Pages

Memaparkan catatan dengan label malaikat. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label malaikat. Papar semua catatan

Khamis, 13 April 2017

Sifat-Sifat Malaikat

Terjemah Dan Syarh Aqidah Al-‘Awam‎
(Bag. 5)
Bab V

Sifat-Sifat Malaikat
وَالْمَلَكُ الَّذِي بِلاَ اَبٍ وَأُمّ # لاَ أَكْلَ لاَشَرْبَ وَلاَنَوْمَ لَهُمْ
“Dan Malaikat yang tanpa ayah dan ibu, tidak makan dan tidak minum serta tidak tidur”.

Syarah:
Umat Islam wajib percaya kepada adanya malaikat sebab hal itu sudah ditegaskan dalam al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah SWT:

ءَامَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ ءَامَنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. (البقرة: 285)

“Rasul Telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya”. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (QS. al-Baqarah: 285)
Iman kepada malaikat artinya adalah meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan makhluk yang terbuat dari cahaya, dan tidak pernah durhaka kepada Allah SWT.

Malaikat adalah makhluk yang sangat mengagumkan. Mereka tidak makan, tidak minum, tidak tidur, tidak berkeluarga. Mereka dapat merubah bentuk dirinya menjadi manusia, sebagaimana terjadi pada malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak jarang ia menampakkan dirinya dalam bentuk manusia.

Masing-masing malaikat diberi tugas oleh Allah SWT. Di antara mereka ada yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu, mencatat amal manusia, menjaga surga, mengikuti dan menghadiri majlis dzikir. Di antara mereka ada yang ditugaskan hanya untuk menyembah dan bertasbih kepada Allah SWT. Ada pula yang ditugaskan untuk menjaga badan manusia dan sebagainya.
Para malaikat hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT kepadanya. Mereka tidak melanggar larangan Allah SWT ataupun sesuatu yang tidak diperintahkan kepadanya.

Dalam al-Qur’an disebutkan:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلاَئِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ. (التحريم، 6)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. al-Tahrim: 6)

10 Malaikat Yang Wajib Diketahui
تَفْصِيْلُ عَشْرٍ مِنْهُمُ جِبْرِيْلُ # مِيْـكَالُ اِسْـرَافِيْلُ عِزْرَائِيْلُ
مُنْكَرْ نَكِيْرٌ وَرَقِيْبٌ وَكَذَا # عَتِيْدٌ مَالِكٌ وَرِضْوَانُ احْتَذََى

“Rincian sepuluh dari Malaikat adalah Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Mungkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridhwan yang mengikuti”.

Tugas-tugas sepuluh Malaikat
Malaikat-malaikat Allah SWT banyak sekali, namun yang wajib diketahui hanya sepuluh, yakni;

1.     Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu Allah SWT.

2.     Malaikat Mika’il bertugas memberikan rizki.

3.     Malaikat Izra’il bertugas mencabut arwah.

4.     Malaikat Israfil bertugas meniup terompet pertanda hari kiamat.

5.     Malaikat Munkar dan

6.     Malaikat Nakir bertugas menjaga kuburan.

7.     Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia.

8.     Malaikat Atid bertugas mencatat amal buruk manusia.

9.     Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga.

10.  Malaikat Malik bertugas menjaga neraka.

Ahad, 22 Januari 2017

MALAIKAT PENJAGA MANUSIA

"MALAIKAT PENJAGA MANUSIA."

A’uudzu billaahi minasysyaithaanirrajiim

Bismillahirrahmaniraahim...

Di antara malaikat ada yang bertugas setiap waktu menjaga manusia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah” (Qs. Ar Ro’du: 11).

Mujahid berkata, “tidaklah seorang hamba, kecuali dia memiliki malaikat yang diperintahkan untuk menjaganya –baik ketika tidur maupun terjaga- dari gangguan jin, manusia, dan hewan hewan penggganggu. Jika ada sesuatu yang akan mencelakakannya, malaikat akan mengatakan kepadanya, “awas hati-hati!”, kecuali sesuatu yang sudah diizinkan oleh Allah untuk menimpanya”

(Lihat tafsir Ibnu Katsir Qs Ar Ro’du : 11.)

Hamba ALLOH yang sering merasa cemas , kecewa , marah , sedih karena urusan dunia , takut dengan kemiskinan , berkeluh kesah ketika tertimpa musibah dan di Uji ,  tidak merasa damai dan bahagia hidup nya sementara ia mengaku Robb nya adalah Alloh Azza Wajala , maka suka tidak suka inilah kenyataan nya ,  ia lebih dekat dengan jin pengganggu , termasuk qarin jin nya , nafsunya dan karakter Egonya dan menjauhi  Robb nya dan Malaikatnya sebagai sunatullah penolong  dan pelindungnya atas perintah Robbnya Demikian logika keilmuan Nya.

Wallahu alam

Sabtu, 21 Januari 2017

Mengembara ke alam jin

Mengembara ke alam jin

Jin memang wujud. Orang Islam wajib percaya akan wujudnya makhluk jin karena ia disebut di dalam Al Quran. Firman Allah:

Maksudnya; "Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Aku". (Az-Zaariat:56)

Tuhan ada berfirman bahwa alam yang diciptaNya ada dua bentuk. Ada alam ghaib dan ada alam nyata atau alam syahadah.

Alam nyata ialah alam yang mata lahir dapat nampak. Alam ghaib, mata lahir tidak dapat nampak tetapi dapat dirasakan oleh hati.

Merasakan wujudnya alam ghaib dengan hati ada dua peringkat. Pertama, terasa akan adanya alam ghaib itu. Yaitu yakin dan percaya tentang alam ghaib semata-mata berdasarkan rasa saja. Tidaklah sampai dapat melihat seperti mata lahir .

Peringkat kedua ialah hati dapat melihat seperti mana mata lahir melihat. Bukan sebatas rasa saja tetapi mata bathin dapat melihat seperti mana mata lahir melihat. Yakni betul-betul nampak.

Bila dikatakan alam ghaib, ia tidak termasuk Tuhan. Tuhan juga ghaib tetapi Tuhan bukan alam. Tuhan itu tersendiri. Maha Suci Tuhan dari menyerupai alam. Alam adalah apa saja selain Tuhan.

Alam adalah ciptaan Tuhan dan dinamakan makhluk. Tuhan itu Pencipta atau Khaliq. Ghaibnya Tuhan tidak sama dengan ghaibnya alam.

Alam ghaib ini ada beberapa kategori. Yang tertinggi ialah alam malaikat.
Kedua alam jin
ketiga alam ruh muqaddasah.

Malaikat diceritakan dalam Quran dan Hadis. Malaikat lebih dahulu diciptakan dari jin. Ia dijadikan dari cahaya manakala jin dicipta dari api. Oleh itu malaikat lebih ringan ciptaannya dari jin karena cahaya lebih ringan dari api.

Sebab itu juga bilangan malaikat lebih ramai dari jin. Nisbahnya pada setiap sepuluh malaikat satu jin. Juga disebabkan malaikat dicipta dari cahaya, perjalanannya lebih cepat dari jin.

Jin pula lebih dahulu dicipta dari manusia. Kalau jin dijadikan daripada api, manusia dijadikan daripada tanah. Sebab itu manusia berbentuk jisim yang pejal, lebih lambat pergerakannya.

Sebab itu juga jin lebih ramai bilangannya daripada manusia. Nisbahnya setiap sepuluh jin satu manusia. Malaikat lebih ramai dari jin dan jin pula lebih ramai dari manusia dengan nisbah 10:1 .

Ruh muqaddasah pula sebenarnya adalah manusia. Muqaddasah itu maksudnya suci. Roh muqaddasah ialah ruh yang suci. Ruh muqaddasah atau ruh yang suci ini peranannya lebih kuat dari peranan jasad. Ruh muqaddasah ini dia mutassarif atau aktif, lebih aktif dari fisiknya.

Ruh muqaddasah ini pula, ada ruh orang yang masih hidup dan ada ruh orang yang sudah mati. Sebab itu, tidak heran orang yang kasyaf kadang-kadang dapat melihat orang yang masih hidup di suatu tempat sedangkan fisiknya yang sesungguhnya berada di tempat lain.

Ada juga orang kasyaf yang melihat ruh muqaddasah orang yang sudah mati. Oleh karena umumnya ruh muqaddasah tidak dapat dilihat oleh mata kasar, maka ia dikatakan ghaib juga.

Jadi , ruh muqaddasah ini, walaupun fisik hidup atau mati, ruhnya sangat berperanan. Namun , ruh muqaddasah orang yang sudah mati lebih berperanan dari ruh muqaddasah orang yang masih hidup. Ini karena orang yang masih hidup masih terikat dengan jasad lahir.

Kalaupun ruhnya dapat keluar secara halus, secara mata tidak dapat lihat, dia tetap masih terhubung dengan jasad lahirnya. Ini tidak berlaku kepada ruh orang yang sudah mati.

Itu sebab ruh muqaddasah orang yang sudah mati lebih laju dan lebih aktif dari ruh muqaddasah orang yang masih hidup..

Contohnya, kalau ada dua orang wali, yang kedua-duanya sudah menjadi ruh muqaddasah, kalau seorang masih hidup dan seorang lagi sudah mati, ruh wali yang sudah mati itu akan lebih berperanan, lebih aktif dan lebih laju bekerja dari ruh wali yang masih hidup.

Berbalik kepada kisah jin, dia ada dua peringkat. Ada jin Islam dan ada jin kafir. Jin ini pula macam manusia juga. Dia ada bermacam-macam jenis, bangsa dan etnik. Tabiat bangsa dan etnik jin inipun tidak sama di antara satu dengan lain.

Seperti juga manusia yang banyak bangsa dan etnik, tabiat dan ragam asli antara etnik tidak sama. Bangsa Cina dan Melayu ada watak-wataknya yang tersendiri. Orang Putih (Barat) ada wataknya yang tersendiri pula.

Bahkan etnik dalam satu rumpun bangsa pun wataknya tidak sama. Orang Banjar dan orang Jawa, wataknya berbeza. Malahan orang Melayu yang berlainan kawasan pun berbeda wataknya.

Orang Melayu Johor dan Melayu Kelantan lain. Mereka ini sedikit-sedikit ada perbedaan watak. Begitu juga jin. Ada yang kasar dan ada yang lembut sedikit. Ada yang garang dan ada yang sederhana.

Jin itu watak asalnya jahat. Betapalah jenis yang kasar, dia lagi jahat. Sebab itu dikatakan, sebaik-baik jin adalah sejahat-jahat manusia. Kalau kita pilih seorang manusia yang paling jahat, kalau dia jin, dia adalah yang paling baik.

Namun demikian, jahatnya jin itu ada juga batasnya. Tidak ada jin yang sebegitu jahat sampai mengaku dirinya Tuhan seperti Firaun dan Namrud. Tidak ada pula jin yang sebegitu baik sampai mengatasi baiknya Rasulullah dan para Nabi.

Para Nabi dan Rasul tidak diangkat dari kalangan jin. Umumnya jin lebih jahat dari manusia tetapi tidak ada yang ekstrem jahatnya seperti Firaun dan Namrud dan tidak ada yang ekstrem baiknya seperti Rasulullah SAW. Hanya manusia yang ada baiknya secara ekstrem dan jahat secara ekstrem.

Jin ini melihat Iblis dan bergaul bersama-samanya di alam ghaib. Jin Islam bergaul dengan jin kafir.

Mereka makan bersama, bekerja bersama, berniaga bersama, ada yang menikah antara satu sama lain, sama-sama duduk dalam satu kantor, sama-sama jadi kerani (clerk) dan sebaginya.

Sebab itu jin Islam lebih banyak dirusakkan oleh jin-jin kafir. Sebab mereka bergaul bersama dan mereka sama jenis. Mereka mudah terpengaruh.

Macam kita manusia juga, kalau bergaul dengan bangsa jahat seperti orang Barat dan Yahudi, habislah kita jadi Barat dan Yahudi.

Semuanya dapat bertukar jadi Barat dan Yahudi. Yang tidak dapat bertukar hanyalah warna kulit dan bentuk hidung. Ini musti buat operasi pelastik.

Jin kurang berhasil dalam usaha merosakkan iman manusia berbanding iman sesama jin. Ini karena manusia dan jin berlainan jenis, dan manusia tidak dapat nampak dan tidak dapat bergaul dengan mereka.

Itupun banyak manusia yang kafir, banyak yang zalim dan yang fasik. Betapalah kalau jin dan manusia sama-sama dapat bergaul.

Bila jin menjadi kafir, dia dipanggil syaitan. Syaitan itu maksudnya merasuk. Kerja jin kafir atau syaitan ialah merasuk dan menyesatkan orang. Jin Islam tidak dapat dikatakan syaitan.

Kehidupan jin betul-betul macam manusia. Ada kerajaannya, ada masyarakat, ada kantornya, ada mahkamahnya, ada nikah kahwin.

Tempat tinggal jin ajaib dan aneh. Ada yang tinggal di gunung-gunung, hutan-hutan, laut, kawasan sungai dan hulu-hulu sungai. Ada juga jenis jin yang bergaul dengan manusia.

Jin yang tinggal di suatu negara, biasanya ikut bahasa manusia setempat. Kalau di Tanah Arab, jin berbahasa Arab, kalau di Tanah Melayu, jin berbahasa Melayu. Dia tidak tahu bahasa Arab. Kalau jin yang duduk di Negara Cina maka bahasanya bahasa Cinalah. Mereka pun belajar dan berguru dengan manusia.

Rupa asal jin sangat hodoh (jelek) dan buruk. Ia menakutkan. Kalau manusia terlihat jin ini hidupnya jadi huru hara dan ketakutan. Manusia tidak akan aman.

Dengan rahmat Tuhan, alam jin dihijab (ditutup) dari pandangan manusia. Tetapi alam manusia tidak dihijab dari pandangan jin. Sehodoh-hodoh manusia adalah secantik-cantik jin.

Walaupun rupa asal jin itu jelek tapi dia dapat menyerupai berbagai rupa. Dia dapat merupa benda seperti kain, tas, batang kayu, binatang dan juga manusia, tetapi paling banyak dia menyerupai binatang.

Ini termasuklah ular, kala jengking, lipan dan jenis-jenis binatang lain yang berbisa. Kalau dia menyerupai binatang seperti ini, rupanya lebih aneh dan lebih hebat dari yang biasa. Kalau dia dibunuh ketika dia sedang menyerupai binatang , dia akan mati.

Sebab itu Tuhan ajar kita, kalau jumpa binatang berbisa di tengah jalan atau di dalam rumah, musti berhati-hati. Jangan langsung bunuh walaupun dalam Islam hukumnya sunat. Usir dua tiga kali dahulu. Kalau dia tidak lari baru dibunuh.

Takut-takut dia adalah jin yang sedang berubah bentuk. Kalau kita terus bunuh dan dia sebenarnya jin yang sedang merupa, mungkin keluarganya akan marah dan akan bertindak terhadap kita.

Banyak orang yang dirasuk dan diganggu oleh jin disebabkan mereka ada buat silap dengan jin. Kalau setelah dihalau dua tiga kali tetap juga tidak pergi maka jelas itu bukan jin. Dapat kita bunuh.

Ada cerita dalam kitab, seorang soleh telah membunuh seekor ular. Maka pada malamnya, dia ditangkap dan dibawa oleh jin ke negeri jin. Di negeri jin itu berjalan hukum Islam. Hakim jin itu pun Islam.

Maka orang soleh dan keluarga jin yang dibunuh oleh orang soleh tadi dibawa ke mahkamah. Bila perbicaraan bermula maka menangislah keluarga jin sambil berkata kenapa ahli keluarga mereka dibunuh.

Bila hakim jin bertanya kepada orang soleh tersebut mengapa dia bunuh ular itu, dia menjawab karena dalam ajaran Islam, sunat hukumnya saya membunuh ular dan binatang-binatang yang berbisa.

Saya buat atas arahan Tuhan dan saya dapat pahala. Yang salah adalah orang Tuan. Kenapa dia merupa ular. Salah dialah. Saya musti bunuh ular karena itu sunat hukumnya.

Hakim jin menghukum bahwa yang salah dalam kes (kasus) ini bukan manusia tetapi pihak jin. Dia batalkan tuduhan. Hakim arahkan polisi jin supaya mengembalikan orang soleh itu kembali ke alam manusia.

Kalau dia bukan orang soleh dan tidak dapat menjawab sudah tentu dia kena hukum. Orang soleh itulah yang menulis kisah ini dalam kitab. Hujah ini hujah yang kuat.

Umur jin sangat lama berbanding umur manusia yang lebih kurang 63 tahun. Jin dapat hidup sampai 1500 tahun hingga 2000 tahun. Ada jin yang hidup di zaman Rasulullah SAW yang masih hidup pada hari ini.

Makanan jin adalah wap (uap) dari tulang dan tulang sum-sum binatang. Itu sebab dalam syariat Islam makruh kita memakan tulang dan tulang som-som.

Ada lagi cerita tentang jin dalam kitab. Sesetengah orang soleh dapat menundukkan jin, mengguna dan memperalatkan mereka. Kita tahu, dalam sejarah, ada sahabat yang hilang unta di padang pasir. Di padang pasir banyak rijalul ghaib. Mereka berkata; Ya Rijalul ghaib, kembalikan untaku yang hilang. Maka unta itu dikembalikan. Ini tawassul namanya.

Pernah Rasulullah SAW berjalan-jalan dengan beberapa orang sahabat dan singgah di suatu kampung jin. Rasulullah beritahu para sahabat supaya tunggu dan jangan ikut, sebab dia mahu masuk ke kampung jin untuk mengajar .

Cerita ini masyhur dalam sejarah. Para sahabat hanya melihat asap. Sebab adakalanya jin menyerupai asap karena dia berasal dari api. Tetapi Rasulullah melihat betul-betul jin itu dan mengajar mereka pula.

Ada cerita tentang Nabi Sulaiman di dalam Quran yang hendak membawa istana Balqis dari Yaman ke Palestin yang jauhnya beribu-ribu mil. Antara mukjizat Nabi Sulaiman diperintahnya jin untuk membawa istana tersebut. Jin pun beri tahu dia akan bawa istana itu kepada Nabi Sulaiman selama mana Nabi Sulaiman berubah tempat. Tidakkah itu hebat.

Namun ada lagi yang lebih hebat. Seorang wali Allah yang bernama Asif Barhaya yang turut berada dalam majlis itu berkata saya dapat pindahkan istana Balqis ke hadapan tuan dalam sekelip mata.

Maka tertantang jin. Dia hendak ambil hati Nabi Sulaiman dan hendak tunjuk bahwa dia gagah. Tetapi ada manusia bertaraf wali yang menantang dia.

Rupanya di sini kalau ruh muqaddasah bekerja, jin pun dapat kalah. Rasulullah dapat tundukkan jin. Para wali juga dengan karomah mereka dapat menundukkan jin dengan kekuatan diri mereka sendiri.

Tetapi kalau ada murid yang dapat nampak jin atau dapat gunakan jin, dan merasakan itu adalah karena berkat gurunya, maka dia akan selamat.

Yang tidak selamat biasanya orang yang kasyaf, nampak jin dan dapat guna jin tapi tidak ada guru atau ada guru tetapi hatinya telah berubah. Dia rasa bukan berkat gurunya lagi tetapi dia rasa dirinya sudah jadi wali, sudah ada karomah sendiri. Itu yang rosak.

Orang yang dapat arahkan jin dan nampak jin dengan berkat gurunya, kalau dia berhadapan dengan jin yang garang sangat atau degil sangat, maka biasanya ruh muqaddasah gurunya turut hadir atau dia jual nama gurunya.

Begitulah rahsia jin. Jin ada disebut dalam Quran dan dalam hadis. Siapa menolak kewujudan jin ertinya dia menolak Quran dan Hadis. Jin macam malaikat juga.

Quran kata ada, adalah. Tetapi aneh, tentang malaikat banyak orang terima tetapi tentang jin banyak orang tolak. Yang dikatakan orang Bunian, Kuntilanak, Pelesit, Tuyul, Polong, Langsui, Hantu Raya dan berbagai-bagai lagi itu asalnya ialah jin.

Oleh karena sukunya dan perangainya tidak sama maka orang bedakan dengan nama-nama yang berlainan.

Adapun orang yang berhubung dengan jin atas dasar mukjizat dan karomah, maka dia kuat. Jin pun takut dan hormat pada dia. Orang yang dapat berhubung dengan jin atas dasar berkat tuan guru, dia tidak dapat sekali-kali terputus dengan gurunya.

Orang yang berusaha untuk berhubung dengan jin, itu dinamakan amalan atau ilmu khadam. Bahaya ilmu dan amalan khadam ini, dia terpaksa tunduk dengan jin.

Jin akan bagi syarat buat begitu dan buat begini. Kadang-kadang arahan jin itu bertentangan dengan syariat. Ini yang rusak.

Rabu, 22 Jun 2016

Allah Ta’ala menciptakan tujuh malaikat.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmaanirrahim

Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW berkata kepada Mu’adz, “Hai Mu’adz, sesungguhnya aku akan menyampaikan hadis kepada engkau. Jika engkau hafal, niscaya bermanfaat bagimu di sisi Allah. Sedangkan jika engkau sia-siakan dan tidak engkau hafal, niscaya terputuslah hujahmu (alasanmu) di sisi Allah pada hari, kiamat.”

Setelah itu Rasulullah SAW menceritakan kepada Mu’adz tentang perjalanan amal dari langit ke langit, yang ringkasannya adalah sebagai berikut:

Sesungguhnya, sebelum Dia menciptakan langit dan bumi Allah Tabaraka wa Ta’ala menciptakan tujuh malaikat. Kemudian pada tiap-tiap langit diutus satu malaikat sebagai penjaga pintunya. Lalu naiklah para malaikat penjaga amal manusia, membawa amal seorang hamba. Amal itu berjalan diiringi cahaya seperti cahaya matahari. Namun malaikat penjaga pintu langit berkata kepada malaikat penjaga amal, “Pukulkan amal ini kepada muka pemiliknya. Akulah malaikat pengurus umpatan. Aku ditugaskan oleh Tuhanku, agar tidak membiarkan amal seseorang yang di dalamnya terdapat umpatan, melewatiku.”

Kemudian naik lagi malaikat penjaga amal, dengan membawa amal saleh seorang hamba Allah. Amal tersebut dibawa sambil dipuji, dan telah lulus melewati langit dunia atau langit pertama. Namun malaikat penjaga langit kedua menahannya, seraya berkata, “Berhenti..! Pukulkan amal ini kepada pemiliknya. Sesungguhnya pemilik amal ini berkeinginan (bermaksud) untuk mendapatkan kehidupan dunia. Aku ditugaskan oleh Tuhanku, agar tidak membiarkan amal orang yang menyombongkan diri melewatiku. Pemilik amal ini menyombongkan diri kepada manusia dengan amalnya.”

Para malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba. Amal tersebut gilang-gemilang dengan nur dari sedekah, solat, dan puasa, sehingga membuat takjub malaikat penjaga amal, serta selamat saat melewati langit pertama dan kedua. Tetapi malaikat penjaga langit ketiga menahannya dan berkata, “Berhenti! Pukulkan amal itu kepada muka pemiliknya. Aku adalah malaikat yang mengurus takabbur. Aku ditugaskan oleh Tuhanku supaya tidak membiarkan amal seperti ini melewatiku. Pemilik amal ini suka bersikap takabbur (sombong) kepada manusia di majlis­-majlis mereka.”

Para malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba yang bercahaya seperti bintang dan menyuarakan tasbih. Ini adalah amal ibadah shalat, haji, dan umrah. Langit pertama, kedua dan ketiga pun berhasil dilaluinya, kemudian tibalah di langit keempat. Malaikat yang bertugas di langit ini berkata kepada mereka, “Berhenti! Tamparkan amal ini ke wajah, punggung, dan perut pemiliknya! Aku adalah malaikat yang bertugas mengurus ujub (riak). Allah menugaskan supaya aku tidak membiarkan amalnya melewatiku. Sesungguhnya manusia ini berbuat atau melakukan suatu amal ibadah, tetapi dimaksudkan untuk ujub’.

Para malaikat penjaga amal itu naik lagi dengan membawa amal hamba. Dan mereka pun berhasil melewati langit pertama, kedua, ketiga dan keempat. Amal itu seakan-akan pengantin puteri yang dihantar untuk diserahkan kepada suaminya. Namun malaikat penjaga langit kelima menahannya dan berkata, “Berhenti! Tamparkan amal ini di pundaknya. Aku malaikat yang bertugas mengurus dengki. Sesungguhnya pemilik amal ini dengki kepada manusia. Dan ia dengki kepada setiap orang, yang mengambil keutamaan dari ibadah. la mencaci maki mereka. Aku disuruh oleh Allah untuk tidak membiarkan amalnya melewatiku.”

Malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba, yang bersinar laksana rembulan. Sinar ini bersumber dari ibadah shalat, zakat, haji, umrah, jihad dan puasa. Amal ini berhasil melewati langit pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima. Tetapi malaikat penjaga langit keenam menahannya serta berkata,”Berhenti! Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya, sebab meskipun ia telah melakukan seluruh amalan itu, namun tak pernah mengasihi manusia atau hamba Allah yang tetimpa bala atau penyakit. Bahkan ia membuat mereka lebih parah. Akulah malaikat rahmat yang ditugaskan oleh Allah untuk tidak membiarkan amalnya melewatiku".

Para malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba berupa puasa, shalat, nafkah (belanja keluarga), zakat, kesungguhan beramal dan wara` Amal itu bersuara layaknya bunyi petir dan memiliki cahaya bagaikan matahari, serta dikawal tiga ribu malaikat. Langit pertama, kedua, ketiga, kempat, kelima dan keenam, berhasil dilaluinya. Maka sampailah di langit ketujuh. Namun malaikat penjaga di langit ini menahan dan berkata, “Berhenti! Tamparkan amal ini ke muka dan seluruh anggota badan pemiliknya.Tutuplah hatinya dengan amal itu. Sesungguhnya aku akan meletakkan dinding (hijab) dari Tuhanku, untuk setiap amal yang tidak dimaksudkan untuk Allah. Pemilik amal ini memiliki tujuan di luar Allah. Dengan amalnya, ia berkeinginan memperoleh sebutan ulama, dan keagungan namanya tersiar di berbagai kota. Allah menugaskan kepadaku agar tidak membiarkan amalnya lolos melewatiku. Setiap amal yang. dilakukan dengan tidak bertujuan mencari ridha Allah (tidak ikhlas), maka termasuk riya. Allah tidak akan menerima amal orang yang riya (ingin dipuji).”

Para malaikat penjaga amal naik lagi dengan membawa amal hamba yang terdiri dari shalat, zakat, puasa, haji, umrah, kebaikan akhlak, diam dan dzikir kepada Allah. Malaikat tujuh langit semuanya ikut menghantarkan, hingga menembus hijab (dinding) demi hijab dan akhimya sampai di hadapan Allah Ta’ala. Lalu mereka (para malaikat) berdiri dihadapan-Nya dan menjadi saksi bahawa amal saleh tersebut dilakukan dengan ikhlas, demi mencari ridha Allah semata.

Kemudian Allah SWT berfirman:
“Kamu adalah malaikat penjaga amal hamba-Ku: Sedang Aku adalah Arraqiib (pengintip) terhadap apa yang ada didalam hatinya. Sesungguhnya hamba-Ku tidak menghendaki Aku dengan amal ini. la menghendaki yang lain. Maka kepadanya adalah kutukan-Ku.”

Lalu para malaikat itu menjawab, "Kepadanya kutukan-Mu, dan juga kutukan kami”.
Lalu ketujuh langit dan malaikat yang berada di sana juga melaknat hamba Pemilik amal tersebut…. Begitulah.yang disabdakan Nabi SAW.

Mendengar semua itu menangislah Mu’adz. “Wahai Rasulullah, engkau Rasul Allah, sedang aku hanyalah Mu’adz. Bagaimana aku mampu selamat dari itu semua?”,tanyanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Ikutilah aku, walau amal yang kamu bawa kurang: wahai Mu’adz, peliharalah lidahmu dari mencaci saudara-saudaramu dan penghafal AI-Qur’an. Bawalah dosamu atas dirimu sendiri, dan jangan kamu bawa kepada mereka. Janganlah membersihkan dirimu dengan jalan mencela mereka. Jangan pula engkau mengangkat dirimu atas mereka. Janganlah engkau memasukkan amal dunia dalam amal akhirat. Engkau jangan hanya beramal. Jangan pula takabur dalam majlis yang ada. Janganlah berbisik dengan orang sedang di sisimu ada orang lain. Janganlah membesarkan diri di atas manusia, sehingga kebajikan dunia akan terputus darimu. Dan janganlah engkau koyakkan daging manusia, sebab akibatnya nanti, anjing akhirat akan mengoyak-ngoyakmu di dalam neraka."

Allah ta’ala berfirman, `Dan yang menarik dengan perlahan.” (QS: An­Nazi’at:2).

Rasulullah S.A.W bersabda: Tahukah engkau siapakah yang menarik itu, hai Mu’adz.?”
Mu’adz balik bertanya, “Siapakah dia,
wahai Rasulullah?.
Nabi Muhammad SAW menjawab,”Dia adalah anjing neraka, yang menarik daging dan tulang.” Mu’adz bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, siapa yang sanggup menahan perkara ini? Dan siapa pula yang boleh terlepas dari padanya?’

Rasulullah SAW menjawab,”Wahai Mu’adz, sesungguhnya mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah dari hal itu. Cukuplah yang demikian itu untuk senantiasa engkau mencintai umat manusia, dengan yang menurut engkau baik. Jauhilah mereka dengan apa yang menurut engkau jelek. Maka ketika itu (kamu lakukan) selamatlah engkau wahai Mu’adz."

Menurut sebuah riwayat, setelah mendengar langsung hadits ini Mu’adz menjadi hamba Allah yang amat gemar membaca Al Qur’an. Dia begitu takut dengan kandungan sabda Rasulullah SAW tersebut..
Wallahu alam ..

Insya Allah semoga manafaat ....

Syed Padzil Barakbah

Isnin, 19 Januari 2015

Adapun Kalimah Syahadah itu mengandungi 24 huruf

Adapun Kalimah Syahadah itu mengandungi 24 huruf 
– menunjukkan kehidupan manusia sehari semalam selama 24 jam juga.

Hiduplah manusia sebagai HAMBA kepada undang undang Syariat Feqah tetapi belum pasti menjadi hamba Allah yang beriman.

Kerana apa pula dikatakan manusia itu menjadi hamba kepada Syariat dan Hukum Feqah dan tidak sebagai Hamba Allah ?

Kerana manusia PERASAN yang merekalah yang hidup dan menjalankan Sunnah Rasul dan Perintah Allah.

Dari mana datangnya Sunnah Rasul jikalau tidak tahu dan mengenal akan Rasul ?

Dari mana datangnya Perentah Allah kalau tidak kenal Allah , apa lagi berjumpa Allah ?

JAWAPAN ?
1 Tanah
2 Air
3 Angin
4 Api
5 ? = ADAM

1 Di
2 Wadi
3 Mani
4 manikam
5 ? = JASAD

1 Siddiq
2 Tabliq
3 Amanah
4 Patonah
5 ? = RASUL

1 Abu Bakar
2 Omar
3 osman
4 Ali
5 ? = MUHAMMAD

1 Nafas
2 Anpas
3 Tanapas
4 Nupus
5 ? = DIRI

1 Jibrael
2 Mikael
3 Israfil
4 Izrael
5 ? = KEMBAR


IANYA BOLEH JUGA DIFAHAMI SEPERTI DIBAWAH


Yang dikatakan sebagai Manusia itu :-

Tanah + Air + Angin + Api = ADAM

Daging + Tulang + Urat + Darah = MANUSIA

Di + Wadi + Mani + Manikam = INSAN



Yang dikatakan sebagai Malaikat itu :-

Nafas sampai di – UBUN UBUN digelar JIBRAEL

Nafas sampai di – MATA digelar MIKAIL

Nafas sampai di – PUSAT digelar ISRAFIL

Nafas sampai di – JANTUNG digelar IZRAEL


Yang dikatakan Sahabat itu :-

Abu Bakar gelaran untuk NAFAS YANG KELUAR

Omar gelaran untuk NAFAS YANG MASUK

OSMAN gelaran untuk NAFAS DI-HALKOM

ALI gelaran untuk NAFAS YANG TURUN NAIK


Yang dikatakan Pecahan Nafas itu :-

NAFAS di MULUT

ANPAS di HIDUNG

TANAPAS di BELAKANG KEPALA ANTARA 2 TELINGA

NUPUS di JANTUNG

MAQAM = MELIPUTI DIRI.

Jumaat, 2 Januari 2015

Tidak ada orang yang tahu Hal Raja melainkan Raja itu sendiri

Tidak ada orang yang tahu Hal Raja melainkan Raja itu sendiri.
Alloh telah memberi kita Raja dalam bentuk yang kecil yang memerintah kerajaan yang kecil.
Dan ini adalah satu salinan kecil Diri (Zat)Nya dan KerajaanNya. Dalam kerajaan kecil pada manusia itu, Arash itu ialah Ruhnya; ketua segala Malaikat itu ialah hatinya, Kursi itu otaknya, Luh Mahfuz itu ruang khazanah khayalan atau pikirannya.
Ruh itu tidak bertempat dan tidak bisa dibagikan dan ia memerintah tubuhnya sebagaimana Alloh memerintah Alam Semester Raya ini.
Pendeknya, tiap-tiap orang manusia itu diamanahkan dengan satu kerajaan kecil dan diperintahkan supaya jangan lengah dan lalai mengatur kerajaan itu.

Ahad, 14 September 2014

PAYAHNYA MALAIKAT MEMINTA TANAH DARI BUMI.

PAYAHNYA MALAIKAT MEMINTA TANAH DARI BUMI.

Kita selalu mendengar kisahnya Nabi Adam as. Dan kita juga terlalu tahu tentang kejadiannya manusia itu adalah dari tanah. Tetapi apakah kita tahu akan tanahnya itu?

Apakah kita tahu akan prosesnya kejadian itu?
Mari kita baca kupasan yang sedikit ini, mudah-mudahan kita lebih mengetahui tentangnya dan Insyaallah dapatlah kita mempelajarinya bersama-sama. Berpesan- pesanlah pada kebaikan dan berpesan-pesanlah dengan kesabaran.
BETAPA PAYAHNYA MALAIKAT-MALAIKAT MEMINTA TANAH DARI BUMI UNTUK NABI ADAM AS (ABUL BASYAR / Bapa segala manusia)
Pada suatu ketika, Allah swt menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan tetapi apabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi kuathir Adam akan menjadi maksiat kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar mendengar sumpah bumi.
Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak berganjak.
Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa. Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi. Kata Allah:
" Hai Izrail! Engkaulah kini yang AKU tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawa kerjamu atas perintah dan atas namaKu."
Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi, maka akhirnya bumi mengizinkan tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah ia ke hadrat Allah swt.
Lalu Allah berfirman: "Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia."
Maka kuathirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia. Lalu Allah berfirman lagi: "Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.
JENIS TANAH YANG DIGUNAKAN:
1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Mugaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah Babylon
10. Tanah India
11. Tanah syurga
12. Tanah Tha'if

Menurut Ibnu Abbas:
1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak manusia,dan disitulah tempatnya akal.
2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.
3. Dahinya dari tanah Iraq, kerana disitu tempat sujud kepada Allah.
4. Mukanya dari tanah Aden, kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.
5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat menarik perhatian.
6. Giginya dari tanah Al-Kautsar, tempat memanis-manis.
7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah, untuk mencari nafkah dan kerjasama, sesama manusia.
8. Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinjak.
9. Perutnya dari tanah Babylon . Disitulah tempat seks (berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.
10.Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.
11.Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.
12.Hatinya dari tanah syurga Firdaus, kerana disitulah iman, keyakinan, ilmu, kemahuan dan sebagainya.
13.Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat, bersyukur dan berdoa kepada Tuhan.
PROSESNYA KEJADIANNYA:
1. Ketika Allah jadikan Adam, tanah itu dicampur dengan air tawar, air masin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan dirasmikan dengan air hujan "Barul Uluhiyah".
4.Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah- Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal". Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.
5.Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia merasa malas dan enggan, lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.
Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya. Tidak seperti warna kulit manusia. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh itu, meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang dikepala, dan dua buah liang di bawah badan letaknya.
Tujuh buah letaknya adalah di:
1. Kepala : dua liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan sebuah liang mulut.
2. Dibawah: Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera:
1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dan sebagainya.

Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam :
Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.
Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri, ke kanan dan kebawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan tanah keras.
Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.
Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka.
Ketika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata :"Yarhamukallah" yang membawa erti: "Semoga engkau diberi rahmat Allah". Oleh kerana itu jika orang bersin, menjadi sunat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat pula mengucapkan "Yarhamukallah" .
Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras. Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar). Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud:
"Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa" .(Al-Israk: II)
Maka ketika roh itu sampai dibahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.
Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama hinggalah kelangit tujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.
(Dipetik dari buku HIMPUNAN KISAH-KISAH MALAIKAT) 

Selasa, 20 Mei 2014

Bagaimanakah Cara Percaya kepada Rukun Iman.

Bagaimanakah Cara Percaya kepada Rukun Iman.


Serba Sedikit Tentang Percaya Kepada Rukun Iman.
Apakah maksud percaya kepada Allah.
Percaya kepada Allah itu, biarlah sampai kepada tahap tidak dikeranakan dengan suatu kerana. Tidak disebabkan dengan suatu sebab dan tidak disabitkan dengan suatu sabit!.
Percaya kepada Allah itu, hendaklah tidak dengan beralasan. Kerana Allah itu, adalah Allah. Yang nyata Allah, yang ghaib Allah, yang zahir Allah, yang batin Allah, yang awal Allah dan yang akhirpun Allah. Segala-galanya Allah, kenapa masih tak terlihat Allah……….
Tidak ada ruang untuk wujud (ada), ujud (menjadikan) dan mujud (dijadikan) sifat makhuk. Tidak ada ruang diantara awal dan akhir itu, ditengah-tengahnya adanya kita!.
Percayalah bahawasanya Allah itu, terang yang wajahNya lebih terang dari cahaya matahari. Dekat mata putih dengan mata hitam, lebih dekat lagi Allah. Nyatanya ibu bapa kita, sesungguhnya Allah itu lebih nyata dari kedua ibu bapa kita. Kenapa tak terlihat?.
Mengenal, melihat, memandang atau menatap wajah Allah itu, hendaklah denngan nyata- senyata nyatanya!. Tanpa terselindung oleh sesuatu. Allah bukan sesuatu tetapi zahir pada tiap sesuatu!.
Allah tidak ada hijab, tidak ada dinding dan tidak ada tabir, yang boleh menghalang kita dari menilik, menatap, memandang atau melihatNya!. Sebab yang menjadi terhijabnya kita dari tertilik Allah  itu, adalah kerana kita masih mengadakan “sifat keakuan”.
Percaya kepada Allah itu, hendaklah sampai sehingga kepada tahap tidak ada dalil. Kerana segala-galanya itu, adalah wujudnya Allah. La maujud Bilhaqqki Illalah.

Apakah maksud atau beriman kepada Al-Quran.
Maksud beriman kepada Al-Quran itu, adalah hendaklah kita mendahului Allah berbanding diri kita. Quraan itu adalah kalam Allah. Kalam Allah itu, adalah perkataan Allah.  Bermaknanya disini, hendaklah kita mendahului kata-kata atau ketetapan Allah, berbanding kata kita atau ketetapan akal kita!.  Bilamana kita beriman kepada Al-Quran, bermakna kita dikehendaki mendahului ketetapan Allah, berbanding ketetapan ketetapan yang kita tetapkan!.
Apa yang terjadi atas kita itu, hendaklah kita tahu yang bahawasanya ketetapan kata Allah itu, telah mendahului kejadian apa yang berlaku. Sebelum kita rugi dalam perniagaan, sebelum kita putus kasih, sebelum bercerai atau sebelum  kita mati itu, sesungguhnya Allah sudah merugikan kita sebelum kita rugi.  Sebelum kita putus tunang, putus kasih atau bercerai itu, sesungguhnya kita telah diputus atau telah diceraikan oleh Allah mendahului putus atau bercerainya kita. Sebelum kita lahir atau sebelum kita mati, ketetapan Allah itu, telah mendahului kita. Sebenarnya sebelum kita lahir, Allah dan lahirkan kita dalam ilmuNya.
Sebelum kita mati, sesungguhnya ita itu telah dimatikan Allah, dalam ilmuNya. Sebelum kita masuk syurga atau neraga itu, sesungguhnya Allah sudah terlebih dahulu memasukkan kita kedalam neraka atau syurga!.
Kata-kata Allah itu, sesungguhnya telah medahulu kata-kata, niat atau kehendak kita!. Maka redha dan ikhlaslah dalam menerima segala cubaan atau musyibah yang berlaku. Beriman kepada  Al-Quraan itu, adalah mendahulu kata-kata Allah berbanding kata-kata kita!. Mendahului ketetapan Allah sebelumnya, berbanding apa yang berlaku.
Mana sebenar-benar Al-Quran?.
Yang kita sebut itu suara atau bunyi suara yang keluarnya dari bibir mulut. Yang kita baca itu, adalah berupa suratan atau berupa tulisan (dari dakwat) yang tertulis diatas yang berupa kertas.
Sedangkan Al-Quraan itu, adalah kalam Allah, bahasa Allah, kata-kata Allah, ucapan Allah dan suara Allah. Yang tidak berhuruf, tidak bersuara, tidak berjirim da tidak berjisim.
Adapun yang kita baca itu, adalah berupa kertas yang bertulilsan dengan dakwat. Dibakar hangus, direndam basah, ditanam dalam, digantung tinggi dan ditembak tembus. Sedangkan kata-kata Allah itu adalah berupa bahasa percakapan allah yang tidak samadengan suara bibir mulut kita?.
Jika Quran itu, bukan seperti suara bibir, bukan seperti tulisan atas kertas, dimanakah kata-kata Allah yang bernama Quran?.
Yang kita sebut itu, suara yang keluarnya dari anggota bibir, adapun kata-kata Allah itu, tidak sebagaimana suara bibir!. Yang kita baca itu, adalah kertas, sedangkan kata-kata Allah itu, tidak seperti kertas!. Manakah yang dikatakan sebenar-benar Al-Quran (sebenar-benar kata-kata Allah). Atau dalam bahasa mudah, Al-Quran itu, adalah percakapan Alah. Adapun percakapan Allah itu, bukan sebagai petuturan bibir mulut. dimana Al-Quran.
Al-Quran atau kata-kata Allah itu, adalah “KUN” . dari perkataan kun itulah, makanya terjadinya sekalian Alam.
Oleh itu,  sekalian Alam inilah “KUN” Allah, kata-kata Allah atau Al-Quran.

Apakah maksud beriman kepada Rasul.
Rasul itu ertinya pesuruh manakala pesuruh itu pula, adalah orang yang kena suruh. Adapun maksud beriman kepada Rasul itu, adalah mendahului kena suruh daripada yang menyuruh.
Maknanya disini bahawa sebelum kita melakukan sesuatu, sebenarnya kita telah melakukan sesuatu mengikut kehendak yang menyuruh, yang menyuruh itu, seungguhnya telah mendahului sebelum segala sesuatu sampai kepada yang kena suruh!.
Kita kena percaya dan penuh yakin bahawa sebelum segalanya sesuatu itu berlaku atau terjadi, sesungguhnya perlakuan dan kejadian itu, sesungguhnya telah pun berlaku dan telahpun siap terjadi sebelumnya!.
Setelah kita yakin dan penuh percaya kepada rasul (beriman kepada Rasul),  maka hendaklah kita taat, patuh  dan mengikut serta mematuhi apa sahaja yang telah dahulu ditetapkan sebelumnya. Ingatlah bahawsanya kita ini, orang yang kena suruh (pesuruh), kita ini kuli dan kita ini hanyalah hamba sahaya yang fakir, yang hanya menurut sahaja apa perintah atau kehendak yang telah ditetapkan!.
Jika diberi sakit, maka sakitlah kita, jjika diberi miskin, maka miskinlah kita, jika diberi musyibah, maka azablah kita dan jika diberi mati,maka matilah kita. selaku yang kena suruh, hendaklah kita patuh kepada apa yang ditetapkan atas kita.
Bilamana kita percaya kepada pesuruh (yang kena suruh), kita tidak boleh lagi mengeluh atau merungut dari apa yang telah ditetap dan yang telah ditakdirkan oleh Allah atas kita!.
Apakah maksud percaya kepada Malaikat
Untuk mengenal malaikat, hendaklah terlebih dahulu kita tahu akan tugas-tugasnya. Setelah kita kenal dan tahu akan tugasnya, barulah kita boleh kenal dan tahu siapa itu Malikat sebenarnya.  Seumpama tugas bagi pasukan bomba. Pasukan bomba adalah dengan tugas-tugas pemadam api. Pasukan polis pula menangkap pencuri dan pasukan ambulan pula menyelamat orang sakit dan sebagainya. Dengan mengenal tugas, maka kita akan kenal tuannya.
Begitu juga Malaikat. Bilamana kita kenal tugas malaikat, maka sudah tentu kita akan kenal siapa tuannya.
Tugas Malaikat Jibrail itu, adalah menurunkan wahyu. Malaikat Jibrail itu, jika dikiaskan kepada diri kita, ianya adalah merupakan “akal, fikiran atau otak”. Yang tugas menanggung pemikiran atau menerima tugasan memikir sebagaimana tugas Jibrail yang menurun wahyu. Jibrail itu, jika dikiaskan peda diri kita adalah “akal”!.
Malaikat Izrafil itu, tugasnya meniup serunai sanggkala. Serunai Malaikat Izrafil itu,  jika dikiaskan kepada diri kita, ianya adalah berupa (serunai), anggota “mulut” yang mengeluar suara dari kedua bibir mulut.
Malaikat Mikail pula tugasnya menurunkan hujan. Malaikat Mikail, jika dikiaskan kepada diri kita, ianya adalah berupa (hujan) “mata” yang menurunkan air mata.
Manakala Malaikat Izrail pula, tugasnya adalah menaik nyawa. Malaikat Izrail, jika dikiaskan kepada diri kita, ianya adalah berupa (naik turun nafas) “hidung” yang menurun dan menaikkan nafas.
Dari itu, kenallah kita akan siapa itu kiasan kepada para Malaikat!. Segalanya ada tafsiannya pada diri kita!.
Apakah maksud percaya kepada Qahda dan Qadar
Percaya kepada Qhada dan Qadar itu, adalah percaya kepada untung baik dan untung buruk. Segalanyanya baik dan buruk itu, sesungguhnya adalah datangnya dari Allah Taala.
Bilamana sesuatu itu datangnya daripada Allah Taala, maka segalanya itu akan kelihatan baik dan akan jadi segala-galanya cantik!.
Jika kereta kita kena langgar, kehilangan wang, kehilangan nyawa anak isteri sekalipun, kita kena percaya bahawa tiada suatu gerak sekalipun sebesar zarah, melainkan datangnya gerak itu biar sebesar zarah sekalipun, itu sesunggunya adalah datangnya dari kehendak dan keizinan Allah Taala.
Terimalah samaada baik atau buruk, kerana baik dan buruk itu, sesunguhnya adalah datangnya dari anuggerah dan kurniaan Allah. Bilamana datangnya dari kurniaan atau anugerah Allah, sealanya akan menjadi nikmat.
Drp hj shaari tanggal 1 hb mei. jam 3.20 pagi bersamaan hari rabu. Amin