Pages

Memaparkan catatan dengan label Al-an'aam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Al-an'aam. Papar semua catatan

Jumaat, 29 Mei 2015

Jangan Silau dengan Kebaikan Orang Kafir

Kewajiban Berlepas Diri dari Kekafiran dan Orang Kafir
Pertama: Aqidah Islam yang benar, Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengajarkan kita untuk membenci musuh-musuh Allah ta’ala, bukannya memberikan penghormatan dan penghargaan kepada mereka.
Karena keimanan kepada kalimat tauhid “laa ilaaha illallah”, yaitu meyakini bahwa Allah ta’ala adalah satu-satunya yang pantas disembah, dan semua yang disembah selain-Nya adalah salah, menuntut setiap muslim untuk memusuhi musuh-musuh Allah (yaitu orang-orang yang kafir kepada-Nya) dan mencintai wali-wali-Nya (yaitu orang-orang yang beriman kepada-Nya).
Allah ta’ala menegaskan,
لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ
“Engkau tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir; berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, meskipun musuh Allah tersebut adalah bapak-bapak mereka, anak-anak mereka, saudara-saudara mereka dan karib kerabat mereka.” [Al-Mujadalah:  22]
Juga firman Allah jalla wa ’ala,
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ
“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu PERMUSUHAN dan KEBENCIAN buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah yang satu saja.”[Al-Mumtahanah: 4]
Juga firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai orang-orang yang kamu cintai; sebahagian mereka (orang-orang kafir) hanya pantas menjadi orang-orang yang dicintai bagi sebahagian yang lain (orang-orang kafir pula). Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka sebagai orang-orang yang dicintai, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” [Al-Maidah: 51]
Kedua: Aqidah Islam yang benar, Aqidah As-Salafus Shalih, Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengajarkan kepada kita agar jangan silau dan tertipu dengan “kebaikan” orang-orang kafir, sebab seluruh amalan mereka tertolak, tidak diterima oleh Allah tabaraka wa ta’ala. Hal itu disebabkan karena mereka telah melakukan dosa yang paling besar, yaitu menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala dan kafir kepada-Nya.
Allah ta’ala berfirman,
وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ
“Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka harta-harta sedekah mereka (oleh Allah ta’ala) melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.” [At-Taubah: 54]
Juga firman-Nya,
وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاء مَّنثُورًا
“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka (orang-orang kafir) kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” [Al-Furqon: 23]
Juga firman-Nya,
وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” [Al-An’am: 88]
Juga firman-Nya,
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ
“Jika kamu mempersekutukan Allah, niscaya akan terhapuslah amalanmu.” [Az-Zumar: 65]
Ketiga: Aqidah Islam yang benar, Aqidah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani adalah musuh yang akan terus berusaha menyesatkan kita.
Allah ta’ala berfirman,
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” [Al-Baqoroh: 120]
Juga firman-Nya,
وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) memurtadkan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” [Al-Baqoroh: 217]
Keempat: Aqidah Islam yang benar, yang diyakini seluruh ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, termasukAbu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad bahwa seluruh orang-orang kafir adalah penghuni neraka dan mereka kekal di dalamnya. Allah ta’ala telah menghinakan mereka di dunia dan akhirat, bagaimana bisa seorang muslim memberikan penghormatan dan penghargaan kepada mereka…?!
Allah ta’ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” [Al-Bayyinah: 6]
Juga firman-Nya,
أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami!? Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” [Al-Furqon: 44]
Juga firman-Nya,
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maidah: 72]
Kelima: Aqidah Islam yang benar, Aqidah yang berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Ulama, mengajarkan kepada kaum muslimin bahwa para pendeta dan tokoh-tokoh agama Yahudi dan Nasrani adalah penipu umat, pemakan harta manusia dengan cara yang batil dan pemalsu kitab suci untuk meraup keuntungan duniawi dan menyesatkan manusia, maka janganlah tertipu dengan “kebaikan-kebaikan” mereka…!
Allah ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan Pendeta-pendeta Kristen benar-benar memakan harta manusia dengan cara yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” [At-Taubah: 34]
Juga firman-Nya,
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan (duniawi) yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” [Al-Baqorah: 79]

Ahad, 28 September 2014

Allah telah pun mengajar kita bagaimana cara kita nak ingat kepadaNya

SOALAN SIAPAKAH YANG ???(NYATAKAN SAMADA SIFAT, ASMAK ATAU PERBUATAN ALLAH ) SEDANG DISEDARI DENGAN SEBULAT-BULAT TUMPUAN DAN DENGAN MENENTUKAN JAWAPANNYA "ALLAH" - JIKA DILAKUKAN SECARA ISTIQOMAH AKAN MEMBUAHKAN MAKRIFATULLAH

Dalam soal ingat kepada Allah ini Allah telah pun mengajar kita bagaimana cara kita nak ingat kepadanya...

Allah telah terapkan ingat kepada kekasih hati kita ingat kepada ibu bapa kita dan lain-lain sebagai pelajaran kepada kita supaya kita belajar darinya bagaimana nak ingat kepada Allah...

Kita ada seorang kekasih hati, dalam ramai-ramai manusia dialah yang selalu kita ingat, ingat sangat-sangat sampai terbawa-bawa sehingga ketempat tidur, kalau tak dapat lihat sikekasih hati itu, dapat lihat harta benda dia seperti rumah, kereta, baju dan lain-lain sudah terubat rasa ingat dan rindu kepadanya..

Jika tidak dapat melihat sikekasih hati, dapat lihat kepada kaum keluarganya cukuplah untuk mengubati ingat dan rindu dendam kepadanya...

Jika kepada sesama manusia yang dipanggil sebagai kekasih hati kita boleh ingat dan rindu sampai separuh gila, kenapa kepada Allah kita tak boleh ingat sampai macam tu..

Sebab kita tidak mengenali Allah seperti kita mengenali kekasih hati kita itu...

Untuk dapat mengingati Allah hendaklah Allah dikenali dengan sebenar-benar kenal. Kita tidak akan dapat ingat kepada yang kita tidak kenali....

Untuk itu marilah kita semua sama-sama mencari jalan bagaimana kita nak kenal Allah.. Bukan membicara bagaimana Allah tetapi belajar apa yang perlu kita lakukan supaya Allah memperkenalkan dirinya..

Allah sentiasa memperkenalkan dirinya, pengenalannya itu kita telah anggap sebagai ujud DIRI SENDIRI disamping wujud Allah...

Apa yang perlu kita buat supaya kita tidak menganggap pengenalan Allah itu sebagai ujud DIRI SENDIRI lain UJUD LAIN selain dari Allah supaya kita boleh ingat kepada Allah seperti kita ingat kepada kekasih hati kita sekarang ini...

Untuk memudah mencapai ingat dan mengenali Allah sentiasalah bertanyakan soalan "Siapa yang ..... Boleh mengambil samada sifat, asma' atau afa'al Allah, sebaiknya apa yang disedari diSAAT dan ketika ini juga"

Contoh kita sedang merasai keujudan diri kita "ajukan soalan siapa yang menjadikan kita, tentukan jawapannya Allah, ketika sedang kita berjalan, tanyalah soalan siapakah yang menjadikan kita sedang berjalan ini, tentukan jawapannya "ALLAH"

Ketika kita sedang berfikir, soallah siapa yang sedang memberi kita berfikir, tentukan jawapannya "ALLAH"

Ketika kita sedang bersama suami atau isteri kita, ajukan soalan siapakah yang memberi kita sedang bersama dengan suami atau isteri kita, tentukan jawapannya "Allah"

Ketika kita sedang menjalankan tugas harian ditempat kerja masing-masing, ajukan soalan siapakah yang bagi kita menjalankan tugas ini, tentukan jawapannya "Allah" dan seterusnya.

Latih memberi soalan seperti ini sehingga kesedaran yang Allah yang menjadikan sesuatu terlahir dengan sendirinya dan kita sedang melihat Allah menjadikan sesuatu itu dengan sebenar-benarnya..

Kaedah ini didapati didalam firman Allah
6.Surah Al-'An`ām (Verse 12)

قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


Bertanyalah (wahai muhammad): "Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "(Semuanya itu) adalah milik Allah. Ia telah menetapkan atas diriNya memberi rahmat. Demi sesungguhnya Ia akan menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya". Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah), maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.


34.Surah Saba' (Verse 24)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۖ قُلِ اللَّهُۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ


Bertanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu): "Siapakah yang memberi 
rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?"


Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah; dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami ahli tauhid atau golongan kamu ahli syirik - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan): keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata".

10.Surah Yūnus (Verse 31)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأَمْرَۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ


Bertanyalah kepada mereka (yang musyrik itu): "Siapakah Yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Atau siapakah yang menguasai pendengaran dan penglihatan? Dan siapakah yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari benda yang mati, dan mengeluarkan benda yang mati dari makhluk yang hidup? Dan siapakah pula yang mentadbirkan urusan sekalian alam?


"(Dengan pertanyaan-pertanyaan itu) maka mereka (yang musyrik) tetap 
akan menjawab (mengakui) dengan berkata: "Allah jualah yang menguasai segala-galanya! "Oleh itu, katakanlah: "(Jika kamu mengakui yang demikian), maka mengapa kamu tidak mahu bertaqwa?


10.Surah Yūnus (Verse 35)
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّۗ أَفَمَن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّي إِلَّا أَن يُهْدَىٰۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Bertanyalah (wahai Muhammad): "Adakah di antara makhluk-makhluk: yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu, sesiapa yang dengan memberi petunjuk kepada kebenaran? "Katakanlah: "Allah jualah yang memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran; (kalau sudah demikian) maka adakah yang dapat memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran itu, lebih berhak diturut, ataupun yang tidak dapat memberi sebarang petunjuk melainkan sesudah ia diberi hidayah petunjuk? Maka apakah alasan sikap kamu itu ? Bagaimana kamu sanggup mengambil keputusan (dengan perkara yang salah, yang tidak dapat diterima oleh akal)?"


10.Surah Yūnus (Verse 34)
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۚ قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ


Bertanyalah (kepada mereka wahai Muhammad): "Adakah di antara makhluk-makhluk yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu, sesiapa yang mula menciptakan sesuatu kejadian kemudian ia mengembalikan adanya semula (pada hari kiamat)? "Katakanlah: Allah jualah yang mula menciptakan sekalian makhluk kemudian Ia mengembalikan adanya semula (untuk menerima balasan); oleh itu, mengapa kamu rela dipalingkan (kepada menyembah yang lain)?"


13.Surah Ar-Ra`d (Verse 16)
قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّاۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ


Bertanyalah (wahai Muhammad): "Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi?"
Jawablah: "Allah".
Bertanyalah lagi: "Kalau demikian, patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri, dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya?"


Bertanyalah lagi: "Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik?

Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang?

Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi Allah itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka?"
Katakanlah: "Allah jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa".

39.Surah Az-Zumar (Verse 62)
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ


Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanya.

43.Surah Az-Zukhruf (Verse 45)
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ


Dan bertanyalah kepada umat mana-mana Rasul yang Kami telah utuskan sebelummu; pernahkah Kami memberi hukum menetapkan sebarang tuhan untuk disembah, selain dari Allah Yang Maha Pemurah.


Kembalilah kepada Allah dengan selalu mengajukan soalan kepada diri " SIAPAKAH YANG ???" Dan tentukan jawapannya "ALLAH"

Praktiklah sehingga sampai dapat merasakan Allah sedang mencipta dan Allah sedang menjadikan segala perbuatan...

17.Surah Al-'Isrā' (Verse 41)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا


Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

Isnin, 26 Mei 2014

Allah telah pun mengajar kita bagaimana cara kita nak ingat kepadaNya


SOALAN SIAPAKAH YANG ???(NYATAKAN SAMADA SIFAT, ASMAK ATAU PERBUATAN ALLAH ) DENGAN MENENTUKAN JAWAPANNYA "ALLAH" - JIKA DILAKUKAN SECARA ISTIQOMAH AKAN MEMBUAHKAN MAKRIFATULLAH

Dalam soal ingat kepada Allah ini Allah telah pun mengajar kita bagaimana cara kita nak ingat kepadaNya...

Allah telah terapkan ingat kepada kekasih hati kita ingat kepada ibu bapa kita dan lain-lain sebagai pelajaran kepada kita supaya kita belajar darinya bagaimana nak ingat kepada Allah...

Kita ada seorang kekasih hati, dalam ramai-ramai manusia dialah yang selalu kita ingat, ingat sangat-sangat sampai terbawa-bawa sehingga ketempat tidur, kalau tak dapat lihat sikekasih hati itu, dapat lihat harta benda dia seperti rumah, kereta, baju dan lain-lain sudah terubat rasa ingat dan rindu kepadanya..

Jika tidak dapat melihat sikekasih hati, dapat lihat kepada kaum keluarganya cukuplah untuk mengubati ingat dan rindu dendam kepadanya...

Jika kepada sesama manusia yang dipanggil sebagai kekasih hati kita boleh ingat dan rindu sampai separuh gila, kenapa kepada Allah kita tak boleh ingat sampai macam tu..

Sebab kita tidak mengenali Allah seperti kita mengenali kekasih hati kita itu...

Untuk dapat mengingati Allah hendaklah Allah dikenali dengan sebenar-benar kenal. Kita tidak akan dapat ingat kepada yang kita tidak kenali....

Untuk itu marilah kita semua sama-sama mencari jalan bagaimana kita nak kenal Allah.. Bukan membicara bagaimana Allah tetapi belajar apa yang perlu kita lakukan supaya kita Allah memperkenalkan dirinya..

Allah sentiasa memperkenalkan dirinya, pengenalannya itu kita telah anggap sebagai ujud selain dari Allah disamping wujud Allah...

Apa yang perlu kita buat supaya kita tidak menganggap pengenalan Allah itu sebagai ujud lain selain dari Allah supaya kita boleh ingat kepada Allah seperti kita ingat kepada kekasih hati kita sekarang ini...

Untuk memudah mencapai ingat dan mengenali Allah sentiasalah bertanyakan soalan "Siapa yang ..... Boleh mengambil samada sifat, asma' atau afa'al Allah, sebaiknya apa yang disedari didaat dan ketika ini juga"

Contoh kita sedang merasai keujudan diri kita "ajukan soalan siapa yang menjadikan kita, tentukan jawapannya Allah, ketika sedang kita berjalan, tanyalah soalan siapakah yang menjadikan kita sedang berjalan ini, tentukan jawapannya "ALLAH"

Ketika kita sedang berfikir, soallah siapa yang sedang memberi kita berfikir, tentukan jawapannya "ALLAH"

Ketika kita sedang bersama suami atau isteri kita, ajukan soalan siapakah yang memberi kita sedang bersama dengan suami atau isteri kita, tentukan jawapannya "Allah"

Ketika kita sedang menjalankan tugas harian ditempat kerja masingmasing, ajukan soalan siapakah yang bagi kita menjalankan tugas ini, tentukan jawapannya "Allah" dan seterusnya

Latih memberi soalan seperti ini sehingga kesedaran yang Allah yang menjadikan sesuatu terlahir dengan sendirinya dan kita sedang melihat Allah menjadikan sesuatu itu dengan sebenar-benarnya..

Kaedah ini didapati didalam firman Allah 

6.Surah Al-'An`ām (Verse 12)
قُل لِّمَن مَّا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِۚ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Bertanyalah (wahai muhammad): "Hak milik siapakah segala yang ada di langit dan di bumi?" Katakanlah: "(Semuanya itu) adalah milik Allah. Ia telah menetapkan atas diriNya memberi rahmat. Demi sesungguhnya Ia akan 
menghimpunkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada sebarang syak padanya". Orang-orang yang merugikan diri sendiri (dangan mensia-siakan pengurniaan Allah), maka mereka (dengan sebab yang tersebut) tidak beriman.

34.Surah Saba' (Verse 24)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِۖ قُلِ اللَّهُۖ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَىٰ هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Bertanyalah (wahai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu): "Siapakah yang memberi 
rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?" 

Terangkanlah jawabnya: "Ialah Allah; dan sesungguhnya (tiap-tiap satu golongan), sama ada golongan kami ahli tauhid atau golongan kamu ahli syirik - (tidak sunyi daripada salah satu dari dua keadaan): keadaan tetapnya di atas hidayah petunjuk atau tenggelamnya dalam kesesatan yang jelas nyata".

10.Surah Yūnus (Verse 31)
قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَن يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَن يُدَبِّرُ الْأَمْرَۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

Bertanyalah kepada mereka (yang musyrik itu): "Siapakah Yang memberi rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Atau siapakah yang menguasai pendengaran dan 
penglihatan? Dan siapakah yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari benda yang mati, dan mengeluarkan benda yang mati dari makhluk yang hidup? Dan siapakah pula yang mentadbirkan urusan sekalian alam? 

"(Dengan pertanyaan-pertanyaan itu) maka mereka (yang musyrik) tetap 
akan menjawab (mengakui) dengan berkata: "Allah jualah yang menguasai segala-galanya! "Oleh itu, katakanlah: "(Jika kamu mengakui yang demikian), maka mengapa kamu tidak mahu bertaqwa?

10.Surah Yūnus (Verse 35)
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّۗ أَفَمَن يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّي إِلَّا أَن يُهْدَىٰۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

Bertanyalah (wahai Muhammad): "Adakah di antara makhluk-makhluk: yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu, sesiapa yang dengan memberi petunjuk kepada kebenaran? "Katakanlah: "Allah jualah yang memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran; (kalau sudah demikian) maka adakah yang dapat memberi hidayah petunjuk kepada kebenaran itu, lebih berhak diturut, ataupun yang tidak dapat memberi sebarang petunjuk melainkan sesudah ia diberi hidayah petunjuk? Maka apakah alasan sikap kamu itu ? Bagaimana kamu sanggup mengambil keputusan (dengan perkara yang salah, yang tidak dapat 
diterima oleh akal)?"

10.Surah Yūnus (Verse 34)
قُلْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۚ قُلِ اللَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Bertanyalah (kepada mereka wahai Muhammad): "Adakah di antara makhluk-makhluk yang kamu sekutukan dengan Tuhan itu, sesiapa yang mula menciptakan sesuatu 
kejadian kemudian ia mengembalikan adanya semula (pada hari kiamat)? "Katakanlah: Allah jualah yang mula menciptakan sekalian makhluk kemudian Ia mengembalikan adanya semula (untuk menerima balasan); oleh itu, mengapa kamu rela dipalingkan (kepada menyembah yang lain)?"

13.Surah Ar-Ra`d (Verse 16)
قُلْ مَن رَّبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّاۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Bertanyalah (wahai Muhammad): "Siapakah Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan langit dan bumi?" 

Jawablah: "Allah". 

Bertanyalah lagi: "Kalau demikian, 
patutkah kamu menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai Pelindung dan Penolong, yang tidak dapat mendatangkan sebarang manfaat bagi dirinya sendiri, dan tidak dapat menolak sesuatu bahaya?" 

Bertanyalah lagi: "Adakah sama, orang yang buta dengan orang yang celik? 

Atau adakah sama, gelap-gelita dengan terang? 

Atau adakah makhluk-makhluk yang mereka jadikan sekutu bagi Allah itu telah mencipta sesuatu seperti ciptaanNya, sehingga ciptaan-ciptaan itu menjadi kesamaran kepada mereka?" 

Katakanlah: "Allah jualah yang menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Maha Esa, lagi Maha Kuasa".

39.Surah Az-Zumar (Verse 62)
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

Allah Yang Menciptakan tiap-tiap sesuatu, dan Dia lah Yang Mentadbirkan serta menguasai segala-galanya.

43.Surah Az-Zukhruf (Verse 45)
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ

Dan bertanyalah kepada umat mana-mana Rasul yang Kami telah utuskan sebelummu; pernahkah Kami memberi hukum menetapkan sebarang tuhan untuk disembah, selain dari Allah Yang Maha Pemurah.

Kembalilah kepada Allah dengan selalu mengajukan soalan kepada diri " SIAPAKAH YANG ???" Dan tentukan jawapannya "ALLAH"

Praktiklah sehingga sampai dapat merasakan Allah sedang mencipta kita dan Allah sedang menjadikan segala perbuatan...


17.Surah Al-'Isrā' (Verse 41)
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

Dan sesungguhnya Kami telah menerangkan jalan-jalan menetapkan iktiqad dan tauhid dengan berbagai cara di dalam Al-Quran ini supaya mereka beringat (memahami dan mematuhi kebenaran); dalam pada itu, penerangan yang berbagai cara itu tidak menjadikan mereka melainkan bertambah liar.

Jumaat, 9 Mei 2014

Bai'ah PERTAMA dari Alam Ruh.

Bai’ah pertama itu adalah janji anak manusia kepada Sang Khalik. Sejak berada di alam ruh, setiap manusia telah berbaiah dengan penciptanya yg maha Agung ALLAH S.W.T. Sesudah itu, ruh ditiupkan ke jasad dalam rahim seorang ibu, seputih bersih fitrah anak adam, saat ini lah kehidupannya bermula di alam Dunia.

Dimasukkan Allah dalam memori khazanah keilmuan manusia. Dengan pengenalan itu, maka jadilah setiap kelahiran manusia yang selamanya mengerti bahawa dirinya telah dicipta. Dan yang maha Pencipta itulah ALLAH yang Maha Besar. Semiskin mana pun manusia, lahir dari keturunan apapun, kesedaran dalam hati terhadap Sang Pencipta itu amat besar. Kecuali bagi mereka yang buta mata hatinya, dan ingkar terhadap kebenaran yang hakiki.

Bai'ah pertama saat Allah memasukkan ilmu pengenalan yang menyatakan bahawa ALLAH adalah Tuhan pencipta alam ini, dan anak-anak Adam menjawab, " "Aku bersaksi bahawa engkaulah Tuhanku." Inilah kalimah syahadat pertama yang terucap saat manusia di alam ruh.






Perjanjian pertama ini sesungguhnya merupakan “ilmu hakikat” yang pertama kali dimiliki anak manusia. Namun karena ianya masuk secara kerohanian, maka keberadaannya harus dilengkapi dengan ILMU SYARI'AT. Itulah tujuannya Allah mengutus para Nabi dan Rasul serta menurunkan kitab-kitab samawi di muka bumi, supaya manusia akan sedar dan mencari kebenaran akan kebesaran Tuhan pencipta Alam ini.

Apabila “ilmu hakekat” itu tidak dilandasi ilmu syari’at yang diajarkan para Nabi yang kemudian dilanjutkan oleh para Ulama’s sebagai  pewaris Nabi, maka kecenderungan orang mencari tuhan itu seringkali terjebak dengan IMAGINASINYA sendiri. Mereka hanya Mengikuti mitos yang asasnya hanya perkara yang sia-sia  tanpa dalil dan bukti.

Akibatnya, bintang, bulan matahari, pohon, batu, gunung, api, dan bahkan bagian anggota tubuhnya sendiri dipuja dan disembah, dikira itu tuhan mereka. Keadaan seperti itu telah digambarkan Allah melalui peristiwa terjadinya proses keyakinan dalam hati Nabi Ibrahim AS melalui firman-Nya. (Sila rujuk dalam Al Quran ayat al-An’am; 75-79).

Melalui firman ayat tersebut, ungkapan yang sangat luar biasa, hanya wahyu yang mampu mengungkapkan, ilustrasi pengembaraan rohaniah manusia melalui kemampuan rasional disaat melihat tanda-tanda yang bertebaran di alam semesta. Apabila manusia mampu mengamatinya dengan teliti, maka akan menemukan Tuhannya seperti yang pernah ditemukan Nabi Allah Ibrahim AS.

Adapun perjanjian pertama tersebut diabadikan Allah dalam firman-Nya di dalam surah al-A’raaf; 7:172 . ( Saya amat berterima kasih dengan seorang Ustaz yang membuka sebuah pengetahuan tentang bai'ah antara manusia dengan tuhan yang terkandung dalam surah al-Araf ini) saya sengaja tidak mahu berkongsi apakah firmannya kerana mahu mereka yang mebaca nota ini untuk terus rujuk dalam al Quran dan fahami isi yang diceritakan. Syukur setelah melalui sebuah ujian sebelum ini Allah ketemukan jodoh perawatan Islam dengan pelbagai orang dan pelbagai cara. Semua mereka ini juga utusan dari Allah...

Ingatlah... sebelum mana2 dari kita mengikuti mana2 bai'ah dalam mana-mana pertubuhan, Kita ini sebenarnya sudah terikat sebuah Perjanjian / Bai'ah dengan Allah dari Alam ruh lagi. Jangan hanya share banyak maklumat tanpa kita menghalusi dan memahami. Biarlah kita meneliti, jika ada perkongsian dari ayat2 Al-quran, biarlah kita memahaminya terlebih dahulu. Sama-sama kita dapat manfaatnya

DASAR atau ASAS AGAMA ISLAM itu adalah TAUHID

DASAR atau ASAS AGAMA ISLAM itu adalah TAUHID yang berlandaskan ILMU MENGENAL ALLAH SWT.....
Sesungguhnya agama tauhid ( ISLAM ) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, & Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. ( Al Mu'minuun Ayat 52 )
Sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw : “ Ya Rasulullah…..Amalan apakah yang lebih utama ? “

Raslullah Saw menjawab : “ Ilmu mengeal Allah ‘ Azza wa jalla…”

Sahabat bertanya kembali : “ Amalan Apa yang Baginda Kehendaki ?

Rasulullah Saw menjawab : “ Ilmu mengenal ALLAH yang bertasbih kepadaNYA segala sesuatu 

Sahabat berkata lagi : “ Kami menanyakan tentang amal tetapi Baginda menjawab tentang ilmu “

Maka Rasulullah Saw menjawab :
“ Bahwasannya sedikit amal adalah bermenfaat bila disertai dengan ilmu mengenal Allah dan bahwasannya banyaknya amal tidaklah bermenfaat bila tidak disertai ilmu mengenal Allah “ 
( HR.Ibnu Birr dari Anas R.a )

Ali bin Abi Tholib R.a berkata :
“ Tidak Sah Sholat seseorang melainkan dengan Mengenal akan Allah ”

Khamis, 8 Mei 2014

UGAMA TAUHID

UGAMA TAUHID

42.Surah Ash-Shūraá (Verse 13)

شَرَعَ لَكُم مِّنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَن يُنِيبُ


Allah telah menerangkan kepada kamu - di antara perkara-perkara ugama yang Ia tetapkan hukumnya - apa yang telah diperintahkanNya kepada Nabi Nuh, dan yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu (wahai Muhammad), dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa serta Nabi Isa, iaitu: "Tegakkanlah pendirian ugama, dan janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya". Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima ugama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya. 

Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendakiNya untuk menerima ugama tauhid itu, dan memberi hidayah petunjuk kepada ugamaNya itu sesiapa yang rujuk kembali kepadaNya (dengan taat).


3.Surah 'Āli `Imrān (Verse 67)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصْرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk ugama Yahudi, dan bukanlah ia seorang pemeluk ugama Kristian, tetapi ia seorang yang tetap di atas dasar Tauhid sebagai seorang Muslim (yang taat dan berserah bulat-bulat kepada Allah), dan ia pula bukanlah dari orang-orang musyrik.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 135)

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُواۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًاۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Dan mereka (kaum Yahudi dan Nasrani) berkata: "Jadilah kamu pemeluk ugama Yahudi atau pemeluk ugama Nasrani, nescaya kamu akan mendapat petunjuk".

Katakanlah (wahai Muhammad: "Kami orang-orang Islam tidak akan menurut apa yang kamu katakan itu) bahkan kami mengikut ugama Nabi Ibrahim yang tetap di atas dasar Tauhid, dan bukanlah ia dari orang-orang musyrik".

3.Surah 'Āli `Imrān (Verse 95)

قُلْ صَدَقَ اللَّهُۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ


Katakanlah (wahai Muhammad): "Benarlah (apa yang difirmankan oleh) Allah, maka ikutilah kamu akan ugama Nabi Ibrahim yang ikhlas (berdasarkan Tauhid), dan bukanlah ia dari orang-orang musyrik.

4.Surah An-Nisā' (Verse 125)

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًاۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا


Dan tidak ada yang lebih baik ugamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah (dengan ikhlas), sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan, dan ia pula mengikut ugama Nabi Ibrahim yang lurus (yang tetap di atas dasar tauhid); dan (kerana itulah) Allah menjadikan Nabi Ibrahim kesayanganNya.

6.Surah Al-'An`ām (Verse 79)

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًاۖ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ


"Sesungguhnya aku hadapkan muka dan diriku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi, sedang aku tetap di atas dasar tauhid dan bukanlah aku dari orang-orang yang menyekutukan Allah (dengan sesuatu yang lain)".
7.Surah Al-'A`rāf (Verse 172)
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۖ قَالُوا بَلَىٰۛ شَهِدْنَاۛ أَن تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ


Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mengeluarkan zuriat anak-anak Adam (turun-temurun) dari (tulang) belakang mereka, dan Ia jadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri, (sambil Ia bertanya dengan firmanNya): "Bukankah Aku tuhan kamu?" Mereka semua menjawab: "Benar (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi". Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak: "Sesungguhnya kami adalah lalai (tidak diberi peringatan) tentang (hakikat tauhid) ini".


18.Surah Al-Kahf (Verse 14)

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَ مِن دُونِهِ إِلَٰهًاۖ لَّقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا


Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan kesabaran dan keberanian), semasa mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu berkata: "Tuhan kami ialah Tuhan yang mencipta dan mentadbirkan langit dan bumi; kami tidak sekali-kali akan menyembah Tuhan yang lain dari padanya; jika kami menyembah yang lainnya bermakna kami memperkatakan dan mengakui sesuatu yang jauh dari kebenaran."


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 28)

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ


Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimah tauhid (tiada sesuatu, yang ada hanya Allah) itu tetap kekal pada keturunannya, supaya mereka kembali (kepada tauhid itu, jika ada yang menyeleweng kepada syirik).
43.Surah Az-Zukhruf (Verse 29)

بَلْ مَتَّعْتُ هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُّبِينٌ


(Kebanyakan mereka tidak kembali kepada tauhid (tiada sesuatu, yang ada hanya Allah) dan Aku pula tidak segerakan azab mereka) bahkan Aku memberikan mereka dan datuk nenek mereka menikmati kesenangan hidup, sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al-Quran), dan seorang Rasul yang menerangkan tauhid.

98.Surah Al-Bayyinah (Verse 5)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ


Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhid; dan supaya mereka mendirikan sembahyang serta memberi zakat. Dan yang 
demikian itulah Ugama yang benar.


43.Surah Az-Zukhruf (Verse 86)

وَلَا يَمْلِكُ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ


Dan segala yang mereka sembah yang lain dari Allah, tidak mempunyai sebarang kuasa untuk memberikan syafaat pertolongan, kecuali sesiapa yang memberi penerangan mengakui kebenaran dengan mentauhidkan (tiada sesuatu, yang ada hanya Allah) Allah, Tuhan Yang Sebenar-benarnya secara mereka mengetahuiNya dengan yakin (bukan dengan kata-kata orang; maka merekalah yang mungkin diizinkan memberi dan mendapat syafaat itu).

73.Surah Al-Muzzammil (Verse 8)

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا


Dan sebutlah (dengan lidah dan hati) akan nama Tuhanmu (ALLAH - terus menerus siang dan malam), serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan.

2.Surah Al-Baqarah (Verse 130)

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَاۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ


Tidak ada orang yang membenci ugama Nabi Ibrahim selain dari orang yang membodohkan dirinya sendiri, kerana sesungguhnya Kami telah memilih Ibrahim (menjadi nabi) di dunia ini; dan sesungguhnya ia pada hari akhirat kelak tetaplah dari orang-orang yang soleh yang (tertinggi martabatnya).

47.Surah Muĥammad (Verse 29)

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَن لَّن يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ


Patutkah orang-orang (munafik) yang ada penyakit (syak, ragu-ragu) dalam 
hatinya: menyangka bahawa Allah tidak sekali-kali akan mendedahkan 
perasaan dendam dan hasad dengki mereka (terhadap Nabi Muhammad s.a.w dan umatnya)?


47.Surah Muĥammad (Verse 30)

وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُم بِسِيمَاهُمْۚ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ


Dan sekiranya Kami kehendaki, tentulah Kami akan memperkenalkan mereka kepadamu (wahai Muhammad), lalu engkau tetap mengenalinya dengan tanda-tanda (yang menjadi sifat) mereka; dan demi sesungguhnya, engkau akan mengenali mereka dari gaya dan tutur katanya. Dan (ingatlah kamu masing-masing), Allah mengetahui segala yang kamu lakukan.