS 8-10 )
"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata, "Saya datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau. Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, menjauhlah wahai Wabishah ! "

Saya berkata : 
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka Rasulullah saw pun bersabda : 
" Mendekatlah wahai Wabishah "

Saya mendekat ke arah Beliau sehingga lututku menyentuh lutut Beliau, kemudian beliau bersabda :
"Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."
Saya berkata : " Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."
Maka beliau pun bersabda : " Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."
Saya berkata : " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah FATWA ( Petunjuk ) dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu Fatwa (membenarkan)." (Musnad Ahmad, no.180001)
Lalu...., Bagaimana bisa meminta FATWA pada JIWA jika TIDAK MENGENAL DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI ??

Jumaat, 4 April 2014

TEGAR & SABAR MENGHADAPI UJIAN.


TEGAR & SABAR MENGHADAPI UJIAN.

Al-Quran menjelaskan bahwa didalam Kehidupan ini akan datang cobaan silih berganti sebagai ujian bagi orang-orang yang ber-Iman.

Allah ber-Firman:

“Apakah Manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah ber-Iman”, sedang mereka tidak di-uji lagi?”. [Al-Ankabuut 2].

“Kami akan menguji dengan Kebaikan dan Keburukan”. [Al-Anbiyaa 35].

"Kami coba mereka dengan Nikmat yang baik-baik dan Bencana yang buruk-buruk, agar mereka kembali kepada kebenaran". [Al-A'raaf 168].

Oleh sebab itu senantiasalah tegar & sabar ketika menghadapi berbagai permasalahan atau kesulitan.

•| SEBATAS KESANGGUPAN

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. [Al-Baqarah 286].

•| LEMAH & BERSEDIH

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang ber-Iman”. [Ali-Imran 139].

•| KEMUDAHAN

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. [Al-Insyirah 5-6].

•| SEMUA YANG TERBAIK

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. [Al-Baqarah 216].

•| JALAN KELUAR

“Barangsiapa yang ber-Taqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. [Ath-Thaalaaq 2].

•| TAWAKKAL

“Kepunyaan Allah-lah apa yang gaib dilangit dan dibumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan semua urusan, maka sembahlah Dia dan ber-Tawakkal-lah kepada-Nya”. [Hud 123].

•| SABAR

“Ber-Sabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah”. [Luqman 17].

Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya.

"Al-Quran ini adalah Pedoman bagi Manusia, Petunjuk dan Rahmat bagi kaum yang meyakini". [Al-Jaatsiyah 20]. 

Semoga kita semua mampu untuk senantiasa tegar & sabar ketika menghadapi semua Ketetapan-Nya. Aamiin Yaa Rabbal’alaamiin. [BRH].

PILIHAN AKHIR KEHIDUPAN.


PILIHAN AKHIR KEHIDUPAN.

Pilihan akhir dari kehidupan setiap insan adalah "Kematian secara Khusnul Khatimah", namun tidaklah mudah untuk mengakhiri Kehidupan di-Dunia ini dalam Ketaqwaan kepada-Nya yang diamalkan secara terus menerus tanpa henti [Istiqamah]. 

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka tetap Istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka. Mereka itulah penghuni-penghuni Surga, mereka kekal didalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan". [Al-Aahqaaf 13-14].

“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-Taqwalah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya”. [Ali-Imran 102].

Oleh sebab itu tetaplah menjalani semua Perintah-Nya serta menjauhlah dari segala Larangan-Nya yang termaktub dalam Al-Quran secara kontinyu & konsisten.

Allah ber-Firman:

"Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah ber-Taubat beserta kamu. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan". [Hud. 112].

Masih banyak orang yang belum mengerti makna dari Kehidupan ini, terlihat dari kegiatan sehari-harinya yang hanya mengejar Kehidupan Dunia seolah ia akan hidup selama-lamanya.

Allah ber-Firman:

"Sesungguhnya Kehidupan Dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya Akhirat itulah kehidupan yang kekal". [Al-Mu'min 39].

"Kesenangan di-Dunia ini hanya sebentar, dan Akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang ber-Taqwa”. [An-Nisaa 77].

Khusnul Khatimah adalah pilihan akhir dari kehidupan di-Dunia, yang mutlak ditentukan oleh diri sendiri, sehingga beruntunglah seseorang bila ia termasuk insan yang sibuk dalam mempersiapkan kematiannya, yang akan datang secara tiba-tiba. 

"Jangan sia-siakan kesempatan Dunia untuk mempersiapkan Akhirat". [BRH 2012].

Allah ber-Firman:

"Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". [Al-Munaafiquun 11].

"Khusnul Khatimah bukan [hanya] diperoleh dengan Doa, namun dengan perjuangan". [BRH-2011].

Semoga kita semua mampu mempersiapkan kematian kita dengan sebaik-baiknya agar dapat mengakhiri Kehidupan di-Dunia ini dalam keadaan Khusnul Khatimah. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].

UTAMANYA SEBUAH KESABARAN


UTAMANYA SEBUAH KESABARAN.

Al-Quran menjelaskan bahwa kesabaran adalah termasuk Amal Kebajikan yang tidak ringan untuk diamalkan, namun bagi orang-orang yang ber-Taqwa justru kesabaran adalah sebuah Amalan yang patut diutamakan.

Allah ber-Firman: 

"Jika kamu ber-sabar dan ber-Taqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan". [Ali-Imran 186].

Pada hakikatnya ada tiga macam kesabaran yang sebaiknya diamalkan demi kebahagiaan Dunia & Akhirat, yaitu 

•| Kesabaran dalam menghadapi Musibah.
•| Kesabaran dalam mematuhi Perintah-Nya. 
•| Kesabaran untuk tidak melakukan Maksiat.

Allah ber-Firman:

“Hai orang-orang yang ber-Iman, ber-sabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu“. [Ali-Imran 200].

Ketidaksabaran merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak Kebajikan lainnya, sebab itu:

•| Senantiasalah Mengingat-Nya [ber-Dzikir] untuk ketenteraman jiwa.

•| Senantiasalah Mengingat Kehidupan Akhirat untuk menjaga segala perbuatan.

•| Perbanyaklah membaca & memahami isi Al-Quran untuk kemudian diamalkan.

•| Berlatihlah melatih kesabaran untuk mendapatkan tingkat kesabaran yang tiada berbatas.

Allah ber-Firman:

"Dan ber-sabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan". [Luqman 17].

Sungguh bahagia orang yang mampu mempunyai kesabaran tiada batas, karena setiap amalan itu akan diketahui batas ganjarannya, kecuali Kesabaran.

Allah ber-Firman:

“Sesungguhnya orang-orang yang ber-sabarlah yang dicukupkan Pahala mereka tanpa batas”. [Az Zumar 10]. 

Ketidaksabaran memiliki andil yang cukup besar untuk menjadikan semua Amalan menjadi tidak optimal, oleh sebab itu berlatih & berjuanglah sampai ketitik sabar tiada batas.

"Bila ber-Pahala tanpa batas, mengapa Sabar harus berbatas". [BRH-2012].

Allah ber-Firman:

“Sesungguhnya Pahala di-Akhirat adalah lebih besar kalau mereka mengetahui, yaitu orang-orang yang sabar”. [An-Nahl 41-42].

Semoga kita semua dapat melatih diri meningkatkan kesabaran demi kebahagiaan di-Dunia dan di-Akhirat kelak. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].