Pages

Memaparkan catatan dengan label fasik. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label fasik. Papar semua catatan

Khamis, 23 April 2015

PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya

PEMAHAMAN ILMU SYAREAT berpedoman pada apa yang TERTULIS di ALQURAN dan HADIST sehingga terjadi banyak penafsiran yang terkadang saling bertentangan seperti adanya PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.

Sedangkan ......Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya.....

Jika JIWAnya menginginkan merayakan MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW maka dia akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang TIDAK MERAYAKANNYA ......begitu juga sebaliknya jika JIWAnya TIDAK INGIN MERAYAKANNYA maka dia tidak akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang MERAYAKANNYA....

Allah swt berfirman dalam surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata :
" Saya datang kepada Rasulullah saw dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau.

Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah saw, menjauhlah wahai Wabishah ! "
Saya berkata :
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka beliau pun bersabda:
" Mendekatlah wahai Wabishah, mendekatlah wahai Wabishah."

Saya mendekat ke arahnya sehingga lututku menyentuh lutut beliau, kemudian beliau bersabda :
" Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."
Saya berkata :
" Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."

Maka beliau pun bersabda :
" Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."

Saya berkata, " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah petunjuk dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa " (Musnad Ahmad, no.180001)

Ahad, 4 Januari 2015

PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.


Kitab TEBERUBUT ( Kunci Pembuka dan Rahasia ILMU MA'RIFATTULLAH )

PEMAHAMAN ILMU SYAREAT berpedoman pada apa yang TERTULIS di ALQURAN dan HADIST sehingga terjadi banyak penafsiran yang terkadang saling bertentangan seperti adanya PERAYAAN MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW.
Sedangkan ......Dalam PEMAHAMAN ILMU HAKEKAT berpedoman pada JIWA dan mengikuti ILHAM yang di terima oleh JIWAnya.....

Jika JIWAnya menginginkan merayakan MAULID NABI MUHAMMAD RASULULLAH SAW maka dia akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang TIDAK MERAYAKANNYA ......begitu juga sebaliknya jika JIWAnya TIDAK INGIN MERAYAKANNYA maka dia tidak akan merayakannya tanpa menyalahkan orang lain yang MERAYAKANNYA....

Allah swt berfirman dalam surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

"Dari Wabishoh bin Ma'bad ia berkata :
" Saya datang kepada Rasulullah saw dan saya ingin agar tidak ada sesuatu baik berupa kebaikan atau keburukan kecuali aku telah menanyakannya pada beliau.


Saat itu di sisi beliau terdapat sekelompok sahabat, maka saya pun melangkahi mereka hingga mereka berkata :
" Wahai Wabishoh, menjauhlah dari Rasulullah saw, menjauhlah wahai Wabishah ! "
Saya berkata :
" Saya adalah Wabishah, biarkan aku mendekat padanya, karena ia adalah orang yang paling aku cintai untuk berdekatan dengannya."

Maka beliau pun bersabda:
" Mendekatlah wahai Wabishah, mendekatlah wahai Wabishah."


Saya mendekat ke arahnya sehingga lututku menyentuh lutut beliau, kemudian beliau bersabda :
" Wahai Wabishah, aku akan memberitahukan (jawaban) kepadamu sesuatu yang menjadikanmu datang kemari."

Saya berkata :
" Wahai Rasulullah, beritahukanlah padaku."


Maka beliau pun bersabda :
" Kamu datang untuk bertanya mengenai kebaikan dan keburukan (dosa)."


Saya berkata, " Benar."
Beliau lalu menyatukan ketiga jarinya dan menepukkannya ke dadaku seraya bersabda :
" Wahai Wabishah, mintalah petunjuk dari JIWA mu. Kebaikan itu adalah sesuatu yang dapat menenangkan dan menentramkan hati dan jiwa. Sedangkan keburukan itu adalah sesuatu yang meresahkan hati dan menyesakkan dada, meskipun manusia membenarkanmu dan manusia memberimu fatwa " (Musnad Ahmad, no.180001)

Ahad, 18 Mei 2014

Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu

Mereka yang duduk pada ILMU SYAREAT KEYAKINANNYA berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS

Sedangkan ...
Mereka yang duduk pada ILMU HAKEKAT KEYAKINANNYA tidak lagi berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS tetapi berpedoman pada DIRI SEBENAR - BENARNYA DIRI yang menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN LANGSUNG DARI ALLAH SWT.


Firman Allah swt dalam Alquran surat ASY SYAMS 8-10,yaitu :
" ....Allah mengilhamkan kepada JIWA itu jalan KEFASIKAN dan KETAQWAANNYA,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan JIWA itu,dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.."

Itu sebabnya Rasulullah Saw bersabda :
Mintalah fatwa (keterangan hukum) kepada hati dan jiwamu. Kebajikan ialah apa yang menyebabkan jiwa dan hati tenteram kepadanya, sedangkan dosa ialah apa yang merisaukan jiwa dan menyebabkan ganjalan dalam dada, walaupun orang-orang meminta atau memberi fatwa kepadamu. (HR. Muslim)

Namun sayangnya sebagian umat islam hanya sebatas PAHAM ILMU HAKEKAT namun KEYAKINANNYA masih berpedoman pada TAFSIR ALQURAN dan HADIST SAHIH yang TERTULIS.......maka KEYAKINAN seperti ini belum duduk pada KEYAKINAN ILMU HAKEKAT.

Dan ......Seseorang yang menerima ILHAM JALAN KETAQWAAN TIDAK HARUS BERAGAMA ISLAM...., maka kenalilah DIRI SEBENAR -BENARNYA DIRI.

Jumaat, 4 April 2014

TUGAS & KEWAJIBAN


TUGAS & KEWAJIBAN.

Renungan ini mengajak untuk mengingat sejenak seberapa jauh kita telah melangkah dari apa yang seharusnya berlaku, dan apa yang sebenarnya harus kita kerjakan di-Kehidupan Dunia. 

•| Tugas & Kewajiban Manusia. 

“Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. [Adz- Dzaariyaat 56].

"Sesungguhnya Shalat, Ibadah, Hidup dan Mati-ku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam”. [Al-An’aam 162].

“Apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”. [Al-Mu’minuun 115].

•| Mengingat Kehidupan Akhirat.

“Tiadalah Kehidupan Dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya Akhirat itulah yang sebenarnya Kehidupan”. [Al-Ankabuut 64].

“Sesungguhnya Kehidupan Dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya Akhirat itulah kehidupan yang kekal”. [Al-Mu’min 39].

•| Memahami & Mengamalkan seluruh Perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Quran.

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak ber-Iman kepada Ayat-Ayat Al-Quran, Allah tidak akan memberi Petunjuk kepada mereka dan bagi mereka Azab yang pedih”. [An-Nahl 104].

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Ayat-Ayat yang jelas, tak ada yang ingkar kepadanya melainkan orang-orang yang Fasik". [Al-Baqarah 99].

"Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar suatu kemuliaan bagimu dan kelak kamu akan diminta pertanggung-jawaban". [Az-Zukhruf 44].

•| Memenuhi Hak-Nya untuk selalu di-ingat.

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat [pula] kepadamu”. [Al-Baqarah 152].

"Bila kamu telah menyelesaikan Shalat-mu, Ingatlah Allah di-waktu berdiri, di-waktu duduk dan di-waktu berbaring". [An-Nisaa 103].

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

"Sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan Manusia tidak ber-Iman". [Hud 17].

"Demikian Kami terangkan Ayat-Ayat Al-Quran supaya jelas jalan orang-orang yang Shaleh dan supaya jelas pula jalan orang-orang yang ber-Dosa". [Al-An'aam 55].

Semoga renungan ini dapat bermanfaat bagi para kerabat yang kebetulan membacanya. Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin. [BRH].