Pages

Memaparkan catatan dengan label An Nur. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label An Nur. Papar semua catatan

Isnin, 5 Januari 2015

PERJALANAN SPIRITUAL mereka yang belajar dan mendalami ILMU MA'RIFATTULLAH

PERJALANAN SPIRITUAL mereka yang belajar dan mendalami ILMU MA'RIFATTULLAH pasti tercatat di dalam ALQURAN atau HADIST sebagai BUKTI bahwa perjalanan spiritual yang dijalaninya sudah benar di jalan yang benar.

Salah satu contohnya adalah TAWAJUH yang dilakukan oleh GURU kepada muridnya dari majelis TAREKAT tertentu dan TAWAJUH yang paling sederhana adalah dengan cara MENUTUP RAPAT - RAPAT KEDUA MATA....untuk membuktikan ADANYA YANG HIDUP pada diri tiap manusia dan bukan untuk MELIHAT TUHAN.

Dan......saat mata tertutup, awalnya terlihat GELAP GULITA.....lalu tiba - tiba atau perlahan akan melihat CAHAYA BERWARNA - WARNI YANG SANGAT BANYAK DAN SANGAT INDAH LUAR BIASA yang pasti akan membuat Takjub....., padahal mata sedang tertutup.

Lalu....Timbul pertanyaan :
" APA YANG KAMU LIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" SIAPA YANG MELIHAT ? " padahal matamu tertutup !!
" BISA MELIHAT KARENA HIDUP , SIAPA YANG HIDUP ?? padahal matamu tertutup seprti orang mati.
( Silahkan baca penjelasannya di KITAB TEBERUBUT )


Hal inilah yang disebut PENYAKSIAN yang terkandung dalam kalimat SYAHADAT.....dan tercantum dalam ALQURAN dan HADIST, yaitu :

Surat An Nuur 24 ayat 35 :
"Allah adalah Cahaya langit dan bumi. Perumpamaan Cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus (misykat) , yang di dalamnya ada pelita besar (misbah). Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".

Hadits Nabi Muhammad Saw :
“ Kemudian Jibril mengantar aku ke Sidratul Muntaha, yang diliputi oleh Cahaya berwarna-warni yang sulit dilukiskan keindahannya. Kemudian aku masuk ke dalam Jannah, yang Cahayanya seperti Cahaya Mutiara ” (HR Bukhari)


CAHAYA - CAHAYA YANG MENAKJUBKAN ITU BUKAN TUHAN TAPI PINTU GERBANG UNTUK MASUK KEDALAM RAHASIANYA.

Selasa, 27 Mei 2014

KAEDAH MUDAH UNTUK MENCAPAI IKTIQAD TAUHID DAN MAKRIFATULLAH MENGIKUT AL-QURAN

IKTIQAD TAUHID TELAH DIPINGGIRKAN, KAEDAH MUDAH UNTUK MENCAPAI IKTIQAD TAUHID DAN MAKRIFATULLAH MENGIKUT AL-QURAN... KAEDAH MENGADAKAN PENGAKUAN BAHAWA ALLAH ITU ADALAH ALLAH..

ALLAH BERFIRMAN :-

"Hai manusia, sesungguhnya engkau harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menemui Tuhan-mu, sampai engkau bertemu dengan-Nya" (QS Al Insyqaq 84 : 6)

“Dan kembali kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya, sebelum datang kepadamu azab kemudian kamu tidak dapat tertolong lagi “. (QS Az Zumar 39 : 54)

“Maka segeralah kamu kembali kepada Allah, sesungguhnya aku pemberi peringatan yang terang dari Allah kepada kamu “. ( QS Adz Dzariyat 51 : 50)

"Barang siapa yang mengharapkan bertemu dengan Allah, sesungguhnya waktu yang dijanjikan oleh Allah akan tiba. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS Al Ankabut 29 : 5)

"Apabila hamba-Ku ingin menemui-Ku, Akupun ingin menemui-nya dan bila ia enggan menemui-Ku, Akupun enggan menemui-nya" (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

"Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekati-Nya sehasta dan jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat padanya sedepa dan jika ia datang menemui-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang menemui-Nya dengan berlari" (HR Bukhari dari Salman ra)

“Sesungguhnya merugilah orang-orang yang mendustakan akan menemui Allah, sehingga apabila datang Hari Kebangkitan dengan tiba-tiba mereka berkata:“ Aduhai, penyesalan kami atas kelengahan kami di dunia “. Sungguh mereka memikul dosa, amat berat apa yang mereka pikul itu “. (QS Al An’am 6 : 31)

“Katakanlah : “ Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang merugi amal perbuatannya ? yaitu orang yang telah sia-sia amalnya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka beramal sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan ingkar terhadap perjumpaan dengan-Nya. Maka hapuslah amalan-amalan mereka. Dan Kami tidaklah menilai amal mereka pada hari Kiamat “. (QS Al Kahfi 18 : 103 – 105)

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan menemui Kami, sedang mereka senang dengan kehidupan dunia serta puas hatinya terhadap yang demikian, begitu pula orang-orang yang lalai dari berita-berita Kami. Mereka itu tempatnya dalam Neraka, disebabkan apa yang telah mereka usahakan “. (QS Yunus 10 : 8)

“Dan orang-orang yang kafir dengan ayat-ayat Allah dan menemui-Nya, mereka itu terputus dengan Rahmat-Ku dan mereka itu mendapat azab yang pedih “. (QS Al Ankabut 29 : 23)

“….. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami itu bingung di dalam kesesatannya “. ( QS Yunus 10 : 11)

“Dan sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tapi tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (Qalam Allah). Mereka itu adalah binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS Al A’raaf 7 : 179).

“….karena sesungguhnya bukanlah mata jasmani yang buta tetapi mereka buta adalah mata hati yang ada di dalam dada”. (QS Al Isra’ 17 : 72).

“….seperti gelap gulita di lautan yang dalam dan awan hitam yang gelap gulita berlapis-lapis. Apabila ia mengeluarkan tangannya, maka tidaklah dia mempunyai Cahaya Allah, maka tidaklah dia mempunyai Cahaya sedikitpun”. (QS An Nur 24 : 40).

TERDAPAT PELBAGAI CARA UNTUK MENCAPAI KEPADA IKTIQAD TAUHID DAN MAKRIFATULLAH

17.Surah Al-'Isrā' (Verse 41)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

SALAH SATU DARI PRLBAGAI CARA..

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta
tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 9)
رَّبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

Dia lah Tuhan yang menguasai timur dan barat; tiada Tuhan melainkan Dia; maka jadikanlah Dia Penjaga yang menyempurnakan urusanmu.

TUMPUKAN RASA PERASAAN KITA KEPADA KEBERADAAN YANG SEDANG DIRASAI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, MENGAKULAH ADA YANG SEDANG DIRASAI DENGAN SEPENUH TUMPUAN ITU ADALAH ADA ALLAH YANG SEDANG DIRASAI HANYA DENGAN MENYBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA..

SEBUT NAMA ALLAH HENDAKLAH DISERTAI DENGAN RASA PERASAAN YANG SEDANG TERTUMPU KEPADA RASA ADA YANG SEDANG DIRASAI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, BUKAN DIDALAM KEADAAN LALAI.

TUMPUKAN RASA PERASAAN KEPADA TURUN NAIKNYA PERNAFASAN (SIFAT HIDUP) YANG SEDANG DIRASAI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, MENGAKULAH SIFAT HIDUP YANG DIRASAI DENGAN SEPENUH TUMPUAN ITU ADALAH SIFAT HIDUP ALLAH DENGAN HANYA MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA.

TUMPUKAN RASA PERASAAN KEPADA FIKIRAN YANG SEDANG BERLAKU (ILMU) DENGAN SEPENUH TUMPUAN, MENGAKULAH SIFAT TAHU YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH SIFAT TAHU ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA

TUMPUKAN RASA PERASAAN YANG SEDANG DIRASA KEPADA GERAK DAN DIAM (KUDRAT DAN IRIDAT) YANG SEDANG DIALAMI DENGAN SEPENUH DAN SEBULAT TUMPUAN, MENGAKULAH QUDRAT DAN IRODAT YANG SEDANG DIRASAI ITU ADALAH SIFAT QUDRAT DAN IRODAT ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-NYA.

TUMPUKAN RASA PERASAAN DENGAN SEBULAT TUMPUAN KEPADA PENGLIHATAN YANG SEDANG DILIHAT, MENGAKULAH PENGLIHATAN YANG SEDANG DISEDARI ITU ADALAH SIFAT BASOR ALLAH HANYA DENHAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA...

TUMPUKAN RASA PERASAAN DENGAN SEPENUH TUMPUAN KEPADA PENDENGARAN YANG SEDANG DIDENGAR, MENGAKULAH PENDENGARAN YANG SEDANG DIDENGAR ITU ADALAH SIFAT SAMA' ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA.

TUMPUKANLAH RASA PERASAAN KEPADA APA YANG SEDANG DIPERKATAKAN DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN, DIDALAM MASA YANG SAMA MENGAKULAN PERKATAAN YANG SESANG DIPERKATAKAN ITU ADALAH SIFAT KALAM ALLAH HANYA DENGAN MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA..

PRAKTIKAL SEPERTI FIATAS ADALAH MENINJUKKAN KITA SEDANG MENGAPLIKASIKAN
LAA MAUJUDUN, LAA HAIYUN, LAA ' ALIMUN, LAA KHODIRUN LAA MURIDUN LAA BASIRUN LAA SAMI'UN LAA MUTAKALLIMUN BIL HAQQI ILLALLAH KEDALAM KEHIDUPAN SEHARIAN KITA...

PERBUATAN MENUMPUKAN RASA PERASAAN DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN KEPADA APA YANG SEDANG DIRASAI SAMBIL MENYEBUT ALLAH SEBANYAK-BANYAKNYA ADALAH PERBUATAN YANG MENUNJUKKAN SEDANG MENGADAKAN PENGAKUAN YANG ALLAH ITU ADALAH ALLAH...