Pages

Memaparkan catatan dengan label sabda. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label sabda. Papar semua catatan

Khamis, 1 Januari 2015

HAK ALLAH dan HAK HAMBA.....

HAK ALLAH dan HAK HAMBA.....
 
Hadis riwayat Muaz bin Jabal ra., ia berkata:
"Aku pernah membonceng Nabi saw, yang memisahkan antara aku dan beliau hanyalah bagian belakang pelana. Beliau bersabda :
" Hai Muaz bin Jabal...!! "
Aku menyahut : " Ya, Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah "
 
Kemudian Beliau berjalan sejenak, lalu Beliau bersabda lagi :
" Hai Muaz bin Jabal...!!! "
Aku menyahut : " Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah "
 
Kemudian Beliau berjalan sejenak, lalu Beliau kembali memanggil : " Hai Muaz bin Jabal !! "
Aku pun menyahut: Wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah,
 
Beliau bersabda :
"Tahukah engkau, apa hak Allah atas para hamba..?? "
Aku menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu, l
 
alu Beliau bersabda :
"Hak Allah atas para hamba, yaitu mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu ( BERTAUHID ).
 
Setelah berjalan sesaat, beliau memanggil lagi :
"Hai Muaz bin Jabal...!! "
Aku menjawab: Ya, wahai utusan Allah, aku siap menerima perintah.
 
Rasulullah saw. bertanya :
"Tahukah engkau apa hak hamba atas Allah, bila mereka telah memenuhi hak Allah...??
Aku menjawab : Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.
 
Rasulullah saw. bersabda :
" ALLAH TIDAK AKAN MENYIKSA MEREKA ( Shahih Muslim No.43)
Berdasarkan Hadist tersebut diatas maka sebagian UMAT ISLAM BELUM MEMENUHI HAK ALLAH walaupun telah melaksanakan SHOLAT 5 waktu , puasa Ramadhan , zakat dan naik haji karena TIDAK BERTAUHID dan ILMU MA'RIFATTULAH itu untuk MENYEMPURNAKAN TAUHID ......
 
Maka ......karena BELUM MEMENUHI HAK ALLAH sudah pasti sebagian umat islam AKAN MENDAPAT SIKSA.....

Selasa, 6 Mei 2014

KENALI ASAL USUL KEJADIAN NABI ADAM

KENALI ASAL USUL KEJADIAN NABI ADAM
Berkata Imam Ats-Tsa’labi Bahawa Ketika Allah Ta’ala Hendak Menciptakan Adam Dari Tanah, Terlebih Dahulu Allah Mengkhabarkan Kepada Bumi: 
“Hai Bumi, Aku Akan Ciptakan Manusia Dari SaripatiMu. Sebahagian Mereka Ada Yang Taat Kepada-Ku Dan Sebahagian LainNya Durhaka Kepada-Ku. Siapa Yang Taat Kepada-Ku Maka Akan Aku Masukkan Dia Ke Dalam Syurga-Ku, Dan Siapa Yang Durhaka Kepada-Ku Akan Aku Masukkan Dia Ke Dalam Neraka-Ku”.
Kemudian Allah Ta’ala Mengutus Kepada Malaikat Jibril Untuk Turun Ke Bumi Mengambil Segenggam Tanah. Ketika Malaikat Jibril Hendak Mengambil Sebahagian Tanah Itu, Bumi Menolak Dan Bersumpah: 
”Demi Allah, Aku Berlindung Kepada-Mu Dari Utusan-Mu, Agar Engkau Tidak Mengambil Sebahagian Dari Kami Jika Nantinya Akan Menjadi Penghuni Neraka”. 
Kerana Sumpah Itu, Akhirnya Malaikat Jibril Membatalkan Niat Untuk Mengambil Tanah Itu Dan Melaporkan Kejadian Tersebut Kepada Allah Ta’ala. Kemudian Allah Ta’ala Menyuruh Malaikat Mikail Untuk Mengambilnya. Bumi Bersumpah Lagi Dan Malaikat Mikail Pun Tijdak adi Mengambil Tanah Itu.
Kemudian Allah Ta’ala Menyuruh Malikat Izrail Pula Mengambil Tanah Itu. Ketika Malaikat Izrail Turun Ke Bumi, Ia Langsung Memukul Bumi Dengan PedangNya Dan Bumi Pun Bergetar Ketakutan. 
Lantas Malaikat Izrail Pun Mencabut Tanah Segenggam. Tanah Yang Diambil Oleh Malaikat Izrail Berasal Dari Tanah Yang Beragam Dan Di Ambil Satu Genggam : Tinggi Rendahnya (Mula Dari Tanah Dataran Tinggi Dan Dataran Rendah); Sifatnya (Dari Tanah Liat Dan Tanah Gembur); Warnanya (Ada Yang Hitam Dan Putih); Dan Penjurunya (Ada Yang Dari Bumi Paling Barat, Timur, Utara Dan Selatan).
Sepertimana Sabda Nabi SAW : “Sesungguhnya Allah Ta’ala Menciptakan Adam AS Dari Segenggam Tanah Dari Seluruh Penjuru Bumi, Maka Kemudian Manusia Pun Seperti Itu, Yakni Ada Yang Baik Dan Ada Yang Buruk, Lemah Lembut Kasar, Senang, Sedih Dan Lainnya” (HR Tirmidzi - Hadis Marfu’)
Kemudian Tanah Itu DiBawa Menghadap Allah Ta’ala. Lalu Allah Ta’ala Berfirman Kepada Malaikat Izrail: “Mengapa Engkau Tidak Mengikuti SumpahNya (Bumi) ? 
Jawab Malaikat Izrail: ”Perintah-Mu Lebih Aku Ikuti Dan Aku Takuti Daripada SumpahNya”. Kemudian Allah Ta’ala Berfirman: “Engkaulah Malaikat Pencabut Nyawa (Malakul Maut)”
Ketika Malaikat Izrail Mengambil Paksa (Mencabut) Sebahagian Dari Bumi, Bumipun Menangis Merasa Kehilangan. Kemudian Allah Ta’ala Berfirman Kepada Bumi : “Sesungguhnya Kelak Akan Aku Kembalikan Kepadamu Apa Yang Aku Ambil DariMu Itu.” 
Dalam Surah Thaha : 55 - Allah Ta’ala Berfirman: “Dari Bumi (Tanah) Kami Jadikan Kamu Dan KepadaNya Kami Akan Kembalikan Kamu Dan DaripadaNya Kami Akan Keluarkan Kamu Pada Kali Yang Lain’.
Kemudian Allah Ta’ala Menyuruh Malaikat Izrail Membawa Tanah Itu Ke Syurga Agar DiSerahkan Kepada Malaikat Ridhwan (Penjaga Syurga).
Kecuali Tanah Warna Putih. Untuk Tanah Putih Ini Allah Ta’ala Menyuruh Malaikat Jibril Yang Menyerahkannya Kepada Malaikat Ridhwan. 
Dari Tanah Putih Ini Allah Ta’ala Ciptakan Para Nabi. Lantas Allah Ta’ala Menyuruh Malaikat Ridhwan Untuk Mencampur Tanah Itu Dengan Air Tasnim Sampai Jadilah Sebuah Cairan Tanah Yang Sangat Besar.

PROSES PEMBENTUKAN JASMANI
Setelah Tanah Tadi Menjadi Cairan, Kemudian Malaikat Jibril DiPerintah Oleh Allah Ta’ala Agar Cairan Itu Didiamkan Melalui Tiga Tahap. 
TAHAP 1 - DiDiamkan Selama 40 Tahun Sampai Akhirnya Menjadi Tanah Liat (Thin Laazib). Inilah Yang Allah Ta’ala Sebutkan Dalam Surah As-Shaffat : 11 - “Sesungguhnya Kami Telah Menciptakan Mereka Dari Tanah Liat”. 
TAHAP 2 - DiDiamkan Lagi Selama 40 Tahun Sampai Menjadi Tanah Kering Yang Berbentuk Manusia (Shalshal). Ini Yang Allah Ta’ala Sebutkan Dalam Surah Al-Hijr : 28 - “Dan (Ingatlah), Ketika Tuhanmu Berfirman Kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya Aku Akan Menciptakan Seorang Manusia Dari Tanah Liat Kering (Yang Berasal) Dari Lumpur Hitam Yang Diberi Bentuk”. 
TAHAP 3 - DiDiamkan Kembali Selama 40 Tahun Dalam Posisi Telentang Di Jalanan Tempat Lalu-Lalangnya Para Malaikat Naik Dan Turun Dari Langit Ke Bumi.
Menurut Ibnu Abbas RA: Pada Suatu Ketika, Iblis Melewati Tanah Berbentuk Nabi Adam Itu. Tiba-Tiba Iblis Menampar Perut Nabi Adam Hingga Berbekas. Sampai Akhirnya Jadilah Wujud Nabi Adam AS Dengan Sempurna, Tinggi 60 Dzira’ Dan Lengkap Dengan Anggota Tubuhnya Namun Belum DiBeri Ruh.
Menurut Imam Ats-Tsa’labi : Selama Dalam Tahapan Ketiga, Allah Ta’ala Menghujaninya Dengan Dua Macam Hujan: Selama 40 Tahun Berupa Hujan Kesedihan Dan Satu Tahun Berupa Hujan Kesenangan. Menurut Abu Musa Al-Asy’ari: 
Ketika Allah Ta’ala Menciptakan Qubul Nabi Adam, Allah Ta’ala Telah Berfirman: “Sesungguhnya Ini Adalah Amanat-Ku Pada Dirimu. Jangan Sekali-Kali Engkau Tempatkan Ini Kecuali Pada Haqnya”.

PROSES PENIUPAN RUH
Setelah Jasad Nabi Adam AS Sempurna, Maka Allah Ta’ala Meniupkan Ruh KepadaNya. Sepertimana Tersebut Dalam Surah Al-Hijr : 28 - “Maka Apabila Aku Telah Menyempurnakan Kejadiannya Dan Telah Meniupkan Kedalamnya Ruh (Ciptaan)-Ku, Maka Tunduklah Kamu Kepadanya Dengan Bersujud.”
Berkata Imam Azizi : Roh Pertama Kali DiTiupkan Ke Tubuh Nabi Adam AS Pada Hari Jumaat Siang. Roh DiTiupkan Ke Tubuh Nabi Adam AS Melalui Kepala, Yakni Ubun-Ubun. 
Dalam Suatu Riwayat : Allah Ta’ala Mewahyukan Kepada Roh Agar Masuk Ke Tubuh Nabi Adam AS Melalui Kepala Namun Roh Menolaknya. Akhirnya Allah Ta’ala Memaksanya Dan Akhirnya Roh Pun Masuk Dengan Terpaksa. Kemudian Allah Ta’ala Berfirman Kepada Roh : 
“Seandainya Engkau Masuk Dengan Mudah Niscaya Engkau Akan Keluar Dengan Mudah (Tanpa DiCabut), Maka Masuklah Dengan Terpaksa Dan Keluarlah Dengan Terpaksa ” .
Di Ubun-Ubun, Roh Berputar-Putar Selama 100 Tahun Didalamnya. Kemudian Roh Tersebut Pun Turun Ke Kedua Belah Mata, Nabi Adam AS Pun Langsung Mampu Melihat. 
Lalu Roh Turun Pula Ke Rongga Hidung Dan Nabi Adam Langsung Dapat Mencium Udara Dan Terus Bersin. Lantas Roh Itu Pula Turun Ke Mulut Dan Lidah. Saat Itu Pula Allah Ta’ala Mewahyukan Kepada Nabi Adam AS Doa Pujian Dan Nabi Adam Langsung Mengucapkan : 
“Alhamdu Lillaahi Robbil ‘Aalamiin” (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Semesta Alam). Kemudian Allah Menjawabnya : “Yarhamuka Robbuka Ya Adam, Haadzaa Laka Wadzurriyyatika” (Semoga TuhanMu MerahmatiMu Wahai Adam, Ini Buatmu Dan Anak Cucumu).
Kemudian Roh Turun Pula Ke Dada. Dalam Satu Riwayat : Ketika Roh Masuk Ke Bahagian Tubuh, Lantas Nabi Adam AS Menyaksikan Langsung Perubahan Tubuhnya Sendiri Yang Mulanya Berupa Tanah Tiba-Tiba Berubah Dengan Sendirinya Menjadi Daging Lengkap Dengan Kulit, Tulang, Otot, Urat Dan Darah. Kemudian Roh Turun Lagi Ke Lutut.
Dan Seketika Itu Nabi Adam AS Bernafsu Dan TerBuru-Buru Hendak Berdiri Dan Berjalan Tetapi Dia Tidak Kuasa. 
Ketika Roh Sudah Sampai Ke Seluruh Jasad, Maka Jadilah Manusia Sempurna Dan Langsung Berdiri Serta Bergerak Meliuk-Liukkan Badannya.Berkata Al-Hafidz Ismail As-Suda : Dalam Sehari-Semalam (24 Jam) Adalah Nabi Adam AS Bernafas Sebanyak 30,000 Kali Atau 1,292 Kali Setiap Satu Jam.

Barangsiapa menghidupkan sunnahku

Dari Amru bin Auf : Rasulullah saw bersabda, 

“Barangsiapa menghidupkan sunnahku, kemudian (sunnahku tersebut) diamalkan oleh orang lain, maka baginya pahala semisal pahala orang yang mengamalkannya tanpa terkurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa berbuat bid’ah, kemudian perbuatannya tersebut diikuti oleh orang lain, maka baginya dosadan dosa-dosa orang yang melakukannya tanpa terkurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” 

(0174) Sahih Ibnu Majah

Benteng @ Kota Allah

Benteng @ Kota Allah

Berkata Ali RA..Rasulullah bersabda...Allah berfirman...............;Sesungguh AKU lah ALLAH ,, Tiada Tuhan selain AKU...Barangsiapa BERTAUHID kepadaKu niscaya masuklah ia kedalam benteng Ku,,,Dan barangsiapa yang masuk bentengKu..niscaya terselamatlah dia dari SiksaKu...(H R . Syirazi)

laa ilaaha illallaahu hisnii, faman qoolahaa dakhola hisnii, waman dakhola hisnii aamina 'adzaabii.


Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
[ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي مَنْ قَالَ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَالِصاً مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِِ ]رواه البخاري ” 

Manusia yang paling berbahagia dengan syafaatku kelak adalah orang yang mengucapkan La ilaaha illallah dengan penuh ikhlas dari relung hatinya atau dirinya (HR Bukhari).

Mencintai Kalimah Thayibah (Kalimat Tauhid) ini, tuntutan dan mencintai orang-orang yang mengucapkannya, mengamalkan dan konsisten dengan syarat-syaratnya, serta benci terhadap hal-hal yang membatalkannya. 

Allah Ta’ala berfirman : 
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبًّا لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ{ سورة البقرة 

“ Diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang dhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat) bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah sangat berat siksa-Nya( niscaya mereka tidaklah melakukannya) “. Al-Baqarah 165


مَنْ قَالَ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ حَرَّمَ عَلَيْهِ مَالُهُ وَدَمُهُ

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengatakan tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan kufur terhadap segala yang diibadahi selain Allah diharamkan harta dan darahnya” (HR Muslim)

Mengingkari thaghut yaitu segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan beriman kepada Allah sebagai Rabb dan sesembahan yang hak. 

Allah Ta’ala berfirman:

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيم{ (256) سورة البقرة 

“ Tidak ada paksaan dalam agama. sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat . Maka barang siapa yang kufur terhadap taghut dan beriman kepada Allah ia telah berpegang teguh dengan buhul tali kuat yang tidak akan putus. Allah Maha mendengar dan Maha mengetahui “. (Al Baqarah:256)

Sabda beliau shalallahu ‘alaihi wasallam: 
[ إنَّ اللهََ حَرَّمَ على النارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ] رواه مسم 

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan La illaaha illallah yang dengan kalimat itu semata-mata ia mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla” (HR Muslim)


Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
[ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي مَنْ قَالَ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَالِصاً مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِِ ]رواه البخاري 

” Manusia yang paling berbahagia dengan syafaatku kelak adalah orang yang mengucapkan La ilaaha illallah dengan penuh ikhlas dari relung hatinya atau dirinya (HR Bukhari).


Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan La ilaaha illallah. Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha illallah maka terlindungi harta dan jiwanya dariku kecuali menurut hak Islam dan perhitungannya disisi Allah Azza wa Jalla (Muttafaq Alaihi)

Isnin, 21 April 2014

7 Jenis Sombong Yang Dilaknat ALLAH

7 Jenis Sombong Yang Dilaknat ALLAH

1. Sombong kerana kelebihan seseorang dengan pengetahuan ilmunya, baik ilmu dunia atau ilmu akhirat. Apabila ilmu sudah penuh di dada, dia menganggap orang lain jahil belaka, semua orang buta dan jika ada pandangan yang bernas tetapi tidak diterimanya. 
Orang yang sombong seumpama ini hendak dirinya selalu dihormati oleh orang lain terutama ketika di khalayak ramai, oleh anak muridnya dan orang bawahannya serta sentiasa meminta diberi layanan mulia.

FIRMAN ALLAH SWT :
Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembusi bumi dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang.( Surah AlIsraa'. Ayat 037 )

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Tidak akan masuk syurga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau hanya sebesar zarah.” (Hadis riwayat Muslim)

2.Sombong kerana kelebihan beribadat seseorang. Penyakit orang ahli abid yang merasa diri mereka terlalu banyak beribadat berbanding dengan orang lain sehingga menganggap orang lain tidak mampu beribadat seperti mereka. Sedangkan mereka sebenarnya terpedaya dengan tipu daya syaitan. 

Rasulullah SAW telah mengingatkan melalui sabda Baginda yang bermaksud: "Bahawa siapa yang memuji dirinya sendiri atas suatu amal salih, bererti sudah tersesat daripada mensyukurinya, dan gugurlah segala amal perbuatannya.." 

FIRMAN ALLAH SWT : Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.( Surah Luqman. Ayat 018 ) 

3.Sombong kerana ego memperkasakan keturunan, bangga kita berketurunan mulia lagi bangsawan, suka menyebut nama datuk nenek moyang kita yang dulunya dikatakan keramat atau hebat. Sifat sombong seperti ini tidak ubah seperti kaum Bani Israel yang dilaknat Tuhan, seperti termaktub dalam al-Quran. Mereka bangga dengan keturunan mereka yang banyak menjadi nabi ikutan, konon keturunan mulia dikasihi tuhan. 

FIRMAN ALLAH SWT: Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya), seolah-olah dia tidak mendengarnya; oleh itu gembirakanlah dia dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (Surah AlJatsiyah. Ayat 008 ) 

4.Sombong kerana berasa diri cantik dan sempurna malah memandang orang lain dengan hina, seperti merendah-rendah ciptaan Allah hingga sanggup menyindir atau memberi gelaran tidak baik seperti pendek, berkulit hitam atau gemuk. 

5.Sombong yang berpunca daripada kelebihan harta diberi Allah membuat kita lupa daratan, berbangga dengan kekayaan yang ada, rumah besar, kereta BMW mewah hingga memandang rendah orang yang kurang berada. 

FIRMAN ALLAH SWT : Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya). (Surah AlBaqarah. Ayat 212 ) 

6.Sombong kerana kekuatan dan kegagahan diri. Semua orang akan dibuli kerana kuatnya badan kita tidak terperi, hingga boleh memakan kaca, kunyah besi, boleh menarik bas dan lori hanya dengan gigi, boleh dihempap badan dengan batu dan besi, atau sebagainya. 

FIRMAN ALLAH SWT : Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negerinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (kerana hendak meminta dipuji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah Maha Meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan. (Surah Al-Anfaal. Ayat 047 ) 

7.Sombong dan berbangga kerana ramainya pengikut setia di belakang diri, seperti orang yang berpangkat berbangga ada ramai anak buah yang hebat-hebat belaka , sepertinya orang alim berbangga dengan ramainya murid yang memuji. Guru silat pula berbangga dengan ramainya murid yang tidak lut ditetak parang dan dijilat api.

___________________________________________________________________
Oleh itu, hendaklah kita memeriksa diri kita betul-betul, lihat sama ada 7 perkara yang membawa kepada penyakit sombong ini ada pada kita atau tidak. Penawarnya ada di tangan sendiri kerana penyakit sombong ini hanya akan memakan diri. Tidak sekarang, mungkin di masa akan datang. Ubatilah sifat sombong itu dan jangan sesekali menghina orang lain kerana ianya sifat yang dilaknat oleh Allah. Fikirkanlah.. TAK KIRA LAH ORANG TUA KA MUDA KA . AKAL ALLAH TAALA BAGI RENUNG FIKIR BENAR-BENAR DAN BETUL-BETUL , HATI TU TOLONG CUCI SIKIT JANGAN NAK MENDABIK DADA SELALU . PERINGATAN UNTUK DIRI SENDIRI JUGA  

FIRMAN ALLAH SWT : Sesungguhnya Qarun adalah dia dari kaum Nabi Musa, kemudian dia berlaku sombong dan zalim terhadap mereka dan Kami telah mengurniakannya dari berbagai jenis kekayaan yang anak-anak kuncinya menjadi beban yang sungguh berat untuk dipikul oleh sebilangan orang yang kuat sasa. (Dia berlaku sombong) ketika kaumnya berkata kepadanya: Janganlah engkau bermegah-megah (dengan kekayaanmu), sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang bermegah-megah. (seperti lagakmu itu). 

Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: “Orang yang sombong, keras kepala dan takbur, akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam bentuk semut yang kecil, yang dipijak mereka oleh manusia, kerana hinanya mereka pada Allah.” (Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Abu Hurairah) .
7 Jenis Sombong Yang Dilaknat ALLAH
1. Sombong kerana kelebihan seseorang dengan pengetahuan ilmunya, baik ilmu dunia atau ilmu akhirat. Apabila ilmu sudah penuh di dada, dia menganggap orang lain jahil belaka, semua orang buta dan jika ada pandangan yang bernas tetapi tidak diterimanya. 
Orang yang sombong seumpama ini hendak dirinya selalu dihormati oleh orang lain terutama ketika di khalayak ramai, oleh anak muridnya dan orang bawahannya serta sentiasa meminta diberi layanan mulia.

FIRMAN ALLAH SWT :
Dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong, kerana sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembusi bumi dan engkau tidak akan dapat menyamai setinggi gunung-ganang.( Surah AlIsraa'. Ayat 037 )

Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Tidak akan masuk syurga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walau hanya sebesar zarah.” (Hadis riwayat Muslim)

2.Sombong kerana kelebihan beribadat seseorang. Penyakit orang ahli abid yang merasa diri mereka terlalu banyak beribadat berbanding dengan orang lain sehingga menganggap orang lain tidak mampu beribadat seperti mereka. Sedangkan mereka sebenarnya terpedaya dengan tipu daya syaitan.
Rasulullah SAW telah mengingatkan melalui sabda Baginda yang bermaksud: "Bahawa siapa yang memuji dirinya sendiri atas suatu amal salih, bererti sudah tersesat daripada mensyukurinya, dan gugurlah segala amal perbuatannya.."
FIRMAN ALLAH SWT : Dan janganlah engkau memalingkan mukamu (kerana memandang rendah) kepada manusia, dan janganlah engkau berjalan di bumi dengan berlagak sombong; sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.( Surah Luqman. Ayat 018 )
3.Sombong kerana ego memperkasakan keturunan, bangga kita berketurunan mulia lagi bangsawan, suka menyebut nama datuk nenek moyang kita yang dulunya dikatakan keramat atau hebat. Sifat sombong seperti ini tidak ubah seperti kaum Bani Israel yang dilaknat Tuhan, seperti termaktub dalam al-Quran. Mereka bangga dengan keturunan mereka yang banyak menjadi nabi ikutan, konon keturunan mulia dikasihi tuhan.
FIRMAN ALLAH SWT: Yang mendengar ayat-ayat penerangan Allah sentiasa dibacakan kepadanya, kemudian dia terus berlagak sombong (enggan menerimanya), seolah-olah dia tidak mendengarnya; oleh itu gembirakanlah dia dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya. (Surah AlJatsiyah. Ayat 008 )
4.Sombong kerana berasa diri cantik dan sempurna malah memandang orang lain dengan hina, seperti merendah-rendah ciptaan Allah hingga sanggup menyindir atau memberi gelaran tidak baik seperti pendek, berkulit hitam atau gemuk.
5.Sombong yang berpunca daripada kelebihan harta diberi Allah membuat kita lupa daratan, berbangga dengan kekayaan yang ada, rumah besar, kereta BMW mewah hingga memandang rendah orang yang kurang berada.
FIRMAN ALLAH SWT : Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya). (Surah AlBaqarah. Ayat 212 )
6.Sombong kerana kekuatan dan kegagahan diri. Semua orang akan dibuli kerana kuatnya badan kita tidak terperi, hingga boleh memakan kaca, kunyah besi, boleh menarik bas dan lori hanya dengan gigi, boleh dihempap badan dengan batu dan besi, atau sebagainya.
FIRMAN ALLAH SWT : Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari negerinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk (kekuatan mereka) kepada orang ramai (kerana hendak meminta dipuji), serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah dan (ingatlah) Allah Maha Meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan. (Surah Al-Anfaal. Ayat 047 )
7.Sombong dan berbangga kerana ramainya pengikut setia di belakang diri, seperti orang yang berpangkat berbangga ada ramai anak buah yang hebat-hebat belaka , sepertinya orang alim berbangga dengan ramainya murid yang memuji. Guru silat pula berbangga dengan ramainya murid yang tidak lut ditetak parang dan dijilat api.

Oleh itu, hendaklah kita memeriksa diri kita betul-betul, lihat sama ada 7 perkara yang membawa kepada penyakit sombong ini ada pada kita atau tidak. Penawarnya ada di tangan sendiri kerana penyakit sombong ini hanya akan memakan diri. Tidak sekarang, mungkin di masa akan datang. Ubatilah sifat sombong itu dan jangan sesekali menghina orang lain kerana ianya sifat yang dilaknat oleh Allah. Fikirkanlah.. TAK KIRA LAH ORANG TUA KA MUDA KA . AKAL ALLAH TAALA BAGI RENUNG FIKIR BENAR-BENAR DAN BETUL-BETUL , HATI TU TOLONG CUCI SIKIT JANGAN NAK MENDABIK DADA SELALU . PERINGATAN UNTUK DIRI SENDIRI JUGA

FIRMAN ALLAH SWT : Sesungguhnya Qarun adalah dia dari kaum Nabi Musa, kemudian dia berlaku sombong dan zalim terhadap mereka dan Kami telah mengurniakannya dari berbagai jenis kekayaan yang anak-anak kuncinya menjadi beban yang sungguh berat untuk dipikul oleh sebilangan orang yang kuat sasa. (Dia berlaku sombong) ketika kaumnya berkata kepadanya: Janganlah engkau bermegah-megah (dengan kekayaanmu), sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang bermegah-megah. (seperti lagakmu itu).
Nabi Muhammad SAW bersabda yang bermaksud: “Orang yang sombong, keras kepala dan takbur, akan dikumpulkan pada hari kiamat, dalam bentuk semut yang kecil, yang dipijak mereka oleh manusia, kerana hinanya mereka pada Allah.” (Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Abu Hurairah) .

Jumaat, 18 April 2014

DI MANA ROH ORANG MUKMIN?

DI MANA ROH ORANG MUKMIN?

Dalam hadis sahih riwayat daripada al-Imam Ahmad, dalam satu rangkaian sanad yang menarik yang menghimpun tiga imam besar mazhab Ahlus Sunnah wal Jama'ah iaitu al-Imam Ahmad, al-Imam asy-Syafi'e dan al-Imam Malik -moga Allah merahmati semua mereka- disebutkan di manakah roh orang mukmin.


Daripada al-Imam Ahmad, beliau meriwayatkan daripada al-Imam asy-Syafi'e, beliau pula meriwayat daripada al-Imam Malik bin Anas, dari Ibn Syihab al-Zuhri daripada 'Abd al-Rahman bin 'Abdillah bin Ka'ab, daripada Ka'ab bin Malik bahawa Nabi s.a.w bersabda:


إنما نسمةُ المؤمنِ طائرٌ يعلقُ في شجرِ الجنةِ حتى يرجعَه اللهُ إلى جسدِه يومَ القيامةِ

maksudnya: "Roh orang mukmin (seperti) burung yang hinggap di sebatang pokok syurga sehingga Allah mengembalikan ke jasadnya pada Hari Kiamat"

Adapun dakwaan bahawa roh mukmin berada dalam Telaga Zam-Zam tiada dalil sahih dari al-Quran ataupun as-Sunnah. Al-Imam Ibn Qayyim al-Jauziah dalam kitabnya Ar-Ruh juga menegaskan bahawa tiada nas al-Quran dan as-Sunnah yang menyatakan roh orang mukmin dalam Telaga Zam-Zam. Apatahlagi dakwaan boleh memanggil roh dari Telaga Zam-Zam untuk bertanya soalan. Ini sesuatu yang tidak boleh diterima.

Antara ucapan Nabi s.a.w yang menyatakan bahwa roh mukmin dalam syurga dan ucapan orang lain yang menyatakan roh orang mukmin dalam Telaga Zam-Zam, siapakah yang wajar kita percaya?

Sabtu, 12 April 2014

Inilah Zaman Ketika Otak Menjadi Tuhan?

Inilah Zaman Ketika Otak Menjadi Tuhan?
Suatu ketika di malam yang penuh dengan prihatin memikirkan umat, tiba-tiba Rasulullah Saw mendapatkan wahyu surat Ali ‘Imran [3] 190 -191 yang berbunyi :
"Inna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi waikhtilaafi allayli waalnnahaari laaayaatin li-ulii al-albaabi"
190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
"Alladziina yadzkuruuna allaaha qiyaaman waqu'uudan wa'alaa junuubihim wayatafakkaruuna fii khalqi alssamaawaati waal-ardhi rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathilan subhaanaka faqinaa 'adzaaba alnnaari"
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Setelah mendapat wahyu ini seketika Rasulullah tidak kuat menahan tangisan sampai subuh, sehingga pada saat itu berkumpullah jamaah-jamaah menunggu untuk di imami Rasulullah Saw, akan tetapi Sang Terkasih tidak kunjung hadir, akhirnya sahabat Billal berkunjung kerumah Beliau Rasulullah Saw, saat Billal mengucapkan salam, dengan menjawab salam Billal tiba-tiba Sang Terkasih dengan suara paruh dan mata sembab seketika itu sahabat Billal bertanya kepada Baginda Rasul:
Ada apa wahai baginda Rasul? Tanya sahabat Billal
Celakah-celakalah wahai sahabat Billal orang yang membaca ayat ini tapi tidak mau berfikir tentang ayat ini!
Wahai saudara-saudaraku…
Dengan adanya wahyu yang barusan turun mari kita berfikir akan datang dimana umat itu tidak menemukan Tuhan akan ada zaman lebih dahsyat daripada zaman jahiliyah dimana pada saat itu orang-orang menyembah patung-patung yang diciptakan yang diletakkan disekeliling ka’bah, akan tetapi pada zaman itu lebih parah karena manusia akan menyembah pikiran dan otaknya.
Afala tatafakkarun….
Kenyataan ilmu pengetahuan sudah merambah kehidupan masyarakat baik itu ilmu agama ataupun umum. Banyak anak bangsa ini yang handal dan pandai, serta mempunyai title SARJANA sampai DOKTOR dan juga banyak anak bangsa yang diakui keilmuannya sampai keluar negeri, pendidikan dimana-mana maju dengan pesatnya sehingga tak ada orang yang tak terpelajar, HEBAT..!!!
Tapi kenyataannya semuanya tidak mampu untuk mewujudkan karakter bangsa sehingga semakin banyak ilmu dan kepandaian, semakin diagung-agungkan dan bangga dengan ilmunya, akhirnya jatuh dalam lubang pengakuan merasa mampu, merasa alim, merasa pandai, sehingga semakin pandai semakin merasa inilah “aku”!
Inilah yang akan muncul dan mungkin diri kita memotori bahwa munculnya otak akan disembah bagaikan Tuhan, walaupun lisan mengatakan Tuhanku adalah Allah, akan tetapi kenyataannya bangga dengan pikirannya, bangga dengan penemuannya bahkan dengan otaknya dia mengatakan seperti Fir’aun mengaku menjadi Tuhan.
Maka terjadi ketika Fir’aun hanya menggunakan akal dan pikiran tidak menggunakan hati yang suci, nikmat yang diberikan oleh Allah di “aku” 100% sehingga dia mengatakan “Ana Robbukumul A’la” (aku adalah Tuhanmu yang tertinggi), inilah kejahatan rohani bila kita lupa dengan kebersihan jiwa sehingga otak dipertuhankan, akhirnya manusia berani mengaku sebagai tuhan!
Inilah ayat menggunakan pikiran dan otak yang mampu untuk mengangkat jiwa sehingga jiwa sadar karena otak mampu bertafakkur terjadinya alam, tapi dengan adanya fenomena ini bagaimana ketika kita mendewa-dewakan otak, manusia akan semakin jahat karena tidak ada kolaborasi antara jiwa yang suci dengan otak dan pikiran.
Manusia mengaku sebagai “Sang Pencipta”, penemuan-penemuannya, orang mengaku dirinya mampu melakukan aktivitas padahal semua itu datang dari Allah (LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH) .
Apakah kita tidak menggunakan pikiran? artinya pikiran yang mampu menembus ke cakrawala batin sehingga manusia mengenal gerak-geriknya, apapun yang dilakukan semuanya bukan milik kita karena kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa karena asalnya tiada dan diadakan menjadi makhluk.
“Qul kullum min 'indillah (Katakanlah : "Semuanya datang dari sisi Allah")” An Nisa' [4]: 78
Maka fenomena alam terjadi di zaman ini banyak manusia termasuk mungkin diri kita menyembah otak kita, menyembah pikiran kita, menyembah penemuan-penemuan kita, tidak ada bedanya dengan zaman jahiliyah, ketika manusia menemukan bentuk patung-patung sesuai dengan imajinasinya saat itu patung yang diciptakan disembah oleh umat jahiliyah akan tetapi sekarang bukan menyembah patung akan tetapi menyembah ciptaan itu sendiri, di “aku” bahkan manusia lebih parah menyembah otak dan pikirannya sendiri.
Posisi kita dimana? Sedangkan Allah mengatakan gunakan otak dan pikiranmu untuk menemukan “AKU” Sang Pencipta, tapi sekarang kita berbalik menggunakan otak dan pikirannya untuk dijadikan Tuhan!
Alangkah biadabnya pikiran manusia termasuk diri saya ini, ketika diberi kepandaian, ilmu pengetahuan dan teknologi diberi oleh Allah luar biasa bagaikan hujan turun dari langit yang tiada henti-hentinya manusia tidak semakin dekat dengan Tuhan akan tetapi manusia semakin dekat dengan otak dan pikirannya, akhirnya disembah, disanjung, seakan-akan Tuhan ada di otak kepalanya, ada didalam tempurung kepalanya.
Turunkan ke hati wahai diri kami dan saudara-saudaraku…
Temui Tuhanmu dengan menggunakan hatimu bukan akal pikiranmu...
“Yawma laa yanfa'u maalun walaa banuuna, illaa man ataa allaaha biqalbin saliimin (Asy-Syu'araa [26] : 88 -89)
Dihari itu ketika kita akan menemui sakaratul maut yang hanya satu kali itu tiada yang manfaat, anak-anak kita dan dunia-dunia kita bahkan juga pikiran-pikiran kita bahkan juga aktivitas kita saat itu yang berlaku adalah melainkan orang sowan kepada Allah, yang sowan ini bukan otak dan pikiran akan tetapi hati, jiwa dengan hati yang bersih dan selamat!
Sedangkan kita menghadap kepada Allah masih merasa dan mengandalkan selainNYA!
Bagaimana posisi kita saat ini?
Maka besihkan dari anasir-anasir (nafsu) otak dan pikiran kita, begitupula kita yang hanya menggunakan otak dan pikiran kita, “Lillah Billah” akan menjadi wacana sehingga berbahaya karena hanya mengerti akan tetapi tidak mampu untuk mengetrapkan, tidak bisa merubah akhlaqul karimah dalam surah Ash Shaaf:
Kabura maqtan 'inda allaahi an taquuluu maa laa taf'aluuna (Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan) (QS – Ash Shaff [61] : 2)
Bagaimana posisi kita?
Maka leburkanlah, tenggelamkanlah, karena semua milik Allah dan kita harus sadar bahwa diri kita bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, inilah yang kami maksud sadar bahwa diri kita NOL, karena NOL bukan ajaran akan tetapi kesadaran jiwa tidak memiliki perasaan dan kemampuan, karena Illa Billah miliknya Allah!
Untuk teman-temanku yang terkasih di Alam Hikmah, inilah selayang pandang perjalanan anak manusia dengan akal, otak dan pikirannya! Bahaya ketika otak tidak berkolaborasi dengan jiwa yang suci.
Otak kita bisa menyelamatkan hati apa belum?
Otak kita bisa berkolaborasi dengan hati belum?
Apa hati kita justru terpengaruh?
Sehingga hati kita malah menyembah otak, menyembah pikiran, tidak kenal kepada Sang Pencipta!
Silahkan otak dikembangkan akan tetapi hati jangan pernah dilupakan!
”Apabila segumpal daging itu baik maka baik semuanya dan apabila segumpal daging itu jahat maka jahat semuanya dan ketauhilah itulah hati!”
Bagaimana dengan hadist ini? dan bagaimana dengan upaya kita? apakah lupa bahwa ini pesan Rasulullah?
Ingat wahai saudaraku...!!!
Baik dan jeleknya manusia bukan dari otaknya akan tetapi dari hatinya, sedangkan otak dan pikiran yang dikuasai hati akan membantu manusia menjadi INTELEKTUAL WALI dan WALI YANG INTELEKTUAL yang sadar kepada Allah.
Akan tetapi ketika hati telah dikuasai otak dan pikiran maka akan muncul intelektual-intelektual yang melupakan Tuhannya walaupun lisan mengatakan aku menyembah Tuhan akan tetapi jiwa menyembah akal pikirannya!
Catatan perjalanan ”Si Fakir” yang hina

Rabu, 9 April 2014

Zaman penindasan dan penzaliman

Rasulullah SAW bersabda:
“Telah berlaku Zaman Kenabian ke atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (Khulafaur Rasyidin) yang berjalan seperti zaman kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Lalu berlakulah zaman pemerintahan yang menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian berlakulah zaman penindasan dan penzaliman (Zaman Diktator) dan berlakulah zaman itu sepertimana yang Allah kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s.) yang berjalan di atas cara hidup Zaman Kenabian.”

(Riwayat Ahmad)