Pages

Memaparkan catatan dengan label hakikat Nur Muhammad. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label hakikat Nur Muhammad. Papar semua catatan

Selasa, 21 Oktober 2014

ROH adalah kejadian dari zat yang mutlak yang mana ia diciptakan untuk menyatakan zat

Ayah Di Pakngah - Kekadiman...

ROH adalah kejadian dari zat yang mutlak yang mana ia diciptakan untuk menyatakan zat maka ia telah dikadimkan oleh tuhan,kerana asal na dari tuhan yang tidak ada wasitah baginya dan ia langsung dari tuhan,dalam istilah ilmu maka ia merupakan kejadian nammun pada hakikatnya ia adalah sebahagian dari zat.

Suatu contoh....
Lampu dan cahayanya,bila kita tekan butang suis lampu suluh itu akan memancarkan pada dinding maka kalau kita lihat cahaya pada cermin lampu pun ada dan cahaya pada dinding pun ada itu menunjukkan cahaya pada dinding tidak terpisah dari cahaya lampu itu dan itulah contohnya.

Walaupun contoh ini tidak sama keadaannya dengan zat dan roh ianya sekadar memberi contoh agar dapat kita fahami bahawa zat itu qadim dan roh itu adalah kenataan sifat bagi zat dan zat bagi badan pun qadim jua.

Zat mutlak tidaklah dapat kita gambarkan dengan apapun namun ianya menjadi rahsia bagi ahli makrifat akan keadaannya,sebab itulah orang bijak pandai mengatakan kenal diri kenallah tuhan,,,perkataan kenal itu merupakan suatu takrif yang membawa maksud tahu dan lihat dan ini kita yang dalam keadaan baru belajar maka syariat melarang kita mengambarkan bentuk zat itu,dan sememangnya zat itu adalah tidak nyata pada pandangan nyata pada sebutan.

Zat yang bernama ALLAH itulah ang nyatanya pada sifat,lalu kalau kita nak kenal zat tentu tidak akan kenal kerana ia tidak nya pada zihin dan pada kharij,lalu perlulah kita mengenali zat itu pada sifatnya nah!!!!!! sekarang roh adalah sebahagian dari juzuk zat ilahiah maka padanyalah tanda2 kesempurnaan zat.

Dan inilah yang dikatakan orang...ariftu rabbi birobbi,

ALLAH telah TAJALLI pada NUR MUHAMMAD dan NUR MUHAMMAD menjadi RUH pada DIRI NABI MUHAMMAD RASULULAH SAW

Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

Untuk direnungkan dan dipahami......

Rasulullah saw :
“Belum sempurna iman seseorang, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)


Seluruh umat islam sepakat bahwa Nabi Muhammad Rasulullah saw adalah manusia biasa seperti manusia pada umumnya, namun mengapa harus lebih mencintai Beliau daripada mencintai ALLAH SWT ...??

Padahal Allah swt telah berfirman dalam Al Quran surat Al An-Am 162 :
" Katakanlah Sesungguhnya SHOLATKU ,IBADAHKU,HIDUP DAN MATIKU hanyalah untuk ALLAH ,TUHAN semesta Alam "

( Silahkan baca uraian lengkapnya di KITAB TEBERUBUT )

" Bahwa ALLAH telah TAJALLI pada NUR MUHAMMAD dan NUR MUHAMMAD menjadi RUH pada DIRI NABI MUHAMMAD RASULULAH SAW maka pada HAKEKAT nya mencintai NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW itu sama saja dengan mencintai ALLAH SWT "

Agar bisa memahaminya Maka harus paham tentang PEMAHAMAN NUR MUHAMMAD dan HAKEKAT NUR MUHAMMAD.

Rabu, 9 April 2014

LAA ILAHA ILLALLAH - Ada adalah sifat hanya milik Allah

"LAA ILAHA ILLALLAH" - ada bukan sifat selain dari Allah, Ada adalah sifat hanya milik Allah. Yang ada hanya Allah, selain dari Allah, tiada.

Orang yang belajar sedar dan mengetahui tentang hal dan perkara ini... Pada ilmu kita semua sudah sampai kepada kefahaman ini. Hanya Allah sahaja yang bersifat dengan sifat ada iaitu ada itu adalah Esa, maknanya hanya sanya yang bersifat ada itu hanyalah Allah.....

Cuba sama-sama menyelami kedalam kehidupan seharian, selami kedalam rasa perasaan yang sedang merasai sifat ada yang hanya milik Allah sahaja..

Setelah masing-masing merasai sifat ada yang sedang dirasai didalam kehidupan seharian, adakah sifat ada yang sedang dirasai itu telah dirasai atau telah diakui sebagai sifat ada Allah?

ATAU SIFAT ADA ITU SEDANG DIRASAI, DIJIWAI ATAU DIAKUI SEBAGAI SIFAT ADA DIRI KITA SENDIRI.....

JIKA SIFAT ADA YANG SEDANG DIRASAI ITU TELAH DIRASAI ATAU TELAH DIAKUI SEBAGAI ADA DIRI KITA SENDIRI, BAGAIMANAKAH DENGAN ILMU YANG TELAH DIKETAHUI IAITU "LAA ILAHA ILLALLAH - TIADA SESUATU YANG ADA HANYA ALLAH, ADA ADALAH BUKAN SIFAT SELAIN DARI ALLAH, ADA ADALAH SIFAT HANYA MILIK ALLAH SAHAJA"

Pada pengetahuan telah pun tahu, tetapi apabila sampai masa menjalani kehidupan seharian, sifat ada yang sedang dirasai itu sedang dirasai dan sedang diakui sebagai sifat ada diri kita sendiri bukan sedang dirasai dan diakui sebagai sifat ada Allah....

TIDAK KAH APA YANG SEDANG DIRASAI DAN DIAKUI DIDALAM KEHIDUPAN SEHARIAN BERTENTANGAN DENGAN APA YANG TELAH DIPELAJARI DAN YANG TELAH DIKETAHUI MELALUI ILMU PENGETAHUAN..

BAGAIMANA BOLEH BERLAKU KONFLIK DIANTARA APA YANG SEDANG DIRASAI DIDALAM KEHIDUPAN SEHARIAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN YANG TELAH DIPELAJARI DAN KETAHUI SELAMA INI.

APABILA BELAJAR SEMUA ORANG MENGETAHUI BAHAWA SIFAT ADA ADALAH SATU-SATUNYA SIFAT MILIK ALLAH YANG MAHA ESA, TIDAK ADA LAGI SELAIN DARI ALLAH YANG MEMILIKI SIFAT ADA KERANA SIFAT ADA ITU ESA DAN SIFAT ADA HANYA SANYA MILIK ALLAH SAHAJA, TIADA SESUATU SELAIN DARI ALLAH YANG BERSIFAT DENGAN SIFAT ADA...

JADI BAGAIMANA HENDAK MENGHADAPI KONFLIK INI.....

Pada pengetahuan sudah tahu yang Ada hanya Allah
Pada kehidupan seharian sedang merasai dan mengaku sifat ada yang sedang dirasai itu adalah sifat ada diri sendiri

Tahu yang Allah itu Ada tatapi sampai kepada rasa dan perasaan sedang merasai ada diri sendiri, tidak merasai ada Allah...

Kembali kepada ilmu pengetahuan Ada adalah sifat Allah sahaja, selain dari Allah bersifat dengan sifat tiada....

Kenapa apabila merasai sifat ada didalam kehidupan seharian sifat ada yang dirasai itu diakui sebagai sifat ada diri sendiri, tetapi tidak diakui sebagai sifat ada Allah...

Jadi sedang merasai dan mengakui sifat ada yang sedang dirasai dan sifat ada yang sedang dijiwai itu adalah sebagai ada diri sendiri, inilah yang dimaksudkan kepada hawa nafsu sendiri...

Sifat ada Allah telah dan sedang dirasai sebagai sifat ada diri sendiri itulah yang dimaksudkan kepada keakuan diri sendiri.. Dan keakuan diri sendiri inilah yang dipanggil sebagai hawa nafsu sendiri yang secara tidak disedari (tersembunyi lagi tersembunyi), telah diangkat sebagai tuhan selain dari Allah... 

Merasakan sifat ada yang hanya satu-satunya Milik Allah (ESA), sebagai sifat ada diri sendiri adalah perbuatan yang sedang mensyirik Allah dengan diri sendiri yang telah disangka ada.. 

Dan inilah hawa nafsu yang perlu diperangi seperti telah disabdakan oleh Nabi Muhammad saw "PERANG YANG PALING BESAR IALAH BERPERANG DENGAN HAWA NAFSU SENDIRI - IAITU BERPERANG DENGAN PERASAAN YANG SELAMA INI TELAH MERASAI ADA ALLAH SEBAGAI ADA DIRI SENDIRI SUPAYA KEMBALI MENGAKUI ADA YANG SEDANG DIRASAI ADALAH SIFAT ADA ALLAH YANG MAHA ESA"

Sifat ada Allah yang sedang dirasai dan diakui sebagai ada selain dari Allah adalah perbuatan yang sedang menyenkutukan Allah dengan sesuatu selain dari Allah. Inilah iblis dan syaitan yang wajib dijadikan musuh...

HENDAKLAH SENTIASA MENENTANG RASA PERASAAN YANG SEDANG MERASAI ADA ALLAH YANG SELAMA INI TELAH DIANGGAP SEBAGAI ADA SELAIN DARI ALLAH SUPAYA KEMBALI MENGAKUI ADA YANG SEDANG DIRASAI DAN DILIHAT ADALAH ADA ALLAH"

Menentang rasa dan perasaan yang sedang merasai dan menyangka ada selain dari Allah supaya kembali mengakui yang ada hanya Allah adalah perbuatan yang sedang memusuhi iblis dan syaitan...

IBLIS DAN SYAITAN TIDAK BOLEH MENGHASUT ORANG-ORANG YANG SENTIASA MENGESA DAN MENTAUHIDKAN ALLAH.....

SIAPA MUHAMMAD RASULULLAH?

57.Surah Al-Ĥadīd (Verse 3)

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ


Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang Zahir serta Yang Batin; dan Dia lah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Allah memberitahu Dialah yang awal, yang akhir, yang zahir dan Dialah yang batin.....
Hadis qudsi..... Insan rahsia Aku, Aku rahsia Insan, rahsia itu sifat Aku, sifat Aku bukan lain daripada Aku.....

Sifat Allah bukan lain daripada Allah... Dimanakah hubungan diantara Allah dengan Muhammad....

Sabda Nabi Muhammad saw "Ana abu ar-ruh, wa Adam Abu basyar - Aku bapa segala ruh dan Adam bapa segala jasad"

"Ana Ahmad bilal mim - Aku Ahmad tanpa mim - احمد = احد
"Ana 'arab bilal 'ain, Aku 'arab tanpa 'ain عرب = رب
Allah itu zat Muhammad
Muhammad itu sifat Allah

Kembali kepada Insan rahsia Aku (Allah), Aku (Allah) rahsia insan, rahsia itu sifat Aku (Muhammad), sifat Aku (Muhammad), bukan lain daripada Aku...

57.Surah Al-Ĥadīd (Verse 3)

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ


Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir; dan Yang Zahir serta Yang Batin; dan Dia lah Yang Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu.

Sifat Allah adalah rahsia Allah yang telah ditajalli atau dinyatakan dengan (atau telah diberi) nama dengan nama Muhammad.

Muhammad adalah segala sifat-sifat terpuji Allah. Sifat terpuji Allah yang paling utama ialah (Sidiq, Amanah, Tabliq dan fatonah)...

Muhammad Bin Abdullah (Zahir Muhammad - sifat Allah yang dizahirkan).... Adalah sebagai pembawa rahsia dan pemberi peringatan yang terakhir tentang rahsia Allah ini, Tidak ada lagi rahsia yang disembunyikan oleh Allah didalam menyatakan rahsiaNya kepada keseluruhan Alam.....

Muhammad bin Abdullah telah diberi amanah untuk menyampaikan rahsia ini (Allah berfirman pada hari ini telah Aku sempurnakan agama kamu)...

Sepertimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw "Aku adalah bapa segala roh @ Aku (Muhammad) adalah asal kejadian segala Roh"

- Inilah Muhammad Rasulullah yang diperintahkan supaya dikenal sebagai pesuruh Allah sepanjang zaman, kerana nabi Muhammad bin Abdullah telah wafat, (telah kembali kerahmatullah....)

Untuk sampai kepada mencapai kepada Muhammadar Rasulullah ini, setiap umat Muhammad hendaklah sentiasa mentauhid atau mengesakan Allah (puji hamba kepada tuhan iaitu setiap badan diri manusia sentiasalah hendaknya mengesakan Allah didalam setiap detik dan saat didalam keluar masuknya nafas)...

Setelah proses mengesa atau mentauhidkan Allah telah mendapat pengesahan diterima oleh Allah barulah badan diri (jasad dan roh) yang telah sentiasa mengesakan Allah ini akan diangkat kepada Muhammadar Rasulullah

Muhammaddar Rasulullah adalah puji tuhan kepada hamba... iaitu Allah akan menganugerahkan sifat-sifat terpujinya terutama (siddiq, amanah, tabliq dan fatonah) kepada hamba-hambanya yang sentiasa mentauhid atau mengesakan Allah disetiap detik dan saat....
Inilah sebenar Muhammad yang sentiasa mengenal Allah....

Sebelum berada didalam keadaan sentiasa mengesakan Allah tidak lagi akan diberi pengakuan oleh Allah - Allah tidak akan memperakui (puji tuhan kepada hamba).. Sebagai Muhammaddar Rasulullah....

Diri kita yang telah disangka ada disamping Allah tidak mampu untuk mengenal Muhammad.. Maksudnya selagi seseorang yang berada didalam keadaan syirik tidak lagi sampai kepada Muhammad yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw Ana abu ar-ruh itu....

Muhammaddar Rasulullah adalah anugerah Allah kepada hamba-hambanya yang sentiasa mengesakan Allah pada zat, sifat, asma' dan perbuatanNya...

Selagi belum mengesakan atau mentauhidkan Allah janganlah berangan-angan nak beranggapan diri batin itu sebagai Muhammad Mustafa Rasulullah....

Walaupun pada ilmu sudahpun memahaminya, terapi pada hakikat sebenar belum lagi diperakui oleh Allah kerana masih mensyirikkan Allah.

Muhammad Rasulullah adalah pembawa ugama tauhid...
SAMA-SAMALAH KITA KEMBALI KEPADA AUWALUDDIN MAKRIFATULLAH (MEMPRAKTIKKAN LAA ILAHA ILLALLAH) SUPAYA DIANUGERAHKAN DENGAN MUHAMMADAR RASULULLAH)

Kerana Muhammaddar Rasulullah adalah satu anugerah bukan boleh ditiru-tiru...

Bahawa ilmu pengetahuan dengan keadaan sebenarnya amatlah jauh bezanya...

Pada ilmu sudah mengetahui tetapi pada keadaan sebenar belum lagi mencapai ketahap berkaitan kerana untuk sampai kemaksud yang dimaksudkan itu bukanlah melalui ilmu tetapi mesti melalui berperang dengan nafsu sendiri...

BAGAIMANAKAH HENDAK BERPERANG DENGAN HAWA NAFSU SENDIRI???
CARA UNTUK MEMENGGAL PEPATONG SEMBAHANYANG TELAH DIBENTUK OLEH SANGKAAN SENDIRI.......

Merasai ada diri disamping Ujud Allah, secara tidak disedari telah menjadikan diri sangkaan ada itu sebagai tuhan selain dari Allah....

LAA ILAHA ILLALLAH - TIADA SESUATU YANG ADA HANYA ALLAH...

Walaupun Kalimah tauhid telah dilafazkan dan ditasdiqkan didalam hati, tetapi didalam rasa dan perasaan masih lagi merasa ada diri, (sifat ada Allah yang sedang diperkenalkan telah disangka sebagai wujud diri sendiri), selagi itulah Allah itu telah disekutukan dengan diri sendiri yang telah disangka ada disamping Ujud Allah...

Merasai diri sendiri dan selain dari Allah ada disamping ujud Allah, adalah satu keadaan dimana telah menyekutukan Allah dengan sesuatu..

Merasai ada diri sendiri disamping Ujud Allah telah meletakkan kita kedalam gulungan sedang menzalimi diri sendiri, iaitu gulungan musyrikin, gulungan orang yang sedang menyekutukan Allah (sedang menyangka Ujud Allah yang sedang diperkenalkan ujudNya, sebagai wujud diri sendiri)..

Ada yang sedang dirasai itu sebenarnya keadaan dimana Allah sedang memperlihatkan ujudNya, sebagai tanda-tanda atau sebagai ayat-ayat yang sedang menerangkan keEsaan dan kekuasaan Allah sendiri). 

Tetapi sangkaan yang timbul didalam rasa dan perasaan dan pengakuan yang sedang mengakui wujud yang sedang dirasai itu adalah wujud diri sendiri, secara tidak disedari telah menjerumuskan kedalam lembah kesyirikan (syirik yang tersembunyi lagi tersembunyi)...

PERSOALANNYA BAGAIMANA NAK MENGHILANGKAN RASA DAN PERASAAN YANG SEDANG MENYANGKA UJUD ALLAH ITU ADALAH WUJUD DIRI SENDIRI?

Allah telah berfirman didalam Al-Quran
17.Surah Al-'Isrā' (Verse 41)

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

Allah telah memperjelaskan bahawa didalam Al-Quran telah diterangkan terdapat pelbagai cara dan jalan-jalan untuk menetapkan iktiqod dan tauhid terhadap Allah (supaya tidak mensyirikkan Allah dengan sangkaan ada wujud diri dan selain dari Allah)

Diantara ayat Al-Quran yang secara tersiratnya telah menerangkan cara untuk mentauhidkan Allah dan menetapkan iktiqod ialah seperti firman Allah 39.Surah Az-Zumar (Verse 45)


وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Dan (di antara keburukan orang-orang yang melakukan syirik): apabila disebut nama Allah semata-mata. segan serta liarlah hati mereka yang tidak beriman kepada hari akhirat; dan apabila disebut nama-nama yang mereka sembah dan puja yang lain dari Allah, mereka dengan serta merta riang dan gembira.

Itu adalah sifat orang yang syirik kepada Allah..

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)


وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا


Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

Jadi untuk menjadi orang yang bertauhid kepada Allah, sebutlah Nama Allah sambil rasa perasaan, hati dan roh merasakan dan menjiwai Ada Allah..

Ada yang manakan yang nak dirasakan sebagai Ujud Allah..?

Iaitulah rasa ada yang sedang dirasai sekarang ini, "SEBUT LAH ALLAH, ALLAH, ALLAH, ALLAH .... Infiniti, SEMENTARA RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAKAN SIFAT ADA ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT HIDUP ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT TAHU ALLAH"


"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT KUASA ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT KEHENDAK ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT MELIHAT ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT MENDENGAR ALLAH"

"SEBUTLAH NAMA ALLAH, SEDANG RASA DAN PERASAAN SEDANG MERASAI SIFAT BERKATA-KATA ALLAH"....

DENGAN MEMPRAKTIKKAN KAEDAH SEPERTI INI SECARA AUTOMATIK KITA SEDANG MENGAKUI BAHAWA TIADA YANG ADA TIADA YANG HIDUP TIADA YANG TAHU TIADA YANG BERKUASA TIADA YANG BERKEHENDAK TIADA YANG MELIHAT TIADA YANG MENDENGAR TIADA YANG BERKATA-KATA HANYA ALLAH SAHAJA YANG BERSIFAT DENGAN SIFAT ADA HIDUP TAHU BERKUASA BERKEHENDAK MELIHAT MENDENGAR DAN BERKATA-KATA...


Suci kita dari sifat keakuan diri dan Mahasuci Allah dari sifat kekurangan.

Isnin, 23 Disember 2013

PEMAHAMAN TENTANG DUA KALIMAH SYAHADAH

PEMAHAMAN TENTANG DUA KALIMAH SYAHADAH
( yang terhimpun didalamnya syariat, tarikat, hakikat dan makrifat)

Oleh kerana penerangan ini untuk memudahkan kepada faham, yang berkeinginan untuk mendapat hidayah dari Allah, berdoalah kepada Allah dan bertanyalah kepada guru makrifat.... Bagaimana nak berguru kepada Allah..

Untuk belajar menerima kebenaran belajar lah dari peristiwa Nabi Musa dengan Nabi Khidir,(jangan dipersoalkan) ilmu ini BUKAN drp daya pemikiran sifat tabi'ei fizikal tetapi ilmu kerohanian.....

Ilmu awal didalam ugama iaitu 'awaluddin makrifatullah.'

Yang boleh terima, terimalah yang tidak bersesuaian lupakan saja..

Untuk memudahkan kepada faham:-

Penyaksian dan pengucapan dua kalimah syahadat sebenarnya adalah Muhammad mengaku Allah sebagai Tuhan, dan Pengesahan Allah kepada Muhammad sebagai Rasul, Pengakuan dan penyaksian ini berlaku didalam diri kita sendiri.


Bila kita menyebut atau mengatakan Allah menjadikan sesuatu hendaklah kita faham dan beriktikad dengan iktikad selain dari Allah tidak ada, hanya Allah sahaja yang ada. Dengan berfahaman dan beriktikat sebegini disetiap saat dan ketika bermakna kita sedang mengaplikasikan "Laa ilaha illallah - Tiada Nyata Hanya Allah" didalam kehidupan seharian kita....

Cuba kita bicarakan bagaimanakah kita nak berpegang dengan ilmu pengetahuan kita secara terus tanpa sebarang taklid supaya kita tidak mensyirikkan Allah...

Apakah sebenarnya Syirik itu ?
Syirik ialah menduakan (zat, sifat, nama dan perbuatan) Allah, atau mengadakan tuhan yang lain selain dari Allah... Asas syirik ialah meletakkan segala sifat yang wajib bagi Allah kepada selain dari Allah..

Cuba kita mengambil faham dari asalnya...

Asal mulanya hanya Allah sahaja yang ada, semasa ia bersendirian dia tidak bernama, ketika ini tiada tuhan tiada hamba.... Hanya zatnya ( kewujudannya ) sahaja... Tiada yang lain...

Dalam keadaan ini Ia dikatakan berada didalam keadaan perbendaharaan yang tersembunyi, Kasih ia kepada zatnya sendiri, dia suka untuk memperkenalkan dirinya sendiri, maka dizahirkan dirinya didalam bentuk sifatnya, namanya dan perbuatannya sendiri...

Apabila terzahirnya penzahiran yang pertama yang dinamakan Nur Muhammad, maka ia pun menamakan dirinya sebagai Allah.

Ketika terzahirnya Nur Muhammad disini juga telah berlakunya perebutan jawatan Tuhan ( maksudnya Allah mengatakan dia tuhan dan Nur Muhammad juga mengakui dia adalah Tuhan (sebab Nur Muhammad telah merasai sifat-sifat yang wajib bagi Allah adalah Miliknya)....

Disini diceritakan satu cerita untuk membawa kepada Faham juga, berlakulah dialog diantara Allah dengan Nur Muhammad...

Allah mengatakan dia tuhan begitu juga Nur Muhammad mengatakan ia Tuhan...

Disini berlaku satu permainan sorok-sorok... (Menghampirkan kepada faham jua)

Perjanjian telah dibuat diantara Allah dengan Nur Muhammad, siapa yang jumpa siapa dialah Tuhan....

Mula-mula giliran Nur Muhammad menyembunyikan dirinya, dengan senang Allah menjumpainya...

Sampai masanya Allah menyembunyikan dirinya, maka Nir Muhammad tidak dapat menemui Allah,

Maka mengakulah Nur Muhammad akan ketuhanan Allah dengan kalimah Laa ilaha illallah...

Setelah Nur Muhammad mengakui akan ketuhanan Allah maka Allah pun mengakui akan kerasulan Muhammad dengan Kalimah Muhammadar Rasulullah...


Inilah asal dua kalimah syahadah...


Kenapa Nur Muhammad tidak dapat mencari Allah ?


Sebab Allah telah menyembunyikan dirinya di dalam Nur Muhammad.....


Allah telah menzahirkan dirinya dari satu penzahiran kesatu penzahiran, Allah telah menyatakan dirinya dari satu kenyataan ke satu kenyataan.

Pada satu penzahiran dan kenyataan dinamakan dengan satu nama lain...

Penzahiran dan kenyataan Allah inilah yang dipanggil sebagai makhlok... Makhlok sebenarnya adalah merupakan penzahiran atau kenyataan zat, sifat, nama dan perbuatan Allah dan dinamakan dengan pelbagai nama....

Ada makhlok atau selain dari Allah itu sebenarnya merupakan penzahiran atau kenyataan zat, sifat, nama dan perbuatan Allah sendiri, yang dinamakan dengan makhlok....

Sebenarnya makhlok itu menyatakan penzahiran zat, sifat, nama dan perbuatan Allah, makhlok tidak mempunyai ujud sendiri, kenyataan (zat, sifat, nama dan perbuatan) Allah dikatakan ujud makhlok...

Dengan ini menunjukkan kepada kita bahawa makhlok tidak pernah ada kerana adanya makhlok sebenarnya kenyataan dan penzahiran zat, sifat, nama dan perbuatan Allah sendiri..

Jadi ada makhlok hanya ada pada sebutan, tidak pernah ada pada hakikatnya...

Ini adalah satu cerita kiasan untuk kita renungi... Para Rasul, Nabi, Auliak, Ulamak terdahulu tinggi dengan kiasan.. Allah juga menggunakan bahasa kiasan didalam firmannya, sebab itu didalam ayat Quran ada ayatayat yang tidak dapat difahami secara terus oleh para sahabat dan memerlukan kepada pentafsiran melalui Nabi Muhammad yang dipanggil sebagai hadis...

Bukan semua orang boleh memahami bahasa Al-quran ini, bahasa Al-quran ialah Kalam Allah sendiri, iaitu kata-kata Allah sendiri...

Oleh kerana Nabi Muhammad berbangsa Arab maka Allah telah memberikan dan mengilhamkan al-quran iaitu kata-kata Allah kedalam bahasa Arab ...

Sebenarnya kata-kata Allah itu adalah bahasa Allah sendiri, Allah tahu semua bahasa, orang yang hampir dengan Allah akan diberi faham melalui kalamullah...

Carilah Al-Quran yang terpelihara, yang tidak makan dek api, tak basah dek hujan, yang Allah pelihara sehingga ke hari Akhirat.

Cuba kita lihat pentajalian Allah didalam tiga peringkat iaitu dari Allah, Muhammad dan Adam..

Allah kita semua tahu, Dialah yang menjadikan makhlok yang zahir dan batin.. Allah berfirman huwal auwalu, huwal akhiru, huwaz zohiru, huwal batinu.. Dari sini cubalah sama-sama kita cari apakah makna tersirat dari perkataan menjadikan itu...

Muhammad - Nabi pernah bersabda " Ana abu ar-ruh, wa adam abu basyar "


Dari Makna sabda Nabi ini dapatlah kita tafsirkan bahawa Muhammad itu adalah asal kejadian roh, Allah beritahu bahawa dia meniupkan ruhNya ( Rohullah ) kedalam jasad Adam, maka disini pecahkanlah rahsia ruh ini... Diantara firman Allah " Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya ".dan sabda nabi Muhammad s.a.w Aku bapa atau asal kejadian Ruh.... Bertanyalah kepada guru mursyid....

Dari sabda Nabi juga telah menerangkan kepada kita dan Adam bapa atau asal kejadian Jasad...

Asal kejadian jasad kita adalah dari Adam, Asal kejadian ruh kita dari Muhammad, asal kejadian Muhammad dari Allah.

Kalau mengikut pentajalian dari permulaan bahawa Dari Allah ditajallikan Muhammad (asal kejadian roh), dari Muhammad ditajallikan Adam...

Allah memberitahu kepada kita dia menjadikan Muhammad kerana dia, hanya Muhammad yang mengenal Allah sebab Hanya Muhammad yang dizahirkan dari zat Allah, penzahiran yang terkemudian adalah dari Muhammad ( iaitu sifattullah ) sebab itulah Allah ada berfirman kejadikan keseluruhan alam kerana Muhammad, maksudnya dari segi penzahiran, kesemuanya terzahirnya dari sifatullah ( yang dinamakan Muhammad ), hanya sifat Allah yang terzahir dari Zatnya....

Boleh juga disebut dari zat Allah ditajallikan sifat Allah, dari sifat Allah ditajallikan nama Allah, dari nama Allah ditajallikan perbuatan Allah ( ianya berlaku secara tertib yang selalu disebut dengan fitratullah)

Cuba kita lihat firman Allah didalam hadis Qudsi " Insan itu rahsia aku, Aku rahsia insan, rahsia itu sifat Aku, sifat itu tidak lain daripada Aku"

Seperti yang diketahui seperti diatas bahawa sifat Allah ialah Muhammad, dapatlah diertikan insan itu rahsia Allah, Allah itu rahsia insan, rahsia itu ialah Muhammad, Muhammad itu tidak lain dari Allah..

Muhammad pula adalah asal kejadian roh. Carilah rahsia muhammad pada roh....

Cuba kita korek rahsia insan

Insan terdiri dari :-


- Yang rahsia iaitu kenyataan dari ( huwal auwalu huwal akhiru - maksudnya Dia iaitu zat Allah dari Awal dulu semasa dia bersendirian sekarang dan sampai bila-bila pun, hanya dia yang nyata, hanya dia yang ada.. Menjadi rahsia Insan )


- Yang batin iaitu yang tersembunyi ( Allah juga berfirman huwal batinu, dialah yang batin ) ternyata kepada diri insan sebagai roh,- Asal kejadian roh dari Muhammad berdasarkan kepada sabda Nabi Muhammad "Aku adalah asal kejadian roh Ana abu ar-ruh )


- yang nyata ( Allah juga berfirman huwaz zohiri - Dialah yang zahir ).. Ternyata kepada diri insan sebagai jasad - Asal kejadian jasad dari Adam berdasankan kepada sabda nabi dan adam adalah asal kejadian kepada jasad..


Dari sini cuba kita lihat bahawa insan itu terdiri dari diri rahsia Allah ( huwal auwalu, huwal akhiru). Kedua dari diri batin Allah iaitu (huwal batinu) dan ketiga diri zahir Allah ( huwaz zohiru ) dipanggil dengan nama insan atau manusia...

Jadi sebenarnya manusia itu adalah satu nama yang telah diberikan untuk menerangkan diri Dia yang awal, Dia yang akhir, Dia yang batin dan Dia yang zahir)..

Ini menunjukkan manusia itu hanyalah satu nama bagi penzahiran Allah yang tidak ada apa-apa pun padanya...

Jadi segala zat, sifat, nama dan perbuatan yang terlihat pada zahir, batin dan rahsia manusia itu kesemuanya menceritakan akan tajalli Allah...

Dari sini fahamlah kita bahawa rahsia manusia itu Allah

Roh manusia itu Muhammad


Jasad manusia itu Adam


Kita semua disini faham dan tahu yang Allah menghidupkan roh ( Muhammad), roh pula menghidupkan jasad ( Adam ) - Ini adalah kata-kata bagi menunjukkan tertib nya penzahiran Allah mengikut fitratullah....

Jasad (Adam) sebenarnya mati, jika tidak dihidupkan oleh roh ( Muhammad), Muhammad juga tidak hidup jika tidak dihidupkan oleh Allah...

Membawa makna hanya Allah yang hidup dan menghidupkan roh..

Ini bersesuaian dengan firman Allah


"سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami keseluruh ufuk alam dan pada DIRI MEREKA SENDIRI, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?

(Fushshilat 53).

Lagi firman Allah yang bermaksud;

”Semua yang ada adalah fana (binasa). Dan yang baqa (kekal) itu adalah wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” (Ar-Rahman: 26-27).

Secara keseluruhannya segala sifat yang wajib bagi Allah hanya milik Allah Sahaja.... Selain dari Allah bersifat dengan segala sifat yang mustahil bagi Allah...

Contoh nya Allah bersifat dengan sifat ada, selain dari Allah bersifat dengan sifat mati, Allah bersifat dengan sifat hidup, selain dari Allah bersifat dengan sifat mati. Inilah yang mesti difahamkan apabila kita menghuraikan yang Allah itu bersifat dengan sifat bersalahan Allah bagi segsla yang baharu.... Iaitu faham daripada mula asal diantara Allah dengan makhlok sebelum pentajalian berlaku...

Setelah berlakunya pentajalian Allah kepada makhlok sifat Allah sedia kekal seperti dahulu juga, sedia kekalnya sifat Allah dari dahulu sekarang dan selama-lamanya...

Kepada yang sudah boleh berada kepada kesedaran roh (Muhammad), cuba rasa sendiri roh itu ada atau tidak ada, roh itu mendengar atau tidak mendengar dan bandingkan segala sifat yang wajib bagi allah yang lain... Jika kita rasa roh mendengar, roh melihat, roh berkata-kata ( ini menerangkan kepada kita bahawa Muhammad sedang mengaku dirinya sebagai tuhan )..

Firman Allah
20.Surah Ţāhā (Verse 14)

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

"Sesungguhnya Akulah Allah; tiada tuhan melainkan Aku; oleh itu, sembahlah akan Daku, dan dirikanlah solat untuk mengingati Daku.


Allah sudah dari asal lagi sudah mengaku dirinya sebagai tuhan ( Dialah yang awal, Dialah yang akhir, dialah yang batin dan dialah yang zahir) - Allah telah menyembunyikan dirinya didalam Muhammad ( maksudnya segala sifat ketuhanan yang ternyata kepada (roh) Muhammad itu adalah sifat Allah sendiri tetapi tidak disedari oleh roh. (Muhammad)..maksudnya Roh (Muhammad) sedang menyedari bahawa sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata kepada roh ( Muhammad) adalah sifat (roh) Muhammad sendiri.

Muhammad tidak mampu mencari Allah diluar dari dirinya akhirnya dia mengakuilah bahawa segala sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata pada Muhammad itu sebenarnya sifat Allah.

Apabila roh (muhammad) menyedari dan mengakui bahawa segala sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata kepada Roh ( Muhammad) adalah sifat Allah sendiri,,, disinilah tertunai Kalimah tauhid (Laa ilaha illallah) inilah yang dikatakan Muhammad mengaku Allah sebagai tuhan.

Muhammad ( roh ) yang telah mengaku sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata padanya itu adalah sifat Allah sendiri...

Roh (Muhammad) inilah yang telah diperakui oleh Allah sebagai hamba dan pesuruhnya yang memiliki sifat terpuji iaitu sidiq, amanah, tablik dan fatonah... Disinilah ternyatanya kalimah rasul Muhammadar Rasulullah....

Laa ilaha illallah - Muhammad mengaku Allah sebagai Tuhan

Muhammadar Rasulullah - Allah mengaku Muhammad sebagai Rasul


Cuba kita bawa kepada mula asal..

Sebelum ada yang dijadikan oleh Allah, Hanya Allah sahaja yang ada, ada Allah itu dari dulu sekarang dan sampai bila-bila pun macam tu la, tak pernah berubah..

Kemudian Allah memperkenalkan dirinya dalam pelbagai bentuk, proses memperkenalkan dirinya ini dipanggil pentajalian,

Pentajalian inilah yang disebut-sebut sebagai makhlok, maksudnya makhlok itu sebenarnya adalah sifat, nama dan perbuatan Allah sendiri, tetapi kita tidak panggil sifat, nama dan perbuatan Allah,

Bila kita panggil Nur Muhammad yang sebenarnya yang merupakan sifat Allah, nampaklah Nur Muhammad itu sebagai satu ujud yang lain selain dari Allah tetapi sebenarnya Nur Muhammad itu adalah sifat Allah sendiri yang telah diNYATAkan.

Contoh lain yang membolehkan membawa hampir kepada faham ialah,

Pekerjaan Allah dipanggil dan diberi nama sebagai malaikat, pekerjaan Allah yang menyampaikan wahyu dan mengajar Nabi-Nabi dan Rasul dipanggil sebagai Malaikat Jibroil..

Bila disebut Malaikat Jibroil hendaklah kita faham dan berpegang bahawa Allah sendiri yang sedang memberi wahyu kepada Nabi-Nabi dan Rasul, Nama atau panggilan yang dipanggil kepada pekerjaan Allah yang sedang menyampaikan wahyu itu ialah malaikat Jibroil..

Kalau kita berpegang yang malaikat itu ada ujud sendiri maka kita terjerumus kepada SYIRIK kerana dengan pegangan sedemikian kita telah beriktikad ada malaikat itu satu ujud yang lain selain dari Allah sedangkan malaikat itu sebenarnya menzahirkan pekerjaan Allah sendiri.

Pekerjaan Allah ini dinamakan dan dipanggil sebagai malaikat...

Begitu jugalah kepada makhlok-makhlok lain..

Kesemua makhlok kesemuanya merupakan samada penzahiran sifat, nama atau perbuatan Allah yang disebut atau diberi nama dengan makhlok..

Makhlok itu bukanlah ada ujud sendiri, tetapi ianya sedang menerangkan, sedang memberitahu, sedang bercerita tentang sifat, nama dan perbuatan Allah..

Bila disebut sahaja makhlok, hendaklah kita beriktikad bahawa kesemua makhlok tidak ada ujud sendiri tetapi merupakan penjelasan kepada wujud Allah..

Jika tidak dizahirkan wujud Allah didalam bentuk makhlok ( sifat, nama dan perbuatan Allah ), tidaklah boleh DIA dikenali..

Dengan ini bila disebut saja makhlok hendaklah kita beriktikad bahawa makhlok itu tidak pernah ada ujud sendiri ( maksudnya tidak ada ).. Makhlok itu sebenarnya kenyataan sifat, nama dan perbuatan Allah sendiri)

Maksudnya Hanya Allah sahaja yang ada, selain dari Allah tidak pernah ada, yang dikatakan ada selain dari Allah itu bukanlah ujud makhlok itu sendiri tetapi sebagai penerangan, sebagai keNYATAan wujud Allah...

Pokok persoalannya bila kita rasa kita ada, bagaimana nak pulangkan ujud diri kita kepada wujud Allah, maksudnya bagaimanakah kita nak mematikan diri kita sebelum mati... ?

Selagi masih rasa ada ujud sendiri dan selain dari Allah, disamping wujud Allah, selagi itu kita belum bersih dari najis syirik...

Najis ini (iaitu rasa ujud diri sendiri disamping wujud Allah) yang perlu dibersihkan, yang perlu disucikan...

Jangan sampai kita berkata " Laa ilaha illallah - Tiada Nyata hanya Allah, dalam masa yang sama kita masih merasai ujud diri sendiri disamping wujud Allah"

Kita kata Allah hidup tetapi dalam masa yang sama kita rasa diri kita hidup disamping hidup Allah, sedangkan hidup kita itu, Ada kita itu adalah merupakan hidup Allah yang sedang diperkenalkan, Ada Allah yang sedang diNYATAkan.

NURULLAH = ZAT ( Diri Hakiki )
NUR MUHAMMAD = SIFAT ZAT

NYATANYA ZAT pada SIFAT

NYATANYA NURULLAH pada NUR MUHAMMAD

Caranya :-

Tumpukan KESADARAN pada ZAT atau ...SEBUT je ..


ZAT ALLAH MELIPUTI setiap ruang jasadku...


Rasakanlah ( rasakan sendiri )...RASA itu = PENGAKUANNYA...


Berperanglah Dengan Nafsu Sendiri, untuk mencapai makrifatullah !


Untuk sampai kepada pengenalan seperti yang dimaksudkan, saksikan segala sifat-sifat yang wajib bagi Allah yang terzahir keatas diri dan ternyata pada selain dari Allah, setelah dapat menyaksikan maka buatlah pengakuan (mengakulah) bahawa sifat-sifat yang wajib bagi Allah itu adalah sifat Allah..

Jadikan penyaksian dan pengakuan seperti itu sebagai amal salleh secara istiqomah ( berterusan ) sehingga mencapai ketahap Allah yang mengenali Allah ( kita dan selain Allah Allah sudah tidak ada, - makna kita sudah hilang kesedaran kepada diri sendiri dan kepada selain dari Allah yang tinggal hanya Allah yang sedang sedar akan kewujudanNya)..

Jika tidak diamalkan, jika tidak dilatih tidaklah akan sampai pengenalan sehingga ketahap Allah mengenali Allah - cumanya kita tahu dan boleh bercakap saja,
Tetapi tidaklah berada didalamnya (maknanya tidak merasai), keadaan 'Ariftu robbi bi robbi'....

Amalan menyaksi dan membuat pengakuan bahawa segala sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata keatas diri dan selain dari Allah adalah sifat Allah ini amat berat untuk dilakukan,

Ini bertepatan dengan sabda Nabi besar Muhammad saw 'perang yang paling besar ialah berperang dengan nafsu sendiri..'

Nafsu sendiri yang dimaksudkan ialah pengakuan ( sifat akuan diri ) dimana diri sendiri menyaksi segala sifat yang wajib bagi Allah yang ternyata kepada diri itu adalah menjadi milik diri sendiri, walaupun sesaat..

Kita mengaku yang kita ada mempunyai sifat atau kita memakai sifat yang wajib bagi Allah kepada diri sendiri itulah nafsu...

Nafsu ini sentiasa ingin mengaku yang sifat yang wajib bagi Allah adalah milik dirinya sendiri (walaupun kita tahu sifat yang wajib bagi Allah hanya layak, hanya haq milik Allah sahaja),

Untuk mempertahankan pengakuannya itu diri akan menggunakan pelbagai alasan bagi meyakinkan diri sendiri supaya dia mumpunyai sifat yang hanya wajib bagi Allah itu (walau pun diri itu tahu bahawa segala sifat yang wajib bagi Allah hanya milik Allah - mengenal Allah sekadar ilmu sahaja)...

Ya, lihatlah bagaimana kita sedang berperang dengan nafsu kita (iblis) sendiri, betapa beratnya, Hanya untuk meletakkan yang berhaq pada tempatnya sahaja, (untuk menyatakan, untuk berpegang , untuk mengaku sifat yang wajib bagi Allah hanya milik Allah sahaja sudah diperangi oleh keakuan kita sendiri).

Maknanya kita tahu, kita boleh berkata yang sifat yang wajib bagi Allah itu hanya haq Allah sahaja,( kenal pada ilmu), tetapi kita tidak boleh mengaku kepada diri sendiri yang sifat Allah itu adalah milik Allah - bila kita nak membuat pengakuan yang sifat wajib bagi Allah yang sedang kita rasai itu adalah milik Allah, kita akan ditentang oleh kemahuan sendiri (nafsu), untuk itu istiharlah perang secara besar-besaran kepada nafsu seperti ini.... ( kita masih merasai keujudan diri sendiri disamping wujud Allah ),- ( tidak kenal dengan sebenar kenal )....

Apabila kita beristikomah dengan menyaksi dan mengaku yang sifat wajib bagi Allah yang sedang kita nikmati dalam ertikata Allah sedang memperkenalkan dirinya atau dengan kata mudah Allah sedang mununjukkan (inilah Aku kepada kita), mengakulah bahawa semua sifat yang wajib bagi Allah itu adalah milik Allah sahaja.. Pengakuan inilah yang kebanyakkan orang panggil sebagai penyerahan total, menyerahkan sifat Allah kepada Allah.

Lakukanlah, beramallah, berperanglah dengan nafsu sendiri sehingga mencapai ketahap Allah mengenal Allah, jangan adakan tuhan yang lain diantara kita dengan Allah...

Maafkan saya kerana saya terpanggil untuk mengilmiahkan sedemikian rupa dengan tujuan untuk memberi faham kepada yang ingin memahami....

pengilmiahan ini tidak meletakkan seseorang berada pada tahap seperti yang diperkatakan, termasuk diri saya sendiri...

Hanya amal yang istikomah, hanya perang yang berpanjangan dengan nafsu sendiri akan membuahkan kemenangan sehingga kepada Allah mengenal Allah "Ariftu robbi bi robbi"...

Contoh pengakuan :-..

Kita sedang rasa keujudan kita, soallah diri kita ( soal ini sebagai syarat untuk memberi peringatan kepada diri sendiri ), ada siapa ini?

Tentukan jawapannya adalah ada Allah, jangan berhenti menyoal sehingga belum lagi sampai jawapan kepada Allah...

Kepada siapa yang kita nak soal?

Soal kepada diri sendiri,

Apa yang nak disoalkan?
Soallah apa yang kita sedang sedar, apa yang sedang rasa ketika ini ( ketika kita nak soal itu),

Contoh kita sedang berjalan, soallah kepada diri sendiri, siapa yang tengah berjalan ini ?

Tentukan diri yang sedang sedar itu ( kita sedarkan kita sedang berjalan ) menjawab Allah..

Katakan diri kita menjawab badan aku yang sedang berjalan, teruskan menyoal, siapakah yang menggerakkan badan aku berjalan,

Jika diri kita menjawab roh aku, teruskanlah menyoal sehingga sampai kepada jawapan Allah, selagi belum sampai jepada jawapan Allah, jangan berhenti menyoal...

Apabila menjawab Allah, rasakan akan kewujudan Allah... ( kita tidak rasa lagi akan ujud kita)..

Permulaan tadi kita rasa ada kita, setelah bersoal jawab, sekarang ini kita sedar yang ada itu Allah...

( keadaan ini masih lagi menunjukkan kepada dua ujud iaitu ujud kita ( kita menyedari ) akan wujud Allah...

Untuk menghilangkan dua ujud ( keberadaan kita dan keberadaan Allah ) teruslah menyoal...

Semasa kita menyedari ada yang sedang kita rasa itu ada Allah, soallah siapakah yang sedang sedar, siapakah yang sedang rasa kewujudan Allah itu... Selagi belum bertemu dengan jawapan Allah, jangan lah kita berhenti menyoal....

Lakukanlah sehingga Allah sendiri yang sedang menyedari akan kewujudan Allah (kita sudah hilang, kita sudah binasa, kita sudah tidak berkesedaran kepada diri kita lagi )

Allah yang sedar akan kewujudan Allah...

Diperingkat permulaan kita perlu kepada soal jawab, apabila sudah ( kata orang sudah jadi darah daging ), dah tak payah soal lagi, rasa Allah yang sedang bersifat dengan sifat wajib bagi Allah itu terasa sendiri...

Inilah keadaan 'ariftu robbi bi robbi"

persoalan yang timbul.......

dalam mengingati allah..aku sering alpa dn trlupa...kadangkala msh di dlm keberadaan diri...lupa sejenak..dn kembali ingat,meskipun sudah diberi ilmu tp tetap lalai jua...zauq yg datang.tenggelam timbul..Allah bantulh hambamu dlm penyerahan ini...

Lupa itu adalah lumrah manusia "hati manusia itu berbolak balik"

Diperingkat permulaan kita hendaklah selalu memperingatkan diri kita dengan cara menyoal diri sendiri... Apakah soalan yang nak diberikan kepada diri sendiri ?

Soallah diri sendiri dengan apa yang sedang kita sedar sekarang ini, contoh kita sedar akan keujudan diri sendiri.... Tanyalah kepada diri sendiri, ujud siapakah yang sedang disedari itu... Tentukan jawapan yang diterima adalah Wujud Allah, jika belum sampai kepada jawapan Allah, teruskan soalan sehingga jawapannya kepada Allah..

Contoh kita jawab, ujud badan, soallah lagi adakah badan itu ujud sendiri... Jawapan yang diterima ujud badan kerana roh, oleh kerana jawapan belum sampai kepada Allah, teruskan soalan, adakah roh itu ada dan hidup sendiri.... Jawab Ada roh diadakan dan dihidupkan oleh Allah, jadi yang ada dan hidup sebenarnya adalah Allah....

Setelah mendapat jawapan Allah teruskan persoalan sehingga mencapai kepada Allah yang sedang merasai wujud Allah..

Pada mulanya, kita rasa Allah ada, semasa kita rasa Allah ada, biarkan kita berada didalam keadaan kita sedang merasai kewujudan Allah, pada masa yang sama tanyalah kepada rasa dan perasaan itu, siapakah yang sedang merasai akan kewujudan Allah,

Jawab dan rasai sendiri akan keadaan Allah yang sedang merasai kewujudan Allah... Rasa keujudan kita akan hilang dengan sendiri, akan binasa dengan sendiri, tanpa perlu kita hindari...

Keadaan inilah yang dikatakan fanafillah ( selain dari Allah binasa ), dan baqa'billah ( Allah sahaja yang Ada, Allah sahaja yang kekal selama-lamanya )..

Tanya dan rasailah dengan perasaan yang dalam akan keadaan itu...

Mula-mula kita mesti bertanya kepada diri sendiri, pertanyaan ini sebagai peringatan kepada diri sendiri...

Jawapan kepada soalan kita itu adalah merupakan pengakuan kita, tanya lah soalan sehingga timbul pengakuan kepada Allah, sehingga sampai Allah yang mengaku Allah, sehingga Allah yang mengenali Allah...

kalau belum merasai " mati sebelum mati ", cuma bermain pada akal sahaja...

Sesetengah orang sufi menyebut hapus diri yang zahir kepada diri yang batin, hapus diri yang batin kepada zat ( Allah ) semata-mata..

Ada juga dikalangan sufi yang mempraktikkan laa maujudun, laa haiyun, laa 'Alimun, laa khodirun, laa muridun, laa samu'un, laa basirun, laa mutakallimun fil hakikati illallah...

Ada juga yang menggunakan bahasa masukkan Adam kedalam Muhammad, masukkan Muhammad kedalam Allah.

Sifat wajib bagi Allah itu hanya milik Allah sahaja, dimana kita letakkan sifat hanya milik Allah ini maka disitulah kita bertuhan....

Allah, Tiada Tuhan selain Allah..

Kita sendiri yang mengada-adakan tuhan selain dari Allah itu...

Nabi dan Rasul diturunkan untuk mengajar kita supaya bertuhankan hanya kepada Allah sahaja, jangan adakan tuhan selain dari Allah,

Hanya Allah sahajalah Tuhan sekalian Alam....

Tuhan-tuhan yang lain itu hanyalah prasangka kita sahaja...

Untuk itu janganlah letakkan segala sifat yang wajib bagi Allah itu kepada diri kita dan selain dari Allah....

Apabila terlihat sifat wajib bagi Allah kepada diri kita dan selain segeralah beriktikad bahawa sifat-sifat wajib bagi Allah itu adalah sifat Allah sendiri yang dipertontonkan, sifat Allah sendiri yang sedang diperkenalkan...

(Inilah yang dikatakan oleh ariffinbillah "tukarkan cahaya dirimu kepada cahaya Tuhanmu,)..

Kita ambil contoh bagaimana nak "tukarkan cahaya dirimu kepada cahaya Tuhanmu," - mula-mula kita sedar jasad kita hidup, (hidup jasad dihidupkan oleh roh), kemudian kita sedar hidup roh, bila kita sedar dan dapat rasakan roh hidup dan menghidupkan jasad ( maknanya jasad kita menjadi mati )

Kesedaran tentang hidup roh inilah dipanggil "cahaya diri".... Jadi "tukarkan cahaya dirimu kepada cahaya Tuhanmu," Janganlah terhenti beriktikad setakat hidup roh sahaja, teruskan perjalanan dengan menukarkan dari berpegang roh yang hidup kepada Allah yang hidup dan menghidupkan roh, jadi terlihatlah oleh kita yang sebenar-benar hidup ialah Allah....

Hidup yang terlihat kepada roh ialah hidup Allah sendiri, jika disebut dengan bahasa biasa Allah lah tang menghidupkan roh, Jika roh itu hidup sendiri dia tidak perlu kepada hidup Allah untuk menghidupkannya....

Apabila roh itu dihidupkan, adakah menyalahi jika dikatakan sebenar-benarnya roh itu mati, hidup yang ternyata kepada roh itu menyatakan, menerangkan hidup Allah..

Dengan kata lain, Hidup yang terlihat kepada roh itu, bukanlah hidup roh sendiri, tetapi menunjukkan kepada kita bahawa Allah sedang memberitahu kepada kita ( Inilah hidup Aku (Allah), yang sekarang dipanggil roh ) yang menjadi diri sebenar diri kepada Insan... Ternyatalah "insan itu rahsia Aku, Aku rahsia insan, rahsia itu sifat Aku, sifat itu tidak lain daripada Aku"

Maafkan saya kalau tersalah memberi faham..